Kekecewaan Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Kekecewaan. Here they are! All 47 of them:

β€œ
Hidup adalah perjalanan untuk membangun rumah untuk hati. Mencari penutup lubang-lubang kekecewaan, penderitaan, ketidakpastian, dan keraguan. Akan penuh dengan perjuangan. Dan itu yang akan membuat sebuah rumah indah.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Kekecewaan adalah kekuatan yang seharusnya menjadikan Anda berlaku lebih tegas untuk tidak dikecewakan lagi. ...Orang yang sering kecewa, biasanya tidak belajar dari kesalahan atau pengingkaran janji, tetap mengulangi cara memutuskan yang salah, dan mempercayai orang yang suka dusta atau khianat. Jika kita ikhlas belajar dari kekecewaan kecil, kita tidak akan dipaksa merasakan pedihnya kekecewaan besar.
”
”
Mario Teguh
β€œ
Kekecewaan dan kesedihan adalah buah dari kesombongan dan keegoisan.
”
”
Gita Savitri Devi (Rentang Kisah)
β€œ
I really rarely meet someone with quality like this: has great expectation and persistent efforts to earn it, yet also had a high immunity against disappointment. Jarang sekali aku bertemu orang dengan kualitas seperti ini: memiliki harapan besar dan upaya gigih untuk mencapainya, namun juga punya kekebalan yang tinggi terhadap kekecewaan.
”
”
Toba Beta (Master of Stupidity)
β€œ
menggantungkan harapan sepenuhnya pada Tuhan tak kan membuahkan kekecewaan.
”
”
Ruskan Hermawan
β€œ
Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut, Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan, tapi untuk kedamaian hatiku, ijinkanlah aku mengingatkan-Mu, ...aku ini hanya berharap kepada-Mu. Aku mohon agar engkau menjauhkanku dari gurauan kehidupan, yang mempermainkanku antara harapan dan kekecewaan. Perlakukanlah aku dengan lembut dan penuh kasih, damaikanlah hatiku, bahagiakanlah keluargaku, dan sejahterakanlah hidupku. Aamiin
”
”
Mario Teguh
β€œ
Betapa sesungguhnya banyak di antara kita telah membiarkan serangkaian kegagalan dan deretan kekecewaan menghancurkan semua rencana kebaikan dan berkat yang datang dari tempat yang tidak pernah kita ketahui
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan. Tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya.
”
”
Joseph Addison
β€œ
Kejar apa yang kau mau, setelah lelah, kembali kesini katakan rupa kekecewaan, biar ku kubur itu bersama hati dan kepalamu selepas shubuh
”
”
andra dobing
β€œ
Kamu minta dipahami dan dimengerti tapi sikapmu tidak menunjukkan sesuatu yang membuat orang harus bersimpati pada dirimu. Sehingga yang muncul justru kemarahan, kekecewaan dan penolakan. Itulah sebabnya kenapa sikapmu justru berbalik menyerang dirimu sendiri." Ia masih mengoceh panjang lebar dan aku hanya bisa diam. "Percayalah, dengan cara seperti itu kamu tak akan dapat apa apa. Kamu akan dijauhi dan ditinggalkan. Kamu pelihara amarahmu dan kekecewaanmu, maka kami akan pergi. Karena kami tak bisa tinggal dalam tubuh yang penuh dengan amarah dan kebencian.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Kejar apa yang kau mau, setelah lelah, kembali kesini katakan rupa kekecewaan, biar ku kbur itu bersama hati dan kepalamu selepas shubuh
”
”
andra dobing
β€œ
Hijrah dari air mata kepada sukacita. Hijrah dari masa lalu dengan menutupnya rapat-rapat, memberi tanda β€œselesai” hingga tak menjadi beban ketika melangkah menuju masa depan. Hijrah dari kenangan kepada kenyataan. Bersiap mengganti memori yang usang dengan serangkaian kejadian baru. Hijrah dari kekecewaan dengan memaafkan. (135)
”
”
Asma Nadia (Assalamualaikum, Beijing!)
