Musik Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Musik. Here they are! All 100 of them:

Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.
Tere Liye (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah)
Kakek, apakah cinta itu seperti musik?" "Ya. Ia seperti musik, tetapi cinta sejati akan membuatmu selalu menari meskipun musiknya telah lama berhenti.
Tere Liye (Berjuta Rasanya)
Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1))
Wir sind von Geburt an auf der Titanic. Wir gehen unter, wir werden das hier nicht überleben, das ist bereits entschieden. Nichts kann das ändern. Aber wir können wählen, ob wir schreiend und panisch umherlaufen, oder ob wir wie die Musiker sind, die tapfer und in Würde weiterspielen, obwohl das Schiff versinkt.
Benedict Wells (Vom Ende der Einsamkeit)
Stelle Dich an den Abrgund der Hölle Und tanze zur Musik der Sterne!
Walter Moers (Ensel und Krete: Ein Märchen aus Zamonien (Zamonien, #2))
Walaupun kita hebat di musik, olahraga, seni, ataupun sastra, selama kita nggak menguasai sains, kita tetap nggak akan dianggap pintar. Sebenarnya, apa salahnya hebat dalam suatu bidang yang nggak berhubungan sama angka?... Itu sama saja menganggap Beethoven itu bodoh, Van Gogh itu idiot, Pele itu bego, dan Shakespeare itu tolol.
Windhy Puspitadewi (Let Go)
Du bist für diese einfache, bequeme, mit so wenigem zufriedene Welt von heute viel zu anspruchsvoll und hungrig, sie speit dich aus, du hast für sie eine Dimension zu viel. Wer heute leben und seines Lebens froh werden will, der darf kein Mensch sein wie du und ich. Wer statt Gedudel Musik, statt Vergnügen Freude, statt Geld Seele, statt Betrieb echte Arbeit, statt Spielerei echte Leidenschaft verlangt, für den ist diese hübsche Welt hier keine Heimat…
Hermann Hesse (Steppenwolf)
Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati.
Fahd Pahdepie (Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan)
So stark ist der Zauber der Musik und, immer mächtiger werdend, musste er jede Fessel einer andern Kunst zerreißen." (Beethovens Instrumentalmusik)
E.T.A. Hoffmann (E T A Hoffmann's Musical Writings)
Kamu sering bertanya: Apakah kegembiraan hidup? Sebuah pesta? Sebotol bir? Sepotong musik jazz? Semangkok bakso? Sebait puisi? Sebatang rokok? Seorang istri? Ah ya, apakah kebahagiaan hidup? Selembar ijazah? Sebuah rumah? Sebuah mobil? Walkman? Ganja? Orgasme? Pacar? Kamu selalu bertanya bagaimana caranya menikmati hidup.
Seno Gumira Ajidarma (Matinya Seorang Penari Telanjang)
Vergnügungen Der erste Blick aus dem Fenster am Morgen Das wiedergefundene alte Buch Begeisterte Gesichter Schnee, der Wechsel der Jahreszeiten Die Zeitung Der Hund Die Dialektik Duschen, Schwimmen Alte Musik Bequeme Schuhe Begreifen Neue Musik Schreiben, Pflanzen Reisen Singen Freundlich sein
Bertolt Brecht
Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa.
Sujiwo Tejo (Ngawur Karena Benar)
Bisikan musikal diberikan kepada orang bahkan semasih ia janin, dan setelah di liang lahat.
Sujiwo Tejo (Ngawur Karena Benar)
Waktu kecil saya sering berpikir tentang sesuatu yang bisa melestarikan kenangan. Begitulah mulanya saya mengakrabi musik, aroma dan puisi.
Helvy Tiana Rosa
Er meinte irgendwann, die Musik wäre früher besser gewesen. Aber nichts war früher besser, dachte ich, gar nichts. Er war damals nur jünger.
Benedict Wells (Spinner)
Wer statt Gedudel Musik, statt Vergnügen Freude, statt Geld Seele, statt Betrieb echte Arbeit, statt Spielerei echte Leidenschaft verlangt, für den ist diese hübsche Welt hier keine Heimat
Hermann Hesse
Wir spüren die Kälte, aber sie macht uns nichts aus, denn sie schadet uns nicht. Wenn wir uns gegen die Kälte warm anziehen würden, könnten wir andere Dinge nicht mehr spüren, das Kribbeln der Sterne oder die Musik des Mondlichtes auf der Haut. Dafür lohnt es sich, die Kälte zu ertragen.
Philip Pullman (The Golden Compass (His Dark Materials, #1))
Waktu itu, aku juga merasa sudah sangat mengenalmu. Aku yakin kita pasti sudah bertemu, sangat yakin. Hanya saja aku lupa kapan dan dimana pertemuan itu terjadi. Barangkali di sajak-sajak penyair yang tak pernah selesai, atau di halaman belakang sebuah roman yang berakhir tak bahagia,atau di dalam lirik-lirik lagu yang mendentingkan sunyi di telinga, atau di alun nada musik semesta yang kudengar semasa masih di rahim ibu. Entahlah.
Khrisna Pabichara (Sepatu Dahlan)
Musik sagt alles, was ich nicht sagen kann. Musik formt Noten zu einer Sprache, die jeder versteht, und Worte zu Emotionen, die jeder fühlt.
Ava Reed
Musik ist der Herzschlag des Lebens. Es spielt keine Rolle in welcher Form sie vorgetragen wird.
Adriana Popescu
Der Gesang ist die in höchster Leidenschaft erregte Rede: die Musik ist die Sprache der Leidenschaft.
Richard Wagner
Jika ARMY dan pendengar musik BTS mengubah pandangannya, menyembuhkan luka hatinya, menjadikannya lebih bahagia meski itu hanya 0,001% saja, itu membuat keberadaan BTS lebih berarti.
Lea Yunkicha (BTS X ARMY In the Love Maze)
Obwohl Ollowain die Burg schon hunderte Male gesehen hatte, berührte ihr Anblick ihn stets aufs Neue. Es war ein Gefühl, wie es sonst nur Musik in ihm erwecken konnte, das traurige Lied einer Flöte vielleicht oder melancholisches Harfenspiel. Ein Schmerz, der sich nicht in Worte fassen ließ, süß und durchdringend.
