“
aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.
”
”
Dee Lestari (Perahu Kertas)
“
Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.
”
”
Tere Liye (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah)
“
Aku baru menyadari bahwa antara Cinta dan Rasa Ingin Memiliki itu tidak sama.
”
”
Habiburrahman El-Shirazy
“
Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.
”
”
Tere Liye (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah)
“
Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.
”
”
Pramoedya Ananta Toer
“
Sama juga kalau untuk contoh lelaki. Kalau baca Al - Quran hari-hari, tapi main bola nampak kepala lutut,tak cukup balik lagi.Atau kalau solat lima waktu sehari semalam tapi pegang tangan anak dara orang bukan mahram sesuka hati, tu belum cukup baik lagi.
”
”
Hlovate (Versus)
“
Yeah, Atatsuki, don't call him by that name. It's rude! Kuran-sama is handsome, well-behaved, and a perfect honor student. Calling him "gang leader" would ruin his image!! At least call him "SUPREME GANG LEADER!!
”
”
Matsuri Hino
“
Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.
”
”
Tere Liye (Rembulan Tenggelam Di Wajahmu)
“
...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...
”
”
Yoana Dianika (Hujan Punya Cerita tentang Kita)
“
Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan.
”
”
Tere Liye (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah)
“
SHUT UP IDIOT USUI!
”
”
Hiro Fujiwara (Maid-sama! Vol. 06 (Maid-sama!, #6))
“
And even if you do wear a maid outfit, it doesn't change the fact that you're strong or that you're smart or that you try really hard at everything you do. I think you'd still deserve to walk with your head held high.
”
”
Hiro Fujiwara (Maid-sama! Vol. 01 (Maid-sama!, #1))
“
We dance to seduce ourselves. To fall in love with ourselves. When we dance with another, we manifest the very thing we love about ourselves so that they may see it and love us too.
”
”
Kamand Kojouri
“
Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan.
Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain
”
”
Adhitya Mulya (Sabtu Bersama Bapak)
“
Nana, apa kau tahu, di mana tempat paling baik untuk kita? Jawabannya adalah di sisi satu sama lain.
”
”
Orizuka (17 Years of Love Song)
“
Karena cinta tidak ingin bertahan dalam hati dua orang yang tidak menginginkan hal yang sama. Karena jika salah satunya tidak memiliki ruang yang cukup untuk cinta, maka cinta itu akan beranjak pergi.
”
”
Winna Efendi (Refrain)
“
Kalau ada kupu-kupu yang terperangkap di sarang laba-laba, orang cenderung akan menolong kupu-kupu itu walaupun mungkin si laba-laba belum makan selama berhari-hari..Tapi gimana kalau yang terperangkap adalah ulat yang belum jadi kupu-kupu? Orang tetap nolong nggak? Padahal, keduanya sama. Di dunia ini, memang harus cantik supaya ditolong.
”
”
Windhy Puspitadewi
“
Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani.
Keenan.
”
”
Dee Lestari (Perahu Kertas)
“
Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali" - Tan Malaka
”
”
Tan Malaka (Madilog)
“
Sahabat sejati itu, orang yang ngga pernah berhenti percaya sama sahabatnya sendiri, walau dia sudah ngga percaya lagi sama kita.
”
”
Farida Susanty (Dan Hujan Pun Berhenti)
“
Ada saatnya ketika rasa sakit sama sekali tidak penting. - Nishimura Kazuto
”
”
Ilana Tan (Winter in Tokyo)
“
Mereka siap dengan kekalahan, sama siapnya menyambut hari kemenangan.
”
”
Tere Liye (Ayahku (Bukan) Pembohong)
“
Prevariti se u jednoj velikoj nadi nije sramota. Sama cinjenica da je takva nada mogla da postoji vredi toliko da nije suvise skupo placena jednim razocarenjem, ma kako tesko ono bilo.
”
”
Ivo Andrić
“
Dosa itu seperti paku yang diketuk pada tiang. Apabila dia bertaubat, ibarat paku itu dicabut dari tiang. Satu per satu... Tapi kesan dan lubangnya tetap kelihatan pada tiang. Sama seperti dosanya.
