Lidah Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Lidah. Here they are! All 100 of them:

β€œ
Lidah boleh dipercaya waktu merasa; wajar dicuriga sebaik bersuara.
”
”
A. Samad Said (Bisik Warna)
β€œ
Lama aku memandang ke semburan-semburan lidah api yang meleleh ke bawah itu. Elok, ya, indah. Banyak yang kejam keji tampak indah dari kejauhan.
”
”
Y.B. Mangunwijaya (Burung-Burung Manyar)
β€œ
Lidah memanglah tidak bertulang, tapi janji tetap janji kan!
”
”
Noor Suraya (Langsir Biji Remia)
β€œ
Ada sesuatu yang hilang setiap kali kau bertemu dengan teman lamamu. Kata lama dalam istilah tersebut seolah menjadi pengekang yang membekukan lidah. Kau akan kehabisan kata-kata, bahkan meski kau menyimpang kenangan manis bersamanya. Kau tahu kau tak akan bisa kembali ke masa-masa itu, dan itulah yang membuatmu membujur kakuβ€”mengutuk kelalaianmu sendiri untuk mengklaim balik posisi yang seharusnya sudah menjadi milikmu: seorang teman. Tapi kau tahu kau tidak bisa melakukannya. Kau bukanlah temannya lagi.
”
”
Alicia Lidwina
β€œ
Kalau aku memarahimu, itu berarti aku mencintaimu. Aku melampiaskan marahku kepada orang-orang terdekat dan paling kusayangi. Ibaratnya merekalah papan peredam suaraku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Demi tercapainya cita-cita kita, para pemimpin politik tidak boleh lupa bahwa mereka berasal dari rakyat, bukan berada di atas rakyat.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Apa yang harus kuseru jika lidah tertikam sepi yang enggan beranjak, kecuali mengadu pada lamunan "nadaku sumbang, suaraku pincang. Ini bukan lagu yang kumau.
”
”
Lan Fang (Perempuan Kembang Jepun)
β€œ
Kehilangan adalah pahit yang tak pernah dikecap lidah.
”
”
Avianti Armand
β€œ
sejarah menjadikan orang bijaksana, puisi menjadikan orang fasih lidah, matematika menjadikan orang cerdik, filsafat menyebabkan orang berpikir dalam, moral menjadikan orang bersikap sungguh-sungguh, logika dan ilmu berpidato menjadikan orang berani mengeluarkan pendapat.
”
”
Francis Bacon
β€œ
perempuan tu aslinya pemalu. malunya pada mata, lalu perempuan pejam. malu juga ada pada wajah, lalu perempuan tunduk. perempuan itu juga sangat malu pada lidah, lalu perempuan diam.
”
”
Bahruddin Bekri (Penulis Yang Disayang Tuhan)
β€œ
Ir. Soekarno, ijazah ini suatu saat dapat robek dan hancur menjadi abu. Dia tidak abadi, ingatlah, bahwa satu-satunya hal abadi adalah karakter dari seseorang. Kenangan terhadap karakter itu akan tetap hidup, sekalipun dia mati.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Jangan arahkan sudut pandangmu pada sesuatu yang belum tentu bisa kau lihat. Itu hanya akan melemparkanmu pada keterasingan dimana rasa syukur sering hanya sebatas ujung lidah.
”
”
Asma Nadia (Love Sparks In Korea (Jilbab Traveler))
β€œ
Kesabaran adalah kekuasaan. Pergunakanlah untuk memupuk semangat, meredakan kemarahan, meredam angkara murka, mengubur rasa iri, menekan kesombongan, menahan lidah, mengekang tangan, sampai tiba waktunya anda memanen seluruh hasilnya.
”
”
Og Mandino
β€œ
...orang Bali mempunjai kepertjajaan... kalau gunung Agung meletus ini berarti bahwa rakjat telah melakukan maksiat.
”
”
Sukarno (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
putriku menaiki lidah petir. membangunkan setiap raksasa malas. mengejarnya hingga sudutsudut kebun hidup. menggambar pertentangan dan kehancuran.