β€œ
Ini situasi psikologis yang mungkin tidak disadari oleh kebanyakan orang. Pada saat seseorang menginginkan atau mengharapkan sesuatu, ia hanya berpikir untuk dirinya sendiri. Namun ketika keinginan itu tidak tercapai, maka dengan mudah ia akan jatuh ke dalam kekecewaan. Tapi seandainya ia berpikir dengan perspektif yang berbeda, coba bayangkan hal apa yang bisa kita lakukan atau berikan untuk membuat orang lain gembira, merasa lebih baik dan kita melakukan semua itu dengan ikhlas, maka tidak ada kekecewaan yang akan datang menghampiri. Tidak ada sedikit pun keraguan tentang hal itu, karena siapa orang yang hendak menolak sebuah pemberian yang tulus? Ketika kita meletakkan segala pengharapan pada diri sendiri, pada pikiran yang cenderung egois, maka bersiaplah untuk menghadapi penolakan yang akan melahirkan kekecewaan. Namun bila kita melakukannya untuk orang lain. Dengan spirit memberi, maka berkah kebahagiaan akan mengganjar keikhlasan hatimu dengan berkali lipat.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
One factor that makes human being reluctant to have hope is the fear of disappointment. Do not be afraid of disappointment! The more you afraid of it, the smaller your expectation. Face and overcome the disappointment, even though it felt bitter in soul and pain in body. If you go through and pass it, then your soul and body will be stronger than previous level. When hope emerged, change will occur because of that, both in your soul and in your body. Fear of disapointment is a main enemy of good hope and great change within the human being. Only by facing and overcoming the fear of disapointment, man will become stronger and wiser. ~ Salah satu faktor yang membuat manusia enggan untuk berharap adalah rasa takut akan kecewa. Jangan takut dengan kekecewaan! Semakin engkau takut menghadapinya, semakin kecil pengharapanmu. Hadapi dan lawanlah rasa kecewa, meskipun terasa pahit di jiwa dan terasa sakit di tubuh. Jika engkau mampu dan lulus, maka jiwa dan tubuhmu akan lebih kuat dari kondisi sebelumnya. Ketika harapan muncul, perubahan akan terjadi, baik dalam jiwa maupun dalam tubuh manusia. Rasa takut akan kecewa adalah musuh utama pengharapan yang baik dan perubahan yang agung dalam diri manusia. Hanya dengan menghadapi dan melalui rasa takut akan kecewa, seseorang dapat menjadi lebih kuat dan bijaksana.
”
”
Toba Beta (Master of Stupidity)
β€œ
Kalau orang bener-bener mencintai, gak ada rasa kemarahan, kekesalan, kekecewaan kepada cinta tersebut
”
”
LoveinParisSeason2
β€œ
Terkadang kita bisa sangat kejam melakukan apapun dan berpura-pura agar seorang merasa bersalag dan menyalahkan diri sendiri atas kita hanya karena kita tak sanggup mengungkap kekecewaan kita.
”
”
Rim Bch
β€œ
Masalahnya adalah, kita seringkali membiarkan api itu padam bahkan sebelum kita benar benar memulai. Api yang terpercik dari mimpi di tengah hari seketika mati oleh terjangan angin. Kemauan yang tak kukuh, yang ragu ragu, yang tak berwujud, tak berupa, tak tentu arah. Ia akan menjadi, atau tidak sama sekali. Sebab sukses, keberhasilan, kemenangan, pencapaian, prestasi, penghargaan, itu ada dalam hati dan pikiran yang teguh. Tidak ada dalam kata tunda atau tunggu. Ia mesti bergerak, terus maju, tetap berjalan. Ia tak boleh membiarkan badai menyurut langkahnya. Membiarkan petarung dalam dirinya mati oleh rasa frustasi. Tewas dalam kekecewaan, penolakan, kekalahan sementara, kemunduran sejenak. Binasa oleh segala halangan dan penundaan yang ia tahu bisa meruntuhkan dan menghancurkan daya juangnya. Oleh karena itu, ia tidak boleh berhenti, ia hanya butuh sedikit dorongan semangat untuk terus melangkah agar semakin dekat pada apa yang ia tuju.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Di sinilah, mungkin, kita tiba pada inti kisah kita ini. Seberapa banyakkah kita dapat mengetahui tentang cinta dan kepedihan dalam hati orang lain? Seberapa banyakkah kita dapat berharap untuk memahami mereka yang telah mengalami penderitaan yang lebih dalam, kekurangan yang lebih besar, kekecewaan yang lebih dahsyat daripada yang selama ini kita ketahui? Bahkan jika orang-orang yang kaya dan berkuasa di dunia ini mencoba meletakkan diri mereka di posisi orang lain, seberapa banyakkah mereka akan benar-benar memahami penderitaan jutaan orang lain di sekitar mereka?
