Kekayaan Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Kekayaan. Here they are! All 49 of them:

β€œ
Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Mereka Yang Dilumpuhkan)
β€œ
Kekayaan tidak dinilai daripada banyaknya harta tetapi kaya jiwa.
”
”
Nik Abdul Aziz Nik Mat (Tundukkan Hati: Rahsia Keikhlasan Hidup Di Dunia Fana)
β€œ
Modal bisa memenjarakan manusia, membuat manusia bekerja tanpa henti dari jam 5 subuh sampai jam 8 malam untuk kekayaan oranglain.
”
”
Tan Malaka
β€œ
Namun orang yang bijak akan menerima segala bentuk perbedaan pandangan sebagai kekayaan, karena keseragaman pikiran memang sungguh-sungguh akan memiskinkan kemanusiaan.
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Nagabumi I: Jurus Tanpa Bentuk)
β€œ
Persahabatan sangat diperlukan dalam hidup, karena tanpa sahabat hidup terasa hambar, walau pun kita memiliki kekayaan dan kemasyhuran.
”
”
Aristotle
β€œ
Perubahan hidup kita diikat dengan doa. Ia adalah ikhtiar kepada keinginan yang mahu dicapai..Kekayaan orang Muslim adalah doa.
”
”
Irma Hasmie (SMILE: Skill, Motivasi, Inspirasi, Luar Biasa, Elegan)
β€œ
...dan adalah Imam Muhammad Jawwad mengatakan terdapat empat perkara yang dapat membantu manusia dalam beramal, yakni kesihatan, kekayaan, pengetahuan dan taufik.
”
”
Faisal Tehrani (Ketupat Cinta [Musim Pertama])
β€œ
Orang yang benar-benar berani adalah yang mencintai hidup dan mendambakannya sebagai harta kekayaan yang sekali hilang takkan dapat ditemukan kembali.
”
”
Eiji Yoshikawa (Musashi)
β€œ
Jadilah pohon dan jangan jadi rumput. Rumput itu tampaknya sama, sering diinjak-injak dan susah dikenali. Kalau pohon, meskipun kecil, tetapi akan tampak, mudah dikenali, dan bisa dijadikan sebagai tetenger atau patokan. Apalagi bila pohon itu besar, bisa menjadi peneduh orang di waktu panas. Bahkan bila sudah demikian besarnya, bisa jadi peneduh di kala hujan. Tambahan lagi, sebuah pohon yang besar selain memiliki daun yang rindang juga akan mempunyai batang yang kokoh dan akar yang kuat mencengkeram, susah dirobohkan sekalipun diterpa angin kencang. Jadilah pemimpin yang mengakar, seperti pohon. Untuk menjadi pohon yang baik seseorang harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan kekayaan batin. -Sarwo Edhie Wibowo
”
”
Alberthiene Endah (Ani Yudhoyono Kepak Sayap Putri Prajurit)
β€œ
Perang, kekuasaan, kekayaan, seperti unggun api dalam kegelapan dan orang berterbangan untuk mati tumpas di dalamnya.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Arus Balik)
β€œ
Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Ketika golongan kaya dan profesional Muslim asyik menangisi keadaan umat Islam yang mundur dan Barat yang semakin kuat, lalu menghimpun pahala dan berbangga dengan kerap menunai haji dan umrah, golongan kaya di Barat menggunakan kekayaan mereka melalui pelbagai yayasan untuk terus menerus mengukuhkan penguasan ilmu pengetahuan tentang kebudayaan dan tamadun lain, terutama Islam.
”
”
Wan Mohd Nor Wan Daud (Rihlah Ilmiah: dari Neomodernisme ke Islamisasi Ilmu Kontemporer)
β€œ
Di sinila pentingnya memahami bahwa "kendali" bukan hanya soal kemampuan kita "memperoleh", tetapi juga "mempertahankan". Kenyataannya, kekayaan, ketenaran, dan kesehatan memang bisa diusahakan untuk dimiliki, tetapi apakah kita yakin bisa sepenuhnya mempertahankannya?
”
”
Henry Manampiring (Filosofi Teras)
β€œ
Berjaga malam kerana mencari ilmu lebih nikmat bagiku daripada kekayaan ....Suara goresan pena di atas kertasku lebih merdu daripada alunan lagu kesamaran, lebih indah daripada tabuhan rebana remaja puteri, sedangkan lembaran tulisanku menebarkan butiran pasir hikmah... -Az-Zamakhsyari
”
”
ΨΉΨ§Ψ¦ΨΆ Ψ§Ω„Ω‚Ψ±Ω†ΩŠ (LaΜ„ Tahzan: Jangan Bersedih!)