Bernhard Hennen (Elfenlicht (Die Elfen, #3))
Wenn mir Musik die Seele bewegte, dann verstand ich ohne Worte doch alles, fühlte in der Tiefe alles Lebens reine Harmonie und glaubte zu wissen, daß ein Sinn und schönes Gesetz in allem Geschehen verborgen sei. Wenn es auch eine Täuschung war, ich lebte doch darin und war darin beglückt.
Hermann Hesse (Gertrude)
Siapakah penyair? Seseorang yang tidak bahagia yang menyembunyikan kesedihan yang sangat mendalam di dalam hatinya, tapi bibirnya berbentuk sedemikian rupa, sehingga desakan dan tangisan yang melaluinya terdengar seperti musik yang indah.
Søren Kierkegaard
Liebe Tochter, zum Geburtstag kriegst du Höchstens E-Mail mit Musik. An die harte Matratze schmiegst du deine Wange. Kunst ist Krieg.
Dietmar Dath
I HAS A PET BEE THAT MAKES ROCK AND ROLL MUSIK WHEN IT FLIES.
Roald Dahl (The BFG)
Aku ingin menikmati gelombang perasaanku seolah aku sedang menari pada sebuah musik. Aku berharap aku bisa menjadi seseorang yang kebetulan menemukan secercah cahaya dan bertahan bersama cahaya itu setelah lama berjalan di dalam kegelapan yang besar. Aku percaya suatu hari nanti aku bisa menjadi seperti itu.
Baek Se-hee (I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki)
Musik und Leben hängen irgendwie zusammen, das heißt, man hört nur die Musik, die irgendwie zum eigenen Leben passt. Wenn sich das Leben aber ändert, wird auch die Musik, die man hören will, eine andere und die Beziehung zu den alten Melodien, die man mal sehr mochte, ändert sich.
Markus Seidel (Umwege erhöhen die Ortskenntnis.)
Die Leute schauen vorbei, nehmen ein paar Drinks, hören sich die Musik an, unterhalten sich und gehen dann nach Hause. Sie sind bereit, für ein paar Drinks bis hier hinauszufahren und dann noch eine Menge Geld auszugeben – und weißt du, warum? Weil jeder das gleiche sucht: einen imaginären Ort, sein eigenes Luftschloss, und darin seinen ganz besonderen privaten Winkel.
Haruki Murakami (South of the Border, West of the Sun)
Aber für ihn war Musik - Musik, wenn es eben nur welche war, und gegen das Wort von Goethe: 'Die Kunst beschäftigt sich mit dem Schweren und Guten' fand er einzuwenden, daß das Leichte auch schwer ist, wenn es gut ist, was es ebensowohl sein kann wie das Schwere. Davon ist etwas bei mir hängengeblieben, ich habe es von ihm. Allerdings habe ich ihn immer dahin verstanden, daß man sehr sattelfest sein muß im Schweren und Guten, um es so mit dem Leichten aufzunehmen.
Thomas Mann (Doctor Faustus)
Menjadi muda adalah suatu kelebihan. Tidak ada yang lebih tepat untuk menggerakkan emosi dan menginspirasi anak muda agar bangun dari tidur dan mulai bergerak meraih mimpi, selain dengan lagu bertempo cepat dengan koreografi yang sangat on point dalam MV "Dope" ini.
Lea Yunkicha (BTS X ARMY In the Love Maze)
Vaata, see ongi sinu häda. Sa soovid liiga palju, musike. Sul on selgroo asemel sooviluu.
Elizabeth Gilbert (Eat, Pray, Love)
Musik ist meine Zuflucht. Filme sind mein Zeitvertreib, Bücher sind meine Liebe, meine Leidenschaft.
Melanie Raabe (Die Falle)
Musik ist denkender Lärm.
Frédéric Beigbeder (L'Égoïste romantique)
melalui musik, bahkan hasrat kita dapat meikmati dirinya sendiri
Friedrich Nietzsche (Beyond Good and Evil)
Ohne Musik wäre das Leben ein Irrtum.
Fridrih Nitshe
Mir fehlt etwas, wenn ich keine Musik höre, und wenn ich Musik höre, fehlt mir erst recht etwas. Dies ist das Beste, was ich über Musik zu sagen weiß.
Robert Walser
Aku... Aku adalah musik yang pernah engkau sukai. Dengarkanlah itu lagi dan aku akan selalu bersamamu
Manhalawa
Cerita, selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya. Ya, biarkan yang ditampilkannya itu hewan, raksasa, atau dewa, atau hantu. Dan tak ada yang lebih sulit difahami daripada sang manusia. Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana, biar pengelihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan, pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.
Pramoedya Ananta Toer
Was wäre, wenn wir die Annahme explizit machten und konkretisieren müssten, dass alle ernst zu nehmende Kunst und Literatur, und nicht nur die Musik, auf die Nietzsche diesen Begriff anwendet, ein opus metaphysicum ist?
Botho Strauß
Punya mata, tapi tidak melihat keindahan; punya telinga, tapi tidak mendengar musik; punya pikiran, tapi tidak memahami kebenaran; punya hati tapi hati itu tak pernah tergerak dan karena itu tidak pernah terbakar. Itulah hal-hal yang harus ditakuti, kata Kepala Sekolah.
Tetsuko Kuroyanagi (Totto-chan: The Little Girl at the Window)
Sooft in München in Konzert war, bei dem neue Werke von Ludwig Palffy aufgeführt wurden, kaufte sich Luiselotte Körner ein Billett, saß dann mit gesenktem Kopf in einer der letzten billigen Reihen und entnahm der Musik ihres geschiedenen Mannes, daß er kein glücklicher Mensch geworden war. Trotz seiner Erfolge. Und trotz seiner Einsamkeit.
Erich Kästner (Das doppelte Lottchen)
Man wacht, um zu essen und zu trinken, damit man ohne zu verhungern schlafen kann. Der Mensch wacht, um zu schlafen. Nur er nicht. Er schlaeft um zu arbeiten.
Alissa Walser (Am Anfang war die Nacht Musik)
Setelah beberapa saat, kita baru tahu bahwa privasi adalah hal yang bisa kita jual, tetapi kita tidak bisa membelinya kembali.