”
”
Orhan Pamuk (Snow)
β€œ
Aku tidak bisa memberikan apa-apa pada seseorang atau setiap orang lain. Yang dapat kuberikan hanya kepercayaan. Kepercayaan pada diriku sendiri tentu. Kepercayaan akan hidupku. Dengan mempercayai diriku sendiri kupikir aku akan mengurangi kepedihan yang akan kualami dan kuderita dari hidupku. Lagi pula jika kita mau berpikir kalau setiap orang hanya mengharapkan dari dirinya sendiri, tidak tergantung pada orang lain, tidak akan ada kekecewaan di dunia ini. Kekecewaan pada hidup maksudku. Jika setiap orang menghendaki dari dirinya sedikit saja, tidak akan ada kekecewaan. Karena kekecewaan itu datangnya dari mengharap kepada orang lain.
”
”
The Eng Gie
β€œ
Belajarlah untuk sedikit relaks. Apa yang kamu sebut perasaan picisan itu bisa jadi hanya rasa takutmu saja. Yang lahir dari kekecewaan atau ketidaknyamanan pengalaman pada masa lalu. Cobalah untuk tidak terlalu tegang dan serius. Bisa jadi sesuatu yang bernama perasaan suka atau jatuh cinta kembali itu akan menarik bila kamu sedikit relaks.
”
”
Desi Puspitasari (The Strawberry Surprise)
β€œ
Aku tahu kehidupan Bapak rumit. Ambisinya. Kisah cintanya. Dia bukan orang yang sempurna, hidupnya dipenuhi kekecewaan. Aku tahu, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga Mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamakku dibanding di matanya. Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi, berapa banyak air mata yang pernah disebabkan oleh Bapak dalam kehidupannya.
”
”
Tere Liye (Pergi)
β€œ
Betapa banyaknya ketidakadilan di duni ini. Tidak hanya di Inodnesia tetapi di mana-mana di seluruh dunia. Di Guatemala, di Vietnam, di AS, di Rusia, di Ceko, di Afrika, dll. Seolah-olah dunia ini adalah tumpukan sampah dari nafsu dan ketamakan manusia. Kadang-kadang saya berpikir apakah tidak lebih baik meledakan dunia ini agar supaya semuanya berakhir. Tetapi di samping semua itu kita juga melihat manusia-manusia yang bergulat untuk suatu cita-cita. Sebagian mereka berhasil dan jadi orang terhormat Gandhi, Kennedy, tetapi berjuta-juta tenggelam dalam 'sampah-sampah' dan hilang ditelan waktu. Tetapi yang lebih menyedihkan adalah mereka yang menemui kekecewaan-kekecewaan dan kemudian dipenuhi oleh rasa benci pada lawan-lawannya. Bertekad menghancurkan dunia 'lawan' dan kejam terhadapnya. Semuanya. Saya kira idealis-idealis besar apakah dia communist-facist-black power dan lain-lainnya dibakar oleh suatu cita-cita yang sama. Kemuakan pada kemesum-kemesuman dunia dan cinta pada mereka yang tertindas. Berapakah di antara mereka yang tetap bertahan dalam kegagalan? Saya tak tahu masa depan saya. Sebagai orang yang berhasil? Sebagai orang yang gagal terhadap cita-cita idealisme? Lalu tenggelam dalam waktu dan usia? Sebagai orang yang kecewa dan lalu mencoba menteror dunia? Atau sebagai seorang yang gagal tetapi dengan penuh rasa bangga tetap memandang matahari yang terbit? Saya ingin mencoba mencintai semua. Dan bertahan dalam hidup ini.