”
”
Evelyn Rose (The Wedding Breaker)
“
In my opinion, giving a kiss is a much better prize than receiving one.
”
”
Hiro Fujiwara (Maid-sama! Vol. 02 (Maid-sama! #2))
“
Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari.
”
”
Dee Lestari (Rectoverso)
“
Saya jatuh cinta sama kamu, dari awalnya ada berbagai kemungkinan. Kemungkinan diterima, kemungkinan ditolak dan ketiga, kemungkinan patah hati. Saya udah siap.
”
”
Erisca Febriani (Dear Nathan)
“
Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?"
-Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari
”
”
Dee Lestari (Perahu Kertas)
“
Teringat saya amaran daripada Imam al-Ghazali, bahawa jika solat dipersembahkan kepada Allah tanpa ada sebarang rasa, sama keadaannya dengan mempersembahkan bangkai yang tidak bernyawa.
”
”
Pahrol Mohamad Juoi (Beduk Diketuk)
“
Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
[5cm]
”
”
Donny Dhirgantoro
“
Gadis kecil itu benar sekali.. mengapa dunia diciptakan dengan penuh perbedaan. Yang satu dilebihkan dari yang lain... ada yang bisa melihat. Bisa mendengar, ada juga yang tidak. Ada yang cerdas, ada yang tidak. Apakah semua itu adil? Apakah takdir itu adil? Padahal bukankah semua pembeda itu hanyalah semu. Tidak hakiki. Ketika sang waktu menghabisi segalanya, bukankah semua manusia sama...
”
”
Tere Liye (Moga Bunda Disayang Allah)
“
Kemarin dan esok
adalah hari ini
bencana dan keberuntungan
sama saja
Langit di luar,
Langit di badan,
Bersatu dalam jiwa
”
”
W.S. Rendra
“
Aku bersedia melakukan apa pun agar kau tetap berada di sisiku, bersamaku, selama kau juga menginginkan hal yang sama.
”
”
Ilana Tan (In a Blue Moon)
“
You’re the only person whom I want to know about me.
”
”
Hiro Fujiwara (会長はメイド様!公式ファンブックご主人様も大満足 (花とゆめCOMICSスペシャル))
“
Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mereka mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan.
”
”
Winna Efendi (Unforgettable)
“
Rindu membuatmu bertanya, apa dia menyimpan rasa yang sama?
”
”
Robin Wijaya (Menunggu)
“
Kita terlalu mirip. Seperti medan magnet, kutub yang identik akan saling menolak satu sama lain – Mariska.
”
”
Orizuka
“
I love you. Yung pagmamahal ko sayo kasing lalim ng pinakamalalim na dagat sa buong mundo. I love you. Yung pagmamahal ko sayo kasing laki ng pinag sama samang planeta. I love you. Yung pagmamahal ko sayo mas matagal pa sa forever. I love you. Yung pagmamahal ko sayo hinde na mapapalitan ng kahit sino. I love you. Kahit ilang beses pa kitang kelangan pakasalan gagawin ko. Kahit na sa lahat ng simbahan sa buong mundo, gagawin ko. I love you. Kahit na ipagtabuyan mo ko, kahit na mag sawa ka sakin, kahit na iwanan mo ko, ikaw at ikaw parin ang mamahalin ko. Hahanapin kita kahit san ka magpunta. At pag nahanap kita, hinde na kita ulit papakawalan pa. I love you. Kahit gaano kasakit, kahit gaano kahirap hinde kita iiwan. I love you. Yung pagmamahal ko sayo, hinde na mawawala. I love you, Athena. I love you, I love you, I love you.. UhnJaeNa, YongWonHee.
”
”
Bianca B. Bernardino (She's Dating the Gangster)
“
Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.
”
”
Tere Liye (Rindu)
“
Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya..... Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.
