“
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
”
”
Tere Liye (Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin)
“
Impian harus menyala dengan apa pun yang kita miliki,
meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak
”
”
Iwan Setyawan (9 Summers 10 Autumns)
“
Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan itu semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu".
”
”
Tere Liye (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah)
“
Jangan pisahkan dirimu dari binatang."
"Biar apa, Ayah?"
"Biar kamu tidak sombong jadi manusia," ujarnya sambil tersenyum.
”
”
Dee Lestari (Partikel)
“
Allah takkan bebankan hamba-Nya dengan apa yang dia tak mampu!
Hidup tak selalunya lawa
Tak selalunya ada pelangi
Kalau nak kata a bed of roses pun, duri-durinya tetap ada
Kadang-kadang... bilamana ‘malapetaka’ tu datang, terasa macam kena gelek ke bumi dek ahli sumo
Rasa macam dah tak mampu bangkit
Rasa macam dah tak mampu hela nafas
..." live well or hell you choose May Allah bless....
”
”
Hlovate (Rooftop Rant)
“
Kamu bener-bener selalu ngedapetin apa yang kamu mau ya?" | "Nggak semuanya. Karena aku belum memiliki kamu lagi." - Good Fight
”
”
Christian Simamora
“
Ketika Hitler mulai membuas maka kelompok Inge School berkata tidak. Mereka (pemuda-pemuda Jerman ini) punya keberanian untuk berkata "tidak". Mereka, walaupun masih muda, telah berani menentang pemimpin-pemimpin gang-gang bajingan, rezim Nazi yang semua identik. Bahwa mereka mati, bagiku bukan soal. Mereka telah memenuhi panggilan seorang pemikir. Tidak ada indahnya (dalam arti romantik) penghukuman mereka, tetapi apa yang lebih puitis selain bicara tentang kebenaran.
”
”
Soe Hok Gie (Catatan Seorang Demonstran)
“
Jangan percayai apa yang orang katakan mengenai kamu, Alice. Not at all of them are true." .- Julian
”
”
Winna Efendi (Truth or Dare)
“
Kenapa tidak anda katakan saja kepadanya?" gumamnya akhirnya.
Mikail menyentakkan kepalanya, "Apa?"
"Semuanya, seharusnya dia tahu semuanya, itu akan membebaskannya dan juga membebaskan anda.
”
”
Santhy Agatha (Sleep with the Devil)
“
Apa yang tersimpan dalam dada, tak mampu dijangkau oleh mata. Karenanya lisan menjadi penanda, wajar orang menilai lewat kata.
”
”
Felix Y. Siauw
“
Sahabat saya adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tahu ada bagian lain. Ia hanya mengetahui apa yang sanggup ia miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki.
”
”
Dee Lestari (Rectoverso)
“
Harapan, kata Vaclav Havel, "bukanlah keyakinan bahwa hal-ikhwal akan berjalan baik, melainkan rasa pasti bahwa ada sesuatu yang bukan hanya omong kosong dalam semua ini, apa pun yang akan terjadi akhirnya".
”
”
Goenawan Mohamad (debu, duka, dsb. : Sebuah Pertimbangan Anti-Theodise)
“
Kita berteman, bukankah seharusnya kita saling jujur kepada satu sama lain, apa pun yang terjadi? Dengan begitu, tidak akan ada yang merasa menyesal, tidak ada yang saling menyalahkan, dan tidak ada yang merasa bersalah." - Chiyo.
”
”
Winna Efendi (Tomodachi (SCHOOL, #2))
“
quote
Quotable Quote
“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
”
”
Donny Dhirgantoro (5 cm)
“
Aku sudah diperalat oleh seseorang yang merasa punya segala-galanya, menjebakku dalam tantangan bodoh yang cuma jadi pemuas egonya saja, dan aku sendiri terperangkap dalam kesempurnaan palsu, artifisial! serunya gemas, "Aku malu kepada diriku sendiri, kepada semua orang yang sudah kujejali dengan kegomalan Ben's Perfecto."
Gombal? Aku positif tidak mengerti.
"Dan kamu tahu apa kehebatan kopi tiwus itu?" katanya dengan tatapan kosong, "Pak Seno bilang, kopi itu mampu menghasilkan reaksi macam-macam. Dan dia benar. Kopi tiwus telah membuatku sadar, bahwa aku ini barista terburuk. Bukan cuma sok tahu, mencoba membuat filosofi dari kopi lalu memperdagangkannya, tapi yang paling parah, aku sudah merasa membuat kopi paling sempurna di dunia. Bodoh! Bodoooh!" Filosofi Kopi
”
”
Dee Lestari (Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)
“
Akan tetapi, hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.
”
”
Dee Lestari (Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)
“
"Biarpun hatimu terluka karena kegagalan cintamu pada seseorang,tapi percayalah rasa itu lebih berharga daripada ketika hatimu hampa. Tanpa mencintai, kamu tidak akan tersakiti,namun kamu juga tidak pernah bahagia. Apa artinya hidup kalau begitu?
”
”
Rina Suryakusuma (Lukisan Keempat (Amore 01))
“
Apa yang harus kuseru jika lidah tertikam sepi yang enggan beranjak, kecuali mengadu pada lamunan "nadaku sumbang, suaraku pincang. Ini bukan lagu yang kumau.
”
”
Lan Fang (Perempuan Kembang Jepun)
“
Apa boleh kita punya harapan, Ray?"
"Boleh, kenapa nggak?"
"Walaupun kelihatannya nggak mungkin?"
"Kenapa nggak mungkin?
”
”
Sefryana Khairil (Coming Home)
“
Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada ruang tak bernama. Di tanganmu tergenggam kunci pintunya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra. Berkata-kata dengan bahasa yang hanya dipahami oleh nurani.
Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang-kadang engkau tak terusik. Hanya kehadirannya yang terus terasa, dan bila ada apa-apa dengannya, duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.
”
”
Dee Lestari (Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)
“
Ada diajarkan oleh kaum Brahmana, orang kaya terkesan pongah di mata si miskin, orang bijaksana terkesan angkuh di mata si dungu, orang gagah berani terkesan dewa di mata si pengecut. Juga sebaliknya, Kakanda. Orang miskin tak berkesan apa-apa pada si kaya, orang dungu terkesan mengibakan pada si bijaksana, orang pengecut terkesan hina pada si gagah berani. Tetapi semua kesan itu salah. Orang harus mengenal mereka lebih dahulu.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Arok dedes)
“
Aku nggak mencari pembenaran apa pun lagi, Mira. Satu hal yang benar adalah aku mencintai kamu. Aku sangat mencintai kamu. Sejak sepuluh tahun lalu." Rayhan
”
”
Sefryana Khairil (Coming Home)
“
Habis ini, lalu apa? Kamu sendirian. Aku sendirian. Kenapa kita tidak berdua lagi saja? Apa artinya cinta yang tidak lagi sama? Memang cinta itu ada berapa macam?"
Aku tidak tau cinta ada berapa macam varian. Kau harus bertanya pada hatiku, karena dialah yang satu hari menutup dan mengucap, "cukup". Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati pengap. Kendati kusayang kamu lebih dari siapa pun yang kutahu.
"Enam tahun. Kita akan buang enam tahun itu begitu saja?"
Otakku merekam dan menyimpan kamu, kita, dan enam tahun ini. Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya.
"Kamu akan menyesal..."
Mungkin. Kini kita tak mungkin tahu.
”
”
Dee Lestari
“
Penyerangan apa pun yang tidak berhasil menghabisi kita, justru akan membuat kita semakin kuat. Penyerbuan apa pun yang tidak berhasil membenamkan kita, justru akan membuat kita berdiri semakin tegak.
”
”
Tere Liye (Pulang)
“
Jika penulis tidak mempertahankan prinsipnya, apa yang tinggal untuk ditulisnya?
”
”
Anna Lee (Mencari Mr. Charming)
“
Salah satu hal ajaib mengenai kehidupan.
Saat muridnya siap, sang guru muncul.
Saat pertanyaan diajukan, jawabannya datang.
Saat kita benar-benar siap menerima, apa yang kita butuhkan akan tersedia.
Ketika penduduk Venus siap menerima, orang-orang Mars siap memberi." (dikutip dari buku: Pria dari Mars, Wanita dari Venus)
”
”
John Gray
“
Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak,kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang,pangkat, jabatan, semua itu hakiki. Itu datang dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan."
" Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Mata air dalam hati itu konkret, Dam. Amat terlihat. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. Sementara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah.Padahal apa susahnya ikut senang.
”
”
Tere-Liye
“
Kau tak perlu menerima kehadiran mereka, tapi biarkan mereka hadir karena kita tak bisa menghakimi apa yang mereka lakukkan".
”
”
Moemoe Rizal (Bangkok: The Journal)
“
Mungkin seperti inilah yang disebut cinta. Sesakit apa pun ia menyakitimu, kamu tetap tidak akan bisa begitu saja menghapus perasaan itu dari hatimu.
”
”
Irin Sintriana (Prisoner of Ur Heart)
“
Katakan padaku. Kalau kau sudah minta maaf, tapi permintaan maafmu tidak diterima. Apa yang harus kau lakukan?
”
”
Ilana Tan
“
Jangan percayai apa yang orang katakan mengenai kamu, Alice. Not at all of them are true." - Julian, Truth or Dare
”
”
Winna Efendi
“
Siapakah yang dapat menjelaskan dengan memuaskan apa yang menyebabkan kita tersenyum atau tertawa? Gerak bibir yang menyunggingkan senyum atau gerak otot yang menggerakkan bibir, bahkan juga mulut dan rahang kita yang membentuk tawa:
apakah itu semua suatu fenomena fisik atau lebih daripada itu?
---"Kita dan Humor", Kompas, Mei 1996
”
”
Umar Kayam
“
Selama ini, kita selalu berpikir dan
memperjuangkan agar memiliki hidup yang
menenangkan. Sayangnya, kita lupa dan berjuang
agar memiliki mati yang menenangkan.
”
”
Alvi Syahrin (Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa)
“
Kita tidak pernah tau,apa di setiap hujan reda akan ada pelangi yang muncul.
Begitu juga hidup , terkadang kita harus bermandikan air mata untuk mencapai sebuah kebahagiaan.
”
”
Mitamura-Engyo
“
Dialogue isn’t about winning. It’s about understanding.
”
”
Tania Israel (Beyond Your Bubble: How to Connect Across the Political Divide, Skills and Strategies for Conversations That Work (APA LifeTools Series))
“
Aku percaya apa pun pekerjaan yang dilakukan seseorang tertentu pasti mendatangkan manfaat, bentuknya bermcam-macam dan tidak nyata. Tidak mungkin orang melakukan sesuatu tanpa ada tujuan kalau bukan orang tersebut salah urat. (dari buku "Burung Terbang di Kelam Malam")
”
”
Arafat Nur (Burung Terbang di Kelam Malam)
“
Kita tidak pernah tahu, kebaikan yang kita tanam pada seseorang akan bertumbuh sebesar apa". "Inilah mengapa Allah pinta kita, tak hanya baik sendiri, tapi membuat sebanyak mungkin orang lain juga baik".
”
”
Farah Qoonita (Hidup Satu Kali Lagi)
“
Bukankah seseorang pelarian politik itu mesti ringan bebannya, seringan-ringannya? Ia tak boleh diberatkan oleh benda yang lahir, seperti buku ataupun pakaian. Hatinya terutama tak boleh diikat oleh anak isteri, keluarga serta handai tolan. Dia haruslah bersikap dan bertindak sebagai "marsuse’’ (angkatan militer siap gempur) yang setiap detik siap sedia buat berangkat, meninggalkan apa yang bisa mengikat dirinya lahir dan batin.
”
”
Tan Malaka (Madilog)
“
Aku tak tahu.... Tapi, untuk saat ini, aku masih
belum bisa membayangkan apa yang akan
terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu
pergi meninggalkanku. Aku tak tahu
apakah aku sanggup menghadapinya." (Erika)
”
”
Windhy Puspitadewi
“
Lalu, apa hidup mereka bahagia setelah diselamatkan?" tanyaku.
"Tentu saja Mbak, kan mereka sudah selamat."
"Apa mereka pasti bahagia hanya karena bisa hidup?"
"Saya yakin mereka akan menikmati hidup dan bersyukur karenanya."
"Kok tahu?
”
”
Soe Tjen Marching (Mati, Bertahun yang Lalu)
“
Seseorang yang menafikan dunia seharusnya seorang yang membiarkan dunia dalam cacatnya. Bumi, "dunia ini", telah diabaikan. Maka ganjil bila orang itu pada saat yang sama juga ingin meluluhlantahkan apa yang buruk sekarang, seakan yakin bahwa dunia layak diperbaiki. Ganjil pula bila ia percaya kepada Tuhan yang mengatakan bahwa membunuh seseorang sama artinya dengan membinasakan seluruh umat manusia, sebab Tuhan itu adalah Tuhan yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri.
”
”
Goenawan Mohamad (Catatan Pinggir 6)
“
Aku ingin kamu tahu, walaupun aku menikahi orang lain, orang yang aku cintai sesungguhnya cuma kamu"| "Kalau benar kau mencintaiku, kenapa kau tidak mencoba memperjuangkannya?"| "Karena cinta saja tidak pernah cukup"| Lalu apa yang cukup untukmu?
”
”
Devania Annesya (Maya Maia)
“
...ingatan tak selalu apa adanya bahkan lebih sering berbeda dari kenyataan. Ingatan sering liar sendiri, mengalir ke tempat yang ia suka, mencari-cari kenyamanan dan menghindari kepedihan. Ingatan sepertinya bukan diciptakan untuk kebenaran sebab ia tak bisa menjamin ketepatan catatan dan pengkodean rangkaian peristiwa."
.cover belakang.
”
”
Bagus Takwin (Rhapsody Ingatan: Kumpulan Cerita)
“
Terkadang apa yang terjadi bukan untuk di mengerti tapi hanya untuk di terima" - Farah
”
”
LoveinParisSeason2
“
Demikianlah memori manusia... kalian melupakan kebenaran dan meyakini apa saja yang dapat membuat kalian merasa lebih baik
”
”
Rick Riordan (The Sword of Summer (Magnus Chase and the Gods of Asgard, #1))
“
Kau harus belajar [...] untuk melihat apa yang kau cari - Glaedr
”
”
Christopher Paolini (Inheritance (The Inheritance Cycle, #4))
“
Apa yang kita pikir bisa membuat kita bahagia, nyatanya tidak mampu menggantikan apa yang selama ini kita punya dan lepaskan.
”
”
Irin Sintriana (Love Story)
“
Listening may not be the most exciting part of conversation, but it’s essential if you want to have a meaningful exchange with another person.
”
”
Tania Israel (Beyond Your Bubble: How to Connect Across the Political Divide, Skills and Strategies for Conversations That Work (APA LifeTools Series))
“
Jangan percayai apa yang orang katakan mengenai kamu, Alice. Not at all of them are true." - Julian
”
”
Winna Efendi
“
Kata orang, saat kita berhenti mencari, saat itulah kita justru menemukan apa yang kita cari. Saat kita tak bersiap untuk sebuah kejutan, hidup justru memberikan banyak kejutan.
”
”
Windy Ariestanty (Life Traveler)
“
Kentutlah semerdu mungkin di hadapannya. Jika dia tertawa lebar, maka dia benar sahabatmu.
Sahabatmu adalah dia yang menerimamu apa adanya.
”
”
Ilham Gunawan
“
Ketika rindu tiba mendahului semua teori, penolakan seperti apa yang bisa kuperbuat selain menerima kejatuhannya?
”
”
Ilham Gunawan
“
Dari semua macam kopi yang pernah kusesapi, aku paling suka kopi yang ada tanganmu di setiap seduhannya. Kopi yang cangkirnya, tak bercampur dengan penghuni kedua matamu.