”
”
Soe Hok Gie (Catatan Seorang Demonstran)
β€œ
Tradisi Islam-Arab kita masih sangat membutuhkan kerja keras intelektual yang sistematis lewat kajian cemerlang sehingga dapat menyajikan nilai-nilai budaya Arab orisinal yang bersih dari berbagai kesesatan pemikiran dan penyimpangan akidah kepada generasi saat ini. Sudah barang tentu upaya pengkajian ini harus diawali dengan penyelarasan antara segi-segi maknawi pada tradisi tersebut dengan panduannya yang berasal dari kalangan intelektual terkemuka sehingga tidak lagi terjadi apa yang sering kita dengar dan sering kita lihat tentang eksploitasi tradisi yang berakhir pada kesia-siaan dan suatu saat hanya menjadi beban kekecewaan.
”
”
Yusri Abdul Ghani Abdullah (Historiografi Islam: Dari Klasik Hingga Modern)
β€œ
...Kita hanya manusia yang kerdil yang mendiami daerah-daerah bumi. Kita hidup di sini untuk mencari bekal satu perjalanan hidup ke alam akhirat yang kekal abadi. Orang-orang yang tidak berjuang dalam kehidupan ini akan pergi ke sana jua. Orang-orang yang berjuang memang menyedari dunia ini sementara. Ada sesuatu yang perlu ditinggalkan untuk kebaikan manusia di dunia yang fana ini. Ada juga sesuatu yang diusahakan sebagai bekalan untuk kehidupan abadi di samping Pencipta Yang Maha Agung, Allah. Jika hidup itu ialah menanti perginya pagi dan datangnya petang, menanti perginya petang dan hadirnya dinihari; apalah kemanisan yang dapat dikecap daripada kehidupan sebegitu. Hidup ini ialah perjuangan hidup segigihnya. Manusia yang mengerti tidak akan mengalah terhadap cabaran masa dan tempat. Hidup menjadi indah dengan hadirnya perjuangan. Isyraf Eilmy terasa pernah terbaca sebuah wacana kecil erti kehidupan. Saudaraku. Tegakkan mukamu dan ukir senyuman di wajahmu. Senyuman itu ialah sedekah daripada orang yang punyai harta dan jiwa. Sekuntum senyumanmu ialah wajah sebuah kehidupan yang tidak terhakis oleh kesusahan. Selagi kau menundukkan mukamu lalu merenung kedua-dua belah kakimu, selagi itu kau masih terbelenggu dalam simpulan-simpulan kekusutan yang membalut sudut hatimu. Apabila jiwamu kosong daripada cahaya hidayah, maka kehidupanmu umpama lorong duka lara yang menjerit pekik minta dikasihani, simpang-siur kesepiannya ialah kekeliruan dan kekecewaan yang menerpa sedangkan deru angin semilirnya ialah nyanyian kedukaan yang tidak didendangkan oleh jiwa yang kental. Mengapakah kau rasa tiada lagi keindahan pada mahligai tersergam juga kecintaan terhadap segala kemewahan dan solekan dunia? Mengapakah harus kau mencari suatu kepastian tentang bila akan berakhirnya kehidupan sedangkan baki usiamu tidak pernah menjanjikan rumusan kebahagiaan? Usah lagi kau mimpikan ke manakah perginya kelazatan pada sajian hebat yang terhidang di meja kehidupan. Usah lagi kau kenangkan dari manakah datangnya kepanasan di ruang cinta syahdu penuh keasyikan. Kembalilah kepada martabat diri. β€” ms.9-10, Sarjana Bangsa
”
”
Hasanuddin Md. Isa
β€œ
usah kata ya jika hati dan lakumu bilang tidak karena sisi tak indahmu dan kekecewaan orang lain boleh jadi berawal dari situ
”
”
Sunarsih
β€œ
... Saya telah belajar bahwa menikmati hidup secara penuh adalah dengan menjalaninya, bukan dengan terlalu memikirkannya. Begitu saya melepaskan kemungkinan terjadinya kekecewaan, hiduppun tak lagi bisa mengecewakan saya, malah menyodorkan berbagai peluang yang tiada habisnya.