Bob Dylan (Chronicles, Volume One)
Hören Sie nur - die Kinder der Nacht. Welch eine Musik sie machen!
Bram Stoker (Dracula)
Och när det kommer till musik så har mamma lärt mig att man aldrig ska skämmas över vad man lyssnar på. Det finns tillräckligt mycket annat att ha ångest för.
Callum Bloodworth (Berätta tre saker)
Bombardiert die Welt mit Musik, Pizza und Poesie ihr Idioten, nicht mit Semtex, C4 und RDX.
Abhijit Naskar (Visvavictor: Kanima Akiyor Kainat)
Architektur ist gefrorene Musik.
Arthur Schopenhauer
Musik kann die Welt verändern.
Ludwig van Beethoven
… du bist nicht mehr zu retten, Da du dein Elend liebst; du klirrst mit deinen Ketten Und überredest dich, es sei Musik.
Johann Wolfgang von Goethe (Die Laune Des Verliebten)
Und euer Körper ist die Harfe eurer Seele, Und es ist an euch, süße Musik aus ihm zu locken oder wirre Töne.
Kahlil Gibran
Solange es nur Musik gab, war er bereit, in jeder Welt zurechtzukommen.
Eva Baronsky (Herr Mozart wacht auf)
Cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti. (182)
Tere Liye (Berjuta Rasanya)
Die Stimmung, die von der Baukunst ausgeht, kommt dem Effekt der Musik nahe.
Johann Wolfgang von Goethe
Wo die Sprache aufhört, fängt die Musik an.
E.T.A. Hoffmann
Ich bin umgeben von dummen Sprüchen, blöden Anmachen, ätzender Parties & zu lauter Musik - Ich glaub' ich befinde mich in der besten Zeit meines Lebens!
Various
Dem Manne muß die Musik Feuer aus dem Geist schlagen.
Ludwig van Beethoven
Yang aku tahu, aku sedang diliputi perasaan bahagia karena jatuh cinta dan aku tidak tahu musikku bakal berubah atau tidak.
Charles R. Cross (Heavier Than Heaven: A Biography of Kurt Cobain)
Metaphysiker sind Musiker ohne musikalische Fähigkeit.
Rudolf Carnap (The Elimination of Metaphysics Through Logical Analysis of Language)
In der Musik war ich immer anders als ich es lange in meinem Innern war – frei fühlend und laut lebend. Sie war meine versteckte Wahrheit.
Dahi Tamara Koch (Im Ereignishorizont: Gedichte (German Edition))
Ist die Seele auf Gott gestimmt, so wird jedes Tun zu Musik.
Hazrat Inayat Khan (Gayan - Vadan - Nirtan: die Essenz der Sufi-Botschaft von Hazrat Inayat Khan)
Und nun verstand ich es, das Geheimnis der Musik, ich verstand, warum sie allen anderen Künsten so turmhoch überlegen ist: Es ist ihre Körperlosigkeit. Wenn sie sich einmal von ihrem Instrument gelöst hat, dann gehört sie wieder ganz sich selbst, ist ein eigenständiges freies Geschöpf aus Schall, schwerelos, körperlos, vollkommen rein und in völligem Einklang mit dem Universum.
Walter Moers
Damals stand Rio für das, was in meinem Leben passieren sollte: Das Abenteuer. Die Musik. Die grosse Liebe. Ich wusste damals nicht, dass man das nirgendwo, auch in Rio nicht, finden kann, wenn es nicht schon in einem ist.
Ewald Arenz (Der große Sommer)
Kegundahan mulai datang mendekat. Padahal pintu hatiku telah kututup rapat-rapat. Daun jendela dan lubang angin telah kusumbat. Kunyalakan lampu penerang dan musik penyemangat. Tapi aku tak mengerti kegalauan kian menyerambat.
Musa Rustam (Melukis Asa)
I baren, dit inga kunder ännu hade hittat, kunde han för första gången på länge lyssna på hur mycket musik han ville och läsa alla böcker han ville läsa. Som den torra marken fångade upp regnet, fångade han upp ensamheten, tystnade och sorgen
Haruki Murakami (Men Without Women)
„Die Musik wird aus dem Rauschen geboren: das erste menschliche Lallen, die erste Information im Chaos. Aus seiner Quelle entsprungen, lässt dieser Strom der Arrangements und Kombinationen, der in Melodien und Harmonien zur Sprache hinabfließt, die Negentropie anwachsen.[...]
Michel Serres
Mein Glück ließ sich wieder einmal an null Fingern abzählen. Schnell strich ich mir die Haare über die Ohren, damit ich nicht unhöflich wirkte, indem ich, während sie mit mir sprach, Musik hörte, aber ich brauchte das jetzt, wenn ich nicht im nächsten Moment in Tränen ausbrechen wollte.
Sofia Breitfuß (Becoming who we are: Ich bin nicht, wer du denkst!)
Diese jungen Menschen hatten keine Wünsche, keine Überzeugungen, geschweige denn Ideale, sie strebten keinen bestimmten Beruf an, wollten weder politischen Einfluss noch eine glückliche Familie, keine Kinder, keine Hausiere und keine Heimat, und sehnten sich ebenso wenig nach Abenteuern und Revolten wie nach der Ruhe und dem Frieden des Althergebrachten. Überdies hatten sie aufgehört, Spaß als einen Wert zu betrachten. Freizeit und Nichtfreizeit waren gleichermaßen anstrengend und unterschieden sich in erster Linie durch die Frage, ob man Geld verdiente oder ausgab. Hobbys zum Totschlagen der Zeit waren überflüssig, da die Zeit auch von selbst verging. Fernsehen war langweilig, die Literaturszene tot, und im Kino liefen seit Jahren nur Varianten auf drei oder vier verschiedener Filme. Diskotheken waren etwas für Liebhaber von Dummheit und schlechter Musik, und auf Schostakowitsch konnte man nicht tanzen. Diese Jugend hatte aufgehört, sich für industriell geschneiderte Moden, Identitäten, Heldenfiguren und Feindbilder zu interessieren. Weniger als jede Generation vor ihrer bildete sie eine Generation. Sie war einfach da, die Sippschaft eines interimistischen Zeitalters.
