Menulis Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Menulis. Here they are! All 200 of them:

β€œ
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations (Buru Quartet, #2))
β€œ
Menulis adalah sebuah keberanian...
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Jika ingin menjadi seorang penulis pertama sekali kena membaca, kedua kena membaca, ketiga, membaca, keempat membaca dan kelima baru menulis.
”
”
A. Samad Said
β€œ
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (House of Glass (Buru Quartet, #4))
β€œ
Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapaβ€”suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara)
β€œ
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara)
β€œ
Membaca dan menulis membuatmu menjadi.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menurut survei: selain narik becak dan gali kubur, pekerjaan mengkhayal dan menulis ternyata juga butuh asupan kalori tinggi. (Perahu Kertas)
”
”
Dee Lestari
β€œ
Menulis kembali kenangan masa lalu butuh sebuah keberanian.
”
”
Iwan Setyawan (9 Summers 10 Autumns)
β€œ
Berbicara itu mudah namun sulit dipertanggungjawabkan. Menulis lebih sulit namun lebih mudah dipertanggungjawabkan.
”
”
Felix Y. Siauw
β€œ
Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia... Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
”
”
Tan Malaka
β€œ
Di sekolah, anak-anak belajar bahasa Indonesia, tetapi mereka tak pernah diajar berpidato, berdebat, menulis puisi tentang alam ataupun reportase tentang kehidupan. Mereka cuma disuruh menghafal : menghafal apa itu bunyi diftong, menghafal definisi tata bahasa, menghafal nama-nama penyair yang sajaknya tak pernah mereka baca.
”
”
Goenawan Mohamad (CATATAN PINGGIR 3)
β€œ
Jika aku menulis dilarang, aku akan menulis dengan tetes darah!
”
”
Wiji Thukul (Aku Ingin Jadi Peluru (Kumpulan Puisi))
β€œ
Saya menulis bukan hanya untuk dunia, tetapi juga demi akhirat saya.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Mulai lah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir”.
”
”
James W. Ellison
β€œ
Aku belajar menulis, karena tahu dia suka membaca.
”
”
Tasaro G.K. (Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta)
β€œ
Jangan pernah mau jadi kritikus buku, tapi tidak pernah menulis buku.
”
”
Tere Liye
β€œ
Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.
”
”
Goenawan Mohamad (CATATAN PINGGIR 3)
β€œ
Buku yang baik adalah buku yang bisa membuatmu bergerak.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Di antara tantangan dalam menulis adalah berpikir sebagai pencipta sekaligus pembaca pada saat bersamaan.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis adalah memahat peradaban.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai. ["Fenomena PRD dll,"].
”
”
Y.B. Mangunwijaya (Politik hati nurani)
β€œ
Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis mperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiriβ€”satu-satunya hal yang membuat kita ada.
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara)
β€œ
Saat menulis karya sastra, kita bisa menjelma siapapun yang kita inginkan, mencipta, membalik keadaan, membuatnya sesuka kita.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yg tak akan pernah kau sesali kemudian.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Aku menulis puisi: karena kesedihan tidak bisa menuliskan dirinya sendiri; karena petaka tidak bisa mengabarkan gaduhnya sendiri.
”
”
Lenang Manggala
β€œ
Menulis itu sebenarnya sama dengan berbicara, hanya saja itu kau catat.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis dan bercahayalah!
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis itu mudah. Tapi bagaimana agar tiap huruf berarti dan bisa membuat pembacamu bergerak ke arah yg lebih baik, tanpa kau gurui.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulislah dengan wawasan dan hati, agar bisa mencerdaskan dan sampai ke hati-hati yang lainnya.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Anda boleh menulis puisi untuk atau kepada siapa saja asal jangan sampai lupa menulis untuk atau kepada saya. Siapakan saya? Saya adalah Kata.
”
”
Joko Pinurbo (Kepada Cium)
β€œ
Menulis pun kadang bisa menusuk ulu hati seperti sekarang ini. Membuat detik-detik waktu yang berjalan di masa lalu berdetak lebih kencang. Lonceng waktu seakan berdentang kembali, membangunkan kesadaran dengan keras.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Menulis itu seperti hidup di luar nama-nama.
”
”
Afrizal Malna
β€œ
Tingkat peradaban suatu bangsa diantaranya diukur dari berapa banyak orang yang membaca dan menulis di negeri itu.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis itu berjuang untuk mengalahkan diri sendiri...
”
”
Izzatul Jannah
β€œ
Menulis itu peduli. Menulis itu mencinta.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Bagi saya menulis novel itu memahat kenangan, menyulut inspirasi sambil melakukan pembalasan atas kepedihan dengan cara yang paling indah.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis itu susah? Banget. Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis.
”
”
Arswendo Atmowiloto (Dua Ibu)
β€œ
Rahasiaku produktif menulis? Hanya satu kata: NIAT.
”
”
Primadonna Angela
β€œ
Awal karir menulis saya karena luka.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Hal lain yang menghalangi produktivitas ialah pujian kritisi. Pujian itu bagai menantang saya, agar saya menulis yang nilainya sama dengan apa yang terbaik telah saya tulis selama ini.
”
”
A.A. Navis (Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2))
β€œ
Apakah kita sudah harus mengambil jeda dalam perjalanan yang masih panjang ini. Saat menulis, aku tak suka titik. Aku gemar tanda koma. Tolong jangan perintahkan aku untuk berhenti dan tenggelam dalam stagnansi. Jangan.
”
”
Leila S. Chudori (Pulang)
β€œ
Bagi saya membaca dan menulis itu bukan hobi, tapi kebutuhan.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Memang sulit menulis puisi. Dan untuk apa mempersulit diri sendiri.
”
”
Danarto (Berhala: Kumpulan Cerita Pendek)
β€œ
menulis memang bukan mengeluarkan, tetapi aktivitas membobol berbagai sekat dalam diri dengan di luar dirinya, dengan apa yang menggelisahkannya sehingga mencapai kemapanan rasa untuk digelisahkan kembali.
”
”
Dian Nafi (Mayasmara (Mayasmara, #1))
β€œ
Menulis buku itu sama saja omong kosong kalau tujuannya agar terkenal, atau agar sombong karena sudah menulis buku, sama saja dengan omong kosong kalau yang dicari hanyalah uang. Menulis kemudian mempublikasikannya secara massal, harus dengan sebuah idealisme. Bahwa tulisan itu membawa banyak perubahan bagi hidup orang lain. Harus ada kebaikan di dalamnya. Bukan hanya sekedar menjual kertas, tinta, dan lem, kemudian merasa bangga hanya karenanya.
”
”
Nadia Aghnia Fadhillah
β€œ
Saat naskah ditolak oleh penerbit, penulis dapat mempertimbangkan untuk melakukan revisi naskah, mengirimkannya kepada penerbit lain, menerbitkannya secara indie, atau memulai proyek baru. Yang terpenting adalah agar penulis terus mengasah kemampuan menulis dan tidak menyerah.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
Imaginasi tak akan bernyawa selagi ia tak dinyawakan. Dengan menulis, imaginasi akan hidup. Akan bernafas selama mana yang dimahukan oleh penulis.