”
”
Desi Anwar
β€œ
Risiko terbesar dari harapan adalah kekecewaan
”
”
Fauzi Rahadian (Nomor Yang Anda Tuju Sedang Sibuk)
β€œ
Dulu sekali," ujar laki laki tua penjaja buku itu kepadaku, "Aku pernah bertemu seorang pria muda gagah namun miskin yang jatuh cinta pada seorang gadis rupawan dari keluarga terpandang lagi kaya raya. Dengan segala upaya, pria itu berusaha melakukan apa saja demi mewujudkan cintanya kepada sang gadis, karena ia sangat mencintainya. Untuk beberapa lamanya, si gadis rupawan seperti membalas cinta pria yang miskin itu. Sampai kemudian, sang gadis dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria lain yang lebih kaya dan bermartabat dan ia tak mampu menolak permintaan kedua orang tuanya. Hingga akhirnya, ia terpaksa pergi meninggalkan pria miskin yang malang itu." Laki laki tua itu mengambil jeda sejenak sebelum kemudian melanjutkan kata katanya, "Saat itu, si pria miskin merasa dirinya sebagai seorang pria yang paling tidak beruntung di dunia ini. Sekian minggu lamanya ia jatuh sakit dan terkapar tak berdaya. Ia begitu menderita, bahkan berniat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Sampai kemudian, secercah pemikiran membuat ia kembali bangkit dari keterpurukannya. Perlahan lahan ia mulai bisa memetik pelajaran dari peristiwa yang ia alami dan lalu menuliskan perenungannya itu ke dalam sebuah buku; "Jangan pernah kauukur cintamu dari apa yang engkau harap akan kauterima dari orang yang engkau kasihi, melainkan takarlah dari apa yang ingin engkau berikan padanya dengan sepenuh hati. Karena, saat engkau berharap dan tidak menerima, itu hanya akan mendatangkan kekecewaan di dalam hati. Sebaliknya, orang hanya bisa berharap. Namun, harapan tidak akan selalu terwujud seperti apa yang kauinginkan. Benar sekali kenyataan, bahwa cinta tak selamanya indah, akan tetapi saat kau telah memberikan cintamu dengan hati yang tulus ikhlas, maka sesungguhnya kau tidak akan kehilangan sedikit jua pun. Apa yang sudah kauberikan, itu akan terpatri selama lamanya dalam hati gadis pujaan hati yang engkau kasihi dengan sepenuh jiwa dan raga. Dan percayalah, Tuhan sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kalaupun Tuhan tak mengijinkan gadis itu menjadi jodohmu, apakah berarti engkau tak bisa tetap mencintai dirinya dalam diam dan keheningan?" Setelah menghela nafas sejenak, laki laki tua itu lalu melanjutkan kata katanya, "Dari kisah itu aku pun belajar, betapa cinta yang serupa itu bukanlah sebuah kemalangan. Namun justru, cinta pemuda miskin yang tulus ikhlas itu adalah cinta yang maha dahsyat. Cinta yang mampu mengatasi kepiluan dan kepedihannya sendiri. Itulah pengorbanan cinta sejati yang mendahulukan kebahagiaan orang yang ia cintai melebihi apapun di dunia ini, bahkan perasaannya sendiri yang diliputi oleh kerinduan yang teramat besar namun tak pernah mampu ia wujudkan. Ketahuilah anakku, cinta serupa itulah yang semestinya membuat para pecinta sejati tetap bertahan hidup. Hanya untuk melihat, betapa orang yang sungguh sungguh kita cintai pada akhirnya berhasil meraih dan mendapatkan kebahagiaannya. Selama orang yang engkau cintai berbahagia, maka sudah semestinya pula, engkau juga ikut berbahagia. Karena kebahagiaan serupa itu, nilainya adalah setara dengan surga. * Kisah yang terinspirasi oleh novel -Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck - karya Buya Hamka
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Dalam secangkir kopi pahit yang kau teguk sendirian di kala senja Kau temukan dirimu perlahan tenggelam dalam cekaman senyap yang memabukkanmu; Sekiranya saja kau rentang seluruh waktu sepanjang hidupmu Adakah pernah kau rasakan cinta menyentuh kalbumu? Entah sudah berapa lama kau pendam duka nestapa Seperti pekat kabut menutup telaga Betapa sunyi berjalan sendiri saja Memutar kelam Dan segala penjuru mengingkari keberadaanmu Seberapa jauh anganmu pergi Sejauh apa pun hasratmu melangkah Sungguh percuma melawan takdir Betapa sia-sia menelan amarah dan kekecewaan
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Kekecewaan adalah musuh terbesar kemajuan. Ia mengikat kita pada masa lalu dan mencegah kita melangkah ke depan.