Juli Zeh (Spieltrieb)
Varför skall kärleken vara trollguldet, som andra dagen blir vissna löv, eller smuts, eller ölsupa? Ur människornas längtan efter kärlek har ju hela den sidan av kulturen spirat upp, som icke direkt syftar till hungerns stillande eller försvar mot fiender. Vårt skönhetssinne har ingen annan källa. All konst, all dikt, all musik har druckit ur den. Den tarvligaste moderna historiemålning likaväl som Rafaels madonnor och Steinlens små parisiska arbeterskor, "Dödens ängel" likaväl som Höga visan och Buch der Lieder, koralen och Wienervalsen, ja varje gipsornament på det tarvliga hus där jag bor, varje figur i tapeten, formen på porslinsvasen där och mönstret i min halsduk, allt som vill pryda och försköna, det må nu lyckas eller misslyckas, stammar därifrån, fast på mycket långa omvägar ibland. Och det är intet nattligt hugskott av mig, utan bevisat hundra gånger. Men den källan heter icke kärleken, utan den heter: drömmen om kärlek. Och å andra sidan är allt, som står i samband med drömmens fullbordan, med driftens tillfredsställelse, och som följer av den, inför vår djupaste instinkt något oskönt och oanständigt. Detta kan icke bevisas, det är bara en känsla: min känsla, och jag tror egentligen allas. Människorna behandla alltid varandras kärlekshistorier som något lågt eller komiskt och göra ofta icke ens undantag för sina egna.
Hjalmar Söderberg (Doctor Glas)
Wenn jemand sagt, das sei Krach, was ich höre, ist mir das egal, Hauptsache, es funktioniert, Hauptsache, es hat die Kraft eines Vulkanausbruchs, Hauptsache, es gibt mir das Gefühl, unbesiegbar und unsterblich zu sein, jung, schön und stark. Henry Miller hat einmal gesagt, Musik sei der Dosenöffner der Seele, ich bin mir sicher, er würde da meine Lieblingsbands nicht ausschließen, wenn er noch leben würde. Es gibt ein paar Songs, die begleiten mich seit Jahren, und ich betrachte sie als meine Freunde, ich werde nie überdrüssig, diese Handvoll Songs zu hören, (...). Ich habe jeden einzelnen Ton im Kopf, das ist etwas, das mir niemand nehmen kann, dieser Song ist mir heilig, er ist ein Teil von mir, und wenn ich mich mies fühle, ziehe ich Songs wirklichen Freunden vor, weil sie sich nicht verändern, es scheint mir dann, als ob sie das einzige wären, auf das ich mich verlassen kann. Musik. Musik und Bücher. Aber das passiert mir zum Glück nicht allzuoft, dass ich jegliches Vertrauen in die Menschheit verliere.
Selim Özdogan (Es ist so einsam im Sattel, seit das Pferd tot ist)
Wie im wahren Leben vermehren sich das Unangenehme und das Unangenehme zu Unangenehmem.
Alissa Walser (Am Anfang war die Nacht Musik)
Das Erhabene der Zerstörung ist im nächsten Moment nur noch banal, ekelhaft, wenn ich die Blick abwende, bleibt das Bild hinter den Lidern, ich zittere anstatt mich zu bewegen.
Thomas Stangl (Ihre Musik)
Sebuah lagu laksana mimpi, dan kita berusaha untuk membuatnya jadi kenyataan.
Bob Dylan (Chronicles, Volume One)
Der Virtuose ist nicht immer der, der sein Metier perfekt beherrscht, sondern der, der es lebt.
Dahi Tamara Koch (Im Ereignishorizont: Gedichte (German Edition))
Worte! Bloße Worte! Wie schrecklich sie waren! Wie klar und lebendig und grausam! Man konnte ihnen nicht entrinnen. Und doch, welch verborgener Zauber lag in ihnen! Sie schienen imstande, formlosen Dingen eine greifbare Gestalt zu geben und eine eigene Musik zu besitzen, so süß wie die einer Gambe oder Laute. Bloße Worte! Gab es etwas, das so wirklich war wie Worte?
Oscar Wilde
Nach den Jahren hart am Tode war der Wein nicht nur Wein, das Silber nicht nur Silber, die Musik, die von irgendwoher in den Raum sickerte, nicht nur Musik, und Elisabeth nicht nur Elisabeth - sie alle waren Symbole jenes anderen Lebens, des Lebens ohne Töten und Zerstören, des Lebens um des Lebens willen, das schon fast zu einer Mythe und zu einem hoffnungslosen Traum geworden war.
Erich Maria Remarque (A Time to Love and a Time to Die)
Kau boleh menembak burung bluejay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat , membunuh mockingbird itu dosa. Mocking bird menyanyikan musik untuk kita nikmati, hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung, mereka tidak melakukan apapun kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mockingbird itu dosa.
Harper Lee
Many would be surprised to find that there is a whole world of woemen and girls who dedicate a significant portion of theri energy and emotions into the concept of story found in countless genres. These woman are often left out when you limit your definition of fangirl to geek or musik culture. This book is a tribute to my fiction-loving tribe. It's for the law student who unearths strength from the strut of a TV attorney. For the mother who unwinds with a glass of wine and a little bit of zombie apocalypse. For the teenage rwho points to a novel's heroine and says, "Yes. I'll have more of that please." To the woman and girls who get that forming online friendships isn't a symptom of isolation from reality but an opportunity to from commmon bonds that will cheer us through our victories and comfort us when life gets rough.
Kathleen Smith (The Fangirl Life: A Guide to All the Feels and Learning How to Deal)
Wer beruflich mit Musik zu tun hat, müsste dazu erzogen werden, Sinn dafür zu entwickeln, sich auch vielen anderen Wissensbereichen zuzuwenden, die nicht direkt mit Musik zu tun haben. Die technische Beherrschung eines Instruments, die für einen Berufsmusiker wesentlich ist, hat nur dann einen Sinn, wenn sie mit einem allgemeinen Erkenntnisprozess einhergeht, zu dem eine breite Basis von Wissen und Kultur gehören.