”
”
Dorothea Rosa Herliany (Santa Rosa)
β€œ
Jangan bikin kepalamu menjadi perpustakaan. Pergunakan pengetahuanmu untuk diamalkan - Swarni Vivekananda
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Sebuah otobiografi tak berbeda dengan pembedahan mental. Sangat sakit. Melepas plester pembalut luka-luka dari ingatan seseorang dan membuka luka-luka itu, banyak diantaranya yang mulai sembuh terasa perih.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Lidah itu lembut namun kadangkala kata yang terucap lebih keras dari kayu yang terpasak ke tanah
”
”
Shahzy Hana
β€œ
Kala sang lidah tak sanggup bicara, hati mendenting gitar pun mengalun, lantunkan kata tak mungkin terucap.
”
”
Toba Beta (My Ancestor Was an Ancient Astronaut)
β€œ
Aku amat mencintai falsafah solat Hatim. Bahawa dia berdiri dengan kewaspadaan dengan membayangkan Allah di hadapannya. Betapa syurga yang nyaman di kanan dan lidah gergasi api menyala di kiri. Begitu juga malaikat memerhati dari arah belakang. Ketika itulah dia sebenarnya meletakkan nasib imannya di atas siratul mustaqim kerana mungkin ini adalah solat terakhirnya.
”
”
Mawar Safei (Kumpulan Cerpen Narasi Gua dan Raqim)
β€œ
Pelangi dan tempayan emas di hujung pelangi adalah aksara kata-kata yang lahir mulus dari mulut ahli-ahli politik yang pandai bersilat lidah bermain kata-kata. Bagi golongan budayawan dan intelektual umumnya yang lebih penting bukannya janji-janji emas di hujung pelangi tetapi apakah upaya kita dalam melayari kehidupan ini. Yang penting adalah rasa kasih, rasa hormat, rasa empati, rasa cinta dan bukannya harapan emas di hujung pelangi.
”
”
Raja Ahmad Aminullah (Minda Tertawan: Intelektual, Rausyanfikir dan Kuasa)
β€œ
Bukankah hubungan internasional itu adalah hubungan antar manusia dalam skala yang lebih besar?
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Ada begitu banyak kemalangan, namun dari semua itu kebodohanlah yang tinggal menetap. Orang-orang bodoh melihat, mendengar dan merasakan seperti orang-orang lain, akan tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pemahaman atas diri sendiri dan keadaan di sekelilingnya. Berusaha memahami si bodoh adalah suatu tindakan yang sia-sia, pada akhirnya tanggapan mereka hanya akan membangkitkan amarah dan kejengkelan. Kebodohan serupa botol yang memiliki lubang di dasarnya, Seberapa pun banyaknya kebaikan dan pengetahuan yang kita tuang ke dalamnya ia akan berlalu dengan sia-sia. Mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang bebal adalah mereka yang menukar sahabatnya dengan uang, dan menggantikan saudaranya dengan kilau emas dan permata. Hati orang bodoh ada dalam lidahnya dan dengan hal itu ia menggembar-gemborkan kelebihannya yang tak lain adalah sebuah omong-kosong. Sebaliknya, lidah orang bijak ada adalam hatinya dan ia memeliharanya dengan sangat hati-hati agar tidak mengucapkan hal-hal yang tidak perlu. Dan bahkan, hidup orang bebal jauh lebih buruk dari kematian. Orang-orang bebal dan dungu hanya akan menjadi beban bagi kehidupan, karena seumur hidup mereka tak pernah mau belajar. Kebodohan adalah batu pejal yang dibuang orang ke dalam sungai karena menghalangi orang yang akan lewat. Kebodohan punya banyak nama dan mereka menunjukkan wajahnya dalam berbagai wujud. Aku dapat menyebutkan sejumlah di antaranya, yaitu: egoisme dan keras-kepala, bebal dan degil, sikap anarkhi yang membabi buta, sikap acuh-tak acuh dan ketidak-pedulian, pembenaran diri sendiri, tak mau mendengar nasehat, dan kecerobahan yang tak terobati.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Anda tidak bisa menemui semua orang di seluruh dunia secara pribadi, tetapi Anda bisa menemui mereka lewat halaman-halaman buku. Anda adalah ahli pidato terbesar setelah William Jennings Bryan. Anda menawan hati jutaan pendengar di lapangan terbuka. Mengapa tidak berusaha mencapai jumlah pendengar yang lebih besar lagi?