Apa arti seduhan kopi tanpa sisi yang tak terisi?
Sesepi hati perempuan yang penantiannya tak kunjung dilunasi.
”
”
Ilham Gunawan
“
Pertama-tama, dengan mengetahui apa itu cinta, kita akan mengetahui Tuhan. Dan ketika kita mengetahui Tuhan, kita juga jadi tahu apa itu cinta.
Itulah cinta, itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.
”
”
Dee Lestari
“
Lagu-lagu yang ada dalam iPod seseorang itu mengungkapkan banyak hal tentang seseorang. hal-hal yang dia pikirkan, apa yang membuatnya sedih, dan apa yang membuatnya bahagia. Benda itu diisi dengan lagu-lagu yang mewakili perasaan-perasaan itu dalam hidupnya. It’s their soundtrack, the story of their lives
”
”
Winna Efendi - Melbourne Rewind
“
Sing tabah Le. Kamu kuliah yang pinter. Nggak apa-apa jauh dari keluarga sebentar. Biar kamu nanti dapat kerja bagus. Yang penting, jangan pernah telat makan. Jangan takut, Le. Coba dulu," nasihat Ibuk lewat telepon.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Tapi kau sudah melakukan apapun yang bisa kau lakukan, dan ketika kau tidak bisa melakukan apa-apa lagi kau berdamai dengan takdirmu, dan kau tidak melawannya tanpa guna. Itu adalah kebijakan, bukan kelemahan - Katrina
”
”
Christopher Paolini (Inheritance (The Inheritance Cycle, #4))
“
Eh agamamu apa?" Kepala saya tuing tuing.
Saya berpikir apakah kopi tokcer dan kue enak
yang membahagiakan itu mengandung agama.
Sambil buru-buru undur diri, saya menimpal,
"Tuhan saja tidak pernah bertanya apa agamaku.
”
”
Joko Pinurbo (Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi)
“
Apakah arti relasi dengan orang terdekat atau teman hidup? Sebagian orang mengartikannya sebagai pendamping hidup dalam melewati suka dan duka, membina satu hubungan rumahtangga yang harmonis, bersama-sama meraih kesejahteraan keluarga. Aku pun demikian. Namun lebih jauh lagi, teman hidup bagiku adalah partner perjuangan. Sebuah relasi bisa saling memberi ruang bagi semangat positif masing-masing. Sejak berpacaran dengan Alva, dan memiliki niat serius untuk masuk ke jenjang pernikahan, aku tahu permulaan apa yang harus kami buat. Yang harus kami bina adalah melatih diri kami untuk menjadi "pembentuk" sukses satu sama lain. Dan pada akhirnya, menjadi sukses bersama. Relasi kami jangan saling mengubur potensi masing-masing, atau lebih parah lagi melumpuhkan hasrat untuk berkembang.
”
”
Alberthiene Endah (Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar)
“
aku ingat saat kau sadar, "mungkin menyenangkan bermain ayunan ditaman"
lalu kau mencobanya, sambil duduk manis diatasnya kau berkata "ini menyenangkan".
mungkin saat itu aku hanya diam dan tersenyum, jika aku bisa berkata pasti aku akan mengatakan, "mungkin kau sadar ini menyenangkan, tapi apa kau sadar kau tak sekalipun mengayunkan ayunannya??
”
”
nom de plume
“
Le, kamu sekarang sudah mandiri. Udah punya uang. Terus hati-hati ya. Jaga diri. Ibuk gak tahu kotamu itu seperti apa. Hatimu harus dijaga. Tetap seperti yang dulu," pesan Ibuk yang selalu menjaga Bayek, di kota yang selalu menggoda ini.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Percayalah kepadaku dan jangan hiraukan apa yang dikatakan oleh Luna. Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu, bahwa apapapun yang terjadi seburuk apapun yang dikatakan orang, kau bisa pegang satu hal yang pasti, bahwa aku mencintaimu. Amat sangat mencintaimu..." Rafael menundukkan kepala dan mengecupi jemari Elena, "Rasanya sangat sakit, ketika kau mencintai seseorang, tetapi tidak dipercaya. Rasanya seperti cintamu ini sampah dan dibuang begitu saja."
~Rafael Alexander
”
”
Santhy Agatha (Unforgiven Hero)
“
...apám elismerően mondja, hogy "a Victor Hugó nagyon jó író", fontoskodva kioktatom: Apa rosszul mondja a nevét. Ügónak ejtik. Leszarom, hogy ejtik, mondja apám rezzenéstelenül. Minden nevet úgy kell ejteni, ahogy le van írva. A többi csak felvágás.
”
”
Tove Ditlevsen (Childhood (The Copenhagen Trilogy, #1))
“
Saya berpikir, "Kenapa gue bisa optimis? Hmmmm..."
Terus terang saya bingung karena pertanyaan itu mengesankan: yang aneh itu saya. Bukan justru mereka yang pesimis terhadap Indonesia.
Saya, seperti jadi minoritas. Sebuah anomali.
Maka yang keluar dari mulut saya sambil menatap wartawan itu kebingungan adalah..
"Kalau orang-orang tahu apa yang saya tahu tentang Indonesia, mereka juga akan optimis...
”
”
Pandji Pragiwaksono (NASIONAL.IS.ME)
“
Kalau manusia sama sekali tidak pernah merasa putus asa, kita tidak akan tahu bagian mana dari diri kita yang tak sanggup kita singkirkan. Lalu kita akan tumbuh dewasa tanpa benar-benar mengerti apa saja yang bisa membuat kita gembira. Aku bahagia karena bisa menderita", Eriko (Kitchen)
”
”
Banana Yoshimoto
“
Kalau begitu mengapa dia tidak dikurung lama berselang?”
“Karena dia memakai topeng?”
“Apa maksud anda, Dokter?”
“Kita semua memakai topeng, Angeli. Sejak kita meninggalkan masa kanak-kanak, kita sudah diajar untuk menyembunyikan perasaan kita yang sebenarnya. Kita sudah diajar untuk menutup-nutupi kebencian dan ketakutan kita. “ Suara Judd penuh wibawa. “Tapi di bawah tekanan, Don Vinton akan menjatuhkan topeng dan memperlihatkan wajahnya yang telanjang.
”
”
Sidney Sheldon (The Naked Face)
“
Kebathilan selama bila pun (abadan abada) tidak boleh dianggap benar kerana ukuran ramainya yang menyokong - atau sudah diarus perdanakan. Dan kebenaran pula - dalam apa jua zaman dan ruang masa pun - tidak boleh diinjak mati dan dilenyap punah hanya semata dititipkan rohnya oleh sebatang pena dan selembar kertas.
”
”
Hafiz Fandani
“
Walaupun orang Yahudi yang berpengaruh tidak mengamalkan agama Yahudi, malah, seperti Einstein, mungkin menolak agama itu sama sekali, namun kesetiaan kepada nasib dan masa hadapan bangsa Yahudi amat mendalam. Mereka mempunyai tradisi ilmu yang lama, berpunca dari kitab Taurat dan tulisan Rabbi dan cendekiawan mereka. Mereka menghayati apa yang disebut oleh Eban sebagai "satu keghairahan mencari makna" (passion for meaning) yang telah membuat mereka berusaha mengharungi segala kesusahan sepanjang sejarah.
”
”
Wan Mohd Nor Wan Daud (Budaya Ilmu: Satu Penjelasan)
“
Dalam menjalani hidup ini, Nak, adakalanya kau akan sampai di jalan yang bercabang atau bersimpang. Bila demikian, jangan ragu-ragu memilih cabang atau simpang yang kelihatannya kurang atau jarang ditempuh orang."
"Bagaimana kalau nanti kita tersesat?" tanyaku.
"Kalau kita tersesat bukan berarti kita akan hilang dalam perjalanan", jawab emak. "Maka jangan ragu-ragu mengambil jalan yang tidak umum. Hasilnya bisa cukup memuaskan ... contohnya lihat apa yang kau alami sekarang. Setelah orang-orang melihat hasil ini, lama-lama mereka akan mengikuti langkahmu dan jalan ini lalu menjadi jalan orang banyak. Tapi kau tetap yang memulai, yang merintis. Ini berlaku baik dalam arti harfiah maupun secara kiasan.
”
”
Daoed Joesoef (Emak)
“
Kita mungkin belum jadi apa-apa di dunia
Namun, mudah-mudahan, di akhirat kelak
kita jadi apa-apa.
”
”
Alvi Syahrin (Jika Kita Tak Pernah Baik-baik Saja)
“
Akan ada satu waktu di mana generasi kita di masa hadapan semakin banyak bertanya; "Apa asas negara ini?
”
”
Ophan 'Ghost' Bunjos
“
Apa yang ia kejar tak terlihat wujudnya, disentuhpun tak bisa. Tapi apa yang ia kejar ada, dan terasa.
”
”
nom de plume
“
Seburuk apa pun itu, setiap hal yang terjadi di dalam hidup kita pasti ada alasannya, pasti ada maknanya.
”
”
Irin Sintriana (First Fall)
“
Terkadang, memang rasa "pahit"lah yang kita butuhkan untuk menyadarkan kita, bahawa apa yang telah kita lakukan tak seharusnya kita lakukan
”
”
pandesatyaa
“
Kebahagiaan sebenarnya, bukan apa pekerjaan dan berapa gaji yang kita dapatkan, tapi pada sikap hati dalam menerima realitas tantangan di depan mata
”
”
Shamsi Ali (The True Love in America: 29 Kisah Mualaf Amerika)
“
Susah senang kita biar kita je tahu. Orang lain taknak faham tak apa. Jalan hidup kita memang beza-beza.
”
”
Ariff Adly
“
Hanya orang-orang bersalah yang merasa perlu menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan." Gossip from Girls Room
”
”
Rose Cooper
“
Kau tahu apa yang paling kubenci dari waktu? Ia membuatku tahu tentang arti dirimu.
”
”
Irin Sintriana (Time for Love)
“
Tapi apa maksudnya temporer?" ulang Pangeran Cilik
"Artinya, yang diancam kemusnahan beberapa lama lagi.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Raja-raja tidak memiliki, mereka 'berkuasa'. Sama sekali lain."
"Dan apa gunanya memiliki bintang-bintang?"
"Gunanya, aku kaya."
"Dan apa gunanya menjadi kaya?
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Tentu saja aku mencintaimu," ujar bunga itu. "Kau tidak mengetahuinya karena kesalahanku sendiri. Tidak apa-apa lah! Tetapi kamu juga sebodoh aku. Cobalah berbahagia.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Jadi, jika aku ditanyai, "Apa yang harus kulakukan untuk menjadi penulis sukses?" Aku akan menjawab bahwa kau harus menginginkannya lebih daripada kau menginginkan yang lain.
”
”
Howard Fast
“
Tidak bisakah seseorang berdiri sendiri apa adanya? Tidak bisakah orang dipandang sebagai individu bukan kelompok? Dari perbuatannya bukan dari garis keturunannya?".
”
”
Chandra Bientang (Sang Peramal)
“
Aku tidak membuatmu salah paham, Yeol," ujarnya santai. "Apa yang kukatakan, itulah yang kumaksudkan."
-Song Joon-
”
”
Yuli Pritania (A (Wo)man's Scent)
“
Hanya orang-orang tak berumah, yang memang sudah tidak punya apa-apa dan karenanya tidak mungkin kehilangan apa-apa, yang ingin melihat tembak-menembak dimulai
”
”
Émile Zola (The Belly of Paris (Les Rougon-Macquart, #3))
“
Apa yang paling abu, dari rindu yang dibakar masa lalu?
Sekali lagi, aku menjadi orang asing bagimu.
”
”
Ilham Gunawan
“
Tak apa.... Demi semua ilmu yang telah diserapnya dari bangku kuliah dan kepingan pengalamannya, demi pembentukan karakter diri. Ia merasa semua itu adalah tanggung jawab pribadinya atas sebuah impian hidupnya. Harga yang harus ditukarnya dengan sebuah pengalaman duduk di bangku kuliah dan sejuta pengalaman berharga lainnya. Utang yang harusnya bukan menjadi beban, tapi "investasi" hidupnya. Ia sadar, ada sebuah harga yang harus dibayar untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas pemikiran dan emosi, aktif, berprestasi, dan andal.
”
”
Adenita (23 Episentrum)
“
Usah peduli apa orang lain kata, ikut kata hati sendiri. Dan usah takut bayangan semalam kerana tidak ada orang berupaya merubah semalam yang sudah berlalu. Seburuk mana, sejelik mana pun semalam tetap dilalui semua orang. Apa yang dibawa dari kejadian semalam, itu sudah pasti. Usah menolak takdir yang ditentukan Allah, DIA sudah menyusunnya sebaik mungkin. " ~ Danial
”
”
Ramlah Rashid (Biarkan Indah Berlalu)
“
Hidup ini adalah perjalanan panjang. Kumpulan dari hari-hari. Di salah satu hari itu, di hari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Kita menangis kencang saat menghirup udara pertama kali. Di salah satu hari lainnya, kita belajar tengkurap, belajar merangkak, untuk kemudian berjalan. Di salah satu hari berikutnya kita bisa mengendarai sepeda, masuk sekolah pertama kali, semua serba pertama kali. Dan kini kita penuh dengan kenangan masa kecil yang indah, seperti matahari terbit.
Lantas hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Maka, di salah satu hari itu, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu hari berikutnya, kita tertikam sesak, tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba mengetuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan.
Tapi sungguh, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah.
Peluklah semuanya. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?
”
”
Tere Liye (Pulang)
“
Jadi semua hal yang kita ketahui ini omong kosong saja?"
"Sebetulnya memang omong kosong saja, tapi manusia berusaha membuat segala sesuatu bermakna."
"Supaya apa?"
"Supaya tidak merasa sia-sia.
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Kitab Omong Kosong)
“
Baju mereka satu-satunya? Apakah mereka benar-benar hanya memiliki satu pakaian?"
"Ah, Tuanku yang mulia, untuk apa mereka memiliki lebih dari satu? Bukankah mereka pun hanya memiliki satu tubuh?
”
”
Mark Twain (The Prince and the Pauper)
“
Buat apa saya menghabiskan waktu membaca hal-hal yang tidak penting untuk dikonsumsi oleh otak, mendingan saya menghabiskan waktu, duduk santai, minum kopi untuk membaca bertumpuk-tumpuk buku fiksi.
”
”
Finchu Harefa
“
Seperti dinding kamar yang retak dan mulai berlumut, pagar besi yang merapuh oleh noda karat dan daun daun mangga yang luruh di pekarangan rumah, demikianlah kita membaca kehidupan. Begitu banyak kata yang seringkali susah untuk ditafsir seperti "nasib", "kebahagiaan" dan "kesempurnaan". Entah mengapa, Bunda masih berasa gamang saat berjalan di atas tangga batu yang menuju ke ruang tamu di rumah barumu. Serasa mendengar dering suara alarm yang bergelayut di dalam mimpi. Menyibak kabut dan pagi juga.
Bukankah kadang kadang kita merasa larut dalam kesunyian, meski riuh jalan raya bersicepat melawan waktu? Meninggalkan jejak langkah dalam segala ketergesaannya. Memaksa kita memungut semua peristiwa yang berhamburan di atas trotoar. Memaksa semua orang menitikkan air mata. Mengapa dalam momen momen serupa itu, kebersamaan dengan orang yang kita cintai justru berasa semakin berarti? Mengapa justru di tengah keramaian, kita bisa merasa begitu kesepian?