Daniel Barenboim (Musik ist alles und alles ist Musik: Erinnerungen und Einsichten (German Edition))
Dabei zwinkert sie mit dem nicht geschwollenen Auge Sky zu, der anerkennend einen Daumen hoch hält. Auch Slash gratuliert ihr zum Sieg und klopft ihr auf die Schulter. Sie muss die Zähne zusammenbeißen, um nicht vor Schmerzen aufzuschreien. Das ist nämlich genau die Stelle, die er vorhin mit der harten Faust getroffen hatte und die morgen aussehen wird wie zerquetschtes Pflaumenmus. »Gut gemacht, Loreen. Das war’s für heute. Du kannst mit Sky gehen. Er wird dir bei den theoretischen Sachen helfen.« Slash wendet sich bereits zu den Waffen, als Sky wieder von seinem Zuschauerplatz hüpft. »Hey Kumpel, du hast gesagt, ich darf ihr auch alles über Pfeil und Bogen beibringen.« »Klar kannst du das. Aber ich bezweifle, dass sie heute noch trainieren kann, geschweige denn einen Bogen oder von mir aus ein Besteck halten. Aber versuch dein Glück.« (Loreen)
Martina Riemer (Essenz der Götter I (Essenz der Götter, #1))
Ich will Raum zum Atmen und Flügel-wachsen-Lassen und Anderssein und Liebemachen und Michfinden. Und ich will den Horizont küssen und in blauem Licht baden und zu der Musik in meinem Bauch tanzen und lächerlich sein, ohne dass andere lachen. Ich will Sachen ausprobieren und Klamotten und Menschen und Essen und politische Meinungen. Ich will mich nicht festlegen auf irgendetwas anderes als darauf, meine eigenen Äste zu pflegen und unsere Pflanzen regelmäßig zu gießen.
Chantal-Fleur Sandjon (Serienunikat)
Han säger: "Låt mig få visa dig." Och sedan kysser vi varandra. Eller jag tror åtminstone att vi kysser varandra - jag har bara sett det göras ett par gånger, snabba pickanden med stängda munnar, på bröllop eller vid högtidliga tilldragelser. Men det här liknar ingenting jag någonsin har sett eller föreställt mig eller ens drömt. Det här är som musik eller dans, fast bättre än båda. Hans mun är aningen öppen så jag öppnar min också. Hans läppar är mjuka, samma mjuka tryck som den tyst envisa rösten i mitt huvud som upprepar ordet ja. Värmen bara växer inom mig, vågor av ljus välver sig och bryts och får mig att känna mig som om jag sväver. Han trär fingrarna genom mitt hår, kupar handen om nacke och bakhuvud, rör den fjäderlätt över axlarna, och utan att tänka eller vilja det hittar mina händer till hans bröst, rör sig över hudens hetta, skulderbladens ben som liknar vingspetsar, käkens krökning, nätt och jämnt täckt av skäggstubb - allt så underligt och obekant, och överdådigt ljuvligt nytt. Mitt hjärta trummar så hårt att det värker i bröstet, men det är den goda sortens smärta, som känslan man får den första riktiga höstdagen när luften är frisk och klar och löven krullar sig i kanterna och vinden doftar svagt av rök - som slutet och början av något på en och samma gång. Jag kan svära på att jag känner hans hjärta dunka ett svar under min hand, ett omedelbart eko av mitt eget hjärta, som om våra kroppar talade med varandra.
Lauren Oliver (Delirium (Delirium, #1))
Da steht ein Mann und spielt Xylophon. Er spielt einen rasenden Rhythmus. Und dabei schwitzt er, der Mann, denn er ist au�ergewצhnlich fett. Und er spielt auf einem Riesenxylophon. Und weil es so gro� ist, muss er bei jedem Schlag vor dem Xylophon hin und her sausen. Und dabei schwitzt er, denn er ist tatsהchlich sehr fett. Aber er schwitzt gar keinen Schwei�, das ist das Sonderbare. Er schwitzt Blut, dampfendes, dunkles Blut. Und das Blut lהuft in zwei breiten roten Streifen an seiner Hose runter, dass er von weitem aussieht wie ein General. Wie ein General! Ein fetter, blutiger General. Er muss ein alter schlachtenerprobter General sein, denn er hat beide Arme verloren. Ja, er spielt mit langen d�nnen Prothesen, die wie Handgranatenstiele aussehen, hצlzern und mit einem Metallring. Er muss ein ganz fremdartiger Musiker sein, der General, denn die Hצlzer seines riesigen Xylophons sind gar nicht aus Holz. Nein, glauben Sie mir, Herr Oberst, glauben Sie mir, sie sind aus Knochen. Glauben Sie mir das, Herr Oberst, aus Knochen!
Wolfgang Borchert (Draußen vor der Tür)
Ich sehe die Szene schon vor mir, wie ich oben ankomme, mit dem Typ, der meinen Namen auf der Liste sucht und nicht findet. "Wie heißen Sie nochmal?" "Novecento." "Nosjinskij, Notarbartolo, Novalis, Nozza..." "Es ist nämlich so, daß ich auf einem Schiff geboren bin." "Wie bitte?" "Ich bin aif einem Schiff geboren und da auch gestorben, ich weiß nicht, ob das da aus der Liste hervorgeht..." "Schiffbruch?" "Nein. Explodiert. Dreizehn Zentner Dynamit. Bum." "Aha. Ist soweit alles in Ordnung?" "Ja, ja, bestens... das heißt... da ist noch die Sache mit dem Arm... ein Arm ist weg... aber man hat mir versichert..." "Ein Arm fehlt ihnen?" "Ja. Wissen Sie, bei de Explosion..." "Da müßte noch ein Paar liegen... welcher fehlt Ihnen denn?" "Der linke." "Ach herrje." "Was soll das heißen?" "Ich fürchte, es sind zwei rechte, wissen Sie." "Zwei rechte Arme?" "Tja. Unter Umständen können Sie Schwierigkeiten haben,..." "Ja?" "Ich meine, wenn Sie einen rechten Arm nehmen würden..." "Einen rechten Arm anstelle des linken?" "Ja." "Aber... nein, oder doch,... lieber einen rechten als gar keinen..." "Das meine ich auch. Warten Sie einen Moment, ich hole ihn." "Ich komme am besten in ein paar Tagen wieder vorbei, dann haben Sie vielleicht einen linken da..." "Also, ich habe hier einen weißen und einen schwarzen..." "Nein, nein, einfarbig... nichts gegen Schwarze, hm, es ist nur eine Frage der..." Pech gehabt. Eine ganze Ewigkeit im Paradies mit zwei rechten Armen. (Näselnd gesprochen.) Und jetzt schlagen wir ein schönes Kreuz! (Er setzt zu dieser Geste an, hält aber inne. Er betrachtet seine Hände.) Nie weiß man, welche man nehmen soll. (Er zögert einen Augenblick, dann bekreuzigt er sich schnell mit beiden Händen.) Sich eine ganze ewigkeit, Millionen Jahre, zum Affen machen. (Wieder schlägt er mit beiden Händen ein Kreuz.) Die Hölle. Da gibt's nichts zu lachen. (Er dreht sich um, geht auf die Kulissen zu, bliebt einen Schritt vor dem Abgang stehen, dreht sich erneut zum Publikum, und seine Augen leuchten.) Andererseits... du weißt ja, daß Musik... mit diesen Händen, mit zwei rechten... wenn da nur ein Klavier ist...