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Rakyat kecil.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku boleh saja dianggap tukang bercinta, tetapi aku bukanlah pembunuh seorang gadis remaja.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Maaf, Bapak-Bapak. Aku adalah pemberontak dan akan selalu memberontak. Aku tidak mau didikte di hari pernikahanku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Terpikir olehku, bila Sang Penyelamat dari Indonesia berniat membebaskan rakyatnya, haruslah ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri lebih dulu.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
sebuah jeti di bandar tumpat adalah lidah kelu terjelir dari mulut kuala menyambut bahasa angin yang lelah dari laut china.
”
”
Awang Abdullah (Sajak-sajak Telegram)
β€œ
Lidah tidak pernah peduli samada kata-kata itu terbit dari perasaan ataupun akal fikiran. Lidah hanya menjalankan tugasnya iaitu berkata-kata.
”
”
A.D. Rahman Ahmad
β€œ
Lebih oenting dari bahasa kata-kata yang tertulis adalah bahasa yang keluar dari lubuk hati.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku ini bukan apa-apa tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku oenyambung lidah rakyat.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Tuan-Tuan, aku tidak ingin disebut seorang veteran. Sampai masuk ke liang kubur aku ingin menjadi pejuang ubtuk Republik Indonesia - Dr. Douwes Dekker
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bila benar sweet seventeen itu sakral, maka jelas kali ini aku berharap lebih dengan amat sangat. β€œSemoga huruf R musnah dari peredaran,” pintaku sepenuh hati dengan suara yang amat pelan. (Dunia Tanpa Huruf R)
”
”
Yoza Fitriadi (Dunia Tanpa Huruf R)
β€œ
mereka berperang demi mencipta kematian menyerahkan kehidupan ke nafsu anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kekalahan menyerahkan kemenangan ke gonggong anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kekhuatiran menyerahkan ketenangan ke jantung anjing-anjing mereka berperang demi mencipta kepahitan menyerahkan kemanisan ke lidah anjing-anjing (mereka berperang demi mencipta kebinatangan menyerahkan kemanusiaan ke otak anjing-anjing) (Malam Anjing-anjing Mengintip Bangkai)
”
”
Zaen Kasturi (Katarsis)
β€œ
Sekalipun dililit oleh rumput-rumput kemelaratan, bunga-bunga kasih sayang tetap mengelilingiku. Aku akhirnya menyadari bahwa kasih sayang menghapus segala yang buruk. Hasrat untuk mencintai telah menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam hidupku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku ingin melihat kehidupan. Aku milik rakyat. Aku harus melihat mereka, aku harus mendengarkan mereka, dan bersentuhan dengan mereka. Aku merasa bahagia kalau berada di tengah mereka. Bagiku mereka adalah roti kehidupan. Aku membutuhkan massa rakyat.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
INI. Ini leherku boleh potong... hayo, boleh penggal kepalaku... kalian bisa membunuhku .... tapi aku tidak pernah mau mengambil resiko untuk melakukan pertumpahan darah yang sia-sia, hanya karena kalian hendak melakukan sesuatu menurut kemauan kalian.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kau adalah sisa pahit yang terjahit di pangkal lidah, yang tak mampu kutelan saat cangkir kopi terakhir menyudahi malam-malamku... Kau adalah sisa hangat yang melekat di ujung selimut, yang tak rela kutarik saat pagi yang bengis menghabisi mimpi-mimpiku...
”
”
Sam Haidy (Malaikat Cacat)
β€œ
Aku bagai seekor burung elang yang dipotong sayapnya. Setiap kali Inggit memandangiku, setiap kali pula darah menetes dari urat darahnya. Memang terasa lebih berat melihat orang yang kau cintai menghadapi penderitaan daripada bila kau mengalami sendiri penderitaan itu.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bagaimana aku bisa mengetahui apa yang akan terjadi terhadap diriku? Siapa yang dapat menceritakan bagaimana kehidupanku di masa depan? Itulah sebabnya aku selalu menolak hal ini, karena aku yakin bahwa buruk-baiknya kehidupan seseorang hanya dapat dinilai setelah dia mati.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku telah memperhatikan, kalau engkau membelah dada seseorang (laki-laki) termasuk aku sendiri maka akan terbatja dalam dadanja itu bahwa kebahagiaan dalam perkawinan baru akan tertjapai apabila si isteri merupakan perpaduan dari pada seorang ibu, kekasih dan seorang kawan. Aku ingin di ibui oleh teman hidupku. Kalau aku pilek, aku ingin dipidjitnja. Kalau aku lapar, aku ingin memakan makanan jang dimasaknja sendiri. Manakala badjuku kojak, aku ingin isteriku menambalnja.