Begitulah, jarum jam berputar di sepanjang perjalanan berusaha keras mengabadikan semua peristiwa. Mentautkan satu angle dengan angle yang lain, memotret semua kejadian dari mata seekor jengkerik. Menatap tak berkedip gedung gedung megah yang angkuh berdiri, serupa monster monster yang siap merengkuh apa saja;
Lautan manusia berjejal keluar dari bandara, kerumunan lalat di atas tumpukan sampah di pasar, kelejat pikiran yang berlari lari mengejar matahari, kebimbangan yang tergugu di pojok terminal, harapan yang terkantuk kantuk di dalam bus kota dan seringai kerinduan akan masa depan yang belum pernah mereka lihat. Apa yang mereka cari? Apa yang mereka kejar, Nak?
Sementara ada ribuan etalase dan pintu pintu mall yang terbuka dan tertutup setiap kali. Serupa mulut lapar menganga yang rakus mengunyah dan menelan semua kecemasan dan kegalauan yang bersliweran di balik pendar neon papan reklame. Bagaimanakah mereka -orang orang tanpa identitas ini- bisa menafsirkan takdir, relativitas waktu, dan mungkin juga mimpi?
”
”
Titon Rahmawan
“
Semua yang udah terjadi itu gak bisa diulang lagi."
"Kalau Tuhan udah menghendaki, kalian gak bisa bersatu lagi, apapun yang kalian lakukan itu gak akan berhasil."
"Hidup itu indah. Harus kita nikmati dan syukuri. Kita gak boleh menyesali apa yang udah terjadi."
"Tapi kita harus mensyukuri apa yang masih kita miliki Karna waktu tak akan bisa terulang lagi."
"Tuhan udah ngatur orang yang datang dan pergi dalam hidup kita dan itu semua karna sebuah alasan."
"Meskipun Tuhan udah bawa pergi orang yang kita cintai dalam hidup kita, aku yakin itu semua karna sebuah alasan yang lebih baik lagi.
”
”
LoveinParisSeason2
“
Apa yang akan terjadi padaku kalau aku harus meninggalkanmu ya?" Dia bertanya, dengan nada seolah tidak membutuhkan jawaban.
"Tidakkah kau mau bertanya yang sebaliknya?" Joon menawarkan, dan gadis itu meminta penjelasan lewat pandangan. "Kenapa kau tidak bertanya bagaimana aku kalau kau pergi? Tidak penasaran?"
Kali ini, gadis itu ternganga.
"Karena mungkin saja," lanjut pria itu, "aku akan sama menderitanya sepertimu.
”
”
Yuli Pritania (A (Wo)man's Scent)
“
Raja-raja tidak memiliki, mereka 'berkuasa'. Sama sekali lain."
"Dan apa gunanya memiliki bintang-bintang?"
"Gunanya aku kaya."
"Dan apa gunanya menjadi kaya?"
"Untuk membeli bintang-bintang lain, jika ada yang menemukannya.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Kau sedang apa?"
"Aku sedang tidak punya kegiatan."
"Kalau begitu, belajarlah sesuatu. Pada saat ini, banyak orang berhenti menjalani kehidupan. Mereka tidak marah, juga tidak berseru-seru memprotes; mereka sekedar menunggu waktu berlalu. mereka tidak menerima tantangan-tantangan kehidupan, jadi kehidupan pun berhenti memberikan tantangan kepada mereka. Kau juga mengambil resiko yang sama; tunjukkan reaksi, hadapi hidup, tapi jangan berhenti hidup.
”
”
Paulo Coelho (The Fifth Mountain)
“
Bila perempuan sudah berkata tidak, dan hanya tidak, maka susah. Lain bila "tidak" itu masih diikuti kata-kata lagi, masih berbuntut. Maka buntut itu, apa pun bunyinya, adalah sekadar prasyarat, sebuah tantangan yang harus ditundukkan.
”
”
Ahmad Tohari (Ronggeng Dukuh Paruk)
“
Kita hanya mengenal apa yang kita jinakkan," kata rubah. " Manusia tidak sempat mengenal apa-apa lagi. Mereka membeli barang-barang yang sudah jadi dari pedagang. Tetapi karena tidak ada pedagang teman, manusia tidak mempunyai teman lagi.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Ngama Adat, heee, Polli sama Mantir ingin tolong," ujar Mana Sambur.
"Ha? Apa tidak tahu adat?" Bentak si Kakek. "Tidak lihat yako sedang apa? Pamali Keha yang memberi keselamatan. Opulastala yang menentukan segala. Jangan agungkan manusia.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Perawan Dalam Cengkeraman Militer)
“
Karna kita tidak pernah tahu..didetik mana? di moment apa?
karya yg diukir adalah karya terbaik yg kita unggulkan saat nafas tak lagi berhembus
maka takkan asal-asalan dlm berpikir,berucap dan berbuat
pasti memberi yg terbaik selalu yg terbaik.
”
”
Enji "Virus Baca"
“
Bedanya orang yg suka ngopi sama orang relegius keliatan banget pas nongkrong di café,
*pelayan café_ pesan apa mas ?
|| Pesen kopi item yg kentel ya mas.
*|| Kalo kamu mas? || orang relegius ngejawab 'pesan saya ,jangan pernah tinggalin sholat
”
”
Vergi Crush
“
... dar in "Pivnita de ceapa" a lui Schmuh nu se gasea nimic de mancare si cine voia sa manance ceva trebuia sa mearga in alta parte, la Fischl si nu in "Pivnita de ceapa", fiindca aici nu se taia decat ceapa. Si de ce asa? Pentru ca pivnita se numea astfel si ce era cu totul iesit din comun pentru ca aceasta ceapa, ceapa taiata, cand o privesti cu atentie... nu, clientii lui Schmuh nu mai vedeau nimic sau doar unii dintre ei nu mai vedeau nimic, li se scurgeau ochii, nu pentru ca aveau inimile prea pline; caci unde scrie ca daca ti-e inima plina, trebuie sa iti planga ochii, unora nu le reuseste niciodata asa ceva, mai ales in deceniile din urma, de aceea secolul nostru se va numi candva, in viitor, secolul lipsit de lacrimi, desi a fost multa suferinta - si tocmai din acest motiv, din cauza lipsei lacrimilor, oamenii, cei care isi puteau permite, se duceau la "Pivnita de ceapa", se lasau serviti de patron cu o scandura de tocat, cu un cutit de bucatarie si cu o ceapa ordinara de camp sau gradina care-i costa douasprezece marci, o taiau atat de marunt pana ce sucul reusea. Ce reusea? Reusea ceea ce lumea si suferinta acestei lumi nu reuseau sa produca: omeneasca lacrima rotunda. Si atunci se puneau pe plans. In sfarsit se punea lumea, din nou, pe plans. Se plangea serios, dezlantuit, in toata legea. Apa curgea si lua totul cu ea. Apoi venea ploaia. Apoi cadea roua... Si dupa acea calamitate naturala de douasprezece marci si optzeci de pfenigi, oamenii satui de plans incep sa vorbeasca. Inca ezitand, mirati de propria lor limba goala, dupa ce savureaza ceapa, clientii pivnitei se predau vecinilor lor, acolo, pe lazile incomode imbracate in iuta, se lasa intrebati, isi schimba felul de a fi cum iti intorci paltonul.
”
”
Günter Grass
“
mereka hanyalah segelintir manusia yang hanya mendukung saat adanya kemenangan dan menghina saat adanya kekalahan, tanpa sadar siapa dan seperti apa kesalahan mereka sebenarnya. Dan saat semua itu terjadi hanya sabar lah yang akan memenangkan mereka.
”
”
Teja Kusuma Hardyanto
“
Ilmu adalah sesuatu yang harus dimasuki oleh semua pelaku Islam, karena Islam menyediakan pintu-pintunya. Kalaupun Anda tidak sekolah, ketika Anda sudah meng-Islam-kan diri Anda, maka dengan sendirinya Anda bersekolah. Ini berlaku dalam hal apa saja.
”
”
Emha Ainun Nadjib (Kalau Kamu Ikan Jangan Ikut Lomba Terbang)
“
Rasionalitas politik dan ekonomi, dapat merasionalisasi apa saja, termasuk iman. Ketulusan dan keluguan umat beragama, sangat mudah dikapitalisasi demi kepentingan kalkulasi rasional. Adakah yang lebih memuaskan daripada gila kuasa dan perayaan keserakahan?
”
”
Ilham Gunawan
“
Insotit de Matilde si Jorge, care avea patru ani, m-am dus sa traiesc in muntii din Cordoba, la o ferma fara apa curenta si curent electric, in localitatea Pantanillo. Sub maiestuosul cer instelat, m-am simtit impacat. Ceva asemanator cu ceea ce spune Henry David Thoreau: "M-am dus in padure pentru ca voiam sa traiesc in meditatie, sa infrunt doar faptele esentiale ale vietii, sa vad daca puteam trai si sa invat ceea ce era de invatat; ca nu cumva sa descopar, apropiindu-ma de moarte, ca nu traisem cu adevarat".
”
”
Ernesto Sabato (Antes del fin)
“
Aku menikahimu, 'kan? Itu artinya aku harus mengingat apa pun tentangmu karena kita akan bertemu dan hidup bersama setiap saat." Dia meletakkan sendoknya lalu meraih sumpit. "Kecuali kau ingin menghentikannya," lanjutnya sambil mengedikkan bahu. "Bertemu dan hidup bersamaku.
”
”
Yuli Pritania (Colover)
“
Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
”
”
Aan Mansyur
“
Positive thinking "menipu" pikiran kita, beranggapan seolah-olah kita sudah mencapai apa yang kita inginkan, sehingga melemahkan keuletan kita dalam berusaha mencapainya. Namun, sebaliknya, sekadar menyuruh orang berpikir realistis saja juga tidak memberikan hasil yang lebih baik.
”
”
Henry Manampiring (Filosofi Teras)
“
saya mempunyai pemikiran simple : "mungkin kamu akan lebih baik lebih nyaman dan lebih bahagia jika tanpa saya, tetapi kebahagian yang kamu dapat itu lebih baik lebih nyaman dan lebih bahagia dbandingkan diwaktu bersama saya, karena saya tau apa itu mimpi dan mewujudkan sebuah mimpi
”
”
Thoughts
“
Kita tidak bisa menghindari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan, sukses, dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka sendiri di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup.
”
”
Sigmund Freud
“
Apa yang Tuhan lakukan sebelum Dia menciptakan alam semesta?" Agustinus tak menjawab: "Dia mempersiapkan Neraka untuk orang-orang yang bertanya seperti itu." Dia malah mengatakan bahwa waktu adalah bagian alam semesta yang Tuhan ciptakan, dan waktu tidak ada sebelum permulaan alam semesta.
”
”
Stephen W. Hawking (A Brief History of Time)
“
Jatuh cinta ngebuat lo jadi orang yang berbeda. Lo jadi satu badan penuh hormon, oxytocin, vasopressin. Lo bukan "Naya" lagi, melainkan "makhluk asing yang penuh hormon" ini. Lalu orang akan melihat betapa bedanya lo. Lo jadi nggak dengarin apa perkataan mereka lagi. Dunia lo hanya berputar di dia, dia, dan dia aja.
”
”
Raditya Dika (Ubur-ubur Lembur)
“
Jangan meminta yang lebih kepada orang disekitarmu, karena belum tentu kamu bisa membalas apa yg dia berikan.
Namun memintalah yang lebih soal cinta dan kasih sayang, karena dengan begitu kamu akan turut berusaha menjaga dan memberikan cinta dan kasih sayang tersebut kepada orang yang benar benar cinta dan sayang terhadapmu
”
”
@danangme
“
Mengapa engkau minum?" tanya Pangeran Cilik.
"Supaya lupa..." jawab pemabuk.
"Melupakan apa?" tanya Pangeran Cilik langsung iba.
"Melupakan aku merasa malu," pemabuk mengaku sambil menunduk.
"Malu kenapa?" tanya Pangeran Cilik yang ingin menolongnya.
"Malu karena minum," jawab pemabuk, yang kemudian terpuruk dalam kebisuan.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Mengapa engkau minum?" tanya Pangeran Cilik.
"Supaya lupa..." jawab pemabuk.
"Melupakan apa?" tanya Pangeran Cilik yang langsung iba.
"Melupakan aku merasa malu," pemabuk mengaku sambil menunduk.
"Malu kenapa?" tanya Pangeran Cilik yang ingin menolongnya.
"Malu karena minum," jawab pemabuk, yang kemudian terpuruk dalam kebisuan.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Menurutku," ucap Ian setelah menimbang-nimbang jawaban seperti apa yang akan diberikannya. "Penjelasan yang masuk akal adalah seorang pria tidak mencintai seorang wanita karena dia cantik, tapi wanita itu terlihat cantik karena dia mencintainya. Kau pernah lihat 'kan, ada pria-pria yang kalian para wanita anggap tampan, tapi memiliki pasangan yang biasa-biasa saja. Terlihat tidak pantas untuknya. Sesuatu yang seperti itu. Karena pria itu mencintai wanita tersebut, di matanya pasti wanita itu cukup cantik untuk membuatnya berpikir bahwa... dia tidak keberatan untuk menatap wajah yang sama setiap harinya. Kebanyakan wanita sepertinya tidak memahami hal ini.
”
”
Yuli Pritania (CallaSun)
“
You may feel like engaging with people across political lines is a zero-sum game in which there’s no way for both people to win. If you believe that one of you must lose, you will either avoid participating in dialogue or you will try to win it, which will prevent successful dialogue. Dialogue isn’t about winning. It’s about understanding.
”
”
Tania Israel (Beyond Your Bubble: How to Connect Across the Political Divide, Skills and Strategies for Conversations That Work (APA LifeTools Series))
“
Ya Rasulullaah, apa yang menghalangi tuan? Demi Allah, aku tidak meninggalkan satu majelis pun dimana aku pernah duduk di sana dalam keadaan kafir, kecuali aku datangi untuk kemudian aku tunjukkan di sana ke-Islam-anku tanpa rasa khawatir dan takut.
Bisakah kita tidak menyembah Allah secara sembunyi-sembunyi lagi...?"
-Umar bin Khattab ra
”
”
Khalid Muhammad Khalid (5 Khalifah Kebanggaan Islam)
“
Apa yang bisa kau lakukan tanpaku, hmm?" gumam pria itu, membuat Hye-Na mendongak sampai wajah mereka berhadap-hadapan.
"Kalau begitu kau tidak akan ke mana-mana, 'kan?" tanya gadis itu sambil tersenyum.
Pria itu menggeleng enggan. "Tidak. Aku tidak akan ke mana-mana."
"Memangnya aku bisa ke mana tanpamu?" lanjutnya dalam sebentuk gumaman tak terdengar.
”
”
Yuli Pritania (Morning, Noon & Night)
“
Mereka tidak mengejar apa-apa," kata tukang wesel. "Mereka tidur di dalamnya, atau mereka menguap. Hanya anak-anak yang menempelkan hidungnya pada jendela."
"Hanya anak-anak yang tahu apa yang mereka cari," kata Pangeran Cilik. "Mereka membuang waktu untuk sebuah boneka rombengan, dan boneka itu menjadi sangat penting; jika diambil orang, mereka menangis.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
Aku mungkin membuat orang lain salah paham karena tatapan," mulainya, " tapi aku tidak pernah membuat orang lain salah paham karena ucapan. Jadi, kalau kau masih mengira bahwa apa pun yang kukatakan padamu hanya kesalahpahaman dari pihakmu saja, lebih baik kau mulai membenahi cara berpikirmu sekarang. Aku sudah pernah memberitahumu," dia mengingatkan, "apa yang kuucapkan, memang itulah yang kumaksudkan."