Alessandro Baricco (Novecento. Un monologo)
Stundenlang saß sie da, wägte sorgfältig Worte ab, lauschte ihrem Klang: verführerisch. Musik, vor allem, wenn sie bereits gesungen, sie schwirrten ihr durch den Kopf – wie allen, die mit Sprache umgehen. Wörter tauchen im Kopf auf und tanzen dort Rhythmen, die aus dem Unterbewusstsein auftauchen. Wortsplitter und –fetzen: Manchmal liefern sei einen Hinweis auf einen verborgenen Geisteszustand. Manchmal klimpern und klingeln sie tagelang und machen einen ganz verrückt. Und manchmal sind sie wie ein unsichtbarer Film, wie eine durchsichtige Folie zwischen einem selbst und der Wirklichkeit
Doris Lessing (Love, Again)
Was aber ist gleich töricht wie sich selbst zu gefallen und sich selbst zu bewundern? Aber andererseits, wie kannst Du etwas Anmutiges, Gefälliges und Schickliches zustande bringen, wenn Du Dir selbst missfällst? Nimm dem menschlichen Leben diese seine Würze, und sogleich schlägt dem Vortrag des Redners frostige Ablehnung entgegen, stößt der Musiker mit seinen Melodien bei allen auf taube Ohren, wird der Mime trotz seines ausdrucksvollen Gebärdenspiels ausgepfiffen, der Dichter samt seinen Musenkünsten ausgelacht, der Maler mit seiner Kunst in den Schmutz gezogen, und der Arzt nagt inmitten seiner Pillen und Pülverchen am Hungertuch.
Erasmus (Das Lob der Torheit: Mit zahlreichen Original-Illustrationen (German Edition))
Ich hoffte inständig, daß es sich bei Modern Talking um eine Eintagsfliege handeln würde. In Anbetracht der schlechten Songs gab es da durchaus Hoffnung. Aber auch die nächsten Singles dieser beiden Typen stürmten die Charts, und ich verstand die Welt nicht mehr. Warum kauften im Westen so viele Leute die Musik von Thomas und Dieter? Die hatten doch eine riesige Auswahl an superguten Platten in den Geschäften. Warum immer wieder Modern Talking? Der Albtraum ging weiter. Selbst im DDR-Radio lief einige Zeit später "Cherry, Cherry Lady". Die Mauer, die uns vor den schädlichen Einflüssen des Westens beschützen sollte, hatte schon damals total versagt.
Sascha Lange (DJ Westradio: Meine glückliche DDR-Jugend)
Wo aber sogar das Studium und die künstlerische Musik hin­zutreten, die die natürliche verbessern, sorgfältig bearbeiten und ausführen, wird es endlich möglich, die vollkommene und vollendete Weisheit Gottes in seinem wunderbaren Werk der Musik zu spüren, aber nicht voll zu erfassen. Daraus ragt beson­ders hervor, dass eine Stimme gesungen wird und, wäh­rend diese Hauptmelodie fortgeführt wird, viele Stimmen rings­um wunderbar scherzen, frohlocken und mit sehr erfreuenden Ausdrücken sie verzieren und so neben ihr gleichsam einen göttlichen Reigen ausführen, so dass denen, die wenigstens mäßig dafür empfänglich sind, nichts Wunderbareres in dieser Welt zu geben scheint.
Martin Luther
Jeg peker på mit navn at der står det og at jeg er den og den. De forstår intet, men de klapper mig og finder at jeg er i orden. Så er det en som går bort til disken og forlanger musik. Og straks begynder et orkestrion å gå. Dette er til ære for dig! tænker jeg, og jeg reiser mig og hilser i alle retninger. Som ved et trylleri begynder jeg å bli meget glad, jeg forlanger vin og vi blir rigtig mange til å drikke. Hehe, det rygtes i salen at jeg er kommet til Moskva, en mand blir hentet som kan fransk; men jeg syntes det gik bra på russisk også og jeg kan desuten ikke stort fransk, så manden er mig uvelkommen. Men vi skjæner ham også og later ham sætte sig ved siden av os.
Knut Hamsun (In Wonderland)
Immer wieder kommt es vor, dass ein Musiker in einer Tourpause tot zusammenbricht. Ich selbst kenne einen Schlagzeuger mit Angina Pectoris und weiß außerdem von einem Todesfall, beides Folgen einer verschleppten Grippe. Tatsächlich kann jeder Musiker solche Geschichten erzählen, und sei es nur die von Tinnitus und Tendonitis. Wir können es uns schlicht nicht leisten, krank zu sein. Dazu gibt es ein ungesundes Arbeitsethos in der Musikbranche, einen Kult des Raubbaus, der auf der einen Seite, der Business-Seite, Belastbarkeit und Pferdenatur belohnt und auf der anderen Seite, der Rock-'n'-Roll-Seite, Kaputtsein beziehungsweise Bald-tot-Sein glorifiziert. Die Kombination ist es, die uns verschleißt.