”
”
Sahidzan Salleh (Sepuloh Nama)
β€œ
Menulis itu kegiatan menanam berlian di hati pembaca.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Mengapa saya menulis? Mungkin karena saya ingin selalu mendekapmu erat lewat kata-kata.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis itu menenangkan pikiran dan nurani yang nyeri.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Tak ada aturan bagi seseorang dalam menulis, demikian juga dalam berpikir.
”
”
Jostein Gaarder (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken)
β€œ
Kauminta aku menulis cinta Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya Kubolak-balik seluruh abjad Kata-kata yang cacat yang kudapat Jangan lagi minta aku menulis cinta Huruf-hurufku, kau tahu, Bahkan tak cukup untuk namamu Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut Kecuali dengan denyut
”
”
Sitok Srengenge (On Nothing: Selected Poems)
β€œ
Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Quran, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang berbahagia.
”
”
Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara)
β€œ
Pembaca adalah jantung buku saya.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Pada akhirnya menulis adalah menolong jiwa penulisnya sendiri dan menemukan apa yang terpendam dalam dirinya... sesuatu yang pernah ada namun telah menghilang karena waktu atau sesuatu yang telah lama ada namun tidak pernah dibangunkan.
”
”
Adam Aksara (Blessed Heart)
β€œ
Mereka yang disebut buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar (learn), menanggalkan pelajaran sebelumnya (un-learn), dan belajar kembali (re-learn).
”
”
Alvin Toffler
β€œ
Tuhan tak mesti ada di sana, menulis hidupmu. jika hanya lingkaran keras kepala yang menyeru pungtuasi titik, meskipun ia tak pernah berhenti.
”
”
Bagus Dwi Hananto (Dinosaurus Malam Hari)
β€œ
Bagiku, sehari tanpa menulis adalah sehari hilang, terbuang.
”
”
Howard Fast
β€œ
Anak-anak muda jaman sekarang itu lucu dan agak susah dimengerti. Mereka cukup bersemangat membuat berbagai macam proposal untuk kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Tapi proposal hidup yang berisi visi dan strateginya meraih mimpi, justru lupa mereka buat sendiri.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Menjadi penulis adalah sebuah perjalanan panjang, yang tidak selalu diisi oleh hal-hal yang menyenangkan. Akan selalu ada kritik, akan selalu ada komentar negatif, akan selalu ada kesalahan. Yang terpenting adalah kita belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan bangkit untuk menggapai mimpi kita.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Lantas apa yang salah dengan pelacur? Adakah orang yang menulis di buku catatannya, cita-cita: pelacur. Mana yang lebih pantas dipertanyakan, takdir atau pelacur?
”
”
Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
β€œ
Seseorang yang menulis akan terbiasa memikirkan sesuatu yang tidak berani dia kemukakan secara lisan
”
”
Muhammad Al-Fayyadl (Derrida)
β€œ
Setelah menjadi seorang penulis, saya lebih giat lagi belajar menulis.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Aku ingin menulis ini untuk Ibuk, Bapak, dan perjuangan mereka yang kokoh. Tangan kuat mereka telah membawa anak-anaknya ke tempat yang lebih indah.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Menulis cerita pendek dan novel bukanlah sesuatu hal yang dapat aku lakukan dengan mudah dan menyenangkan.
”
”
Erskine Caldwell
β€œ
Di zaman milenial ini, satu-satunya yang paling patut untuk kita idolakan dan kita cintai, adalah beliau yang hidup tanpa Facebook, Instagram atau Twitter, namun memiliki 1,7 milyar followers. Beliau, adalah Nabi Muhammad SAW.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Writing is one of loneliest profession in the world. Ketika sedang menulis, hanya ada sang penulis dengan kertas atau mesin tik atau laptop di depannya, hubungan yang tidak pernah menerima orang ketiga.
”
”
Ika Natassa (The Architecture of Love)
β€œ
Pembalasan paling indah yang sangat pedih adalah lewat novel.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Tulisan kita tak akan mati, bahkan bila kita mati.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
menulis adalah pertengakaran rasa dan pikiran di ujung pena
”
”
Wawan Kurn
β€œ
Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah
”
”
Pramoedya Ananta Toer
β€œ
Menulis akan menyembuhkan luka
”
”
Dian Nafi (Matahari Mata Hati)
β€œ
Menulis itu menenagkan pikiran dan nurani yang nyeri.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Selamat pagi, kekasih. semalam aku menulis puisi di luar angkasa. Ternyata tempat terbaik menulis puisi bukanlah disana, namun di ruang rindu yang kau cipta setiap kali aku mendoakanmu.
”
”
Alfin Rizal (Lelaku)
β€œ
There's a clock on the wall. Press your hand against the face and turn it very slightly to the. Left. There'll be a click to tell you it's done." "Sounds easy enough." "Yes it does," said Sanguine. "Kiss for good luck?" "Maybe later," said Gracious. "How about a handshake?" Asked Donegan.
”
”
Derek Landy (Last Stand of Dead Men (Skulduggery Pleasant, #8))
β€œ
Kita tidak akan jatuh oleh hadangan gunung. Tetapi kerikil, justru yang paling kerap membuat kita jatuh terhuyung.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
MEMBACA hanya menggerakkan pikiran dan ucapan semata. Akan tetapi, membaca yang disertai menulis, apalagi menulis buku, bisa menggerakkan dunia. Kenapa? Karena buku merupakan instrumen yang berdaya kuat dan berkuasa mengubah arah peristiwa-peristiwa baik untuk kebaikan maupun keburukan, bagi kesejahteraan maupun bencana
”
”
Hernowo
β€œ
Kau membuatku percaya bahwa keajaiban itu ada. Kau membuatku merasa bahwa tidak ada salahnya menulis puisi cinta dan menyimpannya dalam botol kaca. Aku datang hanya untuk mengatakan itu. Karena selanjutnya, aku akan selalu membencimu di sisa hidupku.
”
”
Devania Annesya (X: Kenangan yang Berpulang)
β€œ
Mari kita beri tepuk tangan bagi mereka yang bekerja (dari dan) untuk hatinya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Orang-orang besar tumbuh bersama keputusan-keputusan besar yang diambilnya. Bukan oleh kemudahan-kemudahan hidup yang didapatnya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Karya sastra adalah parfum para sastrawan.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Ketika menulis saya harus yakin bahwa apa yang akan saya tulis baik, menarik dan bermanfaat.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis itu seperti bermain kungfu. Anda tidak akan pernah menjadi jago kungfu meski seumur hidup menonton Jacky Chan atau Jet Lee, tanpa berlatih kungfu.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Cerpen-cerpen itu telah menumbuhkan sayap di punggung saya.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
empat puluh tahun usia pertama kita dihabiskan dengan menulis ratusan bahkan ribuan halaman buku teks, yang akan dibaca kelak di sisa usia.
”
”
Arthur Schopenhauer
β€œ
Dulu sebelum saya memulai menulis buku, seorang penulis buku senior pernah berkata di sebuah acara bedah buku, 'sudah berapa banyak kalian membaca buku? Belasan, puluhan atau ratusan? Lalu apa sesuatu yang berlebihan kalau kita membuat satu buku saja, yang kemudian dibaca orang?