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan adalah batu loncatan menuju kesuksesan. Ia mengajarkan kita untuk lebih kuat dan lebih bijaksana.
”
”
Unknown
β€œ
Cinta dan Persahabatan Sahabat sejati adalah ia yang tak membutuhkan alasan apapun untuk tetap bertahan di sisimu, meski ada seribu alasan yang memaksa mereka untuk pergi meninggalkanmu. Persahabatan sejati terbentuk dari pemahaman sebuah hubungan yang tidak lagi didasarkan atas perhitungan untung dan rugi. Siapa memberi - siapa menerima, melainkan atas dasar ikatan perasaan dan pikiran yang kuat yang teruji oleh waktu, yang bahkan lebih kuat dari cinta. Persahabatan sejati seringkali melampaui cinta. Persahabatan lebih didasari oleh logika. Tidak seperti cinta, yang lebih banyak didasari emosi. Cinta bisa berubah hambar dan kering, ia bisa terputus kapan saja. Sebuah hubungan yang semata-mata didasari oleh rasa cinta bisa dengan mudah berakhir. Saat emosi telah mengatasi logika, maka cinta berubah menjadi hambar dan akan pudar dengan sendirinya. Persahabatan tidak melibatkan rasa cemburu dan rasa posesif untuk memiliki. Persahabatan memiliki lebih banyak toleransi. Ia selalu berpikir untuk kebaikan orang yang jadi sahabatnya, ia tidak memiliki hasrat untuk menguasai. Sebaliknya, dalam persahabatan ada kesediaan untuk berkorban, ada ketulusan hati. Mengapa mencintai menjadi suatu hal yang terasa berat? Karena dalam cinta, sering muncul dorongan hasrat dan keinginan untuk juga dicintai, agar cinta tidak bertepuk sebelah tangan. Dalam cinta bukan cuma dibutuhkan kesediaan, kerelaan dan penerimaan namun juga ada tuntutan relasi hubungan timbal balik. Ada ego yang harus dipenuhi, ada perasaan yang harus dilayani. Rasa haus yang mesti dipuaskan. Kekecewaan muncul saat cinta tak lagi bersambut, ketika ada pihak yang merasa tak lagi diperhatikan. Ada ego yang terluka. Itulah sebabnya, mengapa cinta harus selalu diperbaharui. Dalam hubungan percintaan ada intensitas perasaan yang harus dijaga dan dipelihara terus menerus. Pernikahan yang langgeng adalah hubungan sepasang suami istri yang mampu menggabungkan dua kualitas: cinta dan sekaligus persahabatan.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Kekecewaan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan adalah bukti bahwa kita pernah mencoba.
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan adalah luka yang bisa sembuh, tetapi bekasnya tetap ada
”
”
Unknown
β€œ
Jangan biarkan kekecewaan mengendalikan hidupmu
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan adalah luka yang terbuka, semakin lama dibiarkan semakin sulit untuk sembuh.
”
”
Unknown
β€œ
Sungguh keji memberikan seseorang harapan ketika sebetulnya tak ada. Itu hanya akan berubah menjadi kekecewaan, kebencian, kemarahan, semua yang menjadikan hidup ini lebih sulit dari kenyataannya.
