Quote Atau Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Quote Atau. Here they are! All 131 of them:

β€œ
Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat
”
”
Tere Liye (Ayahku (Bukan) Pembohong)
β€œ
Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?" -Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari
”
”
Dee Lestari (Perahu Kertas)
β€œ
Di zaman milenial ini, satu-satunya yang paling patut untuk kita idolakan dan kita cintai, adalah beliau yang hidup tanpa Facebook, Instagram atau Twitter, namun memiliki 1,7 milyar followers. Beliau, adalah Nabi Muhammad SAW.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Bagi seorang perempuan sepertinya, cukuplah kata: "masih" atau "tidak". Dengan mengucapkan satu saja dari dua kata itu, kau telah membebaskannya dari penantian, juga airmata.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Saya menyangsikan kalimat plesetan 'takkan lari jodoh dikejar'. Gunung memang tidak akan lari. Tapi jodoh? Dia punya kaki dan keinginan, dia bisa berlari-lari kesana-kemari. kemana dia suka. Bahkan dia bisa hilang, seperti lenyap ditelan bumi. Atau dia jatuh ketangan orang lain".
”
”
Ahmad Fuadi (Rantau 1 Muara)
β€œ
Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli,tapi disini Kal,di sekolah ini,kita tak akan pernah mendahului nasib kita!! Arai
”
”
Andrea Hirata
β€œ
Hanya ada dua pilihan untuk memenangkan kehidupan: keberanian, atau keihlasan. Jika tidak berani, ikhlaslah menerimanya. Jika tidak ikhlas, beranilah mengubahnya.
”
”
Lenang Manggala
β€œ
Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.
”
”
Tere Liye (Berjuta Rasanya)
β€œ
Cinta", katamu "lebih baik tidak diucapkan. Atau dia akan lenyap
”
”
Avianti Armand
β€œ
Hidup itu bukan perjuangan tapi perjalanan. melangkahlah kemanapun kau mau tapi ingat cepat atau lambat kita semua akan bertemu ditempat yang sama.
”
”
#IjalQuote
β€œ
Maukah kau pergi? Atau menyingkir sejenak dari otakku? Cukuplah tinggal di hatiku, usah kau singgah di pikiran.. Maaf, aku lelah untuk terus berpikir kemungkinan tentang kita." kataku dengan nada marah. Ya, kau selalu saja hadir dalam tiap pikiranku hingga aku sesak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada tentangmu.
”
”
Novanka Raja
β€œ
Itulah satu hal yang tidak bisa kamu palsukan: intention," jelas Dave. "Mau manusia atau ET, saya rasa itu hukum universal. Intention speaks louder than any code.
”
”
Dee Lestari (Partikel)
β€œ
Mana yang lebih pahit; Kopi tanpa cumbuan gula, atau rindu yang dibiarkan gigil tanpa nama?
”
”
Ilham Gunawan
β€œ
Ketika dua cinta yang benar-benar menjadi satu dan rasa itu bertahan teramat lama. Bahkan,jika perasaan yang rentan itu menjadi sebuah ikrar yang direstui Tuhan, durasinya pun telah ditetapkan. Terputus di tengah jalan atau oleh takdir kematian.
”
”
Tasaro G.K. (Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta)
β€œ
Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Teruk diduga atau berhadapan dengan dugaan? Jangan lupa, "Allah hanya memberikan dugaan yang Dia tahu kita mampu pikul." Bersabarlah!
”
”
Fazley Yaakob (Motivasi Santai #Harian)
β€œ
Yang membelenggu kita bukan kekuatan-kekuatan luar, entah itu negara agresor, industrialis global, kapitalis tamak, merek ternama atau Hollywood, tapi justru jiwa yang sempit, pikiran yang kerdil, dan imajinasi yang pendek.
”
”
Radhar Panca Dahana
β€œ
Aku tidak suka makan ramen kalau dia sudah dingin. Jadi tidak perlu kujawab ya Bee. Biarkan kamu saja yang menilai, apakah aku sungguh-sungguh mencintaimu atau tidak. "Rendy ~ Her Footprints on His Heart
”
”
Lea Agustina Citra (Autumn Once More)
β€œ
pada akhirnya yang pergi akan kembali, entah pada pelukan, atau pada masing-masing kenangan
”
”
Rian Prasetia, @sekadar_coretan
β€œ
Pada masa itu sering saya menjawab pertanyaan yang kadang-kadang diajukan kepada saya, "Mengapa Saudara menjadi pengarang?" dengan, "Karena saya tak dapat bekerja lain. Kalau saya bisa jadi importir atau eksportir, tentu saya akan menjadi importir atau eksportir.
”
”
Ajip Rosidi (Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2))
β€œ
Siapakah yang dapat menjelaskan dengan memuaskan apa yang menyebabkan kita tersenyum atau tertawa? Gerak bibir yang menyunggingkan senyum atau gerak otot yang menggerakkan bibir, bahkan juga mulut dan rahang kita yang membentuk tawa: apakah itu semua suatu fenomena fisik atau lebih daripada itu? ---"Kita dan Humor", Kompas, Mei 1996
”
”
Umar Kayam
β€œ
Ini pesanku buat diriku sendiri dan juga kepada semua penulis pemula: "Tetaplah hidup! Sampai kau berhasil menaklukkan dunia, atau dunia yang akan menaklukkanmu.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Kakakmu ini tak ingin memberikanmu sepeda atau baju baru. Akan tetapi, ilmu. Agar kau bahagia selamanya. Bukan hari ini saja. Agar kau tidak hanya tertawa, tapi berdayaguna.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Ada banyak cara untuk bertumbuh: minum susu dan tarik selimutmu, atau berdiskusilah hingga habis jam tidurmu.
”
”
Lenang Manggala
β€œ
Setiap buku punya ceritanya masing-masing. Bukan saja soal cerita yang dibahas di dalam buku itu, namun cerita "di balik layar" -- tentang inspirasi, motivasi, atau proses pergulatannya.
”
”
Muhammad Anis Matta (Gelombang Ketiga Indonesia)
β€œ
Bersemangat dan bersyukurlah jika ada banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Seseorang dengan penyakit kanker otak, lumpuh karena kecelakaan lalu lintas, atau seseorang yang tengah pusing menyusun lamaran pekerjaannya, pasti sangat mengharapkan untuk ada di posisi Anda sekarang. Jika demikian, bukankah memalukan apabila ada keluhan yang terposting di media sosial Anda?
”
”
Lenang Manggala
β€œ
Kenangan itu seperti bayang - bayang, yang kelihatan tak ada, tapi selalu mengikuti. Kita tak bisa lari dari bayang - bayang, kita akan selalu hidup dengannya. Namun, kita bisa memilih, antara tenggelam pada bayang - bayang, atau hidup pada kenyataan yang jelas nyata ada di depan.
”
”
Rintik Sedu (Kata: Tentang Senja Yang Kehilangan Langitnya)
β€œ
Maksudnya biar lo termotivasi untuk cepat dapat pacar. Biar ada yang nemenin lo ke toko bukuβ€”" "β€”gue bisa sendiri!" selaku cepat. "atau menemani lo ngopi-ngopiβ€”" "β€”itulah gunanya teman-teman cewek!" "atau mendengarkan lo curhatβ€”" "β€”itulah gunanya Syiana." "atau dimintai pertolongan saat si pipi tembam mogok di jalan." "β€” itu kan gunanya lo, San." Aku mulai nyengir.
”
”
Nina Ardianti (Fly to the Sky)
β€œ
Aku baca lagi tulisan Scott, "Kamu mengharap sesuatu dan kamu kecewa saat tidak mendapatkannya. Coba kalau kamu tidak mengharap apa apa kamu justru tak terbeban apapun" Dan sekali lagi dia benar. "Esensinya adalah memberi dan tidak menuntut, tulus dan tak punya pamrih, ikhlas dan tidak memaksa. Ia memberimu ruang untuk terbang dengan bebas dan leluasa. Tidak memenjarakanmu dengan gagasan dan idenya sendiri. Tidak mengungkungmu dalam kebebalan hasrat dan kecemburuan yang membabi buta, atau dalam sikap posesif dan egoisme sempit. Ia memberimu tempat untuk bertumbuh, ruang untuk bercermin dan menjadikan seluruh waktumu berharga. Sehingga, tidak akan ada lagi satu perkara pun yang sia sia.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Seperti kemacetan yang tak terurai, berjubel dalam hati. Tiap-tiap dari kita tetap keukeh menahannya, sampai ada yang terluka atau mati sia-sia.
”
”
nom de plume
β€œ
Terkadang rindu itu seperti teka-teki yg tidak silang, entah mendatar atau menurun jawabannya sering kita isi dengan "Bertemu".
”
”
nom de plume
β€œ
Bagaimana ia bisa mencintai diriku sebegitu rupa. Bukan atas apa yang orang lihat pada diriku. Pada rupa pesona kecantikan yang lugu, polos dan sederhana ini. Pada kecerdasan yang alami, atau kebaikan hati, atau keceriaan yang tidak pernah dibuat buat. Tapi, bagaimana ia bisa merasakannya? Seperti sejuk embun yang mengecup keningnya di waktu subuh. Kehangatan mentari yang bersinar menembus punggung bukit, rimbun dedaunan, dan menembus kisi kisi jendela. Ditingkah riuh suara burung dan kokok ayam jantan menyambut pagi. Perasaan yang barangkali hanya dia yang tahu. Serupa rasa haus yang hanya mungkin terobati oleh kehadiran senyum yang tulus. Yang tidak menjanjikan apa apa, selain daripada cinta dan mungkin juga keabadian. Itulah yang kemudian dinyatakannya padaku lewat sebuah puisi, "Sekiranya kau ijinkan aku mencintai empat orang sekaligus, maka orang itu adalah dirimu, dirimu, dirimu dan dirimu.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Seorang wanita adalah bulan Memancar cahaya diri, refleksi iman Patuh di putaran orbit ketentuan Tuhan Tanpa angkuh melawan, mempersoalkan Wanita itu adalah bulan Menerangi jalan dengan kelembutan Enggan mengasari Bukan sedingin salji Atau seterik mentari Wanita itu adalah bulan Merembeskan biasan Mapan peribadi Si pahlawan lelaki Dipanggilnya suami Wanita itu adalah bulan Walau jasadnya kecil Dia tidak gentar dan musykil Menjaga jasad sebesar bumi Ibu yang tanpa rehat mengelilingi Agar tiada yang menyakiti Wanita itu adalah bulan.
”
”
Oli Baharom (Si Dia dari Boston)
β€œ
Apakah arti relasi dengan orang terdekat atau teman hidup? Sebagian orang mengartikannya sebagai pendamping hidup dalam melewati suka dan duka, membina satu hubungan rumahtangga yang harmonis, bersama-sama meraih kesejahteraan keluarga. Aku pun demikian. Namun lebih jauh lagi, teman hidup bagiku adalah partner perjuangan. Sebuah relasi bisa saling memberi ruang bagi semangat positif masing-masing. Sejak berpacaran dengan Alva, dan memiliki niat serius untuk masuk ke jenjang pernikahan, aku tahu permulaan apa yang harus kami buat. Yang harus kami bina adalah melatih diri kami untuk menjadi "pembentuk" sukses satu sama lain. Dan pada akhirnya, menjadi sukses bersama. Relasi kami jangan saling mengubur potensi masing-masing, atau lebih parah lagi melumpuhkan hasrat untuk berkembang.
”
”
Alberthiene Endah (Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar)
β€œ
Rahasia cinta itu sebenarnya sederhana," ucap papa padaku, "Berusahalah menjadi orang yang tepat bagi orang yang kamu cintai. Ketika kamu berusaha untuk menjadi orang yang tepat, maka kamu tak lagi memikirkan dirimu sendiri. Kamu curahkan energimu sepenuhnya untuk membuat orang yang kamu cintai itu merasakan arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan ketika seseorang merasa bahagia, maka tanpa ia sadari ia akan terikat kepadamu. Sebab di mana ada kebahagiaan di situlah cinta bertumbuh. Di mana ada cinta di situlah kebahagiaan bersemi. Di dalam keajaiban cinta itulah kebahagiaan besemayam. Dengan memberi, maka kamu akan menerima. Semakin banyak kamu memberi, sebanyak itu pulalah kamu akan menerima. Jadi, jangan beri ia alasan untuk menyakitimu, untuk menolakmu atau bahkan meninggalkanmu. Namun sebaliknya, beri dia alasan mengapa ia harus mencintaimu setiap hari, setiap saat. Sebab cinta itu mesti diperbaharui dari waktu ke waktu. Agar dengan demikian, posisimu di dalam hatinya tidak akan pernah tergantikan
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Dalam sebuah riset, di tahun 2015, dalam 1 hari terdapat rata-rata 200 kecelakaan di Indonesia. Beberapa kecelakaan di antaranya menyebabkan kecacatan fisik dan menghabiskan harta korban dan keluarganya. Ini seharusnya membuat kita mengerti, tentang bagaimana cara memilih calon pasangan hidup kita nanti. Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
β€Ž"Taqobbalallaahu minnaa waminkum shiyaamanaa wa shiyaamakum wa ja'alnallaahu minal'aaidin walfaaizin". Smoga Allah mnerima Ibadah kami&kalian, puasa kami&kalian,&smg Allah mnjadikan qta sbagian dari orang2 yg fitroh&orang2 yg menang. Dengan sgenap hati, sy mhn maaf atas sgala khilaf, baik dsengaja atau tidak. sy manusia biasa yg tidak maksum. Krnny, sy ingin mnyambung kembali tali silaturahmi yg mungkin putus krn ksalahan ini. ALLAH Maha Pemaaf & smg engkau berbesar hati mmaafkan sy. Amin
”
”
Nila Cynthia
β€œ
Nama saya Raimy Haidar. Panggil Rain saja." Aku memperkenalkan diri tanpa ditanya. Itu peraturan pertama dalam berkenalan. Dia senyum sambil tunjuk kad IDnya. "Tapi biasanya orang panggil saya Lia." Lia...cantiknya nama tu. Secantik orangnya. Aku mengisyaratkan dengan tangan yang aku sudah mengingati nama itu dalam otak. Sudah berpunya atau belum agaknya? Pintu lif terbuka. Seperti terbuka pula pintu langit mendengar harapanku.