β€œ
Dalam kerendahan diri, ada ketinggian budi, Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa, Dalam kesempitan hidup, ada keluasan ilmu, Hidup ini indah jika segalanya kerana Allah S.W.T.
”
”
Hamka (Di Bawah Lindungan Ka'bah)
β€œ
...semua orang adalah teroris di muka bumi ini jika tangan mereka menggenggam kekayaan tanpa menyedekahkannya untuk umat yang terseok-seok kehidupannya. Semua adalah teroris ketika ketamakan terhadap kekuasaan, kekayaan, harta, dan rupa-rupa mengungguli empati dan simpati terhadap mereka yang kekurangan. Karena pada dasarnya, seseorang yang semakin kaya tanpa disadari dia akan semakin kikir. Semakin kikir dan semena-mena. (234)
”
”
Hanum Salsabiela Rais (Bulan Terbelah di Langit Amerika)
β€œ
indonesia berpenduduk (sekarang lebih dari)100 juta dengan kekayaan sumber daya alam yang mungkin lebih besar daripada negara Asia yang lain. Tidak masuk akal bagi AS untuk mengucilkan sekelompok besar orang yang duduk di atas sumber daya ini, kecuali memang ada alasan yang amat sangat kuat.
”
”
John F. Kennedy
β€œ
Dalam sebuah riset, di tahun 2015, dalam 1 hari terdapat rata-rata 200 kecelakaan di Indonesia. Beberapa kecelakaan di antaranya menyebabkan kecacatan fisik dan menghabiskan harta korban dan keluarganya. Ini seharusnya membuat kita mengerti, tentang bagaimana cara memilih calon pasangan hidup kita nanti. Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.
”
”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia
β€œ
Ada kecenderungan hukum mengabaikan tanggung jawab pribadi dan memungkinkan orang menerima ganti rugi hanya karena rasa simpati dan persepsi tentang kekayaan.
”
”
Ken Schoolland (The Adventures of Jonathan Gullible: A Free Market Odyssey)
β€œ
Tuhan mengatur segala segala sesuatu yang secara ortodoks akan menuntun kepada kekayaan.
”
”
Multatuli (Max Havelaar, or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company)
β€œ
Ujian kekayaan itu lebih bahaya dari ujian kemiskinan. Si miskin mudah dekat dengan Tuhan. Walhal si kaya sering larut dalam kesombongan.
”
”
khairi omar
β€œ
Hidup ini kaya akan rasa... Dan kita harus berusaha menikmatinya, meskipun itu pedas atau pahit. Kita harus berani mencoba, karena kekayaan rasa itulah yang memberi warna dalam hidup!
”
”
Maisie Junardy (Man's Defender (Distinguished Trilogy, #1))
β€œ
Kekayaan jangan sampai jadi matlamat hidup manusia, kerana manusia dicipta oleh Allah swt adalah untuk mengabdikan diri dan berbakti kepadaNYA, maka harta bahkan dunia ini seluruhnya hanya alat untuk berbakti kepadaNYA jua. (ms 108)
”
”
Nik Abdul Aziz Nik Mat (Insan, Ingatlah: Sebuah Panduan Menuju Hati yang Tenang)
β€œ
Tindak-tanduk kaum pergerakan mesti diawasi, tetapi jauh lebih penting menganalisis motif di baliknya. Jika karena perut, tawari mereka kekayaan. Jika rasa aman, teror dengan pistol dan pelor. Jika martabat semu yang dicari, kasih mimbar untuk berpidato atau menulis di surat kabar dan majalah. Kalau perlu, angkat mereka jadi pembesar bunglon. Namun, jika urusan sudah melenceng menuju kemerdekaan berjuta-juta pribumi, maka merekalah kaum yang layak dijadikan seteru.