”
”
Sukarno (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Itulah sebabnya mengapa persoalan-persoalan Asia harus diselesaikan dengan cara Asia.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Semboyan negeri kami adalah Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Karno, di atas segalanya engkau harus mencintai ibumu. Tapi berikutnya engkau harus mencintai rakyat kecil. Engkau harus mencintai umat manusia.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Makahan waktu itu nasibku adalah untuk menaklukkan, bukan untuk ditaklukkan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku pergi tidur dengan pikiran untuk merdeka. Aku bangun dengan pikiran untuk merdeka. Dan aku akan mati dengan cita-cita ini di dalam dadaku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Sememangnya mengkritik jauh lebih mudah berbanding mengubah. Hanya yang benar-benar berani terjun ke lapangan dan menyantuni masyarakat sahaja memahami, bahawa perjuangan dakwah ini bukan hanya dengan lidah atau jari, tetapi dengan amal yang bersifat taghyir. Sesungguhnya jalan dakwah ini sukar, yang sanggup sahaja akan melaluinya. Bersabarlah, dan teguhkanlah kesabaranmu..
”
”
Muzaf Ahmad
β€œ
IBU - Aku tak pernah tahu. Apa itu. Arti seorang Ibu. Lalu. Sampai di satu hari rabu. Ada bayi membiru. Lahir dari rahim yang tercabik ngilu. Dan kamu, Datang dengan tangisan terbungkam lidah kelu. Meski merintih bak tersayat sembilu. Kini, kau dan aku. Saling menatap haru. Tersadar, berada di perbatasan babak baru. Menjadi satu. Dihujam ribuan peluru. Atas nama rindu.
”
”
Karunia Fransiska
β€œ
Begini. Sebuah otobiografi tidak ada nilainya, kecuali jika si penulis merasa kehidupannya tidak berguna. Kalau dia memganggap dirinya orang besar, karyanya akan menjadi subjektif. Tidak objektif. Otobiografiku hanya mungkin jika ada keseimbangan antara keduanya. Sekian banyak yang baik-baik supaya dapat mengurangi egoku dan sekian banyak yang jelek-jelek sehingga orang mau membeli buku itu. Kalau dimasukkan yang baik-baik saja, orang akan menyebutku egois, karena memuji diri sendiri. Sebaliknya memasukkan yang jelek-jelek saja akan menimbulkan suasana mental yang buruk bagi rakyatku sendiri. Hanya setelah mati dunia ini dapat menimbang dengan jujur, apakah Sukarno manusia yang baik ataukah manusia yang buruk? Hanya di saat itulah dia baru dapat diadili.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kopi adalah minuman yang ajaib, setidaknya bagi lidah orang Melayu, karena rasanya dapat berubah berdasarkan tempat. Keluhan istri soal suami yang tak mau minum kopi di rumah - padahal bubuk kopinya sama seperti di warung kopi - adalah keluhan turun temurun. Alasan kaum suami kompak, bahwa kopi yang ada di rumah tak seenak kopi di warung. Cinta di Dalam Gelas - Andrea Hirata (hlm.27)
”
”
Andrea Hirata (Cinta di Dalam Gelas)
β€œ
Sering kali aku duduk di beranda Istana Merdeka, seorang diri. Beranda itu tidak begitu bagus. Separuh tertutup awning untuk mengurangi panas dan sinar matahari, satu-satunya perabotannya adalah kursi rotan tanpa kain pelapis yang tidak dicat dan meja bertaplak kain batik bikinan negeriku. Satu-satunya hak khusus yang diberikan padaku karena jabatanku yang tinggi adalah sebuah kursi dengan bantal di atasnya. Itulah yang disebut dengan "Kursi Presiden". Dan aku duduk di sana. Dan menatap. Dan memandang keluar ke taman indah dan menyegarkan, yang tanamannya kuatur dengan tanganku sendiri. Dan aku merasa sangat kesepian. Aku ingin berbaur dengan rakyat. Itulah yanh