Judith Holofernes (Die Träume anderer Leute)
Es ist nur ärgerlich – wenn du es nicht erfreulich nennen willst -, dass es in der Musik – Wenigstens in der Musik – Dinge gibt, für die im ganzen Bereich der Sprache beim besten Willen kein wirklich charakterisierendes Beiwort, auch keine Kombination von Beiworten aufzutreiben ist. Ich habe mich dieser Tage damit geplagt, - du findest keine adäquate Bezeichnung für den Geist, die Haltung, die Gebärde dieses Themas. Denn es ist viel Gebärde darin. Tragisch-kühn? Trotzig, emphatisch, das Elanhafte ins Erhabene getrieben? Alles nicht gut. Und ‚herrlich‘! Ist natürlich nur eine alberne Kapitulation. Man landet zuletzt bei der sachlichen Vorschrift, dem Namen: Allegro appassionato, das ist noch das Beste.
Thomas Mann (Doctor Faustus)
...das eigentliche Feld, das dem Musiker offensteht, nicht die Klaviatur mit ihren sieben Tönen ist, sondern ein unendliches Manual, das noch ganz unermessen ist, in dem nur hier und da, durch dichtes unerforschtes Dunkel getrennt, einige von Millionen Klangtasten der Zärtlichkeit, der Leidenschaft, der göttlichen Heiterkeit, aus denen es sich zusammensetzt, verschiedenen voneinander wie ein Weltall vom anderen, von einigen großen Künstlern entdeckt worden sind, die, indem sie in uns ein Echo des Themas, das sie anschlagen, wecken, uns den Dienst erweisen, dass wir durch sie sehen, welchen Reichtum, welche Fülle der Vielheit uns unbewusst jene große undurchwanderte, entmutigend ziellose Nacht unserer Seele birgt, die wir für Leere halten und für Nichts.
Marcel Proust (In Search of Lost Time, Vol. 1: Swann's Way & Within a Budding Grove, Part 1)
Aku selalu berpikir tentang laki laki. Yang aku kenal atau pun yang tidak. Akan tetapi, aku mungkin saja tidak memikirkan mereka. Banyak laki laki cerdas dan menyenangkan. Tapi tak sedikit pula laki laki bodoh yang menjemukan dan membosankan. Laki laki yang tak pernah membaca buku, tak pernah mendengarkan musik, tak pernah nonton film. Laki laki botak yang tidak menarik. Laki laki yang jadi suami ibuku. Laki laki kurus yang membesarkanku. Laki laki ramah yang menyapaku di jalan. Laki laki tua yang menyenangkan dan mengajakku ngobrol di taman. Laki laki muda yang mencuri lihat untuk mengambil sesuatu dari diriku. Laki laki berkumis yang berpikir diriku terlalu sexy. Laki laki yang tidak punya pikiran lain kecuali mencari kesempatan untuk mengajakku tidur. Laki laki gombal. Laki laki palsu. Laki laki yang mengejar ngejar diriku. Laki laki yang sama sekali tak peduli pada penampilanku. Laki laki gembrot berkacamata. Laki laki pengantar makanan, supir gojek, pengangkut barang barang di terminal. Laki laki yang aku temui di media sosial. Laki laki yang setiap malam mengirim pesan pesan mesum. Laki laki yang mengajakku video call. Laki laki hidung belang yang menggodaku. Laki laki yang berusaha menjadikan diriku selingkuhannya. Laki laki biasa dan luar biasa. Laki laki istimewa. Laki laki yang dulu pernah aku cintai dan tak bisa kuhapus dari ingatan. Laki laki yang aku benci karena pergi meninggalkanku. Laki laki yang kepadanya ingin aku serahkan seluruh hidupku. Laki laki yang memintaku jadi istrinya. Laki laki yang aku nikahi. Laki laki yang jadi bapak anak anakku. Laki laki yang tak bisa hidup tanpaku. Laki laki yang selalu ingin tahu apa yang aku pikirkan. Laki laki baik yang tak pernah membenci siapa pun. Laki laki yang tak pernah lahir dan tak pernah ada.
Titon Rahmawan
Der Musik kann – wenigstens von uns – kein größeres Lob als dieses ausgesprochen werden. Denn was findest du wirksamer als die Musik, die Traurigen zu trösten, die Fröhlichen zu er­schrecken, die Verzweifelnden zu ermutigen, die Überheblichen zu demütigen, die Leidenschaften zu beschwichtigen? Wer kann alle die Herren des mensch­lichen Herzens aufzählen, nämlich die Leidenschaften und Begierden und Gedanken, die zu allen guten und bösen Taten antreiben? Selbst der Heilige Geist ehrt, die Musik als Werkzeug seiner eigentlichen Aufgabe. Er bezeugt in seiner Heiligen Schrift, dass er den Propheten seine Gaben, d. h. die Neigung zu allen guten Taten, durch sie [182] eingegossen hat, wie bei Elisa zu sehen ist (2. Kön. 3,15). Um­gekehrt wird durch die Musik der Satan, d. h. der Antreiber zu allen bösen Taten, ausgetrieben, wie bei Saul, dem König von Israel, gezeigt wird (1. Sam. 16,23).