”
”
Hendri Teja (Tan: Gerilya Bawah Tanah)
β€œ
Bahagia itu persepsi. Bahagia tidak menunggu punya kekayaan, punya anak yang sehat dan pintar, punya pasangan yang sempurna, dan keluarga yang sempurna. Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk bahagia, mereka harus mendapatkan lebih dulu apa yang mereka inginkan. Kalau tidak mendapatkannya, mereka tidak bisa bahagia. Itu sebabnya banyak orang yang tidak berhasil bahagia. Kamu tahu kenapa? Karena mereka tidak berusaha untuk menjadi bahagia. Mereka ingin hidup bahagia, tapi yang mereka lakukan cuma menunggu. Menunggu kebahagiaan itu datang dengan tiba-tiba sebagai sebuah keajaiban, seperti menunggu uang jatuh dari langit tanpa bekerja. Saat dia gagal mendapatkan kebahagiaan di suatu tempat, dia akan lari ke tempat lain, berharap bertemu orang-orang baru dan bermimpi akan mendapatkan kebahagiaan baru dari seseorang. Kebahagiaan tidak datang dari orang lain. Kebahagiaan itu datang dari diri sendiri. Sesederhana itu.
”
”
Shofi Annisa (Brother)
β€œ
Karena sesungguhnya manusia itu penuh keterbatasan. Jabatan, uang, kecantikan, kehebatan, kekayaan dan ketenaran serta semua yang melekat pada tubuh manusia itu sementara saja. Lalu, untuk apa manusia menjadi sombong atau iri satu sama lain, bahkan saling menjatuhkan dan menjelekkan untuk memenangkan dirinya sendiri
”
”
Diadjeng Laraswati H
β€œ
Seketika saya teringat dengan buku diary yang waktu itu hampir tiap hari saya tulis. Bagi saya, mencurahkan perasaan ke dalam buku harian sangat berguna, karena dapat membantu saya melalui masa-masa sulit, pada saat sedih, merasa tidak dicintai, merasa tidak diakui, atau saat saya merasa bodoh, sementara nggak ada seorang pun yang mau mendengarkan. Saya bisa menuliskan marah, harapan, ketakutan, kecemburuan dan lain-lain. Buku itu juga menjadi tempat yang strategis untuk menuangkan gagasan, cerita pendek, atau puisi, juga menyimpan khayalan tentang kesuksesan, kekayaan, dan cinta. Intinya, menulis diary adalah cara saya berteriak tanpa harus membangunkan orang-orang di sekitar, juga cara untuk membangun ketabahan untuk terus maju dan berkembang.
”
”
Nailal Fahmi (Menulis Cinta dan Keyakinan)
β€œ
Ada tiga hal yang mencegahku untuk menjadi seorang Muslim." jawab Simoen si Penyembah Api. "Yang pertama adalah kenyataan bahwa sekalipun kalian membenci keduaniawian, tetapi siang dan malam kalian mengejar harta kekayaan. Yang kedua, kalian mengatakan bahwa mati adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi, namun kalian tidak bersiap-siap untuk menghadapinya. Yang ketiga, kalian mengaatakan bahwa wajah Allah akan terlihat namun hingga saat ini kalian melakukan segala sesuatu yang tidak diridhai-Nya.
”
”
Abu Khalid MA. (Seribu Kisah Nabi Khidir dan 9 Tokoh Sufi)
β€œ
Tiap orang ada perjuangannya. Setiap perjuangan ada ganjarannya. Setiap ganjaran ada harganya. Ahli politik yang berbicara mengenai kepentingan orang ramai, ganjarannya dia mendapat tepukan. Harganya, dia kehilangan kepercayaan orang ramai. Negarawan yang berbicara mengenai kesedaran rakyat, ganjarannya dia menjadi utuh. Harganya, dia merana. Ahli fikir yang melontarkan buah fikirannya kepada orang ramai, ganjarannya dia mendapat penghormatan. Harganya, dia hidup miskin buat selama-lamanya. Penyanyi berbicara dengan orang ramai mengenai naluri mereka, ganjarannya kekayaan. Harga yang terpaksa dibayar, terhakisnya penghormatan orang kepadanya.