menjadi sifatku. Tetapi sekarang aku tidak dapat lagi berbuat demikian. Sering aku merasa tercekik, napasku mau berhenti, apabila aku tidak bisa pergi keluar dan bersatu dengan rakyat jelata yang melahirkanku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bung Karno, besok aku akan digantung. Aku meninggalkan dunia yang fana ini dengan hati gembira, pergi ke tiang gantungan dengan keyakinan dan kekuatan batin karena aku tahu Bung Karno akan melanjutkan perjuangan ini yang juga merupakan peperangan kami. Teruslah berjuang Bung Karno, balikkan perjuangan sejarah untuk semua kami yang sudah pergi mendahului sebelum perjuangan itu selesai" - Seorang Pejuang Kemerdekaan Yang Digantung Di Ciamis Melalui Surat Yang Diselundupkan Kepada Bung Karno
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seorang diktaktor memiliki suatu partai di belakangnya yang selalu siap mengambil kekuasaan. Sukarno tidak punya. Sukarno tidak memiliki organisasi yang mendukungnya. Seorang diktaktor memerintah dari tahtanya. Soekarno tidak berada di tengah rakyat. Sukarno adalah rakyat. Tidak, kawan, aku bukan Hitler. Jika benar bahwa seorang pemimpin yang dikaruniai daya tarik dan wibawa untuk menggerakkan orang banyak itu seorang diktaktor, biarlah dikatakan aku seorang diktaktor yang berbuat kebajikan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku perintahkan kepadamu untuk menyebar tentara ke desa-desa. Isilah seluruh lembah dan bukit. Tempatkan anak buahmu di setiap semak belukar. Ini adalah perang gerilya total 100 persen. Sekalipun kita harus kembali melakukan amputasi tanpa obat bius dan mempergunakan daun pisang sebagai perban, jangan biarkan dunia berkata kemerdekaan kita dihadiahkan dari dalam tas seorang diplomat. Perlihatkan kepada dunia bahwa kita membeli kemerdekaan itu dengan mahal, dengan darah, dengan keringat dan tekad yang tak kunjung padam.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Engkau tahu apa artinya Indonesia? Indonesia adalah pohon yang kuat dan indah itu. Indinesia adalah langit yangbiru dan terang itu. Indonesia adalah mega putih yang bergerak pelan itu. Ia adalah udara yang hangat. Saudara-saudaraku yang tercinta, laut yang menderu-deru memukul-mukul ke pantai di waktu senja, bagiku adalah jiwanya Indonesia yang bergolak dalam gemuruhnya gelombang samudera. Bila kudengar anak-anak tertawa, aku mendengar Indinesia. Bila aku menghirup untaian bunga, aku menghirup Indonesia. Inilah arti tanah air kita bagiku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Banyak orang yang berkaki telanjang, tetapi mereka bukan orang yang revolusioner. Banyak orang berpangkat tinggi memakai sarung, tapi mereka bekerja sepenuh hati untuk penjajah. Jadi yang menandakan seseorang itu revolusioner adalah perjuangan yang dilakukannya. Kita adalah sepasukan tentara saudara-saudara.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Tetap wartawan-wartawan terus saja menulis bahwa aku ini seorang 'budak Moskow'. Baiklah kujelaskan sekali lagi dan untuk terakhir kali. Aku bukan, tidak pernah dan tidak mungkin menjadi seorang komunis. Aku membungkukkan diri ke Moskow? Setiap orang yang pernah dekat dengan Sukarno mengetahui, dia memiliki ego yang terlalu besar untuk bisa menjadi budak dari seseorang, kecuali budak dari rakyatnya. Aku memiliki ego. Itu kuakui. Tapi apakah seorang yang tanpa ego bisa mempersatukan 10.000 pulau menjadi satu bangsa. Dan aku memang tinggi hati. Siapa pula yang tidak demikian? Bukankah setiap orang ingin mendapat pujian?