”
”
Raditya Dika (Manusia Setengah Salmon)
“
Saat senja datang,
Apakah Bumi yang pergi meninggalkan
Atau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?
Saat purnama tinggi,
Apakah Bumi yang menatap rindu
Atau Rembulan yang menatap kangen?
Saat hujan turun,
Apakah awan yang berlarian tak sabar
Atau Bumi yang menyambut riang?
Entahlah.
Saat dua sahabat lama bertemu
Siapa yang menunggu, siapa yang datang
Jika dua-duanya berpelukan erat
Saat dua musuh berperang
Siapa yang memulai, siapa yang mengakhiri
Jika dua-duanya sama-sama binasa
Pun, saat sebuah hubungan terputus
Siapa yang pergi, siapa yang ditinggal
Jika dua-duanya sama2 terluka
Entahlah.
”
”
Tere Liye
“
... karena cinta adala mengalami
membuka diri tidak sama dengan menyerahkan
”
”
Dee Lestari (Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade)
“
Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri memberikan orang yang kau cintai.
”
”
Ilana Tan
“
Berpikir sama pentingnya dengan berdzikir. Mengapa orang selalu dianjurkan untuk berdzikir sedang yang berpikir sering dianggap kafir.
”
”
A. Mustofa Bisri
“
Mereka tahu hasil 2 + 2 = 4 tapi tak tahu mengapa 2 x 2 juga sama dengan 4.
”
”
Goenawan Mohamad (CATATAN PINGGIR 3)
“
Cinta sama seperti kupu-kupu yang bila-bila masa saja akan terbang kemana-mana. Warna warni yang indah tak lebih hanya mengasyikkan seperti pelangi bila-bila masa akan hilang
”
”
Ramlee Awang Murshid (Ungu Karmila)
“
Banyak hal dengan mudah terlupakan, seperti kita sama sekali lupa kenapa kita tidak bisa mengingatnya lagi. Sesuatu bisa begitu saja hilang dari ingatan, seperti arwah, seperti mimpi. Kita cuma bisa merasakan jejaknya pada diri kita tanpa bisa mengenalinya lagi. Kita tinggal benci, kita tinggal marah, tinggal takut, tinggal cinta. Kita tak tahu kenapa.
”
”
Ayu Utami (Saman)
“
Berat hati kuakui, kesusahan, kegembiraan, ketika keduanya lewat bersamaan tanpa permisi, maka sensasinya sama.
”
”
Dee Lestari
“
Saat mereka sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan, harusnya mereka bisa benar-benar berpisah dengan baik. Tidak ada penyesalan. Hidup semua orang akan kembali berjalan seperti seharusnya.
Namun, harusnya ia tahu, hidup kadang tak berjalan sesuai yang mereka inginkan.
”
”
Orizuka
“
Eksak, kau menjawab sama dengan umum, kau benar. Kreativitas, kau menjawab sama dengan umum, kau niru.
”
”
Pidi Baiq (at-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya)
“
Dorinpa, Dorunpa. Now you can't lie.
”
”
Usui Takumi
“
Biar bagaimanapun tidak ada yang akan baik-baik saja tentang sebuah perpisahan, dan itu adalah perasaan sedihnya, bagaimana kita memulai dari awal, dan kemudian mengakhirinya di tempat yang sama.
”
”
Pidi Baiq (Milea: Suara Dari Dilan ( Dilan, #3))
“
I'm just a stalker.
”
”
Usui Takumi
“
Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad - Para Pengeja Hujan)
”
”
Tasaro G.K. (Muhammad: Para Pengeja Hujan)
“
Kebahagiaan dan rasa sedih itu terkadang tidak ada bedanya. sama-sama membuat tidak bisa tidur. Hanya saja rasa bahagia tidak membuat tubuh melakukan gerakan resah atau helaan napas panjang. Rasa gembira hanya membuat sesak.
”
”
Tere Liye
“
Aku memejamkan mata, berusaha menemukanmu di sana. Apakah kamu juga terjaga dengan mimpi yang sama?
”
”
Robin Wijaya (Menunggu)
“