”
”
Mahmood Zuhdi Haji Abdul Majid
β€œ
Mama tak meneruskan ceritanya. Kisahnya seakan jadi peringatan terhadap hari depanku, Mas. Dunia menjadi semakin senyap. Yang kedengaran hanya nafas kami berdua. Sekiranya Mama tidak bertindak begitu keras terhadap Papa, begitu berkali-kali diceritakan oleh Mama, tak tahu aku apa yang akan terjadi atas diriku. Mungkin jauh, jauh lebih buruk daripada yanag dapat kusangkakan. "Tadinya terpikir olehku untuk membawanya ke rumah sakit jiwa. Ragu, Ann. Pendapat orang tentang kau Ann, bagaimana nanti? Kalau ayahmu ternyata memang gila dan oleh Hukum ditaruh onder curateele (di bawah pengampunan)? Seluruh perusahaan, kekayaan dan keluarga akan diatur seorang curator yang ditunjuk oleh Hukum. Mamamu, hanya perempuan Pribumi, akan tidak mempunyai sesuatu hak atas semua, juga tidak dapat berbuat sesuatu untuk anakku sendiri, kau, Ann. Percuma saja akan jadinya kita berdua membanting tulang tanpa hari libur ini. Percuma aku telah lahirkan kau, karena Hukum tidak mengakui keibuanku, hanya karena aku Pribumi dan tidak kawin secara syah. Kau mengerti?" "Mama!" Bisikku. Tak pernah kuduga begitu banyak kesulitan yang dihadapinya. "Bahkan ijin kawinmu pun akan bukan dari aku datangnya, tapi dari curator itu, bukan sanak bukan semenda. Dengan membawa Papamu ke rumah sakit jiwa, dengan campur tangan pengadilan, umum akan tahu keadaan Papamu, umum akan ... kau, Ann, nasibmu nanti, Ann. Tidak!" "Mengapa justru aku, Ma?" "Kau tidak mengerti? Bagaimana kalau kau dikenal umum sebagai anak orang sinting? Bagaimana akan tingkahmu dan tingkahku di hadapan mereka?" Aku sembunyikan kepalaku di bawah ketiaknya, seperti anak ayam. Tiada pernah aku sangka keadaanku bisa menjadi seburuk dan senista itu. "Ayahmu bukan dari keturunannya menjadi begitu," kata Mama meyakinkan. "Dia menjadi begitu karena kecelakaan. Hanya orang mungkin akan menyamakan saja, dan kau bisa dianggap punya benih seperti itu juga." Aku menjadi kecut. "Itu sebabnya dia kubiarkan. Aku tahu dimana dia selama ini bersarang. Cukuplah asal tidak diketahui umum." Lambat-lambat persoalan pribadiku terdesak oleh belas kasihanku pada Papa. "Biarlah, Ma, biar kuurus Papa." "Dia tidak kenal kau." "Tapi dia Papaku, Ma." "Stt. Belas kasihan hanya untuk yang tahu. Kaulah yang lebih memerlukannya, anak orang semacam dia. Ann, kau sudah mengerti, dia sudah berhenti sebagai manusia. Makin dekat kau dengannya, makin terancam hidupmu oleh kerusakan. Dia telah menjadi hewan yang tak tahu lagi baik daripada buruk. Tidak lagi bisa berjasa pada sesamanya. Sudah, jangan tanyakan lagi.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
β€œ
Kekayaan Indonesia selama ratusan tahun dirampok oleh perusahaan asing, tak ada dari keuntungan itu ditanamkan lagi di bumi Indonesia. Berbeda dengan seorang patriot yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsa yang menjajah kami tidak memelihara tanah jajahan itu. Mereka menghancurkannya. Kami tidak terlibat dalam hal ini, tetapi kami menjadi pewaris-pewarisnya.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Bila satu negara baru lahir dan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah punya apa-apa itu ditempatkan pada jabatan yang "basah", terdapatlah salah urus dan korupsi, bahkan pada kalangan atas. Baru-baru ini aku mengeluarkan ancaman hukuman mati untuk pengacau ekonomi. Seorang pemilik penggilingan padi membuat harga beras membumbung tinggi dengan menimbun enam ribu ton. Bila dia nanti ternyata bersalah, aku sendiri yang akan menandatangani perintah hukuman mati terhadapnya. Banyak dari para pengusaha kami menyimpan hartanya di bank luar negeri. Aku tahu hal itu. Tetapi selagi mereka bekerja membantu kami, bukan menentang kami, hak milik perorangan tidak akan dihapus sebagaimana di sejumlah negara sosialis lain. Sukarno dengan gembira membolehkan warga negaranya kaya. Beberapa orang kawanku sendiri adalah