Martin Luther
SUNYI menjelang tengah malam sehabis gerimis perempuan itu menelusuri lorong sunyi angin malam menemaninya di jalanan basah menyibak nakal rambutnya yang panjang menebar rasa dingin di sekujur tubuhnya ah, hanya angin yang menemani sunyinya ada warna-warni lampu jalan ada dentuman suara musik terdengar ada gelak tawa orang di pinggir jalan ada kepulan asap rokok menghangatkan malam tetapi dia dipeluk dan diperkosa sunyi tak kuasa meronta melepaskan diri tak ada yang tahu suara hatinya batinnya menangis! hidup ini tidak adil! kebenaran dibungkam! kezaliman meraja-lela! orang munafik bebas tertawa! apakah dewi keadilan berselingkuh dengan bandit jalanan? apakah dewi cinta berselingkuh dengan penjahat malam? jangan-jangan kebenaran itu hanya impian keadilan itu hanya utopia cinta hanya khayalan dengan mata terpejam dia bertanya mengapa keadilan selalu ada di jalan sunyi? (jakarta – 19/12/2015)
Riri Satria (Jendela, Kumpulan Puisi)
Olaf hielt sich keineswegs für etwas Besonderes; seine Heavy-Metal-Kutte und die schwarzen T-Shirts mit grellbunten Aufschriften trug er nicht aus einem Grund, den man vor zehn oder zwanzig Jahren in den Kategorien von Identitätsstiftung, Sozialisierung und Jugendkultur erfasst hätte, sondern weil sie zu der Musik gehörten, die er mochte, und weil andere Klamotten ihm nicht gefielen. Aber 'Divergenz' bedeutete 'Auseinanderstreben', und Olaf strebte auseinander. Zwischen anderen Menschen und vor allem innerhalb der so genannten Klassengemeinschaft fühlte er sich wie ein Europäer unter Japanern: Alle sahen gleich aus, betrachteten einen als Gaijin, und zum Schluss erfuhr man, dass sie Koreaner waren. [...] er wusste nicht, worüber er mit ihnen reden sollte, und wunderte sich an manchen Tagen darüber, dass sie überhaupt dieselbe Sprache verwendeten wie er. Seine Unfähigkeit, sich als einer von ihnen zu fühlen, war Divergenz - und in deprimierten Momenten 'Inkompatibilität'.
Juli Zeh (Spieltrieb)
An Stelle des bloß kontemplativ 'anschauenden' Rezipienten (gemeinst ist Hanslick) wird darum mit der Tragödie auch 'der aesthetische Zuhörer wieder geboren', wobei der Gedanke wieder mit der Bildungskonzeption konvergiert: dieser wahre Zuhörer - nochmals der sokratischen Abstraktion in Sitte, Staat und Recht gegenübergestellt - ist befähigt, den Mythos als 'das zusammengezogene Weltbild' zu perzipieren, den ihm vor allem die nach-lutherische deutsche Musik vor Augen bringen soll, da sich der von der 'Wiedererweckung des alexandrinisch-römischen Alterthums im fünfzehnten Jahrhundert' bestimmte Kultur-Zeitraum zum Ende neigt. Es besteht also eine konstitutive Wechselbeziehung zwischen dem 'tragischen Mythus' und der 'rein aesthetischen Sphäre', in der sich nun die früher aufgestellte Hauptthese der alleinigen Rechtfertigung von Welt und Dasein als 'aesthetisches Phänomen', als Spiel des Willens mit sich selbst, erfüllt: dieses 'Urphänomen der dionysischen Kunst', sagt N., begreift sich allein aus der Bedeutung der 'musikalischen Dissonanz', da die Lust des tragischen Mythus und die der Dissonanz zusammenfallen.
Henning Ottmann (Nietzsche-Handbuch: Leben, Werk, Wirkung (German Edition))
Ein großer Mann", sagte er, "den Sie nicht leiden können, ich übrigens auch nicht, er heißt Karl Marx, meinte: Die Philosophen haben die Welt erklärt, es kommt darauf an, sie zu ändern. Ich für meine Persin glaube, das einzige Mittel, sie zu ändern, ist, sie zu erklären. Erklärt man sie plausibel, so ändert man sie auf stille Art, durch fortwirkende Vernunft. Sie mit Gewalt zu ändern, versuchen nur diejenigen, die sie nicht plausibel erklären können. Diese lauten Versuche halten nicht vor, ich glaube mehr an die leisen. Große Reiche vergehen, ein gutes Buch bleibt. Ich glaube an gutbeschriebenes Papier mehr als an Maschinengewehre.
Lion Feuchtwanger (Erfolg: Lesung mit Musik von Biermösl Blosn (2 CDs))
Sehr oft werde ich nach meinem Lieblingskomponisten gefragt - eine typische Frage von Laien an Musiker, eine, die wir Musiker uns gegenseitig wohl eher selten stellen. Vielleicht weil wir sie vordergründig als banal empfinden. Vielleicht auch, weil eine direkte Antwort darauf, ehrlich gesagt, unmöglich ist. Musik ist zu meinem Leben geworden. Nichts von dem, was ich tue, hat nicht irgendwas mit Musik zu tun. Ich habe Werke berühmter und weniger bekannter Komponisten einstudiert und dirigiert, aus ganz unterschiedlichen Epochen. Ich habe versucht, sie zu verstehen. Unzählige Stunden habe ich darüber nachgedacht, wie die Orchester, die ich dirigiere, die Werke spielen könnten, um dem Publikum die darin liegenden Aussagen nahe zubringen. Ich habe mich bemüht, bis zum Kern der Kompositionen vorzudringen und so mancher Rätselhaftigkeit auf die Spur zu kommen. Ich tue es heute noch. So sind mir meist die Komponisten, mit deren Werken ich mich gerade intensiv beschäftige, am präsentesten und vielleicht in dem Moment auch am nächsten. Aber sind sie mir dann auch die liebsten ? Ich weiß es nicht. Meine Entdeckungsreise durch die Welt der klassischen Musik, die vor sechzig Jahren an der Westküste Kaliforniens in einem Fischerdorf begann, ist längst nicht zu Ende. Im Gegenteil : Meine künstlerische Neugier treibt mich täglich weiter in diese faszinierte Welt hinein, deren Umfang immer größer wird, je tiefer ich in sie vordringe. Die Welt der Musik gleicht unserem expandierenden Universum. Je mehr ich mich mit Musik befasse, desto weniger meine ich über sie zu wissen. Wie also sollte ich diese offenbar gar nicht so banale Frage nach meinem Lieblingskomponisten beantworten ? Vielleicht, indem ich sie anders formuliere : "In deiner freien Zeit, in Stunden, die nicht verplant sind und ganz dir gehören - welche Musik würdest du dann für dich spielen ?" Die Antwort darauf ist viel einfacher. Es ist die Musik von Johann Sebastian Bach. Das sage ich ohne den Hauch eines Zweifels. Von frühester Kindheit an hat mich Bach verfolgt und ich ihn. Bis heute. Seine Musik lässt mich nicht los. Ihre Tiefe ist unendlich. Sie vereint alles, was klassische Musik ausmacht. Und bis heute bin ich auf der Suche nach dem Warum.
Kent Nagano Erwarten Sie Wunder