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
bahwa sumber segala kisah adalah kasih; bahwa ingin berawal dari angan; bahwa ibu tak pernah kehilangan iba; bahwa segala yang baik akan berbiak; bahwa orang ramah tidak mudah marah; bahwa seorang bintang harus tahan banting; bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih; bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa; bahwa orang lebih takut kepada hantu ketimbang kepada tuhan; bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira, sedangkan pemulung tidak pelnah melasa gembila; bahwa lidah memang pandai berdalih; bahwa cinta membuat dera berangsur reda; bahwa orang putus asa suka memanggil asu; bahwa amin yang terbuat dari iman menjadikan kau merasa aman.
”
”
Joko Pinurbo (Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi)
β€œ
Aku telah melakukan kesalahan dalam hidupku. Di masa silam aku telah mengakuinya dan pengakuan itu menimbulkan kekuatan. Tetapi keberanian dari seseorang terletak pada keyakinannya bahwa dia telah bertindak benar. Aku tidak akan hidup, jika tidak yakin dengan kuat dan pasti, bahwa apa yang kukerjakan waktu itu adalah benar. Kalau tidak begitu aku merupakan orang yang lemah.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bila kawan-kawan menhingatkan aku untuk beristirahat atau pensiun untuk memelihara diriku, aku menjawab "Pensiun? Aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjalani sisa hidupku dalam keadaan damai dan bebas dari ketakutan akan pembunuhan. Tidak. Aku harus bekerja untuk bamgsaku sampai tarikan nafas terakhirku." Selain itu, kemana aku pergi? Aku tidak memiliki rumah sendiei. Tidak ada tanah. Tidak ada tabungan. Lebih dari sekali aku tidak mempunyai sisa uang untuk pengeluaran rumah tanggaku. Di sebuah negara, Duta Besar kami terpaksa membeli piyama untukku. Satu-satunya piyama presiden sudah sobek. Negara menyediakan tempat tinggal dengan cuma-cuma, bebas pemakaian listrik, empat buah mobil resmi dan tiga di garasi untuk tamu negara, BUKAN 15 mobil pribadi seperti diberitakan oleh sebuah majalah luar negeri, dan mereka membelikan pakaian seragamku. Tetapi akulah satu-satunya presiden di dunia yang tidak punya rumah sendiri. Baru-baru ini rakyatku menggalang dana untuk membangun sebuah gedung buatku, tapi di hati berikutnya aku melarangnya, ini bertentangan dengan pendirianku. Aku tidak mau mengambil sesuatu dari rakyatku. Aku justru ingin memberi mereka.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Demokrasi Indonesia, yang banyak disalahpahami di luar negeri kami, didasarkan pada prinsip mufakat, bukan pada jumlah suara. Kami tidak lagi memakai sistem demokrasi Barat ini yang didasarkan atas suara terbanyak, dimana 51 persen suara berhak untuk menang sementara yang 49 persen menggerutu. Sebagaimana yang telah kami alami dengan 40 partai politik, golongan yang tidak puas membalas dengan menghantam lawannya. Ini adalah jalan yang baik bagi suatu bangsa yang masih muda ubtuk menghadapi perkembangannya sendiri. Untuk mempertahankan prinsip-prinsip demokrasi Indonesi di atas mana Undang-Undang Dasar '45 disusun, aku menyarankan musyawarah untuk mufakat, suatu modus operandi yang asli dari suku-suku bangsa Indonesia. Selama beribu-ribu tahun para kepala desa dari Kepulauan Indonesia menjalankan pemerintahan dengan duduk bersama di sebuah dewan, dimana setiap suku itu mengajukan masalahnya melalui alasan-alasan yang menyakinkan. Setelah itu, salah seorang akan berkata, "Alasan saudara memang baik, tetapi aku tetap berfikir lebih baik begini." Yang lain berkata "Saya tidak sepenuhnya setuju, tapi memang ada beberapa hal yang baik dari pendapat