“
Syarat memperoleh ilmu celeng adalah si penuntut ilmu harus rela memutus urat malunya. Ia harus mengorbankan rasa malunya sebagai manusia. Jadi ia harus rela belajar kehilangan martabatnya. Syarat selanjutnya, ia harus mengorbankan diri dan harga dirinya. Artinya, ia harus belajar menjadi munafik, menjadi yang lain dari keaslian dirinya. Ia harus bisa menutupi ambisi yang jelek dengan kebaikan yang palsu. Syarat selanjutnya lagi, ia harus pintar berbohong. Artinya, ia harus berani melawan nuraninya, dan menganggap nuraninya tak ada. Syarat-syarat ini sesungguhnya jauh lebih berat dari syarat pesugihan celeng. Pesugihan celeng menuntut korban pihak lain. Ilmu raja celeng menuntut korban dirinya sendirinya, mulai dari martabat, pribadi, dan nurani. Komplit sudah ia dirusak oleh ilmu itu. Ia akan menjadi bukan insani lagi, tapi benar-benar celeng. Tak ada lagi bedanya ia dengan celeng.
”
”