kapitalis-sosialis. Tetapi hal itu harus dibatasi. Mereka yang menghisap kekayaan negara dan menjadi patriot apabila sakunya berisi, akan ditembak mati. Undang-undang kami sekarang harus tegas, atau ekonomi kami tidak pernah beres. Di negara Barat kehidupan sangat menyenangkan. Orang bisa membeli gula, dasi bagus, barang-barang mewah seperti lipstik dan krim wajah. Di Timur terjadi kekurangan yang serius. Di negara-negara kapitalis orang dapat bergerak bebas. Di negara-negara sosialis apa yang disebut kebebasan tidak ada. Bahkan kelaparan masih sering terjadi. Ada pembatasan di setiap bidang, ini bukan karena sistem kami yang salah, melainkan karena kami masih dalam proses mewujudkan cita-cita. Menderita akan membuat kuat. Aku tidak menghendaki rakyatku menderita, tetapi kalau semua diperoleh dengan mudah, mereka pikir Bung Karno adalah Sinterklas. Mereka akan duduk saja menunggu Sukarno mengerjakan semua untuk mereka. Mungkin kalau aku memiliki kemampuan untuk memberikan kesenangan, aku tidak akan menjadi pemimpin yang baik. Aku harus memberi rakyatku makanan untuk jiwanya bukan hanya untuk perutnya. Seandainya aku memakai semua uang untuk membeli beras, mungkin aku akan dapat mengatasi kelaparan mereka. Tapi bila aku memiliki uang 5 dollar, aku akan mengeluarkan 2.50 dollar untuk membuat mereka kuat. Membesarkan suatu bangsa merupakan pekerjaan kompleks. Semangat suatu bangsa yang pernah tertindas tidak boleh disia-siakan. Di Kalimantan Barat sungainya tidak dapat di lewati, perhubungan tidak mungkin diadakan. Sebagian besar bahan makanannya diimpor. Ketika aku pertamakali berkunjung ke sana, tahukah engkau apa yang sangat mereka inginkan? Bukan bantuan teknis. Bukan pembangunan pertanian. Tapi sebuah fakultas hukum! Dan begitulah sekarang telah berdiri sebuah universitas di tengah-tengah rimb raya Kalimantan. Manusia tidak hanya hidup untuk makan. Meski gang-gang di Jakarta penuh lumpur dan jalanan masih kurang, aku memutuskan membangun gedung-gedung bertingkat, jembatan berbentuk daun semanggu, dan sebuah jalan raya "superhighway", Jakarta Bypass. Aku juga menamai kembali jalan-jalan dengan nama para pahlawan kami. Jalan Diponegoro, Jalan Thamrin, Jalan Cokroaminoto. Aku menganggao pengeluaran uang untuk simbol-simbol penting seperti itu tidak akan sia-sia. Aku harus membuat bangsa Indonesia bangga terhadap diri mereka. Mereka sudah terlalu lama kehilangan harga diri. Banyak orang memiliki wawasan picik dengan mentalitas warung kelontong menghitung-hitung pengeluaran itu dan menuduhku menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini semua bukankah untuk keagunganku, tapi agar seluruh bangsaku dihargai seluruh dunia. Seluruh negeriku membeku ketia Asian Games 1962 akan diselenggarakan di ibukotanya. Kami lalu mendirikan stadion dengan atap melingkar yang tak ada duanya di dunia. Kota-kota di mancanegara memiliki stadion yang lebih besar, tetapi tak ada yang memiliki atap melingkar. Ya, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang telah tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan ini juga penting.
”
”
Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)
β€œ
Kekayaan bukanlah impian Karena kaya sudah menjadi milik kita Kekayaan bukan untuk diresahkan Karena kaya adalah saat kita bersyukur
”
”
Hilaludin Wahid
β€œ
Kekayaan tidak akan selama-lamanya mampu membahagiakan hidup seseorang itu. Kekayaan andai tidak ditadbir secara baik, mampu menghakis rasa bahagia di dalam hati.
”
”
Saidee Nor Azam (Hingga Hujung Waktu)
β€œ
Kekayaan saudagar pundi-pundi emasnya. Kekayaan pendeta keping-keping kertasnya.
”
”
Za'ba
β€œ
Penglihatan saya sehari-hari di lapangan pekerjaan saya yang kini mengatakan kepada saya bahwa harta dan kekayaan berhenti mempunyai arti persis pada tembok-tembok luar dari setiap pekuburan. Selanjutnya, filsafat murni hanya didapat pada suasana di sebelah dalam dari tembok-tembok itu.