Saudara itu." Musyawarah selanjutnya mengambil dari sini dan sana, itulah akhirnya yang disebut mufakat. Singkat kata, setiap orang menyumbangkan suatu pemikiran. Dalam Demokrasi Terpimpin yang menjadi unsur kunci adalah kepemimpinan. Setelah mendengarkan pandangan umum dan pandangan yang menentang, pemimpun rapat menyimpulkan pokok-pokok yang dibahas menjadi satu keputusan yang disetujui setiap pihak. Tidak ada pihak yang menang secara mutlak dengan menyingkirkan pihak lain. Hanya kepemimpjnan yang kuat yang mampu memadukan keputusan terakhir, kalau tidak demikian sistem ini tidak akan berjalan. Sang Pemimpin, apakah dia seorang kepala desa, apakah dia Bung Karno, ataukah dia seorang menteri yang berwibawa, menggabungkan sejumlah pendapat si anu, ditambah sedikit pendapat si polan, dengan selalu memperhatikan untuk menggabungkan berbagai pendapat yang berlawanan. Kemudian dia menyajikan hasil terakhirnya dan berkata, "Baiklah, Saudara-saudara, beginilah jadinya dan saya harap saudara semua setuju..." Ini tetap demokratis, karena setiap orang memberikan pendapatnya. Mengatakan hal ini sebagai sistem komunistis, jelas sangat menggelikan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Go to hell with your aid
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu anak muda dapat mengubah dunia.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Mereka seharusnya belajar, bahwa seseorang tidak akan dapat memimpin massa rakyat jika tidak masuk ke daoam lingkungan mereka.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?" "Aku seorang pemimpun." "Kalau begitu, buktikanlah.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Mengejar kehidupan sendiri, sementara orang yang sudah dianggap sebagai keluarga berada dalam kesusahan, bukanlah cara orang Indonesia.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku hanya mampu memberikan sedikit,tetapi besar artinya bagi mereka.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seorang Marhaen adalah oran yang memiliki alat-alat yang sedikut, orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil, sekedar cukup untuk bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Tidak ada penghisapan tenaga seseorang oleh orang lain. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktik.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kami semua berbuat curang dengan berbagai cara.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Suatu kehidupan yang terbagi atas kelas-kelas, kasta-kasta, dan golongan yang-puny dan yang-tidak-punya akan menghasilkan perbudakan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Feodalisme adalah milik masa lalu yang sudah mati, bukan milik Indonesia di masa depan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Meski aku masih seorang pemuda, aku tidak lagi menjadi seorang penerima. Aku sekarang sudah menjadi seorang pemimpin. Aku memiliki pengikut. Aku memiliki nama baik.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seseorang yang menjadi gurumu harus dihormati, bahkan lebih daripada orang tuamu sendiri.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Orang kiri adalah mereka yang menghendaki perubahan kekuasaan kapitalis yang ada, orde imperialistis. Keinginan untuk menyebarkan paham keadilan sosial adalah kiri. Dia tak perlu komunistis. Seseorang yang memiliki idealisme seperti itu adalah seorang kiri. Bahkan orang kiri tampak aneh bila bersama orang komunis.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Nasionalisme tanpa keadilan sosial adalah nihilisme. Bagaimana suatu negeri yang miskin dan sangat buruk seperti negeri kami dapat menganut suatu aliran selain sosialisme?