”
”
Yudhi Herwibowo (Pandaya Sriwijaya: Dendam dan Prahara di Bhumi Sriwijaya)
β€œ
There are no definite rules (in writing). You learn as you go.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
Sastra bisa menampung semua gejolak dalam diri, mengurangi derita serta membuatmu lebih peka serta berdaya.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Mau jadi pengarang? Tak ada jalan lain kecuali membaca membaca, membaca terutama karya para sastrawan terkemuka dan menulis menulis menulis. Ikut workshop hanya penunjang, begitu pula teori-teori itu, komunitas untuk mengingatkan tekad, saling menyemangati, berbagi pengalaman. Tak seorangpun bisa menjadikan dirimu sebagai penulis/pengarang kecuali dirimu sendiri.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Aku menulis untuk orang-orang yang telah menyentuh hatiku, kehangatan keluarga yang telah menghangatkan hidupku, serta alam sekitar yang menyegarkan perjalanan ini. Tulisanku mencoba menangkap kenangan agar mereka tidak menguap begitu saja. Aku menulis sebelum kenangan jatuh dari ingatan. Aku menulis untuk menangkap kenangan yang mungkin tak akan mampu tersimpan dalam memoriku. Sebelum diriku usang dan menghilang.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Aku menulis bukan semata-mata karena aku ingin menjadi penulis. Aku menulis, karena aku ingin menulis. Seperti halnya aku mencintaimu. Memang benar, cita-citaku adalah menjadi suamimu (yang mengecup keningmu, ketika kebetulan aku terbangun lebih dulu). Tapi tidak semata karena itu. Aku mencintimu, karena aku ingin mencintaimu. Seperti itu.
”
”
Lenang Manggala (Perempuan Dalam Hujan)
β€œ
Menulis itu, adalah menitipkan hati melalui kata-kata
”
”
Citra Rizcha Maya
β€œ
Membaca adalah melawan, menulis menciptakan perubahan, dan terorisme adalah pecundang.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Wartawan Brian May menulis: "Indonesia dilahirkan setelah sebuah penculikan; dilahirkan kembali dalam kudeta dan dibaptis dengan darah darah pembantaian.
”
”
Saya Sasaki Shiraishi
β€œ
Bagi saya tidak penting disebut penulis, pengarang atau sastrawan, yang penting terus berkarya. Lalu dengan rendah hati terus belajar menulis.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Pastikan kau bergerak, juga menulis dengan rasa cinta, sebab itu yang akan membangun jiwa Indonesia dan dunia.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis fiksi adalah menuangkan perasaan dan semangat hidup dalam untaian kata-kata di atas kertas-sebuah usaha tanpa akhir untuk mendapatkan makna-makna yang berbeda
”
”
Erskine Caldwell (Perjalanan Sang Penulis)
β€œ
Saya menulis untuk mencerahkan diri saya dan orang lain.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Menulis adalah nafas. Aku adalah budak kata-kata.
”
”
Yennie Hardiwidjaja
β€œ
Seminggu lalu dari hari itu Richard menulis di facebook: "'I miss her terribly.' - Miranda July" Aku jujur saja, merasa sedikit cemburu. Siapa si jalang ini, pikirku, dan meng-google namanya.
”
”
Norman Erikson Pasaribu (Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu)
β€œ
Ketika seseorang berkata bahwa aku hanya seorang gadis kecil yang tinggal di tepi rel kereta api, aku putuskan untuk tak akan pernah berhenti. Aku perbesar tekadku untuk membaca segala dan menulis cahaya!
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
A good title never hurts a book.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
Menulis selain perkara merangakai kata, juga membantu manusia menemukan jatindirinya. Melalui menulis pula, aku disadarkan untuk menyikapinkeadaan dengan bijak, tanpa harus repot repot berdiri di depan gedung dewan, membawa spanduk, dan berteriak teriak kepanasan
”
”
Hilal Ahmad
β€œ
Treat your relationship with your writing as an important one. Seperti hubungan kamu dengan pacar, teman-teman dan keluarga. Temukan komitmen untuk terus berjalan maju, dan tentukan target untuk tulisanmu (secara waktu, juga secara kualitas), lalu terapkan disiplin untuk mencapai deadline.
”
”
Winna Efendi (Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu)
β€œ
anak-anak komunikasi kan pada jago menulis, tapi mereka hanya terjebak pada tugas-tugas kuliah. Kurang banyak manfaatnya ketika kamu jago menulis, tapi akhirnya hanya buat dosen. Padahal tulisanmu bisa buat publik.
”
”
Tomi Wibisono
β€œ
Paduka!!! sang lemah di antara hamba tuan ini meradang; . manusia menulis sejarah Di tangan bedil berdarah Dan malam di umpat Di antara jam malam ketat Remaja dengan batu amarah Melempari zirah - zirah tak mau enyah #andradobing
”
”
andra dobing
β€œ
Aku melintasi kehidupan dan kala. Aku berlayar menembus senja. Kuberanikan diri menulis untuk mengabadikan momen hidup dalam lembaran kertas. Sekali lagi, dengan segala kemampuan yang aku punya. Kau lihat, betapa sederhana tulisanku. Sekali lagi, aku hanya ingin mengabadikan sebuah momen hidup dalam lembaran kertas ini. Sebagai suatu museum kehidupan.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Writing is the only way to change the world without leaving bed.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Penguatan budaya literasi adalah kunci memajukan negeri ini.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Sekeras apapun menulis, penamu akan selalu tergesa-gesa menulisnya. Jika Ia juga memiliki hati, rasamu pasti akan terbaca tanpa kau menulisnya.
”
”
nom de plume
β€œ
Setiap kali menulis, semua peristiwa terasa dekat kembali, seolah aku mengalaminya lagi. Sungguh sangat nikmat.
”
”
Dedi Padiku (Mengejar Ngejar Mimpi: "Diary Kocak Pemuda Nekat")
β€œ
kalau tidak ada pensel selalu tumpul dahulu, aku tidak akan sepandai ini untuk menulis puisi. (Petak, Garis)
”
”
Rosli K. Matari (Tidakkah Kita Berada Di Sana?)
β€œ
menulis seribu kalimat dimulai dengan satu hurup
”
”
Alfian Malik
β€œ
Ya, aku akan dibaca! Seandainya tujuan ini tercapai, aku akan merasa puas. Karena aku tidak bermaksud untuk menulis dengan baik...Aku ingin menulis agar didengar.
”
”
Multatuli
β€œ
Menulis yang baik adalah menulis kebaikan
”
”
Yayan Supardjo
β€œ
Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Budaya ilmu juga bermakna ilmu dituntut dengan berbagai-bagai cara seperti pembacaan dan pendengaran atau pengalaman. Walaupun Islam menekankan kebolehan menulis dan membaca, tetapi dalam masyarakat Islam dahulu buta huruf tidak bermakna buta ilmu.