”
”
Victoria Aveyard (Red Queen (Red Queen, #1))
β€œ
Ketika tidak ada orang yang mau mendengarkan keluh kesahmu, maka cobalah untuk berbicara dengan dirimu sendiri. Namun sekiranya itu tidak berhasil mengatasi masalahmu, maka bicaralah kepada Tuhan. Bagi orang yang percaya, doa itu bukan semata tentang apa yang kita minta. Tuhan tahu, bahkan sebelum kita mengucapkan permohonan. Doa itu sendiri adalah sebuah jawaban. Ia akan menghapus kekhawatiran, kesesakan, keraguan, kesedihan, kekecewaan dan rasa takut. Itulah kekuatan yang sesungguhnya dari doa orang yang percaya.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Apa yang Bisa Dilakukan Puisi (Sebuah Surat untuk Hati yang Bersedih) Sungguh sangat disayangkan bila tak ada seorang pun yang menunjukkan kepadamu, bahwa kehadiranmu di sini jauh lebih berharga dari apa yang sanggup kamu pikirkan. Barangkali, masalah yang engkau hadapi terlalu berat untuk kau tanggung sendiri. Dan tak ada seorang pun yang datang untuk mendengarkanmu. Sekiranya saja saat itu engkau mengijinkan diriku hadir. Aku akan mengajakmu duduk sejenak. Akan kuminta engkau mengambil selembar kertas dan lalu aku ajari kamu menulis sebuah puisi. Kau bisa memulai dengan memikirkan atau membayangkan sesuatu, bahwa aku adalah temanmu. Aku akan jadi pendengarmu yang setia, pelipur duka laramu. Aku ada untuk membantumu, untuk meringankan bebanmu. Aku adalah sahabatmu yang terbaik, karena aku tidak akan pernah menyalahkanmu atau menghakimi dirimu. Kau tak akan pernah lagi merasa sendirian, sebab aku selalu ada saat engkau membutuhkan. Saat kau letih aku akan jadi penghiburanmu. Saat kau suntuk aku akan menemanimu melepas penat. Alangkah baiknya bila kita bisa jalan-jalan sejenak ke pantai. Di sana kau bisa puas berteriak melawan keras suara ombak. Atau akan kutemani dirimu mendaki perbukitan. Menghitung langkah demi langkah sampai kau merasa lelah. Tapi saat kau tiba di puncak, kau bisa melepas semua beban. Kau bisa melihat dunia dalam perspektif yang sepenuhnya berbeda. Segalanya mengecil di bawah telapak kakimu dan matahari ada di dalam genggaman tanganmu. Adakah kau bisa merasakan sayap-sayap angin tumbuh di punggungmu dan kau terbang bebas menyentuh awan-awan? Tidak lagi dalam balut aura kesedihan, melainkan dengan rasa syukur bahwa semuanya masih bisa engkau nikmati. Namun bila lukamu masih berasa perih sekarang dan hatimu ingin menjerit, maka menjeritlah biar semesta mendengar. Kalau kau ingin menangis maka menangislah biar dunia mengerti. Tak ada yang salah untuk menumpahkan rasa sedih dan kekecewaan. Kadang kita memang tak harus menahan semua lara sendirian. Bila saja kau merasa bahwa dunia bersikap tak adil pada dirimu, coba ingatlah mereka yang tak lebih beruntung daripadamu. Mereka, para pengungsi di Palestina dan Ukraina yang kehilangan semua yang mereka miliki. Yang saudara- saudaranya mati tertembak di jalan. Yang rumahnya di bom hancur berantakan. Jangan berpikir bahwa engkau tak bernasib baik atau bahwa celaka adalah takdirmu. Jangan pernah pedulikan apa kata orang yang buruk tentang dirimu, toh mereka juga tak hendak peduli padamu. Jangan acuhkan dunia kalau mereka juga bersikap tak acuh pada dirimu. Untuk menjadi kuat yang engkau butuhkan hanyalah keyakinan, bahwa kau jauh lebih besar dari masalah yang kau hadapi. Hidup terlalu berharga untuk engkau sia-siakan. Kau bisa memulai darimana terserah pada apa yang kau inginkan. Kalau matamu bengkak habis menangis semalaman, setelah itu semestinya kini kau merasa lega. Bangunlah di pagi hari dan katakan pada dunia, bahwa hari ini adalah milikmu. Tak akan ada lagi yang bisa melukaimu. Tak ada lagi yang bisa membuatmu menderita. Tak ada lagi yang bisa membuatmu bersedih. Karena semua berpulang pada dirimu sendiri. Sebab mulai hari ini kau telah jadi orang yang sepenuhnya berbeda. Karena Tuhan ada bersamamu sekarang. Ada lebih banyak cinta di sekelilingmu. Ada lebih banyak kebahagiaan untuk kau miliki.