-Song Joon-
”
”
Yuli Pritania (A (Wo)man's Scent)
“
Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri.” Stephen King
“Menulis itu pekerjaan orang kesepian. Punya seseorang yang memercayaimu dapat membuat perbedaan besar. Hanya percaya saja biasanya sudah cukup.” Stephen King
“Menulis fiksi seperti memasak.” Donatus A. Nugroho
"Menulis itu gampang." Arswendo Atmowiloto
“Tulislah apa yang kau ketahui seluas dan sedalam mungkin.” Stephen King
“Sedapat mungkin aku tidak melakukan keduanya, yaitu membuat alur cerita dan berbohong. Cerita itu terjadi dengan sendirinya, tugas penulis adalah membiarkan cerita itu berkembang.” Stephen King
“Engkau harus berkata jujur, jika ingin dialogmu punya gema dan realistis.” Stephen King
“Semua novel pada dasarnya adalah surat-surat yang ditujukan kepada seseorang.” Anonim/Stephen King
“Aku menulis setiap hari, termasuk hari libur. Aku termasuk pecandu kerja.” Stephen King
“Membaca adalah pusat kreatif kehidupan seorang penulis. Aku membawa buku ke mana pun aku pergi dan menemukan peluang untuk menenggelamkan diri dalam bacaan.” Stephen King
“Kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas.” Stephen King
"Menulis fiksi seperti permainan Roller Coaster." RL Stine
“Aku akan menulis (terus) sekalipun belum tahu akan diterbitkan atau tidak.” JK Rowling
“Aku ingin menulis, bukan harus menulis.” Anonim
“Seseorang yang menuliskan suatu kisah, terlalu tertarik pada kisah itu sendiri sehingga tidak bisa duduk tenang dan memerhatikan (cara teknik) bagaimana ia menuliskannya.” CS Lewis
“Aku menulis untuk diri sendiri, aku rasa tak seorang pun akan menikmati buku ini lebih dari yang kurasakan saat membacanya.” JK Rowling
“Menulis novel harus berbekal sesuatu yang Anda yakini agar Anda tetap bertahan.” JK Rowling
“Selalu ada ruang untuk sebuah cerita yang dapat memindahkan pembaca ke tempat lain.” JK Rowling
“Aku takut kalau tak dapat menemukan alasan untuk melanjutkan menulis.” JK Rowling
“Bila aku tidak menulis, aku merasa hidupku tidak normal.” JK Rowling
“Beberapa hal memang lebih baik tinggal menjadi imajinasi belaka.” JK Rowling
“Harry tak pernah menyerah terus berjuang menggunakan kombinasi antara intuisi, ketegangan syaraf dan sedikit keberuntungan.” JK Rowling
“Kamu mungkin tidak akan bisa membuat karyamu diterbitkan di penerbit manapun.” Marion D. Bauer
“Kebanyakan para penulis, bahkan karya penulis dewasa, tidak akan diterbitkan. Selamanya. Namun, mereka tetap saja menulis karena ini menyenangkan.” Marion D. Bauer
“Bagi semua penulis, profesional maupun amatir imbalan yang terbesar terletak dalam proses penulisan, bukan dalam sesuatu yang terjadi sesudahnya. Mengumpulkan ide dan melihatnya menjadi hidup dalam kertas sudah cukup menggembirakan.” Marion D. Bauer
“Kabar buruk: Sangat sulit untuk membuat bukumu diterbitkan. Jika tulisanmu berhasil diterbitkan, kamu mungkin tidak akan menjadi terkenal, kamu tidak akan menjadi kaya. Seorang penulis harus belajar sendiri dan bekerja sendiri.
Kabar baik: Membuat tulisanmu diterbitkan akan menjadi lebih mudah setelah kamu berhasil menapakkan kaki di pintu penerbitan. Kamu bahkan mungkin bisa menjadi terkenal, atau mungkin saja kamu lebih memilih kehidupan yang sederhana. Beberapa penulis menjadi kaya. Bekerja sendirian mungkin bukan masalah bagimu. Kamu bisa menjadi penguasa bagi kehidupan kerjamu sendiri. Yang terpenting dari segalanya kamu bisa melakukan pekerjaan yang kamu cintai.” Marion D. Bauer
“Aku akan terus menulis meski tulisanku tidak menghasilkan uang sesen pun, bahkan jika tidak ada orang yang mau membacanya. Aku merasa sangat beruntung bisa merintis karir di bidang penulisan.” Marion D. Bauer
"Menulis dapat membuat orang bisa menjadi lebih baik karena dia melihat pantulan dirinya." Asma Nadia
”
”
Ahmad Sufiatur Rahman
“
The APA surveyed multiple studies which found links between the sexualization of girls and a wide range of mental health issues, including low self-esteem, anxiety, depression, eating disorders, cutting, even cognitive-dysfunction. Apparently, thinking about being hot makes it hard to think: "Chronic attention to physical appearance leaves fewer cognitive resources available for other mental and physical activities," said the APA report.
”
”
Nancy Jo Sales (American Girls: Social Media and the Secret Lives of Teenagers)
“
Dengan kejadian kayak gitu, kok, bisa ngerasa baik, sih, Kang?"
"Wa, menurut gue, hidup yang berhasil itu jika kamu bisa bangun di pagi hari, lalu tidur di malam hari, dan di antara kedua hal itu, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau. Gak peduli apa jabatan kamu, berapa uangmu, selama di antara dua tidur tadi kamu masih bisa bebas melakukan apa saja, itu berarti hidupmu sudah berhasil. Gitu." ucap Dimas menirukan suara Mario Teguh.
”
”
Brian Khrisna (Parable)
“
Kau kembali padaku dan berlari menghampiri. Kau memintaku untuk menceritakan semua keluh-kesahku yang mungkin tak banyak orang tau. Aku diberi permintaan, "hal apa yang sangat kau ingini?" dan aku menjawab adalah engkau.
Rasa dingin mulai merambah di tubuhku dan mataku mulai terbuka perlahan. Ah sial, nyatanya aku jatuh dari kasur saatku terlelap tidur.
Meski itu hanya sebatas mimpi, setidaknya aku bahagia di dalam mimpiku ini dipenuhi akan engkau.
”
”
Zakiyahdini Hanifah
“
Although the terminology implies scientific endorsement, false memory syndrome is not currently an accepted diagnostic label by the APA and is not included in the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (4th ed.; American Psychiatric Association, 1994). Seventeen researchers (Carstensen et al., 1993) noted that this syndrome is a "non-psychological term originated by a private foundation whose stated purpose is to support accused parents" (p.23). Those authors urged professionals to forgo use of this pseudoscientific terminology. Terminology implies acceptance of this pseudodiagnostic label may leave readers with the mistaken impression that false memory syndrome is a bona fide clinical disorder supported by concomitant empirical evidence.(85)...
... it may be easier to imagine women forming false memories given biases against women's mental and cognitive abilities (e.g., Coltrane & Adams, 1996). 86
”
”
Michelle R. Hebl
“
Di bulan April 1978, di Aiglemont, Gouviuex, Prancis sebuah seminar diadakan oleh Aga Khan untuk membahas arsitektur Islam. Banyak pembicaraan menyesali hilangnya "ciri Islam" dalam kota dan bangunan baru di Timur Tengah kini. Hanya seorang ahli sejarah dari Turki, Dogan Kuban, yang memenangkan debat itu dengan mengingatkan, bahwa "arsitektur adalah sebuah profesi yang berorientasi kepada klien". Jika klien yang di Riyadh itu suka gedung model New York, mau apa?
”
”
Goenawan Mohamad (Catatan Pinggir 1)
“
Pana la urma ma scufundam totusi in somn, infasurat intr-un cocon de vise scamoase. Ma topeam in vis ca zaharul in apa, alunecam ca un cursor pe cremaliera uitarii.
Magistrale ale visului virau brusc in autostrazi ale realitatii, creand constelatii si engrame pe care cineva, de foarte sus, le-ar fi putut citi ca pe un tatuaj multicolor, iar cineva de foarte jos le-ar fi simtit pe propria piele, ca pe tortura sadica a tatuarii."
(MIrcea Cartarescu - Orbitor, Aripa stanga)
”
”
Mircea Cărtărescu
“
A landmark 2007 report by the American Psychological Association (APA) found girls being sexualized--or treated as "objects of sexual desire... as things rather than as people with legitimate sexual feelings of their own"--in virtually every form of media, including movies, television, music videos and lyrics, video games and the Internet, advertising, cartoons, clothing, and toys. Even Dora the Explorer, once a cute, square-bodied child, got a makeover to make her look more svelte and "hot.
”
”
Nancy Jo Sales (American Girls: Social Media and the Secret Lives of Teenagers)
“
Otak itu utuh. Otak itu layar. Saya tak percaya jika linguistik dan psikoanalisa menawarkan sesuatu yang berarti untuk sinema. Berbeda halnya dengan apa yang ditawarkan biologi otak --biologi molekular. Pikiran itu molekular. Kecepatan-kecepatan molekularlah yang mampu membuat kita mengatasi betapa lambatnya kita (tubuh) merespon. Tepatnya adalah karena sinema membekerjakan imaji di dalam gerak, atau gerak-auto, dengan demikian sinema tak pernah berhenti melacak sirkuit-sirkuit otak". Deleuze: The Brain is The Screen, An Interview
”
”
Deleuze
“
Di lorong sebuah rumah sakit yang telah sepi, ketika malam telah merangkul bumi, seorang anak perempuan kecil yang buta memanjatkan sepenggal doa yang mengharukan, "Kalau Tuhan Cuma mau mengabulkan satu permintaan saja, tolong kabulkan permintaan Pinta! Jangan permintaan Ari! Ari selalu berdoa supaya Pinta bisa lihat lagi. Tapi Pinta sudah lama buta. Buta terus juga nggak apa-apa. Sama saja. Tapi Ari biasanya bisa lihat. Bisa ngomong. Bisa ketawa. Bisa cerita. Tolong, Tuhan, suruh Ari bangun!
Ket:
Pinta adalah nama anak perempuan tsb.
In the empty hospital hall, when the night had embraced the world, a blind little girl uttering a touchy pray, “If You only gonna grant one wish only, please grant Pinta wish! Don’t grant Ari’s wish! Ari always pray for Pinta to be able to see again. But Pinta have been blind for a long time. Blind forever is okay. Nothing changes. But Ari usually able to see. Able to speak. Able to laugh. Able to tell story. Please, God, told Ari to wake up!
note:
Pinta is the little girl name.
I translate it by myself. sorry for bad grammar.
”
”
Mira W.
“
Bakat bergaul katanya.... Tak ada apa pun yang bisa kulakukan selain tersenyum pahit. Aku? Bakat bergaul?! Barangkali bisa juga ditafsirkan bahwa orang yang takut, menghindari, dan mengelabui manusia sepertiku telah berhasil menaati aturan main yang cerdik dan licik dalam kehidupan manusia, seperti yang diungkapkan dalam pepatah picisan "jauh dari dewa halilintar, tidak terkena Sambaran". Memang dasar manusia itu tak pernah berusaha memahami satu sama lain. Mereka dapat mengganggap diri sebagai sahabat karib seseorang meskipun seumur hidupnya salah kaprah mengenai orang itu
”
”
dazai osamu (No Longer Human)
“
Ingat apa kata Untung pada siaran radionya yang pertama: "Kepada para perwira, bintara, dan tamtama Angkatan Darat di seluruh tanah air, Komandan Letnan Kolonel Untung menyerukan supaya bertekad dan berbuat untuk mengikis habis pengaruh-pengaruh Dewan Jenderal dan kakitangan-nya dalam Angkatan Darat. Jenderal-jenderal dan perwira-perwira yang gila kekuasaan, yang menelantarkan nasib anak buah, yang di atas tumpukan penderitaan anak buah bermewah-mewah dan berfoya-foya menghina kaum wanita dan menghambur-hamburkan uang negara harus ditendang keluar dari Angkatan Darat dan diberi hukuman setimpal.
”
”
Saya Sasaki Shiraishi
“
Apa yang lebih menyedihkan daripada kehidupan kanak-kanak yang sengsara, apa yang lebih sengsara daripada anak-anak yang semuda itu harus menanggung kepahitan hidup?
Dan gadis-gadis terutama sangat susah hidupnya, karena mereka telah berada di tempat dimana alam setiap hari diperkosa. Bukankah itu memperkosa kodrat alam namanya, apabila perempuan harus tinggal dengan damai serumah dengan madunya?
Sungguh, anak bangsa itu sendiri, orang perempuan harus memperdengarkan suaranya! Masih akan dapatkah dengan tenang orang mengatakan "keadaan mereka baik" kalau orang melihat dan mengetahui semuanya, yang telah kami lihat dan kami ketahui itu?
”
”
Sulastin Sutrisno (Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya)
“
Orang mempunyai bintang yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berlayar, bintang adalah pemandu. Bagi yang lain, mereka hanya lampu-lampu kecil. Bagi yang lain, para ilmuwan, mereka adalah persoalan. Bagi pengusahaku, mereka adalah emas. Tetapi semua bintang itu membisu. Kamu akan mempunyai bintang-bintang yang berbeda dengan bintang orang lain..."
"Apa maksudmu?"
"Bila kamu memandang langit pada malam hari, karena aku tinggal di salah satunya, karena aku tertawa di salah satunya, maka bagimu seolah-olah semua bintang tertawa. Kamu mempunyai bintang-bintang yang pandai tertawa!"
Dan ia tertawa lagi.
"Dan bila kamu sudah terhibur (orang selalu terhibur juga), kamu akan senang karena pernah mengenal aku. Kamu akan menjadi kawanku untuk selama-lamanya.
”
”
Antoine de Saint-Exupéry (The Little Prince)
“
-karena aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, bisakah engkau menoleh kebelakang dan melihat ke arahku karena yang terlihat hanyalah balik punggungmu, sementara aku selalu menunggumu tuk menoleh ke belakang tuk menghampiriku, meraih tanganku.
selama ini aku hanya menjadi bayang-bayang semu.
tidakkah aku terpikir olehmu sedikitpun?
rasa ini begitu menyiksaku, berbulan-bulan aku memikirkanmu "perasaan apa ini?"
tapi yang muncul hanyalah gambaran tentang dirimu dari kejauhan.
tidak bisakah engkau sedikit memikirkan,, dan menoleh ke arahku, apakah kau tidak bisa merasa tentang kehadiranku dalam kehidupan yang telah kau jalani beberapa bulan ini?
seperti orang bodoh jika berhadapan denganmu, entah mengapa hal itu bisa terjadi padaku..
tidak bisakah kamu ke pada ku???
”
”
Muth muthmainnah
“
Buat apa pendidikan, aku bertanya ..
Mengajarmu kenal yg agung, jawab gunung ..
Agar kau tahu kekekalan, kata langit ..
Bisa menikmati keindahan, tambah matahari ..
Supaya tahu keburukan, seru hutan ..
Paham pada diri sendiri, siul burung ..
Dan bikin kau dinamis, bisik anggur ..
Apa manfaatnya bagiku, aku bertanya ..
Supaya pikiranmu jernih, ujar kolam ..
Dan jiwamu berseru, tujuh teratas ..
Aku tak paham juga mengapa mesti begitu ??
Supaya kau mencintai hidup, bentak pohon ..
Tahu kebebasan dan keterbatasan, nasihat bulan ..
Tak puas pada semua penjelasan itu, aku tidur ..
Esok harinya aku bangun dan bertanya lgy ..
Tapi, mengapa engkau tanya ?? Tanya jendela ..
Untuk apa kau hidup ?? Desak udara ..
Mengapa kau termangu ?? Hardik batu kali ..
Kau ingin mati ya ?? Ejek bunga" ..
Bagaimana aku bisa menjawab mereka ??
Bapak guru lama bisa bertanya-tanya .. :)
”
”
Renungan Bapak Guru
“
Apa kabarmu Mungil? Sehat-sehat sajakah disana? Kau tahu, sepagi tadi kusempatkan kakiku menyusuri lorong kelas, tempat biasa ku menemuimu. Ya, ritual yang mungkin akan menjadi kebiasaanku beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan kedepan.
Oh ya, tidak ada yang berubah dengan kelasmu, bahkan bayangmu masih tertinggal di pojok ruang itu.