”
”
Wan Mohd Nor Wan Daud (Budaya Ilmu: Satu Penjelasan)
β€œ
Buku itu akan abadi, bersama dengan pesan yang disampaikan di dalamnya. Jadi semestinya, meskipun ragaku ini tidak akan abadi, aku bisa menulis untuk mengabadikan perasaanku padanya, bukan?
”
”
Irin Sintriana (Prisoner of Ur Heart)
β€œ
Percayalah, ada Tuhan di hatimu yang terdalam. Di sana, tinggal lah suara-suara yang kan menuntunmu pada surga dan kesuksesan. Jangan pernah rela diperdaya oleh keadaan. Jangan pernah menjadi bodoh dan tumbang oleh omongan orang. Temui hatimu. Temui jalan hidupmu.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Mari bersenang-senang! Mari mengarang!
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Kamu menulis: "Kita sudah mengatakan A, maka kita harus menyebutkan seluruh huruf." Namun masalah itu sekarang sudah sedemikian luar biasa hingga aku menjadi ragu. Maka, kukutipkan puisi singkat dari Jan Erik Vold mengenai hal itu: "Siapa yang mengatakan A Telah mengatakan A" Kamu mengerti yang kumaksud, kan? Kalau kamu telah mengatakan A, maka kamu telah mengatakan A dan harus menjalani segala resiko yang mengikutinya. Tapi, itu tak berarti bahwa kamu juga harus mengatakan B.
”
”
Jostein Gaarder (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken)
β€œ
Kegiatan fisik dalam menulis fiksi bertolak belakang dengan hasil yang didapat. Kegiatan tersebut adalah duduk tegang dan jenuh sepanjang siang atau malam di depan meja dan mesin ketik, pada saat aku ingin berdiri dan pergi ke suatu tempat untuk melihat sesuatu yang aku yakini lebih menarik dibanding apa yang sedang aku kerjakan.
”
”
Erskine Caldwell (Perjalanan Sang Penulis)
β€œ
Kakakmu ini tak ingin memberikanmu sepeda atau baju baru. Akan tetapi, ilmu. Agar kau bahagia selamanya. Bukan hari ini saja. Agar kau tidak hanya tertawa, tapi berdayaguna.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
With writing, i can do everything. Make nothing to be something, and then make something to big thing. So, i know, that nothing and big thing is so true as same thing
”
”
Lenang Manggala (Perempuan Dalam Hujan)
β€œ
Hari ini aku menulis untuk waktu yang ingin kukembalikan dari masa lampau dan waktu yang ingin kudapatkan di masa depan.
”
”
Wawan Kurn
β€œ
Menulis memerlukan ruh. Tanpa ruh, tulisan akan jadi kosong. Dan tulisan yang kosong takkan dapat menyentuh jiwa.
”
”
angel pakai gucci
β€œ
Berbicaralah dan menulislah hal yang baik-baik dan bermanfaat. Jangan sekali-kali kamu menyakiti perasaan orang lain.
”
”
Amiruddin Sani Lubis
β€œ
Sekali lagi, hanya keliaran sosok kamu yang mengorbit di kepala saat aku ingin menulis kata.
”
”
Dina Zettira Putri
β€œ
Menulis fiksi adalah usaha untuk menciptakan tokoh-tokoh rekaan dan kejadian-kejadian penuh makna dalam batas-batas sempit dunia kecil yang aku kenal.
”
”
Erskine Caldwell (Perjalanan Sang Penulis)
β€œ
Menulis Dahulu Membaca Kemudian.
”
”
I. Made Iwan Darmawan (Ayu Manda)
β€œ
Kawan-kawan baik di sekolah maupun di bangku kuliah sebaiknya tidak lupa. Bahwa nilai yang tinggi dalam sebuah ujian hanyalah hasil transformasi daya rekam ingatan; bukan nilai dari pertumbuhan pemikiran. Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Jika kau mahu menulis (dan hanya malaikat tahu kenapa kau perlu) kau perlu ada ilmu dan seni dan magis iaitu ilmu muzikaliti kata-kata, seni untuk menjadi tidak seni, dan magis dalam menyayangi pembaca kau.
”
”
Ridhwan Saidi (BRAZIL)
β€œ
Menulislah tanpa perlu menyematkan syarat ada atau tidak yang membaca tulisan kita. Menulislah agar perjalananmu tidak menguap begitu saja, tanpa ada bekasnya. Terkadang terlalu memikirkan kesempurnaan membuat kita ragu untuk melangkah atau mencoba sesuatu.
”
”
Dodonulis (Menulis Cerita Perjalanan)
β€œ
Engkau harus terus mencurigaiku, sebab sebaik-baiknya aku padamu, bisa saja aku sedang berupaya keras mendapatkanmu kembali. Dan jika itu yang terjadi, bisa saja ini adalah sebuah surat cinta untukmu.
”
”
Puthut EA (Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta)
β€œ
Menulis itu lebih dari sekadar mengguratkan kata-kata. Harus ada makna baik yang tersurat maupun tersirat, harus ada tujuan yang jelas, meski tak mesti dieja di hadapan pembaca. Menulis itu tidaklah menggambarkan impian semata. Menulis idealnya dilakukan sepenuh hati, agar bisa mejangkau banyak jiwa. Jiwa yang semoga tergugah berbuat kebaikan, yang semoga terinspirasi untuk berbagi lebih banyak pada sesama.
”
”
Primadonna Angela
β€œ
Kita tidak harus menulis sesuatu dengan harapan tulisan itu bisa diterima kehadirannya. Karena yang terutama adalah, tulisan itu harus jujur, setidaknya bagi diri sendiri. Dan sebagaimana kejujuran tidak selalu menyenangkan dan mendapat tempat, ia selalu membutuhkan waktu untuk membuktikan diri dan menyatakan dirinya.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Menulis membebaskanku. Membesarkanku. Memberanikanku. Aku menulis untuk membaca kehidupan. Aku menulis untuk berkaca. Aku menulis untuk melepaskan air mata. Aku menulis untuk menjadikanku manusia. Aku menulis untuk membunuh malam. Aku menulis untuk memaknai hidup. Aku menulis untuk bersyukur. Aku menulis karena menulis menyembuhkan. Aku menulis untuk merapikan masa lalu. Aku menulis karena kata-kata bisa menguatkan. Aku menulis untuk menggali hati nurani. Menulis adalah meditasi.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
Cowok itu selalu jadi bagian penting dalam hidup Kendra. Makanya, selama menulis surat resign itu, air matanya tidak berhenti keluar. Malah, sesekali dia harus berhenti untuk beberapa saat sampai dia bisa menguasai dirinya kembali. Cewek itu merasa seperti sedang menulis surat putus untuk pacar yang sudah bersamanya selama bertahun-tahun.
”
”
Christian Simamora (As Seen On TV)
β€œ
Aku tak ingin menghentikan kata-kataku begitu saja sebelum tercipta sebuah karya.
”
”
Ilham Aidil (Hari Ini dan Esok)
β€œ
Aku menemukan kebahagiaan sendiri, melukiskan sesuatu dengan kata-kata.
”
”
Ilham Aidil (Hari Ini dan Esok)
β€œ
Patah hati adalah sumber inspirasi penulis dan hiburan bagi pembacanya.