”
”
Noor Azzahra (Bidadari Hujan)
β€œ
Ada jenis manusia memberi nilai untuk menguatkan. Ada jenis manusia memberi nilai untuk menjatuhkan. Kita boleh memilih, untuk menjadi manusia yang mengatakan "Kamu bisa kok mencapai langit" atau menjadi manusia yang mengatakan "Kamu lebih baik menyerah saja. Kamu nggak pantas mencapai langit.
”
”
Pringadi Abdi
β€œ
Kebathilan selama bila pun (abadan abada) tidak boleh dianggap benar kerana ukuran ramainya yang menyokong - atau sudah diarus perdanakan. Dan kebenaran pula - dalam apa jua zaman dan ruang masa pun - tidak boleh diinjak mati dan dilenyap punah hanya semata dititipkan rohnya oleh sebatang pena dan selembar kertas.
”
”
Hafiz Fandani
β€œ
Buku yang ku tulis bukanlah buku kosong Namun buku usang penuh coretan bingung Disana tercatat ribuan kata yang gamang Bahkan beberapa halaman pun tlah hilang Siapkah pena ini menyurat makna baru Atau justru mengungkap cerita masa lalu Dimana kalimat yang tertera kian ambigu Haruskah aku bicara atau diam membisu ,.
”
”
chachacillas
β€œ
Dalam menjalani hidup ini, Nak, adakalanya kau akan sampai di jalan yang bercabang atau bersimpang. Bila demikian, jangan ragu-ragu memilih cabang atau simpang yang kelihatannya kurang atau jarang ditempuh orang." "Bagaimana kalau nanti kita tersesat?" tanyaku. "Kalau kita tersesat bukan berarti kita akan hilang dalam perjalanan", jawab emak. "Maka jangan ragu-ragu mengambil jalan yang tidak umum. Hasilnya bisa cukup memuaskan ... contohnya lihat apa yang kau alami sekarang. Setelah orang-orang melihat hasil ini, lama-lama mereka akan mengikuti langkahmu dan jalan ini lalu menjadi jalan orang banyak. Tapi kau tetap yang memulai, yang merintis. Ini berlaku baik dalam arti harfiah maupun secara kiasan.
”
”
Daoed Joesoef (Emak)
β€œ
cinta itu seperti rentetan bom yang sudah pasti meledak dan menghancurkan semua korbannya atau membuatnya lebih kuat untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.
”
”
nom de plume
β€œ
Pekerjaan laki-laki, atau pekerjaan perempuan, adalah pekerjaan yang harus diselesaikan - Roran
”
”
Christopher Paolini (Inheritance (The Inheritance Cycle, #4))
β€œ
Kalau kau tidak membuat musuh sekali-sekali, artinya kau pengecut -- atau lebih buruk lagi - Angela
”
”
Christopher Paolini (Inheritance (The Inheritance Cycle, #4))
β€œ
Tiap kita berpapasan di koridor, aku jadi sakit perut dan mual setengah mati, sampai-sampai Lyla bertanya heran, "Kamu mau muntah sekarang? Kamu sebetulnya naksir atau jijik sih?
”
”
Miranda Malonka (Sylvia's Letters)
β€œ
Aku terpanah oleh setiap larik kata yang kau kirim, Entah itu sungguh atau hanya sebagai basa basi yang lazim. Terlihat biasa saja, namun mengapa aku sampai jatuh cinta?
”
”
Putri Arini
β€œ
di hatimu, aku ingin menjadi yang tetap, bukan sebagai puisi yang meratap atau cerita asing yang tak ingin kau tatap
”
”
Alfin Rizal (ASMARAGAMA)
β€œ
Hidup ini adalah perjalanan panjang. Kumpulan dari hari-hari. Di salah satu hari itu, di hari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Kita menangis kencang saat menghirup udara pertama kali. Di salah satu hari lainnya, kita belajar tengkurap, belajar merangkak, untuk kemudian berjalan. Di salah satu hari berikutnya kita bisa mengendarai sepeda, masuk sekolah pertama kali, semua serba pertama kali. Dan kini kita penuh dengan kenangan masa kecil yang indah, seperti matahari terbit. Lantas hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Maka, di salah satu hari itu, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu hari berikutnya, kita tertikam sesak, tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba mengetuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan. Tapi sungguh, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah. Peluklah semuanya. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?
”
”
Tere Liye (Pulang)
β€œ
Tak semua kebaikan menunggu kehadiranmu di balik pintu kamar yang terbuka. Semoga saja, ia hadir serupa sepiring nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya. Mungkin ia akan mengingatkanmu pada rumah kecil kita. Pada beranda yang penuh dengan tanaman aglaonema, atau ruang tamu yang penuh dengan rak buku yang memuat ribuan cerita dari masa kanak kanakmu. Tapi tak semua akan selalu berjalan seperti itu, Nak. Tak semua cerita dimulai dengan kalimat yang ceria dan lalu berakhir bahagia. Ada kisah kisah murung nan sedih. Ada banyak roman yang bahkan berakhir tragis. Ada yang serupa misteri tak terselami. Seperti kilau mata pisau dan kisah kisah seram lainnya. Ada Bunda baca sebuah kutipan, "Ketika engkau melihat masalah seperti sebatang paku, maka kau akan berpikir seperti palu." Demikian kutipan ituΒ  Bunda baca, namun lupa entah di mana. Sebab engkau tak harus melihat segalanya lewat matamu sendiri, Nak. Engkau boleh melihatnya dari kaca mata orang lain. Percayalah, itulah cara untuk belajar menjadi bijak. Tidak semua orang bisa mengerti kenapa hujan turun di tengah hari. Tak juga orang paham kenapa kemarau bisa datang sepanjang tahun. Jadi berikanlah kebaikan agar engkau beroleh kebaikan. Walau terkadang terasa pahit dan menyakitkan. Tapi jangan pula simpan sakitmu sebagai duri. Bebaskan dirimu dari prasangka supaya orang juga berbaik sangka pada dirimu. Bila sebuah senyum yang kauberi kembali kepadamu sebagai tawa, maka engkau akan menghargai apa artinya pertemanan. Apapun kesulitanmu, jadikanlah waktu sebagai sahabatmu. Sebab ia akan mengajarimu arti kata bersabar. Ia akan memberi tahumu bagaimana caranya menjadi pemenang. Sebab ia teladan bagi ketekunan dan kegigihan. Sebab ia tidak mengenal kata menyerah. Dalam situasi apapun ia senantiasa fokus mengejar apa yang ia tuju. Ia guru yang keras dan penuh disiplin. Tapi ia juga teman yang baik dan penuh perhatian. Selama kamu mau belajar, ia tak akan pernah mengecewakanmu. Ia mungkin akan membiarkanmu terjatuh, tetapi ia tak akan pernah meninggalkanmu. Dan jadilah terberkati seperti tanah yang subur. Di mana engkau menanam benih dan ia tumbuh menjadi sebuah pohon yang rindang. Tempat di mana orang dapat berteduh di tengah panas yang terik.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Lain kali perhatikan jalanmu. Jangan sembarangan menyeberang atau melakukan sesuatu yang berbahaya lainnya. Aku tidak suka mencemaskan orang lain, kau tahu?" ucapnya, terdengar frustrasi. "Aku tidak suka harus berlari menyelamatkanmu.
”
”
Yuli Pritania (CallaSun)
β€œ
Aku selalu pengen jadi bagian hidup kamu bukan cuma jadi sejarah atau kenangan kamu tapi aku pengen jadi masa depan kamu, Bukan jadi masa lalu yang selalu tersimpan dihati kamu. tapi, aku pengen jadi orang yang selalu ada di hadapan kamu" - Yasmin
”
”
LoveinParisSeason2
β€œ
Berhentilah menilai seseorang dari kulit luar. Dari segi penampilan, mungkin dia biasa-biasa saja, tapi akulah yang menghabiskan waktu untuk mengobrol bersamanya, bukan kau. Jadi, kurasa akulah yang berhak menilai apakah dia pantas atau tidak, bukan kau." -Song Joon-
”
”
Yuli Pritania (A (Wo)man's Scent)
β€œ
Went people die they won't suffer anymore" itu penggalan kalimat yang diucapkan Scott padaku. Entah kapan ia mengucapkan hal itu aku tidak mampu mengingatnya. Aku kira bukan waktunya yang penting, melainkan apa maksud dibalik kalimat yang ia ucapkan. Aku juga lupa, apakah ia mengucapkan kalimat itu dalam diri Jim saat jantungnya terhenti ketika ia tengah berendam di dalam bathtube di apartemennya di Paris? Atau mungkin pula ketika ia masih bercokol dalam tubuh Dwi Retno saat ia mulai mengiris pergelangan tangannya sendiri dengan sebilah silet. Atau barangkali saja, saat ia tengah bergelut dengan sakratul maut dalam tubuh Ruh. Tentang bagaimana aku mengingatnya masih serupa khayalan atau mimpi yang bercampur aduk dengan rupa rupa realitas. Tapi yang jelas, ada begitu banyak momen di mana aku berasa begitu dekat dengan kematian. Kematian bapak, lalu kematian ibuk dan kemudian kematian Ruh. Kematian itu sendiri mungkin saja telah mengakhiri semua penderitaan mereka di dunia ini, tapi yang jelas bukanlah penderitaanku. Betapa selama ini aku tenggelam dalam sebuah keyakinan, bahwa penderitaan manusia yang terbesar adalah karena kemelekatan mereka pada dunia ini. Dan keberadaan Scott dalam hidupku sungguh sungguh menegaskan segala hal itu. Mulai dari gambaran yang ia lihat dalam momen kematian seorang Indian yang mengalami kecelakaan di sebuah jalan berdebu di gurun Minessota. Lalu bersambung dengan momen saat Dwi Retno mencoba mengakhiri hidupnya sendiri dengan silet dan memuncak dalam detik detik ketika maut menjemput Ruh.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Kau tahu satu-satunya hal yang pernah kuinginkan dalam hidup?" Dia tersenyum. Seolah mereka sedang berbagi rahasia pribadi dan tahu bahwa tidak akan ada ejekan atau olok-olok seperti yang biasa mereka lakukan. Khusus untuk saat ini. "Kau. Saat aku merasa cukup berani untuk meminta pada Tuhan dan Dia bersedia mengabulkan.
”
”
Yuli Pritania (Morning, Noon & Night)
β€œ
Mereka tidak mengejar apa-apa," kata tukang wesel. "Mereka tidur di dalamnya, atau mereka menguap. Hanya anak-anak yang menempelkan hidungnya pada jendela." "Hanya anak-anak yang tahu apa yang mereka cari," kata Pangeran Cilik. "Mereka membuang waktu untuk sebuah boneka rombengan, dan boneka itu menjadi sangat penting; jika diambil orang, mereka menangis.
”
”
Antoine de Saint-ExupΓ©ry (The Little Prince)
β€œ
Melalui lirik "Not Today" BTS mengajak kita semua baik yang menjadi kalangan baepsae, terpinggirkan, direndahkan, dan selalu merasa kalah, untuk bangkit. Perjuangkan yang ingin kita capai. Belum saatnya untuk layu dan mati, setidaknya untuk hari ini. Karena yang perlu kita lakukan adalah bertahan dan jangan menyerah, entah dengan berlari, berjalan, atau merangkak sekalipun.
”
”
Lea Yunkicha (BTS X ARMY In the Love Maze)
β€œ
Jika selama ini pernah terbesit di kepalamu bahwa engkau lebih pandai dan hebat dari mereka yang berada di sekelilingmu. Maka sesekali berkunjunglah ke kandang ayam, lantas tanyakan pada dirimu, mana lebih pandai antara engkau dan ayam jika itu perihal bertelur dan berkokok? Engkaukah? Atau ayam? Karena memang sejatinya kepandaian itu beragam, yang membedakan hanyalah bentuknya saja, dan hanya itu.