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain di dunia. Sosialisme kami adalah sosialisme yang tidak memasukkan konsep materialisme yang ekstrim, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang takut kepada Tuhan dan mencintai Tuhan. Sosialisme kami adalah sosialisme campuran. Kami mengambil persamaan politik dalam Declaration of Independence dari Amerika. Kami mengambil persamaan ilmiah dari Marx. Ke dalam campuran ini kami tambahkan kepribadian nasional Marhaenisme. Kemudian kami memercikkan ke dalamnya gotong-royong, yaitu semangat, hakekat dari bekerja sama, hidup bersama dan saling bantu-membantu. Kalau ini dicampurkan semua, maka hasilnya adalah Sosialisme Indonesia.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Sudah menjadi sifat manusia untuk meludahi lawan yang lemah,. Tetapi bila kita menghadapi lawan yang kuat, setidak-tidaknya kita merasa bahwa dia merupakan lawan kita yang pantas.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kita harus melepaskan diri dari pengaruh-pengaruh yang membelenggu kita pada masa lalu yang memalukan, seperti para pelayan, jongos, dan orang desa yang tidak punya nama dan tidak punya wajah.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seorang pemimpin Indonesia haruslah seorang sosok yang berwibawa. Dia harus memancarkan kekuatan. Bagi suatu bangsa yang pernah ditaklukan bangsa lain, ini penting sekali.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kalau menghendaki mata-mata yang hebat, berilah aku seorang pelacur yang baik. Mereka sangat baik dalam tugasnya.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bagi kami kemiskinan bukanlah sesuatu yang perlu membuat malu. Kami semua orang yang berpikiran idealis.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Yang kaya dalam semangat, membantu yang miskin dalam persaudaraan yang besar - Injil
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Sudah merupakan suratan nasib Sukarno, untuk menyusun pergerakan yang membuat dia masuk penjara, lalu dibuang, tapi kemudian dia akan membebaskan kita semua. Sukarno bukan lagi milik orangtuanya. Karno sudah menjadi milik rakyat Indonesia. Kami harus menerima kenyataan ini - Ibu
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Telah terbukti dalam sejarah keagamaan dan politik, bahwa usaha untuk menindas seorang pemimpin, akan membuat namanya semakin hidup di hati rakyat.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku bertanya kepada Saudara-Saudara semua: Siapakah yang dapat membelenggu suatu bangsa jikalau semangat bangsa itu sendiri tidak mau dibelenggu?
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kalau engkau membenci seseorang, tentu engkau akan mencintai orang yang menendangnya pergi.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Suatu waktu kita dapat mengibarkan bendera kita sendiri, bebas dari semua kekuasaan asing.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kebesaran adalah kemampuan untuk membuat massa melakukan gerakan - Hitler
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Cara paling mudah untuk mendekati rakyat adalah mendekati Sukarno - Sakaguchi
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Aku akan menanamkan bibitbya dan Jepang akan memupuknya.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Ada masa-masa dimana kesulitanmu berguna dan diperlukan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kesakitan yang dirasakan oleh siapa saja ini hanyalah kerikil di jalan menuju kemerdekaan. Langkahilah dia. Kalau engkau jatuh karenanya, berdirilah kembali dan terus berjalan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Waktu itu aku tidak mengerti maknanya. Buju itu menceritakan bagaimana daun-daun kayu yang sudah cokelat dan kering harus jatuh untuk memberikan tempat kepada pucuk yang hijau dan baru. Tiga dasawarsa kemudian barulah aku mengerti.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Seseorang tidak akan secara sukarela mempertahankan negerinya, kecuali jika dia seorang patriot yang penuh semangat. Perasaan kebencian terhadap sekutu yang anda akan tanamkan harus diperkuatvdengan perasaan cinta kepada tanah air yang sifatnya positif sebagaimana yang kuajarkan. Seseorang yang akan memimpin pasukannya dalam medan pertempuran harus memiliki sesuatu untuk apa dia berjuang.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Nah, ketahuilah mengenai hal ini. Aku akan melakukan kerjasama sekalipun dengan setan yang terkutuk, jika hal itu membantu kemerdekaan negeriku.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Karena kami dipimpin oleh seorang pemimpih lemah yang bersemangat tikus, kami tidak berani berjuang. Tetapi bila kami dipimpin oleh seorang pemimpin kuat yang bersemangat banteng, kami akan bertempur.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bebek berjalan beramai-ramai, tetapi burung elang terbang sendirian.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Dalam perjuangan antara dua kekuatan, bukanlah badan besar yang menentukan kemenangan, tetapi taktik dan strategi - Gatot Mangkupraja
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Pasti ada korban pada setiap peperangan. Tugas seorang panglima adalah memenangkan peperangan, bahkan jika itu terpaksa mengalami kekalahan dalam beberapa pertempuran di dalam perjalanan. Bila aku terpaksa mengorbankan ribuan jiwa demi menyelamatkan jutaan orang, aku akan melakukannya. Kita berada dalam perjuangan untuk hidup. Sebagai pemimpin dari negeri ini aku tidak dapat memberi tempat pada rasa sensitif yang berlebihan.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)