”
”
Christian Simamora (Burn Baby Burn)
β€œ
Ikatlah ilmu dengan menulis.
”
”
Ali ibn Abi Talib
β€œ
Pulang dari laut bawa ikan. Di masak. Di makan. Habis. Beda dengan menulis. Walau kita sudah mati, karya tetap tak akan terkikis.
”
”
Pilo Poly
β€œ
Adat itu bikin orang jadi bodo. Adat larang orang kampung belajar menulis, membaca, bikin gambar.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Perawan Dalam Cengkeraman Militer)
β€œ
Hidup ku persembahkan pada tiga hal. Pertama, hidup untuk menulis. Kedua, hidup untuk menulis. Dan ketiga, hidup menulis.
”
”
Nurul Fajri
β€œ
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di masyarakat dan dari sejarah - Pramoedya Ananta Toer.
”
”
The Dusty Sneakers (Catatan Perjalanan Tur Kartini)
β€œ
Berpikir tentang menulis atau hanya berbicara tentang menulis atau terus cemas tentang apa yang ditulis adalah tidak menulis sama sekali
”
”
Roland Fishman (Creative Wisdom for Writers)
β€œ
bagaimana aku harus menulisnya, menemukan kata per katanya saja aku tak bisa.
”
”
nom de plume
β€œ
Menulis adalah perjalanan, ke dalam dan luar diri.
”
”
Ilham Aidil
β€œ
Ada banyak penulis ternama yang pernah masuk dalam tahap writer’s block atau kebuntuan menulis.
”
”
Jessica Huwae (Javier)
β€œ
Tteapi meminta dia menghafal dan menulis tanpa diterangkan sebab musabab dan praktikalnya di dalam kehidupan menyebabkan Dhiya mudah sekali bosan.
”
”
Raiha Bahaudin (Kunang Pesisir Morten)
β€œ
Lebih mudah menulis tentang jatuh cinta ketimbang mengalaminya sendiri.
”
”
Christian Simamora (Burn Baby Burn)
β€œ
Menulis apa yang terasa. Merasakan apa yang tertulis.
”
”
Rakanisius
β€œ
Membaca itu rutin harian. Menulis itu rutin sampingan.
”
”
Musalmah Munira
β€œ
Saya menulis, anda hanya pembaca...
”
”
Bunga Mawar maafin Ilham ya...
β€œ
MENULIS BERBAGI CERITA - MEMBAGI CERITA DGN MENULIS
”
”
Ganezh
β€œ
kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. tapi dengan menulis, seolah kita telah memiliki takdir kita sendiri.
”
”
Alivia Sasa
β€œ
Seperti permainan Sepak bola, menulis itu sangat rawan di menit-menit awal dan menit-menit akhir.
”
”
Ali Zaenal
β€œ
Menulis adalah menjadi apa yang kita ingin, walau dilakukan bukan dengan diri sendiri.
”
”
Febrianti Pratiwi
β€œ
Di kamar kecil ini. Di kota kecil ini. Aku tak hanya menemukan secuil kedamaian tapi juga kesegaran baru dalam hidupku. Menulis. Menulis dalam kesunyian.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
β€œ
hidup itu adalah perjalanan berteman semangat dan gairah istirahat sejenak adalah perenungan berteman tafakur dan keheningan hidup ibarat menulis bait puisi yang panjang tak pernah selesai
”
”
Riri Satria (Jendela, Kumpulan Puisi)
β€œ
Ketahuilah Kawan, ini bukan semata mata tentang bagaimana dan mengapa engkau ditolak untuk pertama kali atau bahkan untuk keseratus kali. Ini tentang ketahanan diri. Tentang semangat dan juga komitmen. Lebih dari sekedar bakat, visi atau tehnik penulisan. Ini tentang bagaimana kita sebagai penulis tetap konsisten menulis, dan terus menulis walau berulang kali mengalami penolakan.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Dalam sebuah riset, di tahun 2015, dalam 1 hari terdapat rata-rata 200 kecelakaan di Indonesia. Beberapa kecelakaan di antaranya menyebabkan kecacatan fisik dan menghabiskan harta korban dan keluarganya. Ini seharusnya membuat kita mengerti, tentang bagaimana cara memilih calon pasangan hidup kita nanti. Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Kekasihku Kami bertemu lagi di taman. Dulu ia bilang ia yang menciptakan langit biru, tukang susu yang setiap pagi lewat depan rumahku, tukang pos yang tak pernah mampir, anak-anak kecil yang bermain burung dara bersama senja, suara anjing hansip di tengah malam sunyi. Semuanya dari tiada. β€œKenapa kita harus melalui hidup ini sendirian?” tanyaku. Ia diam. Padahal biasanya langsung berbicara panjang lebar. β€œKamu dan aku. Begini parah kita kesepian.” Aku ingat ceritanya tentang cinta yang tak berbalas, yang ia tanggung selama beribu-ribu tahun. Tentang pengirim pesan yang ditimpuki batu, dan ia yang kesepian di atas gunung. Kakiku mulai kesemutan, dan ia tak juga bicara. β€œDi gunung, kamu menulis untuk siapa?” Ia tak juga bicara. Langit biru agak berawan hari ini.
”
”
Norman Erikson Pasaribu (Sergius Mencari Bacchus: 33 Puisi)
β€œ
Sekali lagi, seorang penulis nggak boleh egois, mementingkah dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan pembaca. Dan yang lebih penting, nggak ada satu orang pun yang ingin membaca tulisan yang egois.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Kebaikan dan keburukan nggak tergantung terhadap agama, kepercayaan, bukan kepercayaan, suku, bangsa dan lain sebagainya, melainkan kesadaran masing-masing orang akan kebaikan dan keburukan itu sendiri.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Dalam lawatan itu, saya menyatakan kebimbangan tentang aliran-aliran extremism yang sedang menular di kalangan beberapa kelompok aktivis Islam pada waktu itu. Fazlur Rahman menasihati bahawa intelektual dan pemikir Muslim tidak harus pasif. Harus kerja kuat, menulis dan menjelaskan kepada masyarakat dengan mendalam dan integriti. Tanpa gerakan intelektualisme yang mendalam, kebangkitan Islam akan gagal dan kecewa.
”
”
Wan Mohd Nor Wan Daud (Rihlah Ilmiah: dari Neomodernisme ke Islamisasi Ilmu Kontemporer)
β€œ
Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas karakter, kompetensi dan kesejahteraan hidup seseorang, adalah dengan menanamkan budaya literasi (membaca-berpikir-menulis-berkreasi). Cara terbaik untuk menanamkan budaya literasi yang kuat pada seseorang adalah dengan menjadikannya sebagai seorang penulis. Karena setiap penulis, secara otomatis akan melewati tahapan membaca, berpikir, dan tentu saja menulis serta berkreasi.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Tindak-tanduk kaum pergerakan mesti diawasi, tetapi jauh lebih penting menganalisis motif di baliknya. Jika karena perut, tawari mereka kekayaan. Jika rasa aman, teror dengan pistol dan pelor. Jika martabat semu yang dicari, kasih mimbar untuk berpidato atau menulis di surat kabar dan majalah. Kalau perlu, angkat mereka jadi pembesar bunglon. Namun, jika urusan sudah melenceng menuju kemerdekaan berjuta-juta pribumi, maka merekalah kaum yang layak dijadikan seteru.