Mungil, kau tahu! Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu saat ini. Tentang rutinitasku sekarang, tentang.. Ya, tentang segala hal, Mungil. Tapi.. Ah sudahlah, kau mungkin bahkan takkan membaca catatan ini.
Oya Mungil, Ritual 'itu' masih sering kulakukan, seperti yang kau pesankan setiap saat hujan tiba: "Tengadahkanlah wajahmu saat hujan tiba, lalu hitung setiap rintiknya, percayalah sebanyak itulah rindu ini bersemayam di tiap tetesnya," -setiap hujan tiba bahkan.
#usaha gagal menulis cerita random tanpa backspace
”
”
Alif~
“
Cred că bine-ar fi ca oamenii să vorbească, să nu ţină-n ei vorbele care se-acumulează-n suflete ca apa-ntr-o adâncitură. Iar apa asta, în cel mai bun caz, seacă, dar de multe ori riscă să se transforme-n mocirlă şi să mai faacă şi mătasea-broaştei. Să vorbească, şi anume ca şi când de fiecare dată ar vorbi pentru ultima dată, ca-n faţa Judecăţii de Apoi. Deşi-mi spun mereu acest lucru, nu reuşesc să-nfrâng barierele din mine. De fapt, dacă mă gândesc bine, o singură dată am dat barierele-n lături şi-am vorbit ca la Judecata de Apoi. (...) Îmi dau seama că-n momentul când vorbeşti despre tine este imposibil să te desparţi, să te "filtrezi" de alţii, într-atât viaţa noastră este-mpletită cu-a altora, dependentă de ea. Viaţa fiecăruia dintre noi este, faţă de oamenii care-o determină, ca un râu în raport cu bolovanii pe care-i duce cu el la vale. Cât aş vrea eu să-ţi vorbesc numai despre mine tot nu izbutesc s-aleg apa de pietre. Orice-am face ne-ntoarcem la una dintre legile dialecticii: conexiunea fenomenelor.
”
”
Ileana Vulpescu (Arta conversației)
“
from: The Portrayal of Child Sexual Assault in Introductory Psychology Textbooks - Elizabeth J. Letourneau, Tonya C. Lewis
One of the central questions surrounding the debate on memories of CSA is how often false or repressed memories actually occur. The APA working group (Alpert et al., 1996) and other experts (e.g., Loftus, 1993a) noted that no reliable method can distinguish between accurate and inaccurate memories. Therefore, no one can determine the prevalence of false or repressed memories. Nevertheless, six texts (30%) implied that false memories occur frequently (see Table 1). Of these, three included the opinionated suggestion that a "witch hunt" may be occurring in which innocent parents are routinely accused of, and then severely punished for, CSA. Two texts suggested that false memories of CSA must occur because an entire support group (the FMSF) has been formed for falsely accused parents. These authors apparently failed to consider that some members of the FMSF may actually have sexually assaulted children but are motivated to appear innocent. (85)
”
”
Michelle R. Hebl (Handbook for Teaching Introductory Psychology: Volume II)
“
Tuhan, lindungilah keraguan-keraguan kami, sebab Keraguan pun sebentuk doa. Keraguan-lah yang membuat kami bertumbuh dan memaksa kami untuk tak takut melihat sekian banyak jawaban yang tersedia untuk satu pertanyaan. Kabulkanlah doa kami…
Tuhan, lindungilah keputusan-keputusan kami, sebab membuat Keputusan pun sebentuk doa. Setelah bergulat dengan keraguan, beri kami keberanian untuk memilih antara satu jalan dengan jalan lainnya. Biarlah kiranya pilihan YA tetap YA dan pilihan TIDAK tetap TIDAK. Setelah kami memilih jalan kami, kiranya kami tidak pernah menoleh lagi atau membiarkan jiwa kami digerogoti penyesalan. Kabulkanlah doa kami…
Tuhan, lindungilah tindakan-tindakan kami, sebab Tindakan pun sebentuk doa. Kiranya makanan kami sehari-hari menjadi buah dari segala yang terbaik dalam diri kami. Kiranya kami bisa berbagi walau sedikit saja dari Kasih yang kami terima, melalui karya dan perbuatan. Kabulkanlah doa kami…
Tuhan, lindungilah impian-impian kami, sebab Bermimpi pun sebentuk doa. Kiranya usia maupun keadaan-keadaan tidak menghalangi kami untuk tetap mempertahankan nyala api harapan dan kegigihan yang suci itu di dalam hati kami. Kabulkanlah doa kami…
Tuhan, berikanlah antusiasme kepada kami, sebab Antusiasme pun sebentuk doa. Antusiasme-lah yang memberitahu kami bahwa hasrat-hasrat kami penting dan layak diperjuangkan semaksimal mungkin. Antusiasme-lah yang mengukuhkan kepada kami bahwa segala sesuatu tidaklah mustahil asalkan kami sepenuhnya berkomitmen pada apa yang kami lakukan. Kabulkanlah doa kami…
Tuhan, lindungilah kami, sebab Hidup ini adalah satu-satunya cara bagi kami untuk mengejawantahkan kuasa keajaibanMu. Kiranya bumi tetap mengolah benih menjadi gandum, kiranya kami bisa tetap mengubah gandum menjadi roti. Dan semua ini hanya dimungkinkan apabila kami memiliki Kasih; karenanya, janganlah kami ditinggalkan seorang diri. Biarlah selalu ada Engkau di sisi kami, dan ada orang-orang lain—laki-laki dan perempuan-perempuan—yang menyimpan keraguan-keraguan, yang bertindak dan bermimpi dan merasakan antusiasme, yang menjalani setiap hari dengan sepenuhnya membaktikannya kepada kemuliaanMu. Amin.
”
”
Paulo Coelho (Like the Flowing River)
“
Oleh akibat ketidak-berpihakan, ketidak-beruntungan, ketidak-terpilihan, ketidak-sesuaian, ketidak-terjawaban doa-doa, kegagalan, keterlepasan, isolasi dan kehilangan.
Perlahan kamu mulai menyadari sebuah fakta, bahwa kamu ternyata tidak spesial. Simply tidak ada yang spesial dari diri kamu. Biasa saja. Cuma satu dari milyaran organisme yang terserak di perairan purba yang tak berbatas. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Biasa. Dan biasa.
Seperti produk massal. Tissue toilet yang diganti setiap hari oleh petugas janitor. Lahir, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi, berkembang biak, mengkonsumsi, kerja, mengkonsumsi lalu mati. Mati pun tidak pasti apakah tetap mati, ataukah kembali lagi ke bentuk awal, lahir. Begitu seterusnya. Berulang terus dan terus sampai entah kapan. Cuma serangkaian episode dari keberulangan setiap hari. Seperti sebuah roll film yang sama yang digunakan untuk merekam bermacam adegan yang berbeda setiap harinya.
Adegan pertama dihapus, lalu ditindih kembali untuk bertukar dengan adegan kedua. Adegan kedua berganti yang ketiga, dan begitu seterusnya. Sebuah keberulangan yang berbeda terus menerus, tetapi tetap pada hakikatnya adalah sebuah roll film yang sama. Dalam satu gulungan besar yang sama. Dalam satu format yang serupa. Sebuah kebeluman yang terus menerus.. Banal dan tanpa makna.. Lalu, apakah sesuatu yang selamanya “belum selesai” masih dapat dikatakan sebagai sesuatu yang spesial?
Spesial itu cuma akal-akalan pemasar. Kamu spesial kalau beli produk ini, kalau beli produk itu, kalau pakai parfum ini, kalau pakai kosmetik itu, kamu spesial itu kalau dalam sehari minimal ada satu kali transaksi digerai starbucks, kamu spesial itu kalau kamu pakai iphone 6 bahkan sebelum produknya keluar di pasar lokal, kamu spesial itu kalau kamu member fitness center, tentu kamu lebih spesial lagi kalau pakai personal trainer, kamu spesial kalau kamu fashionable, kalau kamu tech savvy, kalau kamu club hopper, kamu spesial itu kalau kamu kelihatan aktif berkeringat dalam trend lari kekinian yang hampir separuhnya berisi aktivitas narsis dan konsumsi bermacam produk running shoes, kamu spesial itu cuma kalau kamu pakai brand ini, pakai brand itu, kalau ini, kalau itu, kalau, kalau, kalau, kalau dan kalau..
Spesial itu cuma ada dalam quotes-quotes yang dikasih latar gambar pemandangan, kamu bisa comot-comot dari pinterest atau instagram lalu pasang sebagai profile picture di sosial media milikmu. Pun spesial bersemayam dalam kolase omong kosong yang dirangkum buku-buku swa-bantu atau dalam kutipan ayat dari kitab suci dalam status blackberry teman-teman kamu yang berusaha kelihatan religius, tapi jauh sekali dari makna religius dalam perilaku sehari-hari.
Jadi, dari pada ngga ada habisnya memikirkan jawaban dari pertanyaan mengapa kamu tidak spesial? Mungkin kamu harusnya berfikir, buat apa jadi spesial? Harus banget ya jadi spesial? Harus banget ya beda dengan yang lain? Apa perlu banget jadi beda? Emang kalau ngga ada satu pun dari kita yang spesial, kenapa? Kalau kita semua ternyata sama, memangnya kenapa? Kalau kita semua berebut jadi spesial, lalu siapa yang mau berada di posisi tidak spesial? kalau semua spesial, apakah masih spesial namanya?
Sudah, sekarang terima saja, bahwa ngga ada yang spesial dari diri kamu, dan seluruh kehidupan kamu yang begitu membosankan.. hidup ngga akan pernah repot-repot berusaha untuk menjaga perasaan kamu. Apalagi susah payah menempatkan kamu di posisi yang 'spesial'. Things happen because they need to happen.
Spesial itu cuma soal kamu memberi bentuk pada makna. Tentang bagaimana kamu ingin dimaknai, tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan, tentang bagaimana (anehnya) kamu ingin menerima kembali perlakuan yang kamu inginkan justru dengan cara memberikan perlakuan itu kepada yang lain diluar diri kamu. Tentang omong kosong soal konsep memberi untuk merima lebih banyak..
”
”
Ayudhia Virga
“
Jkt 20/12/2012
Bulan ini bulan desember,spt juga desember thn2 sebelumnya pada bulan ini umat kristiani mempunyai hari besar semacam tradisi tahunan yaitu yg di sebut "Natal" atau Natale (italia) atau Christmas,dan sebagai penganut kirstiani sejak lahir saya selalu menikmati bulan2 desember spt ini tiap tiap tahunnya,saya selalu menikmatinya didalam hati saya,apalagi saat saya masih kanak kanak dulu,karena natal identik dengan hadiah untuk anak2,desember adalah menjadi bulan yg paling saya tunggu2 karena pada bulan itu akan ada sebuah kado yang menunggu saya pd bulan itu,akan ada gemerlap cahaya lampu pohon dan hiasan hiasan natal lainnya,saya akan memakai baju baru juga saya akan tampil dipanggung gereja memainkan fragmen dan drama natal bersama anak2 lainnya yang juga memakai baju baru yg menambah kesan natal semakin saya tunggu,
Saya lahir di Indonesia saya tinggal di Indonesia saya bersekolah di Indonesia,negara yg mempunyai beragam agama yg mana agama2 itupun mempunyai Hari besar nya masing2,sejak masih kanak2 saya selalu terharu ketika melihat org lain berdoa entah dengan memakai tata cara agama apa mereka berdoa yg jelas saya selalu merasa ada suatu hal yg berbeda dlm hati saya ketika melihat org berdoa itu,saya bersahabat dgn beberapa teman saya orang2 keturunan yg beragama Budha,sy juga punya beberapa sahabat org Bali dan keturunan India yg beragama Hindu,walaupun jumlah mereka tidak sebanyak sahabat2 saya dari kaum Muslim,Muslim adalah mayoritas di negri ini otomatis muslimlah yg hampir 90% dari mereka setiap harinya berinteraksi dengan saya, lebih dalam lagi saya pun mempunyai banyak family sedarah dari kakek saya yg beragama muslim,tidak heran kalau sy pun menikmati hari raya Idul fitri,dan tidak jauh berbeda dengan natal momen Lebaran adalah menjadi hari yg saya tunggu2 juga, karena setiap tahunnya saya akan berkumpul dgn sanak family dan kerabat merasakan ketupat lebaran dan opor ayamnya juga saya bisa meminta maaf dan bersalaman dengan orang yg pernah bertengkar dengan saya dengan ucapan minal aidin walfaidzin,luar biasa hubungan batin saya dengan muslim sepertinya suatu hal yg tidak bisa terpisahkan,tetapi diluar daripada itu semua terjadi dilema dalam hidup saya ketika saya menyaksikan hal2 lain yg "mengusik mesranya hubungan saya dengan muslim,di saat yg sama berita di media masa sebegitu hebatnya memberitakan hal yang menumbuhkan opini2 perpecahan yang semakin hari semakin jauh dari kata "damai" dimana pandangan yg berbeda tentang Tuhan adalah menjadi alasan untuk pendidikan perang! sehingga seolah olah memaksa manusia siaga satu dan siap untuk membenci saat ada kaum yg berbeda dengan mereka,saya muak dengan ini,
Keperdulian saya dgn keharmonisan keduanya Membuat saya tertarik utk "mencari tau tentang isi dari kedua agama ini,dgn hati yg bertanya tanya ada apa sebenarnya yg terjadi di dalamnya?,dengan segala keterbatasan saya bertahun tahun saya mencoba mencari titik temu antara perbedaan dan persamaan antara kristen dan islam,rasa ingin tau saya yg membuat saya sedikit demi sedikit menggali keduanya mulai dari sisi sejarah,segi terminologi,sisi tafsir2 atau doktrin (aqidah) nya,dgn mencari sumber2 yg akurat atau dengan cara bertanya,berdiskusi dll,sy tidak terlalu tau apa tujuan dan visi saya tapi yg jelas saya tertarik untuk mengetahuinya dan kadang saya lelah!saya merasa terlalu jauh memikirkan ini semua,saya merasa agama yg seharusnya memproduksi kedamaian dan cinta thd sesama malah membuat saya pusing dan muak karna saya koq malah pusing memikirkan konflik2 dan benturan2 yg justru disebabkan oleh agama itu sendiri
Seiring berjalannya waktu pemahaman saya terhadap natal dan bulan desember itupun mulai terpisah,saya sudah mempunyai pemahaman sendiri mengenai natal,Desember hanyalah salah satu bulan dari 12 bulan yg ada,tetapi damai natal itu sendiri harus berada dalam sanubari dan jiwa dan roh saya setiap hari, "Selamat Natal Damai Selalu Beserta Kita Semua"
Amien.........
”
”
Louis Ray Michael
“
Percaya sama Saya, Allah itu dzat yang paling awal yang berharap hamba-Nya melek literasi. Al Amin ﷺ adalah generasi 'ummi dari kota tua di lembah Bakkah, namun Jibril عليه السلام justru membawa kata pertama Iqra'. Coba kita liarkan sedikit imaji kita di dalam kegelapan gua, yang Nabi ﷺ gemetar oleh suara Jibril. Jangankan membaca buku, buku-buku jari saja tak nampak, pekat. Lalu Allah berfirman, "Iqra'!" Saya yakin pembaca pasti kritis, "kan, ada Jibril yang bercahaya." Oke, tapi biarkan semua pertanyaan yang terlintas tentang kata pertama untuk tafakur nanti. Karena ada kata yang lebih mengena lagi yang dibacakan oleh Penghulu Malaikat saat itu. Yaitu "Yang mengajarkan (manusia) dengan Pena." Nah, jadi mana yang pertama? Baca dulu atau tulis dulu?!