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Malaikat Kecilku Masih kubaca tawamu senja itu mengabur bersama bayang-bayang rembulan. Waktu yang melebur bersama turunnya hujan mengembalikanmu pada apa yang hilang. Perasaan-perasaan yang pernah engkau miliki; Pohon hayat yang dulu melahirkanmu. Cahaya matahari yang mengasuhmu. Sungai dan laut yang membesarkanmu. Rumput dan padang ilalang yang memberimu pelajaran tentang hidup. Tentang cinta dan kerinduan. Tentang sedih dan kekecewaan. Segala apa yang membuatmu tumbuh tegar dan kuat. Adakah kini engkau mengerti, betapa waktu mencintaimu sebagaimana adanya dirimu saat ini. Waktu yang membawamu menemui mereka yang datang dan pergi dalam perjalanan kehidupan. Waktu yang mendamparkanmu ke puncak gunung demi menatap wajah rembulan. Waktu yang menjejakkan langkahnya di pasir putih bersama tarianmu, demi mendengarkan gelora ombak samudra. Waktu yang membaca gelak tawamu di permukaan telaga dan memberimu kebahagiaan. Musim hujan akan segera tiba aku akan berusaha menulis puisi untukmu setiap hari. Dan engkau bisa membacanya bersama bintang-bintang agar mereka hadir menemanimu. Engkau tak akan lagi dirundung sunyi. Engkau tak akan pernah merasa sendirian. Sebab engkau bisa menjadi apa saja yang engkau inginkan. Berenang gemulai seperti ikan arwana yang elok lembut atau terbang di atas awan seperti burung layang-layang. Sungguh engkaulah malaikat kecilku. Bukan aku yang menjagamu, melainkan sebaliknya. Engkau mewarnai hidupku melebihi indah busur pelangi. Tak ada kebahagiaan yang melampaui keceriaan yang kau berikan lewat senyummu yang bersahaja. Jadi ijinkan aku menyatakan perasaan saat kamu masih terjaga, betapa dalam cinta ayah padamu. Seperti pesona binar tatap matamu yang tak pernah pudar dari ingatan. Terimakasih telah menjadi embun pagiku, penyejuk dahagaku. Selamat malam malaikat kecilku, tidurlah yang nyenyak. Bawalah senyum Tuhan dalam mimpi-mimpi indahmu.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Manusia tidak berhak menilai apakah manusia lain itu pantas atau tidak pantas untuk bertobat. Kalau kamu takut akan kecewa, itu karena kamu hanya berharap pada manusia. Ingat, serahkan segala sesuatunya hanya pada Allah. Percayailah segala ketentuan-Nya. Kalau kamu melakukan semuanya karena Tuhanmu, pasti tidak akan ada kekecewaan nantinya.
”
”
Nima Mumtaz (Jodoh Untuk Naina)
β€œ
Bagi kami tiada hari kemarin, tiada hari besok. Hanya hari sekarang yang nikmat, yang penuh cahaya bahagia yang ada! Keindahan demikian banyak membuat kepala saya pusing, membuat saya takut! Aduh, alangkah hebatnya kekecewaan kelak, bila mimpi dan angan-angan kami sekarang hilang lenyap jadi asap belaka.
”
”
Sulastin Sutrisno (Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya)
β€œ
Kekecewaan adalah cara Tuhan mengatakan, 'Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu.'" satuslotsbonus.xyz
”
”
Unknown
β€œ
Terlalu sering berharap hanya akan membuatmu terbiasa dengan kekecewaan." satuslotsbonus.xyz
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari pemahaman.
”
”
Unknown
β€œ
Kekecewaan bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari pemahaman." satuslotsbonus.xyz
”
”
Unknown