”
”
Hendri Teja (Tan: Gerilya Bawah Tanah)
β€œ
Boleh bertujuan, tapi pasti boleh berubah haluan. Boleh berkeyakinan, tapi masih boleh berubah haluan. Setiap perjalanan tidak harus terasa menyenangkan, setiap perjalanan tidak harus berupa petualangan. Sehingga kita tidak perlu bersiap menjadi petualang tangguh, beriman kuat, menjadi pahlawan. Sebab diri ini dicincang banyak hal, maka pasti boleh menjadi plin-plan.
”
”
Puthut EA (Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta)
β€œ
Coba katakan padaku, untuk apa engkau menulis? Untuk kemuliaan, penghargaan, reputasi atau popularitas? Atau demi kejujuran yang harus engkau nyatakan bagi dirimu sendiri? Memang benar, bahwa ide, gagasan dan kreativitas semestinya mendapatkan penghargaan yang layak sebagai wujud ekspresi dari kejujuran. Meskipun tak selamanya ia bisa mendapatkan tempat yang diharapkannya. Tapi sebagai penulis, semestinya kita memiliki idealisme untuk terus berjuang dan tidak berhenti untuk menyuarakan kejujuran itu.
”
”
Titon Rahmawan
β€œ
Apa itu rindu? Jarak yang membentang tanpa alat komunikasi. Itu artinya susah payah. Aku harus mencari telepon umum yang sulitnya setengah ampun. Telepon umum pertama, kabelnya putus. Telepon umum kedua, gagang teleponnya lengket. Telepon umum ketiga, tombol angkanya soak (angka 5 dan 9-nya bolong). Telepon umum keempat, jaraknya puluhan ribu kilometer barulah bisa digunakan dengan baik. Bisa saja aku menggunakan fasilitas telepon di minimarket di pangkalan bensin, tetapi aku selalu lupa mampir ke sana. Tidak ada yang buka 24 jam dan aku selalu ingat saat telah tengah malam. Aku jadi berpikir mengenai kemungkinan lain. Aku akan menulis surat panjang. Panjang sekali karena aku akan bercerita mengenai segala hal. Dan, sekali dalam sepekan, atau sekali dalam sebulan, aku akan mendorong masuk surat tebal tersebut ke dalam kotak surat (atau aku akan mengirimkannya langsung melalui kantor pos). Selanjutnya, aku akan mengayuh sepeda, pergi melanjutkan perjalanan tanpa mengharap balasan. Aku sedang tidak memiliki alamat pasti, bukan?
”
”
Desi Puspitasari (On a Journey)
β€œ
Seorang penulis yang menulis tentang cinta, seorang penyair yang bersyair tentang cinta, tidak secara langsung dapat menyelesaikan kebencian di dalam dunia ini. Namun, tulisannya, syair-syairnya dapat melembutkan jiwa yang keras. Kemudian si jiwa lembut itu sendiri menyelesaikan kebencian di dalam dirinya.
”
”
Anand Krishna (Indonesia Under Attack! Membangkitkan Kembali Jati Diri Bangsa)
β€œ
Aku pernah menulis di forum bahwa dunia penerbitan menganut Machismo Orang Normalβ€”memprioritaskan orang-orang sehat. Bukankah dunia olahragaβ€”yang dibenci bagai hewan berbisa oleh orang-orang budaya yang pura-pura lembut hatiβ€”justru menyiapkan tempat di salah satu sudut dunianya bagi para penyandang disabilitas untuk berperan aktif?
”
”
Saou Ichikawa (Hunchback)
β€œ
Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya. Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya. Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya. Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut. Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.
”
”
Tere Liye
β€œ
Sehingga saya percaya, seseorang yang berkawan terlalu akrab, seseorang yang lebih banyak dekat secara fisik dengan orang lain, lebih mudah saling suka dibanding ketika ia berkawan dari jarak jauh. Sayangnya, pola ini masih ada walaupun kita telah menikah. Ada banyak penelitian yang menunjukan bahwa pasangan selingkuh biasanya adalah orang-orang dekat.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Karya tulis bisa menjadi monumen dunia dan akhiratmu.
”
”
Helvy Tiana Rosa
β€œ
Sukses adalah Anugerah. Berjuang adalah Sebuah KEHARUSAN!
”
”
Hilaludin Wahid
β€œ
the most important in writing it should be from you heart
”
”
Endik Koeswoyo
β€œ
Seketika saya teringat dengan buku diary yang waktu itu hampir tiap hari saya tulis. Bagi saya, mencurahkan perasaan ke dalam buku harian sangat berguna, karena dapat membantu saya melalui masa-masa sulit, pada saat sedih, merasa tidak dicintai, merasa tidak diakui, atau saat saya merasa bodoh, sementara nggak ada seorang pun yang mau mendengarkan. Saya bisa menuliskan marah, harapan, ketakutan, kecemburuan dan lain-lain. Buku itu juga menjadi tempat yang strategis untuk menuangkan gagasan, cerita pendek, atau puisi, juga menyimpan khayalan tentang kesuksesan, kekayaan, dan cinta. Intinya, menulis diary adalah cara saya berteriak tanpa harus membangunkan orang-orang di sekitar, juga cara untuk membangun ketabahan untuk terus maju dan berkembang.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Beberapa bulan tinggal di rumah itu, saya tidak pernah mendapat gangguan apa-apa selain serbuan tikus-tikus yang cericitnya membuat keheningan terasa makin menggema sehingga saya bisa dengan tenang menulis novel yang sudah lama saya idam-idamkan. Kecurigaan baru muncul ketika suatu hari saya jatuh sakit. Dalam sakit saya sering mendengar suara orang batuk di kamar mandi, kadang disertai jeritan Sakit Euy!