Bagi kita para pembelajar @nulisyuk, tentu yang pertama adalah tulis saja dulu. Ya, kan?! Lalu baca lagi, karena Allah akan mengajar manusia apa yang tidak dia ketahui. Kemudian tulis kembali, dengan pemahaman yang kita dapatkan. Baca ulang, agar Allah menurunkan petunjuk. Tulis ulang, baca-tulis-baca-tulis, sampai kita menjumpai hal yang paling meyakinkan. Yaitu kematian. Hingga saat tiba waktunya kita membaca karya kita nanti, Malaikat mengulurkannya lewat tangan kanan. Bukan di telapak tangan kiri yang terpaksa atau bahkan kita membelakanginya. Sembari berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.”
Begitulah seharusnya kita menulis, jujur oleh gerakan hati. Saya adalah contoh dari jutaan manusia yang pernah bercita-cita untuk hidup dari tulisan. Beroleh bayaran dari coretan pena. Bahkan sempat ikut lomba menulis cerita anak, dengan hadiah kursus kepenulisan. Alhamdulillah, di dalam kemenangan pertama itu Saya tidak menerima uang. Meskipun Saya baru menyadarinya akhir-akhir ini. Janganlah, menulis untuk cari duit dan ketenaran. Seolah-olah Allah telah berbisik seperti itu ketika merobohkan niat Saya untuk menulis waktu yang dulu. Semoga, ketika sekarang kembali menulis bersama #nulisyukbatch6 sudah punya niat kuat yang berbeda. Hanya sebagai wujud rasa syukur atas pembelajaran Tuhan di dunia. Yuk Nulis, karena kita sudah banyak membaca ayat-ayat Allah di keseluruhan hidup kita. Aamiin.
”
”
Maykl Bogach
“
Mama tak meneruskan ceritanya. Kisahnya seakan jadi peringatan terhadap hari depanku, Mas. Dunia menjadi semakin senyap. Yang kedengaran hanya nafas kami berdua. Sekiranya Mama tidak bertindak begitu keras terhadap Papa, begitu berkali-kali diceritakan oleh Mama, tak tahu aku apa yang akan terjadi atas diriku. Mungkin jauh, jauh lebih buruk daripada yanag dapat kusangkakan.
"Tadinya terpikir olehku untuk membawanya ke rumah sakit jiwa. Ragu, Ann. Pendapat orang tentang kau Ann, bagaimana nanti? Kalau ayahmu ternyata memang gila dan oleh Hukum ditaruh onder curateele (di bawah pengampunan)? Seluruh perusahaan, kekayaan dan keluarga akan diatur seorang curator yang ditunjuk oleh Hukum. Mamamu, hanya perempuan Pribumi, akan tidak mempunyai sesuatu hak atas semua, juga tidak dapat berbuat sesuatu untuk anakku sendiri, kau, Ann. Percuma saja akan jadinya kita berdua membanting tulang tanpa hari libur ini. Percuma aku telah lahirkan kau, karena Hukum tidak mengakui keibuanku, hanya karena aku Pribumi dan tidak kawin secara syah. Kau mengerti?"
"Mama!" Bisikku. Tak pernah kuduga begitu banyak kesulitan yang dihadapinya.
"Bahkan ijin kawinmu pun akan bukan dari aku datangnya, tapi dari curator itu, bukan sanak bukan semenda. Dengan membawa Papamu ke rumah sakit jiwa, dengan campur tangan pengadilan, umum akan tahu keadaan Papamu, umum akan ... kau, Ann, nasibmu nanti, Ann. Tidak!"
"Mengapa justru aku, Ma?"
"Kau tidak mengerti? Bagaimana kalau kau dikenal umum sebagai anak orang sinting? Bagaimana akan tingkahmu dan tingkahku di hadapan mereka?"
Aku sembunyikan kepalaku di bawah ketiaknya, seperti anak ayam. Tiada pernah aku sangka keadaanku bisa menjadi seburuk dan senista itu.
"Ayahmu bukan dari keturunannya menjadi begitu," kata Mama meyakinkan. "Dia menjadi begitu karena kecelakaan. Hanya orang mungkin akan menyamakan saja, dan kau bisa dianggap punya benih seperti itu juga." Aku menjadi kecut. "Itu sebabnya dia kubiarkan. Aku tahu dimana dia selama ini bersarang. Cukuplah asal tidak diketahui umum."
Lambat-lambat persoalan pribadiku terdesak oleh belas kasihanku pada Papa.
"Biarlah, Ma, biar kuurus Papa."
"Dia tidak kenal kau."
"Tapi dia Papaku, Ma."
"Stt. Belas kasihan hanya untuk yang tahu. Kaulah yang lebih memerlukannya, anak orang semacam dia. Ann, kau sudah mengerti, dia sudah berhenti sebagai manusia. Makin dekat kau dengannya, makin terancam hidupmu oleh kerusakan. Dia telah menjadi hewan yang tak tahu lagi baik daripada buruk. Tidak lagi bisa berjasa pada sesamanya. Sudah, jangan tanyakan lagi.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1))
“
Am ranit si am fost ranit,
Apoi am vrut sa invat si am invatat ca asta nu se termina niciodata daca vrei sa fii om."
"...ce-i care-si ascund adevarata natura risca sa uite de ea si sfarsesc prin a fi altcineva."
" - Ti-e dor de trecut?
- Da.
- De ce?
- Trecutul e sigur. Acolo nu mi se mai poate intampla nimic.
- Eu iubesc prezentul.
- De ce?
- E imprevizibil.
- Vezi? Suntem diferiti... Ce iubesti la mine?
- Tot ce nu pot fi eu..."
" - Pai si...iertati-ma.. din ce traiti?
- Am copii,
- Ah.. Misto. Pai si cu ce v-ati ocupat? Ce meserie aveati?
- M-am ocupat cu fericirea."
"Mama ta este aici si acolo. Mama ta este viata si inainte de viata."
"Copiii sunt mai aproape de Dumnezeu, pentru ca ei nu se indoiesc. Indoiala vine cu varsta. ...Oare unde ne pierdem harul? Unde se rupe firul care, odata intrerupt naste indoiala? Sunt multe raspunsuri, stiu. Prea multe corecte, niciunul adevarat."
"Nu alergati dupa bani cu orice pret. Banii trebuie sa va fie doar mijloc, nu scop. Scopul vostru trebuie sa fie cunoasterea. Cu cat veti sti mai multe, cu atat veti fi mai inalti. Orice carte citita, orice lectie invatata se va aseza sub voi si va va ridica deasupra celorlalti. Veti domina cu mintea. Nu e nimic mai frumos decat asta."
"Poate ca iubirea e atunci cand, dupa ce ai stins lumina la baie si ti-ai vazut ochii obositi in oglinda, alti ochi ii privesc pe ai tai de undeva din intunericul apropiat. Si esti impacat cu asta si nu mai tanjesti dupa nimic altceva."
"Intelegerea nevoilor reale ale persoanei iubite, asta este pariul unei relatii. Sa mergi adanc in sufletul celui langa care traiesti si sa nu transformi o relatie intr-o mecanica a sabloanelor..."
"Iubirea incepe cu intrebari simple pe care le rostim si sfarseste cu intrebari la fel de simple pe care nu le punem niciodata."
" - Da' de ce nu-si spun nimic? Stau asa lipiti si-si amesteca mainile...
- Sunt la inceput, astia doi. Abia s-au cunoscut. N-au curaj sa-si spuna lucruri si lasa mainile sa vorbeasca pentru ei."
"Cel mai frumos lucru al dumnezeirii este ca Dumnezeu se afla si in sufletele celor care il contesta, fara ca acestia sa i se poata opune."
"Ati vazut filmele alea in care oamenii, ca sa se razbune, mai trag niste gloante in cadavrul dusmanului lor, desi stiu ca acesta e mort? Ei bine, oricate gloante ai descarca in cadavrul unei iubiri pierdute, n-o sa-ti potolesti setea..."
"Esti singur in vartejul suferintei tale si daca vrei sa iesi trebuie sa tragi aer in piept si sa te scufunzi pana se sfarseste. Mai degraba iubeste-o pana cand iubirea ti se face apa si se scurge prin toti porii. Iubeste-o in absenta. Va fi ca si cum te-ai arunca de nebun intr-un zid. De sute, de mii de ori. Neclintit, zidul iti va rupe oasele, pielea ti-o vei zdreli, iti vei sfasia hainele pana cand te vei fi prelins in praful de la poalele lui. Un somn lung te va cuprinde, apoi te vei trezi ca dupa un cosmar pe care vei incerca sa-l rememorezi. Soarele diminetii nu-ti va da timp si vei uita. Cu fiecare zi care va trece, vei mai fi uitat putin cate putin...
Vindeca-te singur. E tot ce poti face pentru tine.
”
”
Tudor Chirilă (Exerciţii de echilibru)
“
Mama, Mama pernah berbahagia?"
"Biar pun pendek dan sedikit setiap orang pernah, Ann."
"Berbahagia juga Mama sekarang?"
"Yang sekarang ini aku tak tahu. Yang ada hanya kekuatiran, hanya ada satu keinginan. Tak ada sangkut-paut dengan kebahagiaan yang kau tanyakan. Apa peduli diri ini berbahagia atau tidak? Kau yang kukuatirkan. Aku ingin lihat kau berbahagia."
Aku menjadi begitu terharu mendengar itu. Aku peluk Mama dan aku cium dalam kegelapan itu. Ia selalu begitu baik padaku. Rasa-rasanya takkan ada orang lebih baik.
"Kau sayang pada Mama, Ann?"
Pertanyaan, untuk pertama kali itu diucapkan, membikin aku berkaca-kaca, Mas. Nampaknya saja ia terlalu keras.
"Ya, Mama ingin melihat kau berbahagia untuk selama-lamanya. Tidak mengalami kesakitan seperti aku dulu. Tak mengalami kesunyian seperti sekarang ini: tak punya teman, tak punya kawan, apalagi sahabat. Mengapa tiba-tiba datang membawa kebahagiaan?"
"Jangan tanyai aku, Ma, ceritalah."
"Ann, Annelies, mungkin kau tak merasa, tapi memang aku didik kau secara keras untuk bisa bekerja, biar kelak tidak harus tergantung kepada suami, kalau ya, moga-moga tidak, kalau-kalau suamimu semacam ayahmu itu."
Aku tahu Mama telah kehilangan penghargaannya terhadap Papa. Aku dapat memahami sikapnya, maka tak perlu bertanya tentangnya. Yang kuharap memang bukan omongan tentang itu. Aku ingin mengetahui adakah ia pernah merasai apa yang kurasai sekarang.
"Kapan Mama merasa sangat, sangat berbahagia?"
"Ada banyak tahun setelah aku ikut Tuan Mallema, ayahmu."
"Lantas, Ma?"
"Kau masih ingat waktu kau kukeluarkan dari sekolah. Itulah akhir kebahagiaan itu. Kau sudah besar sekarang, sudah harus tahu memang. Harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah beberapa minggu ini aku bermaksud menceritakan. Kesempatan tak kunjung tiba juga. Kau mengantuk?"
"Mendengarkan, Ma."
"Pernah Papamu bilang dulu, waktu kau masih sangat, sangat kecil, seorang ibu harus menyampaikan kepada anak perempuannya semua yang harus dia ketahui."
"Pada waktu itu..."
"Pada waktu itu segala dari Papamu aku hormati, aku ingat-ingat, aku jadikan pegangan. Kemudian ia berubah, jadi berlawanan dengan segala yang pernah diajarkannya. Ya, waktu itu mulai hilang kepercayaan dan hormatku padanya."
"Ma, pandai dulu Papa, Ma?"
"Bukan saja pandai, tapi juga baik hati. Dia yang mengajari aku segala tentang pertanian, perusahaan, pemeliharaan hewan, pekerjaan kantor. Mula-mula diajari aku bahasa Melayu, kemudian membaca dan menulis, setelah itu juga bahasa Belanda. Papamu bukan hanya mengajar, dengan sabar juga menguji semua yang telah diajarkannya. Ia haruskan aku berbahasa Belanda dengannya. Kemudian diajarinya aku berurusan dengan bank, ahli-ahli hukum, aturan dagang, semua yang sekarang mulai kuajarkan juga kepadamu."
"Mengapa Papa bisa berubah begitu Ma?"
"Ada, Ann, ada sebabnya. Sesuatu telah terjadi. Hanya sekali, kemudian ia kehilangan seluruh kebaikan, kepandaian, kecerdasan, keterampilannya. Rusak, Ann, binasa karena kejadian yang satu itu. Ia berubah jadi orang lain, jadi hewan yang tak kenal anak dan istri lagi."
"Kasihan Papa."
"Ya. Tak tahu diurus, lebih suka menggembara tak menentu.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
“
Kita emang gak bisa milih buat lahir dari orangtua macam yang kita mau, tapi seenggaknya kita bisa milih buat mau jadi orangtua kayak apa
”
”
tisupaseeo
“
Menikah? Itu hanya tindakan yang berlandaskan hukum. Membuat keluarga yang disahkan secara hukum. Bagaimana kalau seseorang tidak dapat mempertahankan keluarganya? Apa yang akan terjadi dengan anak mereka? Siapa yang dapat menjamin hidup anak itu? Hukum tidak dapat melindungi orang dari hal-hal seperti itu. Hukum juga tidak dapat menjamin kalau hati seseorang tidak akan berubah." - pg. 165, Hae Yoon
”
”
Kim Eun Jeong (My Boyfriend's Wedding Dress)
“
Karenamu, aku telah merasakan semua apa yang mereka bilang "lebay" perihal asmara.
”
”
@asli_aris
“
Lingkaran Emas membantu kita mengerti mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Lingkaran Emas menyediakan bukti yang membesarkan hati tentang berapa banyak lagi yang bisa kita capai jika kita mengingatkan diri untuk memulai segala sesuatu yang kita lakukan dengan pertama-tama bertanya "mengapa".
”
”
Simon Sinek (Start with Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action)
“
A! E alta forma, o forma care, din punct de vedere estetic, nu este prea frumoasa! N-am sa inteleg niciodata de ce a arunca in oameni cu bombe, a-i omori in asediu reglementar este o forma mai respectabila? Teama de estetica este primul indiciu al neputintei!... Niciodata, niciodata n-am simtit-o mai bine ca acum, si inteleg mai putin ca oricand care este crima mea! Niciodata, niciodata n-am fost mai puternic si mai convins ca acum! [...]
Ar fi interesant de stiut daca in cei 15-20 de ani care vor urma sufletul meu se va potoli intr-atat incat sa scancesc smerit in fata oamenilor, numindu-ma, cand trebuie si cand nu trebuie, talhar? Da, da, intocmai! Pentru asta ma trimit ei la ocna, de asta au ei nevoie... Uite-i cum misuna pe strada incolo si incoace, si fiecare din ei este din firea lui un ticalos si un talhar; mai rau inca: este un idiot! Dar sa incerce numai sa nu ma trimita la ocna si ei toti au sa turbeze de nobila indignare! O, cat ii urasc pe toti!
Care este procesul care il va face pe el sa se supuna tuturora, fara sa mai stea sa judece, sa se supuna convins ca asa trebuie sa fie? De ce nu? Fireste, asa trebuie sa se intample! Oare 20 de ani de apasare necontenita nu-l vor frange definitiv? Apa sapa pietrele. Pentru ce, pentru ce atunci sa mai traiesc, pentru ce ma duc, daca stiu ca toate se vor intampla intocmai ca in carte si nu altfel?!"
De ieri isi punea poate pentru a suta oara aceasta intrebare si totusi mergea inainte.