”
”
Iwan Simatupang (Ziarah: Sebuah Novel)
β€œ
Kekayaan akan hangus juga suatu hari nanti. Bila terkapar kaku di tengah rumah, diusung pergi di atas keranda buluh, tidak satu sen kekayaan pun yang akan dibawa. Pangkat dan darjat juga akan gugur. Sebaliknya hati dan budi, kemuliaan akhlak dan keikhlasan pergaulan di tengah masyarakat yang akan meninggikan martabat seseorang.
”
”
Norhisham Mustaffa (Persinggahan)
β€œ
Kita tidak bisa menghindari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan, sukses, dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka sendiri di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup.
”
”
Sigmund Freud
β€œ
Kekayaan seseorang bukanlah pada harta yang dimiliknya. Kaya yang sesungguhnya ada pada hati yang Qona'ah
”
”
Nuci Priatni
β€œ
Dan bahwa, melalui nilai-nilai kesusastraan, drama, tari, musik, dan seni rupa, manusia bisa menemukan manusia, Tuhan dan alam. Sehingga menambah kekayaan jiwa dan mempertinggi budi.
”
”
Nasjah Djamin (Gairah untuk hidup dan untuk mati)
β€œ
mengapa ada sebagian orang yang begitu mudah mendapat kesuksesan&kekayaan meski dengan sedikit usaha,&sebaliknya ada yang sudah susah payah tapi tak juga sukses?
”
”
Dian Nafi (Matahari Mata Hati)
β€œ
Kamu harus jadi orang kaya yang pintar dan baik hati. Ada banyak orang pintar, tapi tidak baik hati. Ada banyak orang kaya, tapi tidak baik hati. Kepintaran dan kekayaan tanpa hati yang baik tidak akan tersentuh dengan penderitaan orang lain. Mereka hanya peduli perut mereka, bahkan jika mereka memakan hak orang lain sekalipun, mereka tidak peduli,
”
”
Boy Candra (Malik & Elsa 2)
β€œ
Anda akan menemukan rata-rata para investor saham yang kaya raya justru mengumpulkan kekayaan terbesarnya setelah krisis terjadi.
”
”
Andika Sutoro Putra (Anak Muda Miliarder Saham)
β€œ
Terlepas dari seberapa banyak kekayaan yang Anda miliki, segala sesuatu akan berlalu dan berubah bersama waktu. Yang nyata, yang abadi, adalah siapa diri Anda dan apa yang ditakdirkan kepada Anda untuk dibagikan kepada dunia.
”
”
Oprah Winfrey (The Path Made Clear: Discovering Your Life's Direction and Purpose)
β€œ
Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta, kekayaan ialah kekayaan jiwa.
”
”
Hamka (Tasauf Modern)
β€œ
Jika kekayaan akan memalingkan kita dari Allah, keadaan lapar tentu lebih baik daripadanya.
”
”
Sibel Eraslan (Maryam: Bunda Suci Sang Nabi)
β€œ
Yah, selama ada konsumerisme, ekonomi dunia bisa terus berjalan, dan investor seperti aku bisa terus menciptakan kekayaan. Szeto Wai
”
”
Chan Ho-Kei (Second Sister)
β€œ
Kekayaan negeri kamu sekalian pernah berubah jadi malapetaka, karena orang-orang Barat datang kemari semata-mata untuk merampok. Akibatnya, mereka kaya dan kita miskin. Jadi, kita ini penduduk miskin di negeri kaya. Kamu mesti ingat betul ini. Lantas kita berontak, berkali-kali berontak. Inj pemberontakan yang sah dan sudah semestinya.
”
”
Mahbub Djunaidi (Dari Hari ke Hari)
β€œ
Raja yang ditabalkan itu adalah pemegang watak utama untuk menghubungkan tradisi dengan modenisasi, menghidupkan kembali sejarah dan keagungan tamadun bangsanya yang telah dibina melalui amalan budaya yang penuh adab lagi beradat, mengandungi komponen-komponen kekayaan sejarah, keagungan tamadun, kehalusan budi dan keindahan bahasa, lalu dijadikan asas untuk membangunkan sebuah negara bangsa yang berdisiplin, maju, moden lagi progresif.
”
”
Sultan Nazrin Shah