”
”
Joko Pinurbo (Telepon Genggam)
β€œ
Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri.” Stephen King β€œMenulis itu pekerjaan orang kesepian. Punya seseorang yang memercayaimu dapat membuat perbedaan besar. Hanya percaya saja biasanya sudah cukup.” Stephen King β€œMenulis fiksi seperti memasak.” Donatus A. Nugroho "Menulis itu gampang." Arswendo Atmowiloto β€œTulislah apa yang kau ketahui seluas dan sedalam mungkin.” Stephen King β€œSedapat mungkin aku tidak melakukan keduanya, yaitu membuat alur cerita dan berbohong. Cerita itu terjadi dengan sendirinya, tugas penulis adalah membiarkan cerita itu berkembang.” Stephen King β€œEngkau harus berkata jujur, jika ingin dialogmu punya gema dan realistis.” Stephen King β€œSemua novel pada dasarnya adalah surat-surat yang ditujukan kepada seseorang.” Anonim/Stephen King β€œAku menulis setiap hari, termasuk hari libur. Aku termasuk pecandu kerja.” Stephen King β€œMembaca adalah pusat kreatif kehidupan seorang penulis. Aku membawa buku ke mana pun aku pergi dan menemukan peluang untuk menenggelamkan diri dalam bacaan.” Stephen King β€œKalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas.” Stephen King "Menulis fiksi seperti permainan Roller Coaster." RL Stine β€œAku akan menulis (terus) sekalipun belum tahu akan diterbitkan atau tidak.” JK Rowling β€œAku ingin menulis, bukan harus menulis.” Anonim β€œSeseorang yang menuliskan suatu kisah, terlalu tertarik pada kisah itu sendiri sehingga tidak bisa duduk tenang dan memerhatikan (cara teknik) bagaimana ia menuliskannya.” CS Lewis β€œAku menulis untuk diri sendiri, aku rasa tak seorang pun akan menikmati buku ini lebih dari yang kurasakan saat membacanya.” JK Rowling β€œMenulis novel harus berbekal sesuatu yang Anda yakini agar Anda tetap bertahan.” JK Rowling β€œSelalu ada ruang untuk sebuah cerita yang dapat memindahkan pembaca ke tempat lain.” JK Rowling β€œAku takut kalau tak dapat menemukan alasan untuk melanjutkan menulis.” JK Rowling β€œBila aku tidak menulis, aku merasa hidupku tidak normal.” JK Rowling β€œBeberapa hal memang lebih baik tinggal menjadi imajinasi belaka.” JK Rowling β€œHarry tak pernah menyerah terus berjuang menggunakan kombinasi antara intuisi, ketegangan syaraf dan sedikit keberuntungan.” JK Rowling β€œKamu mungkin tidak akan bisa membuat karyamu diterbitkan di penerbit manapun.” Marion D. Bauer β€œKebanyakan para penulis, bahkan karya penulis dewasa, tidak akan diterbitkan. Selamanya. Namun, mereka tetap saja menulis karena ini menyenangkan.” Marion D. Bauer β€œBagi semua penulis, profesional maupun amatir imbalan yang terbesar terletak dalam proses penulisan, bukan dalam sesuatu yang terjadi sesudahnya. Mengumpulkan ide dan melihatnya menjadi hidup dalam kertas sudah cukup menggembirakan.” Marion D. Bauer β€œKabar buruk: Sangat sulit untuk membuat bukumu diterbitkan. Jika tulisanmu berhasil diterbitkan, kamu mungkin tidak akan menjadi terkenal, kamu tidak akan menjadi kaya. Seorang penulis harus belajar sendiri dan bekerja sendiri. Kabar baik: Membuat tulisanmu diterbitkan akan menjadi lebih mudah setelah kamu berhasil menapakkan kaki di pintu penerbitan. Kamu bahkan mungkin bisa menjadi terkenal, atau mungkin saja kamu lebih memilih kehidupan yang sederhana. Beberapa penulis menjadi kaya. Bekerja sendirian mungkin bukan masalah bagimu. Kamu bisa menjadi penguasa bagi kehidupan kerjamu sendiri. Yang terpenting dari segalanya kamu bisa melakukan pekerjaan yang kamu cintai.” Marion D. Bauer β€œAku akan terus menulis meski tulisanku tidak menghasilkan uang sesen pun, bahkan jika tidak ada orang yang mau membacanya. Aku merasa sangat beruntung bisa merintis karir di bidang penulisan.” Marion D. Bauer "Menulis dapat membuat orang bisa menjadi lebih baik karena dia melihat pantulan dirinya." Asma Nadia
”
”
Ahmad Sufiatur Rahman
β€œ
Jika pendidikan tidak mendorong manusia untuk berjuang mewujudkan impiannya, berbagi dan berkarya untuk berkontribusi pada lingkungannya, serta mengokohkan keimanan pada Sang Pencipta, maka untuk apa pendidikan itu ada?
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Yah, aku tidak memiliki gaya, memang, aku sendiri tahu aku tidak memiliki gaya, sialan; itulah justru sebabnya aku tidak sukses dalam pekerjaanku, dan inilah aku bahkan menulis surat padamu, sayangku, sebagaimana adanya, tanpa hiasan-hiasan dan menuruti apa yang terbetik dalam hatiku .... Aku tahu semua ini; tetapi jika semua orang mulai mengarang, maka siapa yang akan menyalin? Itulah pertanyaan yang aku ajukan, dan aku minta kamu menjawabnya sayangku.
”
”
Fyodor Dostoevsky (Poor Folk)
β€œ
Fenomena mengkafirkan sepertinya tidak akan selesai besok pagi. Orang-orang yang memaksakan keyakinan mereka pun tidak akan pernah habis. Mereka bahkan telah melembaga. Namun percayalah, mereka tidak akan pernah menjadi mayoritas.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Malam ini, ia ingin sekali tengadah ke langit gelap penuh bintang di dalam hutan itu. Ia ingin malam ini bulan hanya berbentuk sabit dan tak banyak lolongan hewan agar ia bisa menatap langit sendiri saja sambil menangis dan tak ada satupun orang yang menelponnya. Ia tidak ingin menulis kesedihannya di twitter, mencaci mengamuk menggangu follower-nya di dunia maya. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil tengadah ke langit gelap penuh bintang dalam keheningan hutan malam ini.
”
”
Nailal Fahmi (Mencari Jalan Pulang)
β€œ
Saya ingin mengingatkan bahwa perbedaan dalam berbagai hal termasuk agama adalah rahmat, adalah sebuah anugrah, bukan malah menjadi bahan perdebatan tanpa henti. Dan yang paling utama, agama ada untuk kemaslahatan sosial, agama nggak berhenti hanya sebatas ritual dan ritus-ritus untuk individu semata tanpa punya dampak untuk lingkungan sosial.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Apa kabarmu Mungil? Sehat-sehat sajakah disana? Kau tahu, sepagi tadi kusempatkan kakiku menyusuri lorong kelas, tempat biasa ku menemuimu. Ya, ritual yang mungkin akan menjadi kebiasaanku beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan kedepan. Oh ya, tidak ada yang berubah dengan kelasmu, bahkan bayangmu masih tertinggal di pojok ruang itu. Mungil, kau tahu! Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu saat ini. Tentang rutinitasku sekarang, tentang.. Ya, tentang segala hal, Mungil. Tapi.. Ah sudahlah, kau mungkin bahkan takkan membaca catatan ini. Oya Mungil, Ritual 'itu' masih sering kulakukan, seperti yang kau pesankan setiap saat hujan tiba: "Tengadahkanlah wajahmu saat hujan tiba, lalu hitung setiap rintiknya, percayalah sebanyak itulah rindu ini bersemayam di tiap tetesnya," -setiap hujan tiba bahkan. #usaha gagal menulis cerita random tanpa backspace
”
”
Alif~
β€œ
Tapi kemudian saya merasa kerdil, naif. Saya bertanya pada diri sendiri. Seberapa tahu saya tentang agamanya? Pernahkah saya membaca segala sesuatu tentang agamanya secara objektif, secara proporsional? Lucu sekali jika saya mengharapkan dia mengerti agama saya sementara saya nggak mau tahu tentang keyakinannya β€”kalaupun saya membaca, buku-buku yang saya baca adalah buku tentang kesalahan agamanya. Maksud saya, bagaimana kalau dia juga berpikir seperti apa yang saya pikirkan. Dia mengharapkan saya membaca apa yang dia baca, meyakini apa yang ia yakini, masuk agama dia, dia mengasihani saya karena saya akan masuk neraka.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Percaya sama Saya, Allah itu dzat yang paling awal yang berharap hamba-Nya melek literasi. Al Amin ο·Ί adalah generasi 'ummi dari kota tua di lembah Bakkah, namun Jibril ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω… justru membawa kata pertama Iqra'. Coba kita liarkan sedikit imaji kita di dalam kegelapan gua, yang Nabi ο·Ί gemetar oleh suara Jibril. Jangankan membaca buku, buku-buku jari saja tak nampak, pekat. Lalu Allah berfirman, "Iqra'!" Saya yakin pembaca pasti kritis, "kan, ada Jibril yang bercahaya." Oke, tapi biarkan semua pertanyaan yang terlintas tentang kata pertama untuk tafakur nanti. Karena ada kata yang lebih mengena lagi yang dibacakan oleh Penghulu Malaikat saat itu. Yaitu "Yang mengajarkan (manusia) dengan Pena." Nah, jadi mana yang pertama? Baca dulu atau tulis dulu?! Bagi kita para pembelajar @nulisyuk, tentu yang pertama adalah tulis saja dulu. Ya, kan?! Lalu baca lagi, karena Allah akan mengajar manusia apa yang tidak dia ketahui. Kemudian tulis kembali, dengan pemahaman yang kita dapatkan. Baca ulang, agar Allah menurunkan petunjuk. Tulis ulang, baca-tulis-baca-tulis, sampai kita menjumpai hal yang paling meyakinkan. Yaitu kematian. Hingga saat tiba waktunya kita membaca karya kita nanti, Malaikat mengulurkannya lewat tangan kanan. Bukan di telapak tangan kiri yang terpaksa atau bahkan kita membelakanginya. Sembari berkata, β€œBetapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya.” Begitulah seharusnya kita menulis, jujur oleh gerakan hati. Saya adalah contoh dari jutaan manusia yang pernah bercita-cita untuk hidup dari tulisan. Beroleh bayaran dari coretan pena. Bahkan sempat ikut lomba menulis cerita anak, dengan hadiah kursus kepenulisan. Alhamdulillah, di dalam kemenangan pertama itu Saya tidak menerima uang. Meskipun Saya baru menyadarinya akhir-akhir ini. Janganlah, menulis untuk cari duit dan ketenaran. Seolah-olah Allah telah berbisik seperti itu ketika merobohkan niat Saya untuk menulis waktu yang dulu. Semoga, ketika sekarang kembali menulis bersama #nulisyukbatch6 sudah punya niat kuat yang berbeda. Hanya sebagai wujud rasa syukur atas pembelajaran Tuhan di dunia. Yuk Nulis, karena kita sudah banyak membaca ayat-ayat Allah di keseluruhan hidup kita. Aamiin.
”
”
Maykl Bogach
β€œ
Mama, Mama pernah berbahagia?" "Biar pun pendek dan sedikit setiap orang pernah, Ann." "Berbahagia juga Mama sekarang?" "Yang sekarang ini aku tak tahu. Yang ada hanya kekuatiran, hanya ada satu keinginan. Tak ada sangkut-paut dengan kebahagiaan yang kau tanyakan. Apa peduli diri ini berbahagia atau tidak? Kau yang kukuatirkan. Aku ingin lihat kau berbahagia." Aku menjadi begitu terharu mendengar itu. Aku peluk Mama dan aku cium dalam kegelapan itu. Ia selalu begitu baik padaku. Rasa-rasanya takkan ada orang lebih baik. "Kau sayang pada Mama, Ann?" Pertanyaan, untuk pertama kali itu diucapkan, membikin aku berkaca-kaca, Mas. Nampaknya saja ia terlalu keras. "Ya, Mama ingin melihat kau berbahagia untuk selama-lamanya. Tidak mengalami kesakitan seperti aku dulu. Tak mengalami kesunyian seperti sekarang ini: tak punya teman, tak punya kawan, apalagi sahabat. Mengapa tiba-tiba datang membawa kebahagiaan?" "Jangan tanyai aku, Ma, ceritalah." "Ann, Annelies, mungkin kau tak merasa, tapi memang aku didik kau secara keras untuk bisa bekerja, biar kelak tidak harus tergantung kepada suami, kalau ya, moga-moga tidak, kalau-kalau suamimu semacam ayahmu itu." Aku tahu Mama telah kehilangan penghargaannya terhadap Papa. Aku dapat memahami sikapnya, maka tak perlu bertanya tentangnya. Yang kuharap memang bukan omongan tentang itu. Aku ingin mengetahui adakah ia pernah merasai apa yang kurasai sekarang. "Kapan Mama merasa sangat, sangat berbahagia?" "Ada banyak tahun setelah aku ikut Tuan Mallema, ayahmu." "Lantas, Ma?" "Kau masih ingat waktu kau kukeluarkan dari sekolah. Itulah akhir kebahagiaan itu. Kau sudah besar sekarang, sudah harus tahu memang. Harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah beberapa minggu ini aku bermaksud menceritakan. Kesempatan tak kunjung tiba juga. Kau mengantuk?" "Mendengarkan, Ma." "Pernah Papamu bilang dulu, waktu kau masih sangat, sangat kecil, seorang ibu harus menyampaikan kepada anak perempuannya semua yang harus dia ketahui." "Pada waktu itu..." "Pada waktu itu segala dari Papamu aku hormati, aku ingat-ingat, aku jadikan pegangan. Kemudian ia berubah, jadi berlawanan dengan segala yang pernah diajarkannya. Ya, waktu itu mulai hilang kepercayaan dan hormatku padanya." "Ma, pandai dulu Papa, Ma?" "Bukan saja pandai, tapi juga baik hati. Dia yang mengajari aku segala tentang pertanian, perusahaan, pemeliharaan hewan, pekerjaan kantor. Mula-mula diajari aku bahasa Melayu, kemudian membaca dan menulis, setelah itu juga bahasa Belanda. Papamu bukan hanya mengajar, dengan sabar juga menguji semua yang telah diajarkannya. Ia haruskan aku berbahasa Belanda dengannya. Kemudian diajarinya aku berurusan dengan bank, ahli-ahli hukum, aturan dagang, semua yang sekarang mulai kuajarkan juga kepadamu." "Mengapa Papa bisa berubah begitu Ma?" "Ada, Ann, ada sebabnya. Sesuatu telah terjadi. Hanya sekali, kemudian ia kehilangan seluruh kebaikan, kepandaian, kecerdasan, keterampilannya. Rusak, Ann, binasa karena kejadian yang satu itu. Ia berubah jadi orang lain, jadi hewan yang tak kenal anak dan istri lagi." "Kasihan Papa." "Ya. Tak tahu diurus, lebih suka menggembara tak menentu.
”
”
Pramoedya Ananta Toer