”
”
Fyodor Dostoevsky (Crime and Punishment)
“
Kekuatan laki-laki bisa diibaratkan serudukan sapi jantan, sementara kekuatan perempuan bergerak serong, seperti ular yang mencari mangsa. Kecuali kau gunakan dengan benar, kekuatanmu tidak akan menghasilkan apa yang kau inginkan." -Srikandi
”
”
Chitra Banerjee Divakaruni (The Palace of Illusions)
“
Seorang pahlawan tetap pahlawan, tidak peduli apa kastanya. Kemampuan lebih penting daripada kelahiran yang kebetulan." -Duryodana
”
”
Chitra Banerjee Divakaruni (The Palace of Illusions)
“
Apakah Anda sedang mencari smartphone yang sempurna dengan gaya, inovasi, dan fungsionalitas yang sempurna? Jangan khawatir, karena smartphone OPPO telah menggebrak dunia teknologi dengan berbagai fitur mengagumkan dan desain yang elegan. Dalam artikel ini, kita akan menggali dunia smartphone OPPO dan mengetahui apa yang membuatnya berbeda dari yang lain. Dari teknologi mutakhir hingga desain yang memikat, semuanya akan kita bahas. Ayo kita mulai!
”
”
“
Sepertinya kamu mengetahui banyak tentangku,
apa kamu bagian dari penggemarku?
”
”
Rudi Elkohler
“
Yang lebih baik itu tidak pernah benar0benar ada. Manusia terlalu serakah untuk mencari lebih. Padahal, mensyukuri apa yang ada jauh lebih baik ketimbang menginginkan lebih.
”
”
Tenderlova (Tulisan Sastra)
“
Hidup ‘kan emang enggak pernah adil Si. Semua hal hanya sesuai porsi mereka, bukan apa yang mau mereka makan. - Piring Bahagia Si dan Bi
”
”
Dian Pertiwi Josua
“
Kalau kamu suka ngelakuin sesuatu... ada baiknya ndak usah berharap apa pun, toh? Kalau kamu ngarep, nanti kamu jdai ndak suka ngelakuinnya lagi." (Pak Har)
”
”
Valerie Patkar (Lukacita)
“
Kalau kamu suka ngelakuin sesuatu... ada baiknya ndak usah berharap apa pun, toh? Kalau kamu ngarep, nanti kamu jadi ndak suka ngelakuinnya lagi." (Pak Har)
”
”
Valerie Patkar
“
Ha ha ha. Kau ini ternyata lebih lucu ketimbang temanmu. Apa pentingnya dikenang sebagai orang murah hati? Apa pentingnya dikenang sebagai apa pun? Yang penting hari ini aku masih bisa makan enak.
”
”
Yusi Avianto Pareanom (Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi)
“
Betapa susahnya hidup ini: tanpa melakukan apa-apa kita tetap harus mengeluarkan uang untuk membayar negara
”
”
Felix K. Nesi (Orang-Orang Oetimu)
“
Iti faci uneori multe idei despre cineva, pentru ca, deodata, o simpla propozitie sa distruga totul. Foarte trist, intr-adevar. Ai zice ca lumea se inversuneaza sa nu ma lase sa iubesc pe nimeni din jur, oricare ar fi acela. De cum incep sa ma atasez de cineva, buf! ma si trezesc cu o galeata cu apa rece pe cap!
”
”
Jeni Acterian (Jurnalul unei fete greu de mulţumit)
“
ketika kita sudah terlalu banyak makan pahitnya cinta disana lah kita akan mengetahui apa arti "cinta" itu sesungguhnya tanpa harus menerima balasan cinta dari orang lain , dengan memberi tanpa harus menerima balasan maka kita akan mengetahui indahnya cinta itu
”
”
Chen
“
Jika Tuhan berkehendak membuat sesuatu maka ia berkata "Jadilah", maka jadilah apa yang Ia kehendaki. Maka percayalah pada kehendak Tuhan.
”
”
Mukti Effendi
“
Lacrima este fecundă. O rană e totdeauna sursa izvorului, tăietură în carne vie, despicare din care curge sângele, apa limpede, lumina, cântarea și totul. Marea e tărâmul misterelor ultime, umed e ochiul. Azuru-i un spațiu de dor, de chemări tulburătoare, de obsesii; el nu-i inocent. Doar păsările și copacii renasc din propria cenușă, noi nu. Moartea pândește crini, fluturi și oameni, într-un amurg mohorât. Un straniu cântec de leagăn mă cheamă în orizontul misterului, în domeniul somnului, în străfundurile ființării. Un abis se deschide. Cad."
(Un sertar întredeschis)
”
”
Alexandra Indrieș
“
Terlambat adalah dosa besar menurut ukuran Swedia. Apa pun alasannya.
”
”
Bondan Winarno (Petang Panjang di Central Park)
“
Sri menatapku tak berkedip. Satu per satu dia melepas baju saya. Satu per satu saya melepas bajunya. "Aku rindu sekali, Sayang," bisik saya. "Lebih-lebih aku, Mas, desisnya di lubang telinga saya. Sawah yang luas itu pun menyibak. Mendorong kebutuhan yang dalam sang bajak. Di haribaan yang saling lekat, kesampaian jadi pekat. Desahan itu, desahan itu, seperti lama benar aku tak mendengarnya. Lautku. Angkasaku. Bumiku. Yang memberikan segalanya. Aku menyelam tak puas-puasnya. Ada yang kurang. Ada yang kurang. Apa itu? Minta diulang? Tambah waktu.
”
”
Danarto (Berhala: Kumpulan Cerita Pendek)
“
Terkadang hujan itu berarti, tapi kadang hujan juga tak berarti apa-apa, kecuali basah.
”
”
nom de plume
“
Bukan begitu caranya mendidik anak. Bukan dengan kekerasan ke tahap mendera. Tak usah dipukul teruk-teruk begitu. Apa untungnya yang kau dapat? Malah bertambah degil budak tu nanti. Cubalah berlembut, agar hatinya di belakang hari tak keras."
Nek Limah dengan tenang mengingatkan ibuku.
”
”
A.D. Rahman Ahmad (Di Angin Lalu)
“
....... "Sampai bila-bila pun saya tak dapat lupa pada pesanan arwah nenek saya. Katanya, jika mulut mahu berkata, berkatalah dengan benar dan ikhlas. Walau apa yang dikatakan itu kedengaran pedas dan menyakitkan. Kerana berkata benar dan ikhlas itu, jauh lebih baik dan mulia daripada bermuka dan umpat-mengumpat." .......
”
”
A.D. Rahman Ahmad (Di Angin Lalu)
“
Este cu neputinţă să ne păstrăm pacea sufletească dacă nu veghem asupra minţii noastre, adică dacă nu vom depărta gândurile care nu-I plac lui Dumnezeu şi nu le vom păzi, dimpotrivă, pe cele plăcute lui Dumnezeu. Trebuie să priveşti cu mintea în inimă, ce anume lucrează acolo: lucruri de pace sau nu. Dacă nu, atunci vezi cu ce anume ai păcătuit. Pentru pacea sufletească trebuie să fii înfrânat, pentru că pacea se pierde şi din pricina trupului nostru. Nu trebuie să fii curios; nu trebuie să citeşti nici gazete, nici cărţi lumeşti, care pustiesc sufletul şi-i aduc urât şi tulburare. Nu osândi pe alţii, fiindcă adeseori se întâmplă că, fără să-l cunoaştem pe om, îl vorbim de rău, dar el prin mintea lui e asemenea unui înger. Nu te sili să cunoşti treburi străine, ci numai pe cele ale tale; nu te îngriji decât de ceea ce ţi s-a poruncit de "bătrâni" şi atunci, pentru ascultarea ta, Domnul te va ajuta cu harul Său, şi vei vedea în sufletul tău roadele ascultării: pacea şi rugăciunea neîncetată.
În viaţa de obşte harul lui Dumnezeu se pierde înainte de toate pentru că n-am învăţat să iubim pe fratele nostru după porunca Domnului. Dacă fratele tău te întristează şi în clipa aceea primeşti un gând de mânie împotriva lui sau dacă-l osândeşti ori îl urăşti, vei simţi că harul te-a părăsit şi că pacea a pierit. Pentru pacea sufletească trebuie ca sufletul să se obişnuiască să iubească pe acela care l-a întristat şi să se roage de îndată pentru el. Sufletul nu poate avea pace, dacă nu va cere cu toată puterea de la Domnul darul de a iubi pe toţi oamenii. Domnul a zis: "Iubiţi pe vrăjmaşii voştri" [Mt 5,44], şi dacă nu-i vom iubi pe vrăjmaşi, nu va fi pace în suflet. Este neapărată nevoie să dobândim ascultare, smerenie şi iubire, altfel toate marile noastre nevoinţe şi privegheri vor fi doar spre pierzanie. Un "bătrân" a avut următoarea vedenie: un om căra apă într-un vas al cărui fund era spart; omul îşi dădea multă osteneală, dar toată apa se scurgea şi vasul rămânea gol. Aşa şi noi, trăim în nevoinţă [asceză], dar pierdem o singură virtute, şi pentru ea sufletul stă gol.
”
”
Saint Silouan the Athonite (Între iadul deznădejdii și iadul smereniei)
“
Buku ini cuma benda mati. Dia gak bisa ngasih tau kamu amanat apa yang bisa kamu ambil. Tapi kamu yang punya otak yang bisa berpikir, cari pelajaran terbaik sebanyak yang kamu bisa. That's the best part of reading. (Inspired by Tere Liye in his novel "Pulang")
”
”
Intan Nabiila
“
Berlagak tak mendengar apa-apa, Avenarius terus nyerocos. "Di mata seorang ahli estetika, pantatnya pasti dinilai terlalu berisi dan agak rendah, dan itu makin jadi soal karena jiwanya merindukan ketinggian. Tapi justru dalam kontradiksinya ini aku mendapati inti keadaan manusia: kepala penuh mimpi, tetapi pantat yang menambatkan kita seperti sauh,
”
”
Milan Kundera (Immortality)
“
Kau sudah pernah melakukan ini?"
"Tentu. Ratusan kali -- yah, setidaknya puluhan kali."
"Dengan anggota Partai."
Ya. Selalu dengan anggota Partai."
"Dengan anggota Partai Inti?"
"Tidak dengan celeng-celeng itu! Emoh. Tapi, banyak dari mereka yang mau kalau saja ada peluang sekecil apa pun. Mereka tidak sesuci lagaknya.
”
”
George Orwell (1984)
“
Burung gereja, apa agamamu?
”
”
Iwan Esjepe
“
Rumput tetangga tak usah dipikir apa warnanya.
”
”
Iwan Esjepe
“
Jangan pernah takut bermimpi, jangan pernah takut berusaha, tapi takutlah ketika kita tidak lagi mau berusaha dan beku hati kita, kegagal di setiap perjuangan untuk meraih apa yang kita cita-citakan, hal itu justru sebagai penambah nilai plus agar kita tidak lagi mengulangi kegagalan yang sama
”
”
Musa Rustam (Memoar Asa)
“
Apa itu kesalahan ? Dan, apa itu kebenaran ? Bersyukurlah, kalian telah sampai di sini". - Kumpulan Cerita Pendek Mama Rice
”
”
Ignasius Dicky Takndare
“
Zona nyaman seperti sebuah payung yang melindungi pemegangnya dari risiko. Sudah prinsip dasar manusia untuk menghindari perubahan. Hidup sudah terlalu banyak menyimpan kejutan. Siapa yang tahu apa yang ada di luar sana.
”
”
Winna Efendi (Unforgettable)
“
Perasaan tidak sejalan dengan logika!
Kebodohan macam apa ini?
”
”
Siska Astriana
“
ar rezuma fără rest l a un flux continuu de senzaţii şi nici o cunoaştere bazată pe concept, pe regulă, pe cauzalitate nu a r fi c u putinţă. Pentru c a s ă s e poată explica existenţa ştiinţei, p entru ca o înţelegere raţională a lumi i s ă fie l e g i t imă - crede Aristotel, pr in urmare -, pentru c a nu orice opinie şi orice închipuire s ă fie la fel de valabile ş i de egal îndreptăţite la numele de "adevăr", trebuie să existe Fiinţă. Numai că aici apar două probleme: 1) Cum se poate demon stra existenţa Fiinţei ? 2 ) Ş i unde anume, în cuprinsul realităţii, se regăseşte efectiv F i i nţ a ? Există Fiinţă ? Aristotel ştie însă că nu poate demonstra ca atare existenţa Fiinţei. Totuşi, el crede că poate respinge eficient afirmaţiile celor care îi contestă existenţa. Mai întâi, el presupune, în Cartea Gamma - ceea ce nu este deloc absolut evident, dar era aproape o evidenţă p e ntru filozofia antică -, c ă realitatea interioară, a reprezentărilor mentale, corespunde structural realităţii exte rioare, "obi e c t ive " . Cu a l t e cuvinte, dacă lumea e s t e de tip heraclitic, în curgere continuă, lipsită de orice constanţă - adică lipsită de Fiinţă -, şi lumea mentală va fi l a fel de inconstantă, contradictorie, trăsătură proprie - zice Aristotel - viziunii relativiste şi iraţio naliste a lui Protagoras. Acesta suprimase distincţia dintre apa renţă şi esenţă, dintre intrinsec ş i contextual, sau, de fapt, redusese totul la aparenţă şi la relaţie (în chipul postmodernilor de azi), exact l a fel după cum anumiţi filozofi ai na tur i i e l iminaseră r epausul ş i s t abi l i t atea, păstrând numa i m i ş carea. Rezultatul ar fi că nu s - a r mai putea face, în mod consistent, afirmaţii adevărate sau false despre un anumit lucru : falsul s-ar metamorfoza îndată în adevăr, adevărul ar deveni fals, în funcţie de perspectivă şi de dorinţa celui care j u d ecă : celebra sentinţă a lui Protagoras : "omul este măsura tuturor luc ru r i l o r " , este interpretată de Aristotel ( c a şi de Platon) în cheie pur relati vistă: adevărul ş i falsul se pot afirma concomitent despre acelaşi
”
”
Anonymous
“
i e cu e l ementele naturii, precum focul, aerul sau apa, fie cu materia în general, fie cu anumite universalii, precum Formele platoniciene sau numerele pitagoricienilor. Lipsa de unitate a răspunsurilor a generat însă confuzie şi a condus la scepticismul c e lor care au negat realitatea Fi inţ e i . Aristotel a s t abi l i t îns ă că anumite cuvint e au mai multe sensuri, că sunt noA.A.ax� A.Ey6f!EVa : or, în acest caz, nu cumva ş i conceptul de Fiinţă trebuie gândit în ma i multe sensuri ? Iar dacă este aşa, s - ar cuveni a fi detaliate sensurile principale ale noţ iuni i de Fiinţă ş i stabilit la c e porţiune d e realitate se aplică ele, după cum trebuie s t abi l i t şi s ensul central, fundamental, care le asociază. Prin urmare, aşa după cum Fiinţa împiedică dispersia realităţii în ansamblu, trebuie s ă existe un fel de sens esenţial al Fiinţei - o ,.F i inţă a Fi inţ e i " , care adună ş i conec tează sensurile relativ diferite ale notiunii de Fiintă. Iar dacă este aşa, înseamnă că toţi filozofii care a� identificat Fiinţa cu anumite aspecte ale realului au avut, cumva, dreptate, deşi parţial. Ei nu au văzut decât un anumit sens al Fi inţei, dar le-au scăpat celelalte sensuri. Experienţa lor rămâne ut i l ă ş i merită a f i studiată istoric, ceea c e chiar face Aristotel, în Cartea Alpha mare, dar trebuie s ă fie depă ş i t ă critic printr-un fel de s i nteză. Mai mul t , a căuta să se răspundă în mod univoc între bă ri i : ce este Fiinta s e dovedeste a fi o eroare : Fiinta este, în mod efectiv, mai 'multe entităti, chiar dacă în grad� diferite
”
”
Anonymous
“
e cu e l ementele naturii, precum focul, aerul sau apa, fie cu materia în general, fie cu anumite universalii, precum Formele platoniciene sau numerele pitagoricienilor. Lipsa de unitate a răspunsurilor a generat însă confuzie şi a condus la scepticismul c e lor care au negat realitatea Fi inţ e i . Aristotel a s t abi l i t îns ă că anumite cuvint e au mai multe sensuri, că sunt noA.A.ax� A.Ey6f!EVa : or, în acest caz, nu cumva ş i conceptul de Fiinţă trebuie gândit în ma i multe sensuri ? Iar dacă este aşa, s - ar cuveni a fi detaliate sensurile principale ale noţ iuni i de Fiinţă ş i stabilit la c e porţiune d e realitate se aplică ele, după cum trebuie s t abi l i t şi s ensul central, fundamental, care le asociază. Prin urmare, aşa după cum Fiinţa împiedică dispersia realităţii în ansamblu, trebuie s ă existe un fel de sens esenţial al Fiinţei - o ,.F i inţă a Fi inţ e i " , care adună ş i conec tează sensurile relativ diferite ale notiunii de Fiintă. Iar dacă este aşa, înseamnă că toţi filozofii care a� identificat Fiinţa cu anumite aspecte ale realului au avut, cumva, dreptate, deşi parţial. Ei nu au văzut decât un anumit sens al Fi inţei, dar le-au scăpat celelalte sensuri. Experienţa lor rămâne ut i l ă ş i merită a f i studiată istoric, ceea c e chiar face Aristotel, în Cartea Alpha mare, dar trebuie s ă fie depă ş i t ă critic printr-un fel de s i nteză. Mai mul t , a căuta să se răspundă în mod univoc între bă ri i : ce este Fiinta s e dovedeste a fi o eroare : Fiinta este, în mod efectiv, mai 'multe entităti, chiar dacă în grad� diferite
”
”
Anonymous
“
1.
kembali pada onggokan kota tua, perempuan
pada sebuah pertemuan
apa itu definisi? tanya mereka
lalu kemana perginya pertemuan? kata cinta
kapal-kapal finisi membawa berita dari negeri seberang
tentang sisifus yang belum juga kelelahan
bukan naik ke atap gunung yang ia tuju, tetapi
ketabahan menjalani kesia-siaan.
”
”
Nailal Fahmi (Mencari Jalan Pulang)
“
Rahasia itu, Nduk," kata Eyang lagi, "seperti kain lurik. Kita pakai di badan kita seperti ndak apa-apa di permukaan, tetapi hangatnya menyelimuti tubuh. Itu akan membuat kita ora tergantung kepada siapapun. Jangan mudah takut.
”
”
lasksmi pamuntjak
“
Itu cita-citamu? Menjadi penyair?"
"Tidak. Aku tidak punya bakat untuk itu."
"Apa bakatmu?"
"Aku tidak tahu. Tidak semua orang punya bakat?"
"Benar. Meski orang-orang mengatakan sebaliknya.
”
”
David Benioff (City of Thieves)
“
Apa sebabnya dunia menghormati Satria?"
"Tidak banyak Satria yang dihormati."
"Tidak banyak?"
"Terlalu sedikit. Mereka adalah yang bijaksana. Selebihnya tidak pernah dihormati dunia, hanya ditakuti. Mereka ditakuti karena semua Satria adalah pembunuh, penganiaya, penyiksa karena kerakusannya pada kebesaran dunia. Hanya yang bijaksana yang dengarkan petunjuk Dewa, petunjuk Hyang Yama.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Arok dedes)
“
Kuping gue udah tuli,nggak peduli apa kata orang lain. Mata gue udah buta,nggak bisa lihat perempuan lain" wicak berbicara terus hingga bibirnya bergetar.....
.......Dalam teduh mata wicak,Lintang menemukan semua yang ingin ia gapai bersama pacar-pacar asingnya,tetapi selalu gagal. Kedamaian di tengah badai. Kehangatan seribu musim panas.Dan Ketulusan untuk dapat mencintai segala kekurangan,menjadikan segalanya sempurna.
”
”
negeri van oranje
“
Aku bisa aja mengatur apa pun yang aku inginkan dan harapkan. Tapi nggak begitu halnya dengan hati dan perasaan seseorang.
”
”
Anastasia Ervina (How can I Forget You?)
“
Orang Pintar Akan Memanfaatkan Apa Yang Ada, Orang Cerda Akan Bertanya Bagiamana Caranya?, dan Orang Jenius Akan Berfikir Bagaimana Jadinya ?
”
”
#IjalQuote
“
Masih ada satu gadis lagi," lanjut Will. "Dia pindah ke salah satu rumah di jalan ini beberapa waktu lalu. Aku masih ingat hari aku melihat dia datang mengendarai U-Haul. Dia begitu percaya diri menyetir pikap itu; padahal ukuran pikap itu seratus kali lebih besar darinya, tapi dia memundurkannya tanpa minta bantuan sedikit pun. Kuperhatikan dia saat memarkir U-Haul itu lalu menopangkan kakinya ke atas dasbor, seolah menyetir U-Haul memang pekerjaannya sehari-hari. Urusan sepele. Waktu itu, aku sudah harus berangkat kerja, tapi Caulder malah berlari ke seberang jalan. Caulder bermain tarung pedang khayalan dengan anak laki-laki yang ada di dalam U-Haul itu. Aku baru saja mau meneriaki Caulder supaya naik ke mobil, tapi ada sesuatu tentang gadis itu. Aku harus bertemu dia. Jadi aku pun menyeberangi jalan, tapi dia sama sekali tidak melihatku. Dia sedang memandangi adiknya bermain bersama Caulder dengan sorot mata melayang jauh. Aku pun berdiri di samping U-Haul dan hanya memperhatikan gadis itu. Kupandangi dia yang sedang menatap dengan sorot mata begitu sedih. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan, apa yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya. Apa yang membuat dia begitu sedih? Aku begitu ingin memeluknya. Ketika gadis itu akhirnya keluar dari U-Haul dan aku memperkenalkan diri padanya, aku butuh mengerahkan segenap usaha saat melepaskan tangannya. Aku ingin memegangi tangan gadis itu selamanya. Aku mau dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Beban apa pun yang sedang dia pikul, aku mau memikulkan beban itu untuknya.
”
”
Colleen Hoover (Slammed (Slammed, #1))
“
Zorba grecul- Nikos Kazantzakis
"Dar ne vom salva pe noi insine straduindu-ne sa-i salvam pe altii."
"Inima omnului e o groapa plina de sange; pe marginile acestei gropi cei ce ti-au fost dragi si au murit stau lungiti pe burta sa bea din sange si sa reinvie; si cu cat mai dragi iti sunt, cu atat mai multe sange iti vor bea."
"Indiferenta,calm; chipul-masca surazatoare si nemiscata. Ce se petrece in dosul mastii, treaba fiecaruia."
"Mergi pana la capat, loveste cu putere, nu-ti fie teama, si vei birui."
"Toate amaraciunile, jupane, zise el ca si cum ar fi vrut sa se justifice, imi frang inima in doua. Dar ea, sfartecata, ciuruita toata, se lipeste indata la loc si nu se mai vede rana. Sunt, din cap pana-n picioare, numai o rana cicatrizata, de-aia tin piept."
"Sufletul lui Zorba inainta mult mai iute decat lumea."
"Asta-i libertatea, gandeam eu. Sa ai o pasiune, sa aduni gramada monedele de aur si, deodata, sa-ti invingi pasiunea si sa-ti azvarli comoara in cele 4 vanturi. Sa te eliberezi de-o pasiune pentru a te supune alteia, mai nobila."
"Ticaloasa asta de viata, nu e lipsita niciodata de surprize."
"Un mosneag de nouazeci de ani se apucase sa sadeasca un migdal. <> Da' el, asa povarnit cum statea s-a intors si mi-a zis: <> Si i-am raspuns: <> Care dintre noi a avut dreptate jupane? "
"Zorba vede in fiecare zi lucrurile pentru prima oara."
"Ah! dragul meu! Au decazut rau oamenii,puah! Si-a lasat trupurile sa amuteasca si nu mai vorbesc decat cu gura. Da' ce-ai vrea tu sa zica gura? Ce poate ea sa zica?"
"Mi-as umple carnea cu suflet. Mi-as umple sufletul carne. I-as impaca in mine,in sfarsit, pe acesti doi dusmani de veacuri..."
"Eu cu cat trece vremea cu atat sunt mai razvratit. Nu ma dau batut, vreau sa cuceresc lumea!"
"Iata adevarata fericire: sa traiesti departe de oameni, sa n-ai nevoie de ei si sa-i iubesti."
"Dar o dorinta arzatoare m-a ros de cand ma stiu: sa vad si sa ating cat mai mult pamant si cat mai multa mare cu putinta pana o fi sa inchid ochii."
"Fiecare om are cate-o nebunie, dar cea mai mare nebunie, dupa mine, e sa n-ai nici una."
"Bea, mosule, facu el, asta iti da curaj."
"Dumnezeu isi schimba chipul in fiece clipa. Ferice de cel ce-l poate recunoaste sub fiecare din aceste masti. O data e un pahar cu apa rece,alta data e un fiu care-ti sare pe genunchi sau o femeie seducatoare, sau pur si simplu o mica plimbare matinala."
"Si cand ai inima, poti sa ai toate nasurile si toti ochii din lume, n-ajuta la nimic!."
"Dragul meu, cand o devina omul cu adevarat om? Imbracam pantaloni, ne punem gulere scrboite, palarii in cap, dar tot magari suntem, lupi, vulpi, porci."
"Nu face nimic daca n-ai cap; palarie sa ai."
"Canta sa moara Moartea!"
"Privindu-l pe Zorba dansand, am inteles pentru prima oara stradania himerica a omului de-a infrange gravitatea. Ii admiram rezistenta, voiciunea,mandria. Pe pietrele acelea, pasii lui Zorba, navalnici si iscusiti, gravau istoria demonica a omului."
"-Nu, nu esti liber, a zis el. Funia cu care esti legat e-un pic mai lunga decat a celorlalti. Asta-i jupane, ai o sfoara lunga, te duci, vii, crezi ca esti liber dar nu tai sfoara. Si cata vreme nu tai sfoara...
”
”
N. Kazantzakis
“
Bila satu negara baru lahir dan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah punya apa-apa itu ditempatkan pada jabatan yang "basah", terdapatlah salah urus dan korupsi, bahkan pada kalangan atas. Baru-baru ini aku mengeluarkan ancaman hukuman mati untuk pengacau ekonomi. Seorang pemilik penggilingan padi membuat harga beras membumbung tinggi dengan menimbun enam ribu ton. Bila dia nanti ternyata bersalah, aku sendiri yang akan menandatangani perintah hukuman mati terhadapnya.
Banyak dari para pengusaha kami menyimpan hartanya di bank luar negeri. Aku tahu hal itu. Tetapi selagi mereka bekerja membantu kami, bukan menentang kami, hak milik perorangan tidak akan dihapus sebagaimana di sejumlah negara sosialis lain. Sukarno dengan gembira membolehkan warga negaranya kaya. Beberapa orang kawanku sendiri adalah kapitalis-sosialis. Tetapi hal itu harus dibatasi. Mereka yang menghisap kekayaan negara dan menjadi patriot apabila sakunya berisi, akan ditembak mati. Undang-undang kami sekarang harus tegas, atau ekonomi kami tidak pernah beres.
Di negara Barat kehidupan sangat menyenangkan. Orang bisa membeli gula, dasi bagus, barang-barang mewah seperti lipstik dan krim wajah. Di Timur terjadi kekurangan yang serius. Di negara-negara kapitalis orang dapat bergerak bebas. Di negara-negara sosialis apa yang disebut kebebasan tidak ada. Bahkan kelaparan masih sering terjadi. Ada pembatasan di setiap bidang, ini bukan karena sistem kami yang salah, melainkan karena kami masih dalam proses mewujudkan cita-cita.
Menderita akan membuat kuat. Aku tidak menghendaki rakyatku menderita, tetapi kalau semua diperoleh dengan mudah, mereka pikir Bung Karno adalah Sinterklas. Mereka akan duduk saja menunggu Sukarno mengerjakan semua untuk mereka. Mungkin kalau aku memiliki kemampuan untuk memberikan kesenangan, aku tidak akan menjadi pemimpin yang baik. Aku harus memberi rakyatku makanan untuk jiwanya bukan hanya untuk perutnya. Seandainya aku memakai semua uang untuk membeli beras, mungkin aku akan dapat mengatasi kelaparan mereka. Tapi bila aku memiliki uang 5 dollar, aku akan mengeluarkan 2.50 dollar untuk membuat mereka kuat. Membesarkan suatu bangsa merupakan pekerjaan kompleks.
Semangat suatu bangsa yang pernah tertindas tidak boleh disia-siakan. Di Kalimantan Barat sungainya tidak dapat di lewati, perhubungan tidak mungkin diadakan. Sebagian besar bahan makanannya diimpor. Ketika aku pertamakali berkunjung ke sana, tahukah engkau apa yang sangat mereka inginkan? Bukan bantuan teknis. Bukan pembangunan pertanian. Tapi sebuah fakultas hukum! Dan begitulah sekarang telah berdiri sebuah universitas di tengah-tengah rimb raya Kalimantan.
Manusia tidak hanya hidup untuk makan. Meski gang-gang di Jakarta penuh lumpur dan jalanan masih kurang, aku memutuskan membangun gedung-gedung bertingkat, jembatan berbentuk daun semanggu, dan sebuah jalan raya "superhighway", Jakarta Bypass. Aku juga menamai kembali jalan-jalan dengan nama para pahlawan kami. Jalan Diponegoro, Jalan Thamrin, Jalan Cokroaminoto. Aku menganggao pengeluaran uang untuk simbol-simbol penting seperti itu tidak akan sia-sia. Aku harus membuat bangsa Indonesia bangga terhadap diri mereka. Mereka sudah terlalu lama kehilangan harga diri.
Banyak orang memiliki wawasan picik dengan mentalitas warung kelontong menghitung-hitung pengeluaran itu dan menuduhku menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini semua bukankah untuk keagunganku, tapi agar seluruh bangsaku dihargai seluruh dunia. Seluruh negeriku membeku ketia Asian Games 1962 akan diselenggarakan di ibukotanya. Kami lalu mendirikan stadion dengan atap melingkar yang tak ada duanya di dunia. Kota-kota di mancanegara memiliki stadion yang lebih besar, tetapi tak ada yang memiliki atap melingkar. Ya, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang telah tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan ini juga penting.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
“
Belajar pada usia yang matang ada pulalah keuntungannya. Kami sekarang mengerti jauh lebih baik dan memahami segala sesuatu. Dan banyak hal yang dulu bagi kami mati sekarang menjadi hidup. Kami tertarik terhadap sangat banyak hal yang dulu tidak kami pedulikan, semata-mata hanyalah karena kami tidak mengerti. Alangka bahagia kami, apa bila sekarang ada seseorang yang dapat menerangkan hal-hal yang sangat menarik itu kepada kami. Guru-guru yang diam itu sekarang harus menjawab semuapertanyaan kami. Hari ini ada "bahasa". Anak-anak heran melihat apa yang kami lakukan, mereka tidak dapat mengerti apa yang kami lakukan. Aduhai! Bilakah saat yang bahagia itu akhirnya akan tiba, saat dimana bagi dunia kami boleh memeluk studi sebagai pengantin kami.
”
”
Sulastin Sutrisno (Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya)
“
Sihir memberi orang apa yang mereka minta, tidak menggunakan sihir memberi apa yang mereka butuhkan"
-- Esk, Equal Rites (translated)
”
”
Terry Pratchett
“
oo yy ey oo yy adônaie, Immediately, immediately Good messenger of the God anlala lai gaia apa diachanna choryn" Assumption of the God form "I am the headless daimon with my sight in my feet; [I am] the mighty one [who possesses] the immortal fire; I am the truth who hates the fact that unjust deeds
”
”
Mogg Morgan (The Ritual Year In Ancient Egypt: Lunar & Solar Calendars and Liturgy)