Suamiku Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Suamiku. Here they are! All 4 of them:

Kau biarkan suamiku merampas istri orang; itu berarti kau ikut membangunkan kejahatan, kerusuhan, dan malapetaka.
Pramoedya Ananta Toer (Perawan Dalam Cengkeraman Militer)
Suamiku tidak takut padaku sebagai wanita, dia tetap takut padaku sebagai brahmani, karena Dedes tahu apa yang suaminya tidak tahu.
Pramoedya Ananta Toer (Arok dedes)
Aku takut menuntut suamiku kelak menjadi imam yang baik, sementara aku belum siap menjadi Makmum yang baik. - Gelas Gelas Kaca The Movie
Endik Koeswoyo
LIMA MONOLOG KOSMIK: Tubuh yang Dijadikan Alibi 4. Batsyeba — Air yang Jatuh dari Atap Istana Aku mandi di bawah cahaya senja dan menjadi cermin bagi seorang raja yang kehilangan dirinya. Mereka menuduhku penggoda. Seolah aku yang menulis surat perintah pembunuhan itu, seolah aku yang menabur benih ambisi di atas ranjang kekuasaan. Tidak. Aku hanyalah air yang jatuh dari tubuhku sendiri, Air mata yang luruh ke dalam sejarah yang tidak kuminta. Ketika pintu istana terbuka, aku melangkah masuk bukan sebagai ratu, tapi sebagai pertukaran: nyawa suamiku diganti dengan tempat di dalam rahimku. Tubuhku menjadi akta politik. Anak dalam tubuhku menjadi legitimasi. Kesedihanku menjadi hiasan bagi hikayat raja yang ingin terlihat suci. Tidak ada yang menanyakan apakah aku menginginkannya Tidak ada yang mempermasalahkan bila tubuhku ternyata bukan milikku. Mereka lebih sibuk menulis pujian tentang raja yang selamanya mulia, daripada mendengar suara air yang pernah jatuh dari atap, mengabarkan: “Kesucian seorang lelaki selalu dibangun dari air mata perempuan yang sengaja disembunyikan.” 4. Tamar — Gaun Robek Sebelah Dada Aku datang hanya untuk membawa roti bagi seorang saudara. Sungguh sederhana— begitu sederhana sehingga dunia tidak menganggapnya berbahaya. Sampai tangan itu menutup pintu. Sampai suaraku patah. Sampai tubuhku terbelah menjadi sebelum dan sesudah. Ketika aku keluar dari kamar itu, gaunku robek di sisi jantung. Robekan itu bukan tanda kehinaan; itu adalah peta jalan menuju kebenaran yang tidak sanggup dibaca oleh siapa pun. Ayahku diam. Saudaraku murka. Negeri ini mencatat tragedi itu sebagai alasan pembunuhan, bukan sebagai seruan keadilan bagi diriku. Tubuhku menjadi mata air kebencian, dan dari mata air itu lahir pemberontakan, darah saudara, hilangnya martabat raja. Mereka menyebutku korban. Mereka menyebutku sumber bencana. Sebenarnya aku hanya perempuan yang kehilangan suara, dan dunia— dunia memanfaatkan kesunyianku sebagai genderang perang. Hingga kini aku masih meletakkan abu di kepalaku dan membawa gaun itu: robek di sebelah dada, menjadi bendera kecil yang berkibar dalam angin sejarah. Tidak untuk memohon belas kasihan, tetapi untuk mengingatkan: “Luka yang tidak dipulihkan selalu menjadi alasan bagi sebuah kehancuran.” 5. Maria Magdalena — Kebenaran Tanpa Dada, Tanpa Luka Aku adalah tubuh yang menjadi perumpamaan, bukan perempuan yang bernapas dengan paru-paru. Mereka menulis namaku dengan tinta pengampunan, tapi memahat tubuhku dengan stigma yang tak layak kuterima, batu yang hendak merajam tubuhku. Orang-orang berkata aku wanita pendosa. Orang-orang yang sama menaruh tangannya di pundakku untuk mencari keselamatan. Sungguh aneh, bukan? Aku yang dianggap kotor justru menjadi cermin air tempat mereka datang mencari wajah Tuhan. Aku mencium debu dari kaki seorang lelaki yang membawa terang; tetapi dunia hanya melihat ikal rambutku, bukan jiwaku. Mereka menghapusku dari sejarah agar yang kudus tetap bersih dan yang manusia tetap bersalah. Setiap malam aku mendengar suaraku sendiri memantul di dalam gua: “Jika aku pendosa, mengapa aku berdiri yang paling depan mengetuk pintu belas kasihan?” Mungkin dosa bukan milikku. Mungkin dosa adalah nama yang diberikan dunia pada perempuan yang berani melihat wajahnya sendiri yang penuh luka.” Aku tidak suci. Aku tidak najis, jika itu sangkamu. Aku hanya perempuan yang menolak diam. Dan dunia— dunia tidak pernah siap menghadapi perempuan yang tahu bahwa air mata adalah saksi yang lebih jujur daripada kitab apa pun. Desember 2025
Titon Rahmawan