”
”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)
β€œ
Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri.” Stephen King β€œMenulis itu pekerjaan orang kesepian. Punya seseorang yang memercayaimu dapat membuat perbedaan besar. Hanya percaya saja biasanya sudah cukup.” Stephen King β€œMenulis fiksi seperti memasak.” Donatus A. Nugroho "Menulis itu gampang." Arswendo Atmowiloto β€œTulislah apa yang kau ketahui seluas dan sedalam mungkin.” Stephen King β€œSedapat mungkin aku tidak melakukan keduanya, yaitu membuat alur cerita dan berbohong. Cerita itu terjadi dengan sendirinya, tugas penulis adalah membiarkan cerita itu berkembang.” Stephen King β€œEngkau harus berkata jujur, jika ingin dialogmu punya gema dan realistis.” Stephen King β€œSemua novel pada dasarnya adalah surat-surat yang ditujukan kepada seseorang.” Anonim/Stephen King β€œAku menulis setiap hari, termasuk hari libur. Aku termasuk pecandu kerja.” Stephen King β€œMembaca adalah pusat kreatif kehidupan seorang penulis. Aku membawa buku ke mana pun aku pergi dan menemukan peluang untuk menenggelamkan diri dalam bacaan.” Stephen King β€œKalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas.” Stephen King "Menulis fiksi seperti permainan Roller Coaster." RL Stine β€œAku akan menulis (terus) sekalipun belum tahu akan diterbitkan atau tidak.” JK Rowling β€œAku ingin menulis, bukan harus menulis.” Anonim β€œSeseorang yang menuliskan suatu kisah, terlalu tertarik pada kisah itu sendiri sehingga tidak bisa duduk tenang dan memerhatikan (cara teknik) bagaimana ia menuliskannya.” CS Lewis β€œAku menulis untuk diri sendiri, aku rasa tak seorang pun akan menikmati buku ini lebih dari yang kurasakan saat membacanya.” JK Rowling β€œMenulis novel harus berbekal sesuatu yang Anda yakini agar Anda tetap bertahan.” JK Rowling β€œSelalu ada ruang untuk sebuah cerita yang dapat memindahkan pembaca ke tempat lain.” JK Rowling β€œAku takut kalau tak dapat menemukan alasan untuk melanjutkan menulis.” JK Rowling β€œBila aku tidak menulis, aku merasa hidupku tidak normal.” JK Rowling β€œBeberapa hal memang lebih baik tinggal menjadi imajinasi belaka.” JK Rowling β€œHarry tak pernah menyerah terus berjuang menggunakan kombinasi antara intuisi, ketegangan syaraf dan sedikit keberuntungan.” JK Rowling β€œKamu mungkin tidak akan bisa membuat karyamu diterbitkan di penerbit manapun.” Marion D. Bauer β€œKebanyakan para penulis, bahkan karya penulis dewasa, tidak akan diterbitkan. Selamanya. Namun, mereka tetap saja menulis karena ini menyenangkan.” Marion D. Bauer β€œBagi semua penulis, profesional maupun amatir imbalan yang terbesar terletak dalam proses penulisan, bukan dalam sesuatu yang terjadi sesudahnya. Mengumpulkan ide dan melihatnya menjadi hidup dalam kertas sudah cukup menggembirakan.” Marion D. Bauer β€œKabar buruk: Sangat sulit untuk membuat bukumu diterbitkan. Jika tulisanmu berhasil diterbitkan, kamu mungkin tidak akan menjadi terkenal, kamu tidak akan menjadi kaya. Seorang penulis harus belajar sendiri dan bekerja sendiri. Kabar baik: Membuat tulisanmu diterbitkan akan menjadi lebih mudah setelah kamu berhasil menapakkan kaki di pintu penerbitan. Kamu bahkan mungkin bisa menjadi terkenal, atau mungkin saja kamu lebih memilih kehidupan yang sederhana. Beberapa penulis menjadi kaya. Bekerja sendirian mungkin bukan masalah bagimu. Kamu bisa menjadi penguasa bagi kehidupan kerjamu sendiri. Yang terpenting dari segalanya kamu bisa melakukan pekerjaan yang kamu cintai.” Marion D. Bauer β€œAku akan terus menulis meski tulisanku tidak menghasilkan uang sesen pun, bahkan jika tidak ada orang yang mau membacanya. Aku merasa sangat beruntung bisa merintis karir di bidang penulisan.” Marion D. Bauer "Menulis dapat membuat orang bisa menjadi lebih baik karena dia melihat pantulan dirinya." Asma Nadia
”
”
Ahmad Sufiatur Rahman
β€œ
Apakah sesungguhnya kita benar benar punya pilihan? Apakah pintu takdir akan menuntun kita menemukan jalan hidup kita sendiri? Ataukah jalan itu sudah digariskan bagi kita sebagai sebuah kepastian yang mutlak dan absolut? Seberapa besar kebebasan yang kita punya untuk menentukan arah dan tujuan hidup kita sendiri? Seberapa banyak kita diuji dalam perjalanan menuju hakekat sesungguhnya dari kebenaran kehidupan itu? Berapa banyak kita mesti terbentur dan berapa kali pula kita harus jatuh? Apakah aku akan tetap terkapar dan tak mampu untuk bangkit kembali? Apakah aku harus menyangkal keberadaanku sendiri? Jalan mana yang harus ditempuh oleh orang orang sesat macam diriku ini? Bagaimana aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang bahkan aku sendiri tidak mengerti di manakah letak ujung dan pangkalnya? Bagiku ini akan selalu jadi sebuah dialog yang tidak berkesudahan. Seberapa pun banyak buku yang aku baca. Seberapa pun banyak ilmu yang aku gali. Aku masih saja merasa tersesat. Pencarianku selalu berujung pada ketidak pahamanku atas realitas diriku sendiri. Antara tesis dan anti tesis. Antara kebebasan berpikir dan kehendak yang selalu terbentur pada realitas di luar diriku. Pada aturan, norma, agama, tatanan sosial, hukum, dogma dan moralitas. Aku tidak melihat Centhini atau Pariyem sebagai sosok yang berbeda dengan diriku. Tidak juga dalam kisah Paprika, Miranda atau Monella dalam film film besutan sineas Italia Tinto Brass. Mereka tidak terbebani oleh moralitas. Mereka tidak butuh pasemon, mereka bisa jadi diri sendiri. Dalam hal ini aku merasa beruntung, karena aku bisa membaca dan belajar dari kisah mereka. Dari sudut pandang yang lebih kekinian, aku bisa belajar dari kisah kisah Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Bagaimana orang bisa menafikan butir butir mutiara pemikiran yang cemerlang dari kisah semacam Fanny Hill karya John Cleland, Lolita milik Vladimir Nabokov atau bahkan mungkin pula dari kisah Tiongkok kuno semacam Jin Ping Mei? Sebagaimana aku menemukan sebuah perenungan yang mendalam justru dalam dialog mesum antara Suster Agnes dan Suster Angelica dalam "Venus in the Cloister" karya penulis Perancis AbbΓ© du Prat, yang dianggap orang sebagai sebuah dialog antar para pelacur. Dalam karya karya itu aku mendapati sebuah realitas, betapa sebuah tindakan yang represif dari sebuah institusi yang dengan ketat menerapkan sebuah aturan justru akan memancing reaksi yang sebaliknya dan menciptakan ekses yang bisa mengumbar dan mengeksplorasi kebebasan itu sebagai sebuah wujud pemberontakan. Batu permata akan tetaplah sebuah batu permata walau keluar dari mulut seekor anjing, kira kira begitulah analoginya.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Mereka punya sebuah mimpi. Dan aku berbagi mimpi itu dengan mereka: mimpi tentang sebuah dunia yang tampak jelas di tengah-tengah semburan gas air mata dan reruntuhan yang berasap di kamp-kamp pengungsi. Sebuah dunia tempat seorang bocah sebelas tahun tak perlu belajar cara menggunakan sepucuk kalashnikov atau mesin peluncur roket untuk membela keluarganya. Sebuah dunia yang damai, adil, dan aman, tempat aku tak perlu mengatakan kepada seorang anak, "Pergilah ke sekolah," hanya untuk mengetahui bahwa sekolahnya telah dibom, atau mengatakan kepada seorang gadis, "Bantulah ibumu menyiapkan makan malam," hanya untuk melihatnya kembali kepadaku dan mengatakan bahwa ibu dan keluarganya telah dibunuh. Sebuah dunia tempat kami tak perlu lagi takut terkubur hidup-hidup di dalam puing-puing. Sebuah dunia tempat aku tak perlu lagi memperbaiki bagian-bagian tubuh yang patah hanya untuk melihatnya dipatahkan lagi, atau memeluk tubuh remuk seorang bocah dengan tanganku dan bertanya, "Mengapa?" atau mendengar orang-orang bertanya, "Berapa lama lagi?" Sebuah dunia tanpa penjara, tanpa penyiksaan, tanpa rasa sakit, tanpa kelaparan, dan tanpa kartu-kartu identitas pengungsi, tempat aku dapat berteduh di rumahku sendiri dan mendengarkan nyanyian ibuku seraya menutup mata di penghujung hari. Tempat itu adalah mimpi kami, Jerusalem kami.
”
”
Ang Swee Chai (From Beirut to Jerusalem)
β€œ
Otak itu utuh. Otak itu layar. Saya tak percaya jika linguistik dan psikoanalisa menawarkan sesuatu yang berarti untuk sinema. Berbeda halnya dengan apa yang ditawarkan biologi otak --biologi molekular. Pikiran itu molekular. Kecepatan-kecepatan molekularlah yang mampu membuat kita mengatasi betapa lambatnya kita (tubuh) merespon. Tepatnya adalah karena sinema membekerjakan imaji di dalam gerak, atau gerak-auto, dengan demikian sinema tak pernah berhenti melacak sirkuit-sirkuit otak". Deleuze: The Brain is The Screen, An Interview
”
”
Deleuze
β€œ
Kebenaran dalam puisi itu tak bisa ditentukan oleh seberapa terukur kata-kata yang digunakan, tak bisa itu barang misalnya apakah puisi itu relevan dengan suasana atau gampang tergeser oleh kata-kata lain yang lebih berpengaruh terhadap makna atau kesehatan pembaca. Seluruh puisi yang masih bisa diucapkan atau ditulis maupun dinyanyikan bukan aksioma dalam pengertian yang purna, ia masih terus berlangsung dalam gugatan dan pengusutan pembaca yang tak atau enggan menjangkau hakekatnya. Kebenarannya hanya bisa nampak pada kedalaman sonya-rori.
”
”
Usman Arrumy
β€œ
Namun demikian, fakta ironisnya adalah tidak ada satu pun budaya dan tradisi di dunia ini yang mengajarkan orang untuk menghargai keberadaan seorang pelacur atau seorang sundal. Dalam strata kehidupan masyarakat sejak era primordial hingga saat ini, orang orang semacam mereka cuma layak menempati tempat yang paling rendah dan kasta yang paling hina. Kita tidak pernah diajarkan orang tua kita untuk menghargai sampah masyarakat serupa itu, walau pun keberadaan mereka tetap saja dibutuhkan. Kita tak bisa menyangkal keberadaan mereka, namun di sisi lain kita sekaligus ingin menafikannya. Sebuah pandangan stereotype bahwa eksistensi mereka itu semata mata hadir karena dalam kehidupan manusia dibutuhkan sebuah peran antagonis. Hidup yang keras ini membutuhkan kehadiran seekor kambing hitam. Bahwa hakekat kehidupan selalu diwarnai oleh dikotomi hitam dan putih. Bila ada kebaikan harus ada kebusukan sebagai kontra indikasinya. Dan para pelacur serta sundal itu dibutuhkan untuk mengukuhkan eksistensi dan keberadaan moral di dalam masyarakat. Moral tidak mungkin eksis tanpa keberadaan para pelacur. Sebagaimana tubuh tidak eksis tanpa kehadiran ruh. Tapi apakah keberadaan tubuh hanya untuk mengukuhkan keberadaan ruh sebagai sumber kehidupan? Sebagaimana anggapan bahwa mereka para pelacur dan sundal itu adalah sebuah antitesis dari kesucian dan moral kebaikan para santa? Bukankah penebusan Kristus tidak akan pernah terjadi tanpa pengkhianatan Judas? Namun pertanyaan yang sering menggelayuti benakku adalah, siapa yang semestinya layak kita sebut sebagai pahlawan dan siapa pula yang harus jadi pecundang. Bagaimana nasib Judas Iscariot dibandingkan dengan Titus, seorang perampok yang beruntung karena disalibkan bersama Kristus? Apakah Judas adalah seorang yang terkutuk dan harus menjalani siksa api neraka karena pengkhianatannya? Sementara itu, Titus adalah orang yang beruntung dan terberkati karena setelah kematiannya ia akan langsung diterima di dalam surga? Aku tak hendak mempermasalahkan kemalangan dan keberuntungan orang lain. Ataupun pilihan pilihan hidup mereka, seandainya saja mereka memang masih punya pilihan. Alangkah baiknya bila kita bisa menanyakan hal itu kepada setiap dari mereka itu. Apakah sedari kecil mereka memang berkeinginan dan bercita cita jadi pelacur, pembegal, pencoleng, perampok atau bahkan pengkhianat? Apakah setelah dewasa mereka sengaja menyundalkan diri dan menyesatkan diri sendiri? Sekiranya orang diselamatkan atas dasar apa yang mereka imani, lalu apakah mereka juga akan menerima hukuman atas apa yang mereka perbuat kemudian? Semoga terberkatilah mereka yang malang dan terkutuk, karena mereka harus mengambil peran sebagai orang orang yang tidak beruntung dan terpaksa harus menjalani apa yang sesungguhnya tidak ingin mereka jalani. Sebagaimana aku pernah membaca sebuah kutipan yang hingga hari ini aku merasa betapa aku sungguh beruntung karena pernah membacanya. Bahwa dialektika itu bukanlah hitam atau putih, dan bukan pula terang atau gelap. Karena surga dan neraka bukanlah milik kita. Saat segalanya berakhir, cuma suara Sang Pencinta yang masih bergema dalam keheningan rimba raya, beriak di atas permukaan danau, "Duhai Kekasih, bagaimana aku hendak memberikan jantungku hanya untukmu?" Suara itulah yang sedari dulu bergema di tengah padang gurun. Suara yang mengetuk pintu di malam buta. Dialah desau suara angin. Dialah tangisan burung bul bul. Mengapa hujan turun tergesa? Mengapa matahari lari bergegas? Mengapa manusia masih juga bertengkar, memperebutkan kebenaran yang sesungguhnyalah bukan miliknya?
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Apa kabarmu Mungil? Sehat-sehat sajakah disana? Kau tahu, sepagi tadi kusempatkan kakiku menyusuri lorong kelas, tempat biasa ku menemuimu. Ya, ritual yang mungkin akan menjadi kebiasaanku beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan kedepan. Oh ya, tidak ada yang berubah dengan kelasmu, bahkan bayangmu masih tertinggal di pojok ruang itu. Mungil, kau tahu! Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu saat ini. Tentang rutinitasku sekarang, tentang.. Ya, tentang segala hal, Mungil. Tapi.. Ah sudahlah, kau mungkin bahkan takkan membaca catatan ini. Oya Mungil, Ritual 'itu' masih sering kulakukan, seperti yang kau pesankan setiap saat hujan tiba: "Tengadahkanlah wajahmu saat hujan tiba, lalu hitung setiap rintiknya, percayalah sebanyak itulah rindu ini bersemayam di tiap tetesnya," -setiap hujan tiba bahkan. #usaha gagal menulis cerita random tanpa backspace
”
”
Alif~
β€œ
Tuhan, lindungilah keraguan-keraguan kami, sebab Keraguan pun sebentuk doa. Keraguan-lah yang membuat kami bertumbuh dan memaksa kami untuk tak takut melihat sekian banyak jawaban yang tersedia untuk satu pertanyaan. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, lindungilah keputusan-keputusan kami, sebab membuat Keputusan pun sebentuk doa. Setelah bergulat dengan keraguan, beri kami keberanian untuk memilih antara satu jalan dengan jalan lainnya. Biarlah kiranya pilihan YA tetap YA dan pilihan TIDAK tetap TIDAK. Setelah kami memilih jalan kami, kiranya kami tidak pernah menoleh lagi atau membiarkan jiwa kami digerogoti penyesalan. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, lindungilah tindakan-tindakan kami, sebab Tindakan pun sebentuk doa. Kiranya makanan kami sehari-hari menjadi buah dari segala yang terbaik dalam diri kami. Kiranya kami bisa berbagi walau sedikit saja dari Kasih yang kami terima, melalui karya dan perbuatan. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, lindungilah impian-impian kami, sebab Bermimpi pun sebentuk doa. Kiranya usia maupun keadaan-keadaan tidak menghalangi kami untuk tetap mempertahankan nyala api harapan dan kegigihan yang suci itu di dalam hati kami. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, berikanlah antusiasme kepada kami, sebab Antusiasme pun sebentuk doa. Antusiasme-lah yang memberitahu kami bahwa hasrat-hasrat kami penting dan layak diperjuangkan semaksimal mungkin. Antusiasme-lah yang mengukuhkan kepada kami bahwa segala sesuatu tidaklah mustahil asalkan kami sepenuhnya berkomitmen pada apa yang kami lakukan. Kabulkanlah doa kami… Tuhan, lindungilah kami, sebab Hidup ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk mengejawantahkan kuasa keajaibanMu. Kiranya bumi tetap mengolah benih menjadi gandum, kiranya kami bisa tetap mengubah gandum menjadi roti. Dan semua ini hanya dimungkinkan apabila kami memiliki Kasih; karenanya, janganlah kami ditinggalkan seorang diri. Biarlah selalu ada Engkau di sisi kami, dan ada orang-orang lainβ€”laki-laki dan perempuan-perempuanβ€”yang menyimpan keraguan-keraguan, yang bertindak dan bermimpi dan merasakan antusiasme, yang menjalani setiap hari dengan sepenuhnya membaktikannya kepada kemuliaanMu. Amin.
”
”
Paulo Coelho (Like the Flowing River)
β€œ
Bila kawan-kawan menhingatkan aku untuk beristirahat atau pensiun untuk memelihara diriku, aku menjawab "Pensiun? Aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjalani sisa hidupku dalam keadaan damai dan bebas dari ketakutan akan pembunuhan. Tidak. Aku harus bekerja untuk bamgsaku sampai tarikan nafas terakhirku." Selain itu, kemana aku pergi? Aku tidak memiliki rumah sendiei. Tidak ada tanah. Tidak ada tabungan. Lebih dari sekali aku tidak mempunyai sisa uang untuk pengeluaran rumah tanggaku. Di sebuah negara, Duta Besar kami terpaksa membeli piyama untukku. Satu-satunya piyama presiden sudah sobek. Negara menyediakan tempat tinggal dengan cuma-cuma, bebas pemakaian listrik, empat buah mobil resmi dan tiga di garasi untuk tamu negara, BUKAN 15 mobil pribadi seperti diberitakan oleh sebuah majalah luar negeri, dan mereka membelikan pakaian seragamku. Tetapi akulah satu-satunya presiden di dunia yang tidak punya rumah sendiri. Baru-baru ini rakyatku menggalang dana untuk membangun sebuah gedung buatku, tapi di hati berikutnya aku melarangnya, ini bertentangan dengan pendirianku. Aku tidak mau mengambil sesuatu dari rakyatku. Aku justru ingin memberi mereka.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Pada zahirnya setiap golongan cuba mempertahankan atau menerangkan Tuhan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang disanjung secara terpisah kerana kekurangan pemahaman yang padu dan jelas tentang pandangan alam al-Quran. Justeru itu kita lihat golongan Muktazilah mempertahankan keesaan dan keadilan Allah dengan mengorbankan sifat Maha Pemurah dan Maha Pengampun-Nya; sementara ahli falsafah pula mengecilkan-Nya kepada satu prinsip tanpa makna yang terputus daripada makhluk-Nya dan sejarah. Golongan Mutakallimun yang pada umumnya mendokong aspek kekuasaan dan iradah-Nya mengalami kesukaran untuk menyelaraskan hal ini dengan kenyataan al-Quran tentang kebebasan dan tanggungjawab insan. Golongan ahli tasawuf yang berusaha memperoleh hubungan erat dengan Tuhan, yang mana merupakan ideal al-Quran pula, lemas dalam perjuangan 'haloba' (yang mementingkan diri) yang mengabaikan semua perhatian sosiopolitik. Walhal keprihatinan sosiopolitik yang dapat dijelmakan dengan sempurna merupakan kandungan penting dalam kejayaan dan ketakwaan Islam. Beberapa golongan Ahli Sunnah wal Jamaah yang mengajar keterangan al-Quran secara harfiah yang ketat terjebak dalam kesulitan antromorfisma yang merbahaya yang menafikan kenyataan al-Quran yang paling mustahal tentang Allah. "Tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya." (Surah al-Syuura 42:11) atau "Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (Surah al-Ikhlas 112:4)
”
”
Wan Mohd Nor Wan Daud (Konsep Ilmu dalam Islam)
β€œ
Oleh akibat ketidak-berpihakan, ketidak-beruntungan, ketidak-terpilihan, ketidak-sesuaian, ketidak-terjawaban doa-doa, kegagalan, keterlepasan, isolasi dan kehilangan. Perlahan kamu mulai menyadari sebuah fakta, bahwa kamu ternyata tidak spesial. Simply tidak ada yang spesial dari diri kamu. Biasa saja. Cuma satu dari milyaran organisme yang terserak di perairan purba yang tak berbatas. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Dan biasa. Seperti produk massal. Tissue toilet yang diganti setiap hari oleh petugas janitor. Lahir, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi, berkembang biak, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi lalu mati. Mati pun tidak pasti apakah tetap mati, ataukah kembali lagi ke bentuk awal, lahir. Begitu seterusnya. Berulang terus dan terus sampai entah kapan. Cuma serangkaian episode dari keberulangan setiap hari. Seperti sebuah roll film yang sama yang digunakan untuk merekam bermacam adegan yang berbeda setiap harinya. Adegan pertama dihapus, lalu ditindih kembali untuk bertukar dengan adegan kedua. Adegan kedua berganti yang ketiga, dan begitu seterusnya. Sebuah keberulangan yang berbeda terus menerus, tetapi tetap pada hakikatnya adalah sebuah roll film yang sama. Dalam satu gulungan besar yang sama. Dalam satu format yang serupa. Sebuah kebeluman yang terus menerus.. Banal dan tanpa makna.. Lalu, apakah sesuatu yang selamanya β€œbelum selesai” masih dapat dikatakan sebagai sesuatu yang spesial? Spesial itu cuma akal-akalan pemasar. Kamu spesial kalau beli produk ini, kalau beli produk itu, kalau pakai parfum ini, kalau pakai kosmetik itu, kamu spesial itu kalau dalam sehari minimal ada satu kali transaksi digerai starbucks, kamu spesial itu kalau kamu pakai iphone 6 bahkan sebelum produknya keluar di pasar lokal, kamu spesial itu kalau kamu member fitness center, tentu kamu lebih spesial lagi kalau pakai personal trainer, kamu spesial kalau kamu fashionable, kalau kamu tech savvy, kalau kamu club hopper, kamu spesial itu kalau kamu kelihatan aktif berkeringat dalam trend lari kekinian yang hampir separuhnya berisi aktivitas narsis dan konsumsi bermacam produk running shoes, kamu spesial itu cuma kalau kamu pakai brand ini, pakai brand itu, kalau ini, kalau itu, kalau, kalau, kalau, kalau dan kalau.. Spesial itu cuma ada dalam quotes-quotes yang dikasih latar gambar pemandangan, kamu bisa comot-comot dari pinterest atau instagram lalu pasang sebagai profile picture di sosial media milikmu. Pun spesial bersemayam dalam kolase omong kosong yang dirangkum buku-buku swa-bantu atau dalam kutipan ayat dari kitab suci dalam status blackberry teman-teman kamu yang berusaha kelihatan religius, tapi jauh sekali dari makna religius dalam perilaku sehari-hari. Jadi, dari pada ngga ada habisnya memikirkan jawaban dari pertanyaan mengapa kamu tidak spesial? Mungkin kamu harusnya berfikir, buat apa jadi spesial? Harus banget ya jadi spesial? Harus banget ya beda dengan yang lain? Apa perlu banget jadi beda? Emang kalau ngga ada satu pun dari kita yang spesial, kenapa? Kalau kita semua ternyata sama, memangnya kenapa? Kalau kita semua berebut jadi spesial, lalu siapa yang mau berada di posisi tidak spesial? kalau semua spesial, apakah masih spesial namanya? Sudah, sekarang terima saja, bahwa ngga ada yang spesial dari diri kamu, dan seluruh kehidupan kamu yang begitu membosankan.. hidup ngga akan pernah repot-repot berusaha untuk menjaga perasaan kamu. Apalagi susah payah menempatkan kamu di posisi yang 'spesial'. Things happen because they need to happen. Spesial itu cuma soal kamu memberi bentuk pada makna. Tentang bagaimana kamu ingin dimaknai, tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan, tentang bagaimana (anehnya) kamu ingin menerima kembali perlakuan yang kamu inginkan justru dengan cara memberikan perlakuan itu kepada yang lain diluar diri kamu. Tentang omong kosong soal konsep memberi untuk merima lebih banyak..
”
”
Ayudhia Virga
β€œ
Jkt 20/12/2012 Bulan ini bulan desember,spt juga desember thn2 sebelumnya pada bulan ini umat kristiani mempunyai hari besar semacam tradisi tahunan yaitu yg di sebut "Natal" atau Natale (italia) atau Christmas,dan sebagai penganut kirstiani sejak lahir saya selalu menikmati bulan2 desember spt ini tiap tiap tahunnya,saya selalu menikmatinya didalam hati saya,apalagi saat saya masih kanak kanak dulu,karena natal identik dengan hadiah untuk anak2,desember adalah menjadi bulan yg paling saya tunggu2 karena pada bulan itu akan ada sebuah kado yang menunggu saya pd bulan itu,akan ada gemerlap cahaya lampu pohon dan hiasan hiasan natal lainnya,saya akan memakai baju baru juga saya akan tampil dipanggung gereja memainkan fragmen dan drama natal bersama anak2 lainnya yang juga memakai baju baru yg menambah kesan natal semakin saya tunggu, Saya lahir di Indonesia saya tinggal di Indonesia saya bersekolah di Indonesia,negara yg mempunyai beragam agama yg mana agama2 itupun mempunyai Hari besar nya masing2,sejak masih kanak2 saya selalu terharu ketika melihat org lain berdoa entah dengan memakai tata cara agama apa mereka berdoa yg jelas saya selalu merasa ada suatu hal yg berbeda dlm hati saya ketika melihat org berdoa itu,saya bersahabat dgn beberapa teman saya orang2 keturunan yg beragama Budha,sy juga punya beberapa sahabat org Bali dan keturunan India yg beragama Hindu,walaupun jumlah mereka tidak sebanyak sahabat2 saya dari kaum Muslim,Muslim adalah mayoritas di negri ini otomatis muslimlah yg hampir 90% dari mereka setiap harinya berinteraksi dengan saya, lebih dalam lagi saya pun mempunyai banyak family sedarah dari kakek saya yg beragama muslim,tidak heran kalau sy pun menikmati hari raya Idul fitri,dan tidak jauh berbeda dengan natal momen Lebaran adalah menjadi hari yg saya tunggu2 juga, karena setiap tahunnya saya akan berkumpul dgn sanak family dan kerabat merasakan ketupat lebaran dan opor ayamnya juga saya bisa meminta maaf dan bersalaman dengan orang yg pernah bertengkar dengan saya dengan ucapan minal aidin walfaidzin,luar biasa hubungan batin saya dengan muslim sepertinya suatu hal yg tidak bisa terpisahkan,tetapi diluar daripada itu semua terjadi dilema dalam hidup saya ketika saya menyaksikan hal2 lain yg "mengusik mesranya hubungan saya dengan muslim,di saat yg sama berita di media masa sebegitu hebatnya memberitakan hal yang menumbuhkan opini2 perpecahan yang semakin hari semakin jauh dari kata "damai" dimana pandangan yg berbeda tentang Tuhan adalah menjadi alasan untuk pendidikan perang! sehingga seolah olah memaksa manusia siaga satu dan siap untuk membenci saat ada kaum yg berbeda dengan mereka,saya muak dengan ini, Keperdulian saya dgn keharmonisan keduanya Membuat saya tertarik utk "mencari tau tentang isi dari kedua agama ini,dgn hati yg bertanya tanya ada apa sebenarnya yg terjadi di dalamnya?,dengan segala keterbatasan saya bertahun tahun saya mencoba mencari titik temu antara perbedaan dan persamaan antara kristen dan islam,rasa ingin tau saya yg membuat saya sedikit demi sedikit menggali keduanya mulai dari sisi sejarah,segi terminologi,sisi tafsir2 atau doktrin (aqidah) nya,dgn mencari sumber2 yg akurat atau dengan cara bertanya,berdiskusi dll,sy tidak terlalu tau apa tujuan dan visi saya tapi yg jelas saya tertarik untuk mengetahuinya dan kadang saya lelah!saya merasa terlalu jauh memikirkan ini semua,saya merasa agama yg seharusnya memproduksi kedamaian dan cinta thd sesama malah membuat saya pusing dan muak karna saya koq malah pusing memikirkan konflik2 dan benturan2 yg justru disebabkan oleh agama itu sendiri Seiring berjalannya waktu pemahaman saya terhadap natal dan bulan desember itupun mulai terpisah,saya sudah mempunyai pemahaman sendiri mengenai natal,Desember hanyalah salah satu bulan dari 12 bulan yg ada,tetapi damai natal itu sendiri harus berada dalam sanubari dan jiwa dan roh saya setiap hari, "Selamat Natal Damai Selalu Beserta Kita Semua" Amien.........
”
”
Louis Ray Michael
β€œ
Percaya sama Saya, Allah itu dzat yang paling awal yang berharap hamba-Nya melek literasi. Al Amin ο·Ί adalah generasi 'ummi dari kota tua di lembah Bakkah, namun Jibril ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω… justru membawa kata pertama Iqra'. Coba kita liarkan sedikit imaji kita di dalam kegelapan gua, yang Nabi ο·Ί gemetar oleh suara Jibril. Jangankan membaca buku, buku-buku jari saja tak nampak, pekat. Lalu Allah berfirman, "Iqra'!" Saya yakin pembaca pasti kritis, "kan, ada Jibril yang bercahaya." Oke, tapi biarkan semua pertanyaan yang terlintas tentang kata pertama untuk tafakur nanti. Karena ada kata yang lebih mengena lagi yang dibacakan oleh Penghulu Malaikat saat itu. Yaitu "Yang mengajarkan (manusia) dengan Pena." Nah, jadi mana yang pertama? Baca dulu atau tulis dulu?! Bagi kita para pembelajar @nulisyuk, tentu yang pertama adalah tulis saja dulu. Ya, kan?! Lalu baca lagi, karena Allah akan mengajar manusia apa yang tidak dia ketahui. Kemudian tulis kembali, dengan pemahaman yang kita dapatkan. Baca ulang, agar Allah menurunkan petunjuk. Tulis ulang, baca-tulis-baca-tulis, sampai kita menjumpai hal yang paling meyakinkan. Yaitu kematian. Hingga saat tiba waktunya kita membaca karya kita nanti, Malaikat mengulurkannya lewat tangan kanan. Bukan di telapak tangan kiri yang terpaksa atau bahkan kita membelakanginya. Sembari berkata, β€œBetapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.” Begitulah seharusnya kita menulis, jujur oleh gerakan hati. Saya adalah contoh dari jutaan manusia yang pernah bercita-cita untuk hidup dari tulisan. Beroleh bayaran dari coretan pena. Bahkan sempat ikut lomba menulis cerita anak, dengan hadiah kursus kepenulisan. Alhamdulillah, di dalam kemenangan pertama itu Saya tidak menerima uang. Meskipun Saya baru menyadarinya akhir-akhir ini. Janganlah, menulis untuk cari duit dan ketenaran. Seolah-olah Allah telah berbisik seperti itu ketika merobohkan niat Saya untuk menulis waktu yang dulu. Semoga, ketika sekarang kembali menulis bersama #nulisyukbatch6 sudah punya niat kuat yang berbeda. Hanya sebagai wujud rasa syukur atas pembelajaran Tuhan di dunia. Yuk Nulis, karena kita sudah banyak membaca ayat-ayat Allah di keseluruhan hidup kita. Aamiin.
”
”
Maykl Bogach
β€œ
Mama, Mama pernah berbahagia?" "Biar pun pendek dan sedikit setiap orang pernah, Ann." "Berbahagia juga Mama sekarang?" "Yang sekarang ini aku tak tahu. Yang ada hanya kekuatiran, hanya ada satu keinginan. Tak ada sangkut-paut dengan kebahagiaan yang kau tanyakan. Apa peduli diri ini berbahagia atau tidak? Kau yang kukuatirkan. Aku ingin lihat kau berbahagia." Aku menjadi begitu terharu mendengar itu. Aku peluk Mama dan aku cium dalam kegelapan itu. Ia selalu begitu baik padaku. Rasa-rasanya takkan ada orang lebih baik. "Kau sayang pada Mama, Ann?" Pertanyaan, untuk pertama kali itu diucapkan, membikin aku berkaca-kaca, Mas. Nampaknya saja ia terlalu keras. "Ya, Mama ingin melihat kau berbahagia untuk selama-lamanya. Tidak mengalami kesakitan seperti aku dulu. Tak mengalami kesunyian seperti sekarang ini: tak punya teman, tak punya kawan, apalagi sahabat. Mengapa tiba-tiba datang membawa kebahagiaan?" "Jangan tanyai aku, Ma, ceritalah." "Ann, Annelies, mungkin kau tak merasa, tapi memang aku didik kau secara keras untuk bisa bekerja, biar kelak tidak harus tergantung kepada suami, kalau ya, moga-moga tidak, kalau-kalau suamimu semacam ayahmu itu." Aku tahu Mama telah kehilangan penghargaannya terhadap Papa. Aku dapat memahami sikapnya, maka tak perlu bertanya tentangnya. Yang kuharap memang bukan omongan tentang itu. Aku ingin mengetahui adakah ia pernah merasai apa yang kurasai sekarang. "Kapan Mama merasa sangat, sangat berbahagia?" "Ada banyak tahun setelah aku ikut Tuan Mallema, ayahmu." "Lantas, Ma?" "Kau masih ingat waktu kau kukeluarkan dari sekolah. Itulah akhir kebahagiaan itu. Kau sudah besar sekarang, sudah harus tahu memang. Harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah beberapa minggu ini aku bermaksud menceritakan. Kesempatan tak kunjung tiba juga. Kau mengantuk?" "Mendengarkan, Ma." "Pernah Papamu bilang dulu, waktu kau masih sangat, sangat kecil, seorang ibu harus menyampaikan kepada anak perempuannya semua yang harus dia ketahui." "Pada waktu itu..." "Pada waktu itu segala dari Papamu aku hormati, aku ingat-ingat, aku jadikan pegangan. Kemudian ia berubah, jadi berlawanan dengan segala yang pernah diajarkannya. Ya, waktu itu mulai hilang kepercayaan dan hormatku padanya." "Ma, pandai dulu Papa, Ma?" "Bukan saja pandai, tapi juga baik hati. Dia yang mengajari aku segala tentang pertanian, perusahaan, pemeliharaan hewan, pekerjaan kantor. Mula-mula diajari aku bahasa Melayu, kemudian membaca dan menulis, setelah itu juga bahasa Belanda. Papamu bukan hanya mengajar, dengan sabar juga menguji semua yang telah diajarkannya. Ia haruskan aku berbahasa Belanda dengannya. Kemudian diajarinya aku berurusan dengan bank, ahli-ahli hukum, aturan dagang, semua yang sekarang mulai kuajarkan juga kepadamu." "Mengapa Papa bisa berubah begitu Ma?" "Ada, Ann, ada sebabnya. Sesuatu telah terjadi. Hanya sekali, kemudian ia kehilangan seluruh kebaikan, kepandaian, kecerdasan, keterampilannya. Rusak, Ann, binasa karena kejadian yang satu itu. Ia berubah jadi orang lain, jadi hewan yang tak kenal anak dan istri lagi." "Kasihan Papa." "Ya. Tak tahu diurus, lebih suka menggembara tak menentu.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Tak ada gunanya mengotot mempertahankan pendapat karena ingin dianggap paling benar. Karena sesuatu yang kita anggap benar, tetaplah benar, meski tidak didengungkan, tidak divalidasi banyak orang. Benar hanyalah sesuatu yang terasa pas di hati, seperti pakaian, tidak longgar atau sempit, dan itu tentunya bisa berbeda-beda untuk tiap orang.
”
”
Anastasia Ervina (Perjalanan Mimpi)
β€œ
Ah, mengapa ada manusia kalah? Bolehkah tanpa berkhayal hampa kita mendambakan suatu dunia sesudah perang kemerdekaan ini, yang menghapus dua kata "kalah dan menang" itu dari kamus hati dan sikap kita? Atik merasa intuitif, bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan hanya untuk menang. Ataukah itu gagasan yang hanya mungkin akan timbul, karena yang punya gagasan itu ada di pihak yang menang? Sedangkan manusia yang kalah akan berkesimpulan lain, sebab beranjak dari pikiran atau penghayatan yang lain juga, ialah, bahwa manusia pun hakikatnya adalah kekalahan konstruksi absurd, bahan tertawaan, batu tindasan. Mungkinkah kalah dan menang itu diganti oleh satu konsep saja, unsur-unsur harmoni, kendati tempatnya bertentangan? Apakah kematian ayahnya harus diartikan malapetaka atau pintu gerbang ke tingkat kebahagiaan yang lebih luas dan mulia? Atik yakin, bahwa tak mungkin ayahnya sekarang dalam keadaan menyedihkan. Sebab ayah manusia yang baik dan budiman. Bagi yang ditinggal, memang menyayat hati. Tapi bagi yang meninggal? Lalu apa beda dari ide-ide para pemberontak di Madiun itu yang melihat segala-gala bagaikan pertikaian air lawan api, agar tercapai hasil air teh? Bukan dialektika, melainkan dialog seharusnya...
”
”
Y.B. Mangunwijaya
β€œ
Sajak rindu bertahan pada ketikan Atau pada suara dan gambar wajahmu Sejak lagu berkisah dalam petikan Not balok berbentuk simbol senyummu
”
”
chachacillas
β€œ
Teka-teki hidup itu memang sulit sekali ditembus, beberapa mendadak jadi yang terdekat, beberapa lagi justru menjadi terbuang jauh. Teman cerita melupa sapa, teman asing berubah penting, keduanya seperti dapat giliran untuk punya atau kehilangan peranan.
”
”
Dimas Aditya
β€œ
Ah, mengapa ada manusia kalah? Bolehkah tanpa berkhayal hampa kita mendambakan suatu dunia sesudah perang kemerdekaan ini, yang menghapus dua kata "kalah dan menang" itu dari kamus hati dan sikap kita? Atik merasa intuitif, bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan hanya untuk menang. Ataukah itu gagasan yang hanya mungkin akan timbul, karena yang punya gagasan itu ada di pihak yang menang? Sedangkan manusia yang kalah akan berkesimpulan lain, sebab beranjak dari pikiran atau penghayatan yang lain juga, ialah, bahwa manusia pun hakikatnya adalah kekalahan konstruksi absurd, bahan tertawaan, batu tindasan. Mungkinkah kalah dan menang itu diganti oleh satu konsep saja, unsur-unsur harmoni, kendati tempatnya bertentangan? Apakah kematian ayahnya harus diartikan malapetaka atau pintu gerbang ke tingkat kebahagiaan yang lebih luas dan mulia? Atik yakin, bahwa tak mungkin ayahnya sekarang dalam keadaan menyedihkan. Sebab ayah manusia yang baik dan budiman. Bagi yang ditinggal, memang menyayat hati. Tapi bagi yang meninggal? Lalu apa beda dari ide-ide para pemberontak di Madiun itu yang melihat segala-gala bagaikan pertikaian air lawan api, agar tercapai hasl air teh? Bukan dialektika, melainkan dialog seharusnya..
”
”
Y.B. Mangunwijaya
β€œ
Tren yang berkembang sekarang adalah mereka berambisi untuk mengubah diri menjadi sebuah "brand". Jumlah "friends" atau "followers" terbanyak seolah menentukan "nilai jual" mereka.
”
”
Erwin Parengkuan (Generation Gap(less): Seni Menjalin Relasi Antargenerasi)
β€œ
Mungkin selama ini kita terlalu "nyaman hanya bekerja" dan kita melupakan begitu banyak kesempatan untuk menjadi kaya, atau paling tidak sekadar mendapatkan penghasilan lain di luar pekerjaan sehari-hari kita.
”
”
Nicky Hogan (Yuk Nabung Saham: Selamat Datang, Investor Indonesia!)
β€œ
Nah, bagaimana kamu sanggup bertahan di tengah dunia yang penuh hasutan dan tipuan ini, Omi? Ketika hoax, dusta,Β  kebohongan dan kepalsuan berseliweran di mana mana setiap hari. Ketika kamu tidak punya panduan atas apa yang kamu anggap baik atau buruk. Ketika kamu tidak bisa memilah lagi mana yang menganjurkanmu pada kebenaran dan mana yang mendorongmu pada kesesatan? Manakala kamu tidak bisa membaca tanda tanda jaman. Manakala otakmu kosong karena kamu tak pernah membaca dan belajar dari buku, tak mau mendengar nasehat dan petuah orang tua. Manakala kau tak asah hidupmu dari pengalaman masa lalu dan kebajikan yang di tularkan oleh para pendahulumu. Dan lihatlah, apa reaksimu kalau ayah bicara seperti itu? Kamu cuma bisa ngomong, "Ah ayah... ini sudah era digital Yah. Apa yang ayah katakan itu semua sudah ketinggalan jaman.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Skill, yakni tukang atau pandai, pada zaman dahulu bertukar dengan dexterity, keawasan, ketika menjaga mesin di zaman sekarang.... Merdeka pada zaman dahulu berganti jadi budak mesin zaman sekarang" Tan Malaka
”
”
Tan Malaka (Madilog)
β€œ
Hidup minimalis melepaskan kita dari siklus "bekerja dan mengonsumsi", memungkinkan kita menciptakan eksistensi yang jauh dari hiruk pikuk toko, barang terkini, atau biaya-biaya tertentu.
”
”
Francine Jay (The Joy of Less, A Minimalist Living Guide: How to Declutter, Organize, and Simplify Your Life)
β€œ
Ah, mengapa ada manusia kalah? Bolehkah tanpa berkhayal hampa kita mendambakan suatu dunia sesudah perang kemerdekaan ini, yang menghapus dua kata "kalah dan menang" itu dari kamus hati dan sikap kita? Atik merasa intuitif, bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan hanya untuk menang. Ataukah itu gagasan yang hanya mungkin akan timbul, karena yang punya gagasan itu ada di pihak yang menang? Sedangkan manusia yang kalah akan berkesimpulan lain, sebab beranjak dari pikiran atau penghayatan yang lain juga, ialah, bahwa manusia pun hakikatnya adalah kekalahan konstruksi absurd, bahan tertawaan, batu tindasan. Mungkinkah kalah dan menang itu diganti oleh satu konsep saja, unsur-unsur harmoni, kendati tempatnya bertentangan? Apakah kematian ayahnya harus diartikan malapetakan atau pintu gerbang ke tingkat kebahagiaan yang lebih luas dan mulia? Atik yakin, bahwa tak mungkin ayahnya sekarang dalam keadaan menyedihkan. Sebab ayah manusia yang baik dan budiman. Bagi yang ditinggal, memang menyayat hati. Tapi bagi yang meninggal? Lalu apa beda dari ide-ide para pemberontak di Madiun itu yang melihat segala-gala bagaikan pertikaian air lawan api, agar tercapai hasl air teh? Bukan dialektika, melainkan dialog seharusnya.
”
”
Y.B. Mangunwijaya
β€œ
Dari segala hal yang ada, apa yang paling kamu takutkan? β€œSesaat setelah saya tiada, orang-orang tidak menangis dengan tulus, atau bahkan tidak ada yang menangis sama sekali.” Apa maksudmu? β€œSaya sangat takut apabila dikenang sebagai ingatan yang buruk.
”
”
Syahrul Chelsky
β€œ
Jika Anda membiarkan diri menggenggam "batu yang tidak berharga", pada akhirnya Anda akan menyerahkan kebebasan Anda. Jika Anda terus membiarkan stres mendominasi hidup Anda karena Anda terus menggenggam hal-hal yang tidak baik bagi Anda, Anda harus menerima bahwa Anda akan kehilangan kebahagiaan. Miliki keberanian untuk melepaskan "batu yang tidak berharga" dalam hidup Anda. Jangan bertahan menggenggamnya karena takut atau sudah biasa atau sekadar keras kepala. Kebebasan dan kebahagiaan Anda lebih berharga daripada batu mana pun.
”
”
Susi Purwoko (The Chimp Paradox: The Acclaimed Mind Management Programme to Help You Achieve Success, Confidence and Happiness)
β€œ
Lelaki yang paling saya benci ialah mereka yang berusaha menasihati atau yang berkata kepada saya bahwa mereka ingin menyelamatkan saya dari kehidupan yang saya jalani. Biasanya saya lebih membencinya dari yang lain karena mereka berfikir bahwa mereka itu lebih baik dari pada saya dan dapat menolong saya mengubah kehidupan saya. Mereka merasa diri sendiri dalam semacam peranan pahlawan β€”semacam sebuah peranan yang gagal mereka mainkan dalam keadaan-keadaan lainnya. Mereka ingin merasakan diri sebagai seseorang yang mulia dan mengingatkan saya pada kenyataan bahwa saya adalah orang rendahan. Mereka sedang berkata kepada diri mereka sendiri, "Lihatlah, betapa baiknya saya ini. Saya sedang berusaha untuk mengangkatnya keluar dari lumpur sebelum terlambat, perempuan pelacur itu." Kenyataan bahwa saya menolak usaha mereka yang mulia untuk menyelamatkan saya dari keyakinan untuk bertahan sebagai seorang pelacur, telah membuktikan kepada saya, bahwa ini adalah pilihan saya dan bahwa saya memiliki sedikit kebebasan paling tidak kebebasan untuk hidup dalam keadaan yang lebih baik daripada kehidupan perempuan lainnya.
”
”
Nawal El Saadawi (Woman at Point Zero)
β€œ
Label "modern" tidak lantas mempunyai makna kebebasan atau kemerdekaan.
”
”
Y.E. Marstyanto (Eling & Meling; Sejumlah Esai Dalam Kongres Ki Hadjar Dewantara)
β€œ
Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?" "Aku seorang pemimpun." "Kalau begitu, buktikanlah.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Di Saigon aku sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggak 17." "Mengapa tanggal 17, tidak lebih baik sekarang saja atau tanggal 16?" "Aku percaya pada mistik. Aku tidak dapat menerangkan yang masuk akal mengapa tanggal 17 memberikan harapan kepadaku. Tetapi aku merasakan di dalan relung hatiku bahwa dua hari lagi adalag saat yang baii. Tujuh belas adalah angka suci. Tujuh belas adalah angka keramat. Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita berpuasa sampai Lebaran, benar tidak?" "Ya." "Ini berarti saat yang paling suci bukan?" "Ya." "Haru Jumat ini Jumat Legi. Jumat yang manis. Jumat suci. Dan hari Jumat tanggal 17. Alquran diturunkan tanggal 17. Orang Islam melakukan sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa Nabi Muhammad memerintahkan 17 rakaat, bukan 10 atau 20? Karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia. Ketika aju pertama kali mendengar berita penyerahan Jepang, aku berpikir kita harus segera memproklamirkan kemerdekaan. Kemudian aku menyadari, adalah Takdir Tuhan bahwa peristiwa ini akan jatuh di hari keramat-Nya. Proklamasi akan berlangsung tanggal 17. Revolusi akan mengikuti setelah itu.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku masih memimpin satu revolusi, sekalipun hanya revolusi dari "tuntutan yang semakin meningkat". Ini berarti hidup menurut hukum revolusi: hantam lawan-lawanmu. Membunuh atau dibunuh. Memenjarakan atau dipenjarakan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bila satu negara baru lahir dan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah punya apa-apa itu ditempatkan pada jabatan yang "basah", terdapatlah salah urus dan korupsi, bahkan pada kalangan atas. Baru-baru ini aku mengeluarkan ancaman hukuman mati untuk pengacau ekonomi. Seorang pemilik penggilingan padi membuat harga beras membumbung tinggi dengan menimbun enam ribu ton. Bila dia nanti ternyata bersalah, aku sendiri yang akan menandatangani perintah hukuman mati terhadapnya. Banyak dari para pengusaha kami menyimpan hartanya di bank luar negeri. Aku tahu hal itu. Tetapi selagi mereka bekerja membantu kami, bukan menentang kami, hak milik perorangan tidak akan dihapus sebagaimana di sejumlah negara sosialis lain. Sukarno dengan gembira membolehkan warga negaranya kaya. Beberapa orang kawanku sendiri adalah kapitalis-sosialis. Tetapi hal itu harus dibatasi. Mereka yang menghisap kekayaan negara dan menjadi patriot apabila sakunya berisi, akan ditembak mati. Undang-undang kami sekarang harus tegas, atau ekonomi kami tidak pernah beres. Di negara Barat kehidupan sangat menyenangkan. Orang bisa membeli gula, dasi bagus, barang-barang mewah seperti lipstik dan krim wajah. Di Timur terjadi kekurangan yang serius. Di negara-negara kapitalis orang dapat bergerak bebas. Di negara-negara sosialis apa yang disebut kebebasan tidak ada. Bahkan kelaparan masih sering terjadi. Ada pembatasan di setiap bidang, ini bukan karena sistem kami yang salah, melainkan karena kami masih dalam proses mewujudkan cita-cita. Menderita akan membuat kuat. Aku tidak menghendaki rakyatku menderita, tetapi kalau semua diperoleh dengan mudah, mereka pikir Bung Karno adalah Sinterklas. Mereka akan duduk saja menunggu Sukarno mengerjakan semua untuk mereka. Mungkin kalau aku memiliki kemampuan untuk memberikan kesenangan, aku tidak akan menjadi pemimpin yang baik. Aku harus memberi rakyatku makanan untuk jiwanya bukan hanya untuk perutnya. Seandainya aku memakai semua uang untuk membeli beras, mungkin aku akan dapat mengatasi kelaparan mereka. Tapi bila aku memiliki uang 5 dollar, aku akan mengeluarkan 2.50 dollar untuk membuat mereka kuat. Membesarkan suatu bangsa merupakan pekerjaan kompleks. Semangat suatu bangsa yang pernah tertindas tidak boleh disia-siakan. Di Kalimantan Barat sungainya tidak dapat di lewati, perhubungan tidak mungkin diadakan. Sebagian besar bahan makanannya diimpor. Ketika aku pertamakali berkunjung ke sana, tahukah engkau apa yang sangat mereka inginkan? Bukan bantuan teknis. Bukan pembangunan pertanian. Tapi sebuah fakultas hukum! Dan begitulah sekarang telah berdiri sebuah universitas di tengah-tengah rimb raya Kalimantan. Manusia tidak hanya hidup untuk makan. Meski gang-gang di Jakarta penuh lumpur dan jalanan masih kurang, aku memutuskan membangun gedung-gedung bertingkat, jembatan berbentuk daun semanggu, dan sebuah jalan raya "superhighway", Jakarta Bypass. Aku juga menamai kembali jalan-jalan dengan nama para pahlawan kami. Jalan Diponegoro, Jalan Thamrin, Jalan Cokroaminoto. Aku menganggao pengeluaran uang untuk simbol-simbol penting seperti itu tidak akan sia-sia. Aku harus membuat bangsa Indonesia bangga terhadap diri mereka. Mereka sudah terlalu lama kehilangan harga diri. Banyak orang memiliki wawasan picik dengan mentalitas warung kelontong menghitung-hitung pengeluaran itu dan menuduhku menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini semua bukankah untuk keagunganku, tapi agar seluruh bangsaku dihargai seluruh dunia. Seluruh negeriku membeku ketia Asian Games 1962 akan diselenggarakan di ibukotanya. Kami lalu mendirikan stadion dengan atap melingkar yang tak ada duanya di dunia. Kota-kota di mancanegara memiliki stadion yang lebih besar, tetapi tak ada yang memiliki atap melingkar. Ya, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang telah tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan ini juga penting.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bagaimanapun, kau datang kesini karena Allah. Maka menetaplah karena Allah, atau pergilah karena Allah.
”
”
Ain Nisa
β€œ
Htinya sekarang seperti benda rapuh. Aku tak tahu seberapa retak atau hancur di dalam sana, Aku hanya bisa menerka-nerka dari sini Dari tempatku Aku tak tahu apakah ia ingin kurengkuh atau kupeluk Atau hanya sekadar kulihat dan ku dengar dari sini Dari tempatku. Aku belum tahu Mungkin waktu tahu Mungkin nanti ia akan mengijinkanku tahu atau mungkin waktu.
”
”
Siska Astriana
β€œ
Diam tidak selalu berarti kalah atau merasa salah.
”
”
Irin Sintriana (Pelukan untuk Hati)
β€œ
Menurut saya, pengertian politik itu ada dua macam. Pertama, politik dalam rangka kekuasaan, yaitu bagi yang berkuasa untuk mempertahankan dan melaksanan kekuasaan. Nah, masyarakat umum mengira bahwa arti "politik" satu-satunya adalah kekuasaan, sehingga muncul istilah di kalangan rame bahwa "politik itu kotor". Masyarakat lantas menerima begitu saja arti politik semacam itu, politik dalam arti kekuasaan. Padahal, arti politik yang asli-otentik dan bukan bernuansa kekuasaan adalah pengertian politik yang kedua: politik moral! Yaitu ikhtiar atau niat demi kepentingan dan kesejahteraan orang banyak. Inilah sebetulnya arti politik
”
”
Mohamad Sobary
β€œ
SERVICE SOLAHART 02168938855,,081284559855,,087770337444 CONTACT: WAHYU CV.HARDA UTAMA/ABS telah mampu menunjukkan pengembangan usaha melalalui integrasi pelayanan yang optimal dan dapat dikenal dan diakui perusahaan skala nasional di indonesia.Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam jasa penjualan&perbaikan SOLAHART DEALER RESMI,kami yakin dan terpercaya dalam memberikan layanan dengan kwalitas terbaik dengan penggunaan suku cadang "GENUINE PARTS" SOLAHART. SERVICE BERKALA: Demi kesehatan dan kwalitas air yang dipakai tetap terjaga dengan baik,dan SOLAHART PEMANAS AIR memiliki umur pakai yang lama,min 1 kali enam bulan wajib diservice/dikuras. JUAL SOLAHART CV.HARDA UTAMA/ABS Hingga kini,kami telah melayani konsumen diseluruh indonesia baik untuk keperluan industri,PERUMAHAN,HOTEL,COTTAGE,SPA,dan rumah sakit. DAFTAR HARGA SOLAHART CV.HARDA UTAMA/ABS Ingin memasang atau bermasalah dengan SOLAHART anda? jangan salah pilih,serahkan semuanya hanya kepada yang resmi saja.Dengan dukungan personel yang handal,kami selalu siap untuk anda. INFO: Dengan banyaknya individu2 yang mengaku sebagai perusahaan ada baiknya kita lebih teliti dalam memakai jasa SERVICE&PENJUALAN SOLAHART.karena garansi resmi hanya ada didealer resmi CV.HARDA UTAMA/ABS "dealer resminya solahart" Jl. inspeksi saluran kalimalang komp. pu blok d.no.16 Kalimalang jakarta timur 13620 jakarta,indonesia telp: 021-68938855 fax : 021-8621914 hp : 081284559855, 087770337444 web: solahartresmi.blogspot.com
”
”
cvharda utama
β€œ
Cinta itu sebuah pilihan, memilih untuk mencintai atau dicintai. Sebenarnya, pilihan terbaik adalah saling mencintai.
”
”
Endik Koeswoyo
β€œ
Mungkin rindu berubah menjadi ribuan beludru di kelopak mata, atau kita biasa menyebutnya "insomnia.
”
”
nom de plume
β€œ
Jauh sebelum ini, aku sudah dulu bertemu. Ia menawarkan belaian cahaya atau kegelapan yang hangat disisi sebaliknya. Tapi, aku tak pernah memilih keduanya. Aku hanya ingin terus berjalan tepat diantara batas tipis antara cahaya dan gelap hingga pada akhirnya mati sebagai "manusia".
”
”
nom de plume
β€œ
Setelah ditanya seperti itu, mereka yang sebelumnya berkhayal tetang penyiksaan atau pembunuhan, biasanya hanya menjawab, "Paling diusir atau dibentak-bentak. Atau kamera dirampas.
”
”
Dandhy Dwi Laksono (Jurnalisme Investigasi)
β€œ
Dari semua tempat yang saya kunjungi dan orang-orang yang saya jumpai, ada satu yang selalu terngiang-ngiang: Karma Ura, cendekiawan Bhutan dan juga orang yang selamat dari kanker. "Tidak ada yang namanya kebahagiaan pribadi," katanya kepada saya. "Kebahagiaan seratus persen bersifat relasional." Saat itu saya tidak memaknainya secara harfiah. Saya kira dia melebih-lebihkan untuk memberi penekanan pada penjelasannya: bahwa hubungan kita dengan orang lain lebih penting dari yang kita kira. Namun sekarang, saya menyadari bahwa yang dimaksud Karma itu sama persis dengan yang dia katakan. Kebahagiaan kita sepenuhnya dan benar-benar saling terkait dengan orang lain: keluarga dan teman serta tetangga dan wanita yang nyaris tidak Anda perhatikan yang membersihkan kantor Anda. Kebahagiaan bukanlah kata benda atau kata kerja. Dia adalah kata sambung. Jaringan penghubung.
”
”
Eric Weiner (The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World)
β€œ
Fitur tombol alami untuk kesenangan pada manusia" *** Ada 20 hormon kebahagiaan di dalam tubuh manusia. Salah satunya beta-Endorfin (Ξ²-Endorfin), sejenis narkotika alami yang dibentuk di otak dan memiliki efek analgesik sangat kuat. Efek kerja Ξ²-Endorfin 500 kali lebih poten daripada morfin sintetis. Dan... Beta-Endorfin punya pengaruh besar terhadap kesehatan. Endorfin memberikan kenyamanan baik secara fisik (terutama dalam mengontrol rasa nyeri), maupun secara emosional dengan hadirnya perasaan senang (euphoria), gembira, dan damai. Dan, tidak seperti narkotik sintetis yang menimbulkan efek samping tidak nyaman serta membahayakan; (seperti mual, gatal-gatal, konstipasi saluran pencernaan, hingga depresi nafas), endorfin tidak memiliki efek samping yang buruk ataupun efek ketergantungan (adiktif). Namun untuk dapat mengeluarkan zat berharga ini, perlu ada stimulasi ekstra. Ada beberapa aktivitas yang dikenal kini dapat memancing keluarnya hormon endorfin, antara lain makan (terutama saat menyantap menu kesukaan), berolahraga, melakukan hubungan pasutri, dan bermeditasi (dzikir). Tapi, menariknya,... hormon ini ternyata juga keluar sesuai cara kita merespons kejadian atau memaknai suatu peristiwa atau berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti perasaan diterima di komunitas.Lebih lanjut endorfin pun bersangkut paut dengan kegembiraan, kesabaran dalam mengatasi kesulitan hidup. Dan yang lebih menarik lagi, kemampuan seseorang melakukan hal-hal altruistis, semisal memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi orang lain, juga memantik pengeluaran hormon istimewa ini. Informasi sainsnya, endorfin jika telah keluar, tidak memiliki efek umpan baliknya terhadap tubuh. Berbeda dengan "hormon-hormon emergency” (mis: adrenaline, nor adrenaline) yang punya efek samping membahayakan bila terpacu secara intens dan berlebihan bagi tubuh, sehingga selalu ada mekanisme kompensasi untuk menyeimbangkan atau menetralkannya. Keberadaan hormon ajaib seperti endorfin ini sebetulnya menjadi bukti yang terang benderang bahwa secara biologis manusia dibekali fitur untuk dapat merasakan bahagia secara alami. (buku Cinta, Kesehatan, dan Munajat Emha Ainun Nadjib, halaman 90). ********* *) Jangan salah pilih opioid (narkotika), Tuhan telah sediakan koq secara alami dalam tubuh kita.
”
”
Ade Hashman (Cinta, Kesehatan dan Munajat Emha Ainun Nadjib)
β€œ
Bibir merah semerah bunga ini Memang ingin bertemu siapa Kekasihnya atau kekasihmu nanti Masih ingat letak hatinya dimana
”
”
chachacillas
β€œ
Penulis harus mampu "membaca" bahwa musik bukan melulu perkara teknis (aransemen, komposisi, tata suara, dll), tapi juga sebuah peristiwa budaya atau jaringan artefak sosial.
”
”
Idhar Resmadi (Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya)
β€œ
Perlu kauketahui, anak-anak perasaannya sangat tajam," kata Miss Marple sambil mengangguk. "Perasaan mereka lebih tajam daripada yang bisa dibayangkan orang-orang di sekelilingnya. Rasa disakiti, rasa dibuang, rasa tak dimiliki. Itu adalah perasaan-perasaan yang tak bisa hilang begitu saja, meskipun diimbali dengan hal-hal yang menguntungkan sekalipun. Pendidikan tak bisa menggantikannya, tidak pula hidup yang nyaman, atau penghasilan yang tetap, atau terbukanya jalan untuk suatu profesi. Itu suatu hal yang menggores dalam-dalam di hati.
”
”
Agatha Christie (The Mirror Crack'd from Side to Side (Miss Marple #8))
β€œ
Ada radar," jawabnya dengan senyum simpul. Ibu Sati pernah berkata, seorang guru spiritual bagi muridnya adalah bapak-ibu-saudara-sahabat dijadikan satu. Ia yang membangunkan kundalini adalah ia yang menuntun jiwa mencapai brahman, demikian istilahnya. Guru merupakan perwujudan kasih sayang yang mampu menembus dimensi waktu dan ruang. Atau bisa juga dipandang sesederhana berikut: Ibu Sati pulang dari Solo, ingin tahu kabarku lalu meneleponi rumah, tetapi tidak ada yang mengangkat, dan karena kebetulan ia punya janji dekat-dekat sini, Ibu Sati lalu memutuskan mampir ke rumahku, mengetuk-ngetuk pintu, tetapi tidak ada yang membukakan, sampai akhirnya ia coba membuka sendiri dan... ta-da! Manusia Milenium tergeletak di lantai!
”
”
Dee Lestari (Supernova: Petir)
β€œ
Saat berhadapan dengan keagungan cinta, kita tak bisa mempercayai mata sepenuhnya. Sebab kadang ia mengirim kerancuan karena kelemahannya. Seperti kerancuan saat kita menatap semesta. Matahari kah yang mengitari bumi atau sebaliknya?
”
”
Agus Fitriandi (CIA (Catatan Insinyur Angus) dari ITB)
β€œ
Saat kehilangannya, hanya ada dua pilihan untuk membuat hatimu kembali bernyawa. Pertama, kau bisa memilih kembali mencinta dan berhak hidup bahagia. Segera melupakan dia yang tak mungkin bersamamu saat tua. Kedua, kau perlu benar-benar beristirahat untuk menyembuhkan segala luka. Menolak segala cinta untuk memperbaiki diri menjadi lebih bijaksana. Hanya dua pilihan, alasan mengapa pada akhirnya kau cepat memiliki pasangan, atau bertahan dalam kesendirian.
”
”
Lafia
β€œ
Corona Virus Emergency sedang menghadapi dunia. Jumlahnya terus bertambah. Pembaruan hari ini dilaporkan bahwa virus mematikan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei di China telah mencapai 21 negara dan menyebabkan lebih dari 40 ribu orang terinfeksi. Jumlah orang yang meninggal adalah 1.018. Jumlah ini juga dapat meningkat dari hari ke hari. warungfilm21.site Kasus Corona adalah bentuk bencana kesehatan lingkungan. Salah satu mitigasi pencegahan adalah kebersihan dan pelestarian lingkungan. Salah satu aspek yang dapat dioptimalkan adalah kontribusi budaya atau sistem pengetahuan lokal. Budaya adalah panduan dan pengaya pembangunan berkelanjutan. Dimensi budaya penting diintegrasikan dengan aspek lain dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kekuatan Budaya Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang (Brundtland, 1987). Pencapaian pembangunan berkelanjutan ditentukan oleh upaya untuk melestarikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan ekonomi dan keadilan sosial. Budaya mencakup nilai-nilai luhur dan kepercayaan sebagai panduan, rencana perilaku, dan dasar untuk memecahkan masalah yang berlaku antar generasi. Nilai ini memperkuat keberpihakan budaya terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Misalnya, dalam budaya Melayu, frasa "Mendengarkan Alam, Pemeriksaan Diri" dikenal. Nilai ini mengajarkan bahwa dalam merancang dan mengimplementasikan pembangunan, itu harus dimulai melalui studi alam yang cermat dan semua potensi yang ada (sumber daya alam), serta menilai kemampuan seseorang (sumber daya manusia).
”
”
warungbetting
β€œ
Dia membuka mulutnya dan menekankan lidahnya masuk ke mulut Jean-Marc, penuh semangat menjilat apa pun yang ditemukannya di dalam situ. Kegigihan lidah-lidah mereka ini bukan kebutuhan sensual melainkan desakan kebutuhan untuk saling mengabarkan bahwa keduanya siap main cinta, segera, saat itu juga, tuntas dan liar tanpa kehilangan waktu sedetik pun saja. Lidah-lidah mereka tidak ada kaitannya dengan nafsu atau kesenangan, lidah-lidah itu adalah bentara, wartawan-wartawati. Kedua orang itu tidak ada yang punya keberanian untuk mengucapkan dengan lugas dan keras, "Aku ingin bersetubuh denganmu, sekarang juga, tanpa ditunda," maka mereka suruh lidah-lidah mereka jadi juru bicara.
”
”
Milan Kundera (Identity)
β€œ
Atau semua orang sesungguhnya sama mengandung gila? Tiap-tiap orang adalah gila di mata orang lain? Tiap-tiap orang menyimpan kegilaan yang hanya pada dirinya bisa didapat, yang hanya dari dirinya bisa orang lain lihat....
”
”
Henny Purnama Sari (69: Berkubang Liang (69, #1))
β€œ
Meninggalkan atau ditinggalkan itu sama, sama sama akan pergi dan jarang utk kembali.
”
”
hermawandae
β€œ
Kesetaraan gender bukanlah sebuah kepercayaan, ini bukan ide – ini adalah elemen kunci masyarakat yang akan menentukan apakah kita manusia akan maju menuju kemuliaan dan kemajuan, atau tenggelam ke dalam jurang azab eksistensial.
”
”
Abhijit Naskar (The Bengal Tigress: A Treatise on Gender Equality (Humanism Series))
β€œ
Dengarkan baik-baik. Kalau selama ini anda percaya bahwa seseorang yang depresi ingin bahagia, anda salah. Mereka sama sekali tidak peduli betapa menyenangkannya kebahagiaan. Mereka hanya ingin kepedihan mereka lenyap. Mereka ingin menjadi "normal". Atau, karena merasa normal benar-benar mustahil, mereka ingin menjadi "kosong".
”
”
Matt Haig (Reasons to Stay Alive)
β€œ
Biarlah lelaki dan wanita wujud di dunia ini dalam keadaan harmoni, kerana kita diciptakan until saling melengkapi, bukannya untuk mengatasi atau mengalahkan pihak yang satu lagi.
”
”
Taufik Morhaiji (FEMINIS)
β€œ
Kukira negeri kita bukan seperti yang kamu bilang, mesin yang menindas, melainkan sesuatu yang penuh ketidakpastian di mana hukum berayun-ayun seperti bandul jam; di satu sisi ada ketidakefektifan atau mungkin keengganan - terserah kamu mau bilang apa, tapi orang suka menyebutnya "kebijaksanaan", di tengah-tengah ada "penegakan hukum", dan sisi yang lain ada "kelewatan" atau "over acting". Tak ada perlakuan yang sama bagi orang yang tidak sama. Tidak juga bagi orang yang sama di dalam situasi berbeda. Orang-orang yang berkuasa bisa membeli atau memainkannya. Orang-orang seperti kita kadang bisa menawar, kadang menjadi mainan aparat yang terlalu berlagak. Ada juga dalam hidupnya terus-menerus menjadi korban - dan kenapa biasanya orang miskin? Mengingat mereka kerap membuatku ragu apakah Tuhan memang adil, kalau Dia ada.
”
”
Ayu Utami (Saman)
β€œ
Kita tidak bisa memilih akan terlahir seperti apa, tapi kita bisa memilih mau menjadi teman-teman terbaik atau tidak.” (hlm 141)
”
”
Tere Liye (Komet Minor (UNEDITED Version))
β€œ
Ras yang dipanggil keluar oleh seni atau filsafat bukanlah ras yang mengaku murni melainkan kaum tertindas, bajingan, rendah, anarkis, nomaden, dan ras minor yang kukuh . (Deleuze dan Guattari 1994: 109)
”
”
Deleuze G and Gauttari F
β€œ
Sudah saatnya kita menghiraukan doktrin-doktrin aneh tentang sepak bola, siapa yang memasukan lebih banyak gol itulah pemenangnya. bukan siapa yang paling banyak menguasai bola apalagi siapa yang paling indah permainanya. jika ingin melihat keindahan pergi saja ke laut, naik gunung, menonton penari balet, atau nama'i anakmu "keindahan" lalu tataplah seumur hidup.
”
”
nom de plume
β€œ
Semua orang sedang memberontak meski tak bersuara. Entah itu karena hal yang kompleks atau sederhana,.
”
”
chachacillas
β€œ
Nggak ada orang usaha jalannya luruuuuus, lempeng terus selamanya. Pasti ada belok-belok, naik-turun, kadang kesandung, atau nyungsep sampai babak bundhas juga. Ya, begitulah jalannya.
”
”
Netty Virgiantini (Diajeng: Camilan, Gembolan, dan Cinta yang Belingsatan)
β€œ
When people die they won't suffer anymore" itu penggalan kalimat yang diucapkan Scott padaku. Entah kapan ia mengucapkan hal itu aku tidak mampu mengingatnya. Aku kira bukan waktunya yang penting, melainkan apa maksud di balik kalimat yang ia ucapkan. Aku juga lupa, apakah ia mengucapkan kalimat itu dalam diri Jim saat jantungnya terhenti ketika ia tengah berendam di dalam bathtube di apartemennya di Paris? Atau mungkin pula ketika ia masih bercokol dalam tubuh Dwi Retno saat ia mulai mengiris pergelangan tangannya sendiri dengan sebilah silet. Atau barangkali saja, saat ia tengah bergelut dengan sakratul maut dalam tubuh Ruh. Tentang bagaimana aku mengingatnya masih serupa khayalan atau mimpi yang bercampur aduk dengan rupa rupa realitas. Tapi yang jelas, ada begitu banyak momen di mana aku berasa begitu dekat dengan kematian. Kematian bapak, lalu kematian ibu dan kemudian kematian Ruh. Kematian itu sendiri mungkin saja telah mengakhiri semua penderitaan mereka di dunia ini, tapi yang jelas bukanlah penderitaanku. Betapa selama ini aku tenggelam dalam sebuah keyakinan, bahwa penderitaan manusia yang terbesar adalah karena kemelekatan mereka pada dunia ini. Dan keberadaan Scott dalam hidupku sungguh sungguh menegaskan segala hal itu. Mulai dari gambaran yang ia lihat dalam momen kematian seorang Indian yang mengalami kecelakaan di sebuah jalan berdebu di gurun Minessota. Lalu bersambung dengan momen saat Dwi Retno mencoba mengakhiri hidupnya sendiri dengan silet dan memuncak dalam detik detik ketika maut menjemput Ruh.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Hidup bukanlah salah satu antara tragedi atau komedi. Hidup adalah tragikomedi.
”
”
Chandra Bientang (Sang Peramal)
β€œ
Baru kali ini aku tahu bagaimana caramu memasukkan babi, kuda, gajah, ular, hiu dan monyet itu ke dalam puisimu. Setelah aku temukan bahwa setiap peristiwa selalu membawa kegembiraannya sendiri. Dan apa yang aku alami hari ini hanyalah sebuah bukti dari sekian banyak peristiwa, sebelum aku telanjur lupa untuk memberinya sebuah penafsiran. Dan demikianlah, sebuah kisah telah mengantarkan aku menemukan rasa takjub dalam setiap ekor monyet yang aku temui di sebuah area perbukitan yang telah lama dikenal orang dengan sebutan Gunung Krincing, di sebuah Dukuh yang bernama Talun Kacang. Pada sebuah legenda tentang seorang Wali yang dulu pernah bertemu dengan empat ekor kera berwarna merah, kuning, putih dan hitam. Rasa takjub yang kemudian terantuk pada sebuah batu bertuliskan kata-kata: "Mangreho." Sebuah perintah yang terukir pada kulit setiap pokok-pokok kayu jati, yang sengaja dibiarkan kentir di atas sebatang sungai yang akan mengantarkan Sang Wali pulang ke Demak untuk mendirikan sebuah masjid. Ketakjuban itu kini telah tumbuh memenuhi tempat itu dengan hutan buatan, bendungan, jalan beraspal, warung, kedai makan, restoran, lahan parkir dan pemukiman juga. Ia telah menjelma menjadi kegembiraan yang aku temukan pada setiap butir kacang yang dilemparkan orang. Juga pada setiap buah pisang, manggis, nangka atau salak yang mereka jajakan dengan murah. Ada tawa pengunjung dan juga tangis kanak-kanak yang bisa memberiku sebuah penafsiran baru dari kata lucu dan takut sekaligus. Akan tetapi, dari situlah kemudian aku menemukan kegembiraan dan kebahagiaanku sendiri; pada langgam musik keroncong yang dinyanyikan seorang biduan dengan merdunya. Lebih dari seekor monyet yang bebas berkeliaran kesana kemari. Bebas menyanyi, menari, tertawa atau berteriak-teriak sekaligus. Monyet- monyet yang mewarnai dunia dengan ekspresi wajah yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Monyet-monyet kelabu, putih, merah, hitam dan bahkan biru. Monyet-monyet sewarna pelangi. Monyet-monyet yang transparan dan bening kehijauan. Monyet-monyet yang telah melepaskan diri dari rutinitas dan kesibukan dunia. Monyet-monyet yang telah purna memaknai hidup yang carut-marut dan menjemukan ini. Berusaha melupakan dasi, kemeja, pantalon, dan jas yang selama ini membungkus ego mereka rapat-rapat. Monyet-monyet lucu tanpa bedak dan gincu dan juga tanpa perhiasan. Monyet-monyet yang tak lagi malu bertelanjang dada, pamer pantat dan kemaluan mondar-mandir kemana-mana. Mereka bukan representasi Sugriwa, Subali atau mungkin Hanoman. Mereka hanya sebatas monyet biasa. Monyet yang sebagaimana telah lama kita kenal. Namun mereka telah melepaskan diri dari topeng-topeng artificial, dan tampil sederhana apa adanya sebagai dirinya sendiri.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Apakah menulis sebagai profesi utama, atau pekerjaan sambilan, atau sekadar hiburan, itu adalah pilihan, sesuai minat, hasrat, dan kecendrungan pribadi masing-masing. Tapi ketika dirimu sudah putuskan untuk mengejar impian menjadi penulis profesional dan produktif dengan penghasilan berlimpah, maka tak ada jalan lain kecuali; fokus, total dan tak terhentikan.
”
”
Zulfikar Fuad
β€œ
Sulit buat saya membedakan hari libur atau hari kerja, karena pikiran saya sepanjang waktu bekerja. Tidak pernah bisa berhenti, bahkan dalam tidur sekalipun. Gambar-gambar yang hadir dalam potongan mimpi kerap menjadi petunjuk, gagasan, dan cerita.
”
”
Zulfikar Fuad
β€œ
Di dunia ini tak ada tempat untuk orang yang menghabiskan waktu sekadar bermain-main, dan atau menunaikan pekerjaan dengan setengah-setengah. Bahkan komedian berpenghasilan tinggi yang terlihat kerjanya hanya bicara dan tertawa, mereka meraih pencapain luar biasa lewat jalan profesional; berlatih dan berkarya dengan fokus, total, dan tak terhentikan.
”
”
Zulfikar Fuad
β€œ
Satu kalimat yang ditulis dengan sepenuh hati, segenap energi dan luapan emosi bisa menghancurkan dan atau menguatkan bumi. Seperti doa-doa orang suci yang dikabulkan Illahi. Sungguh ngeri! Pilihan dan keputusan dalam membuktikan eksistensi diri menentukan kelangsungan bumi.
”
”
Zulfikar Fuad
β€œ
Ada mimpi yang harus diubah atau ditunda Ada senyum yang harus dibuat atau disimpan,.
”
”
chachacillas
β€œ
Kita sering kali lupa bahwa seseorang terlihat hebat bukan karena ia benar-benar hebat, melainkan karena Allah masih menutupi aib-aibnya. Orang-orang yang memuji kita, membicarakan kebaikan-kebaikan kita, seandainya mereka mengetahui seluruh atau secuil saja aib kita, tentu akan punya pandangan dan penilaian lain.
”
”
Azhar Nurun Ala (Seribu Wajah Ayah)
β€œ
Twin Flame adalah bagian dari keluarga jiwamu, soulmate yang membawa pelajaran spiritual untuk membangkitkan jiwamu ke kesadaran yang lebih tinggi. Twin Flame bisa lahir menjadi keluargamu, temanmu, gurumu, atau pasanganmu. Dia bisa menjadi mimpu terburukmu sekaligus mimpi terindahmu, karena dia adalah cerminmu yang sempurna.
”
”
Ananda Ramartha (Way of Ray: Souls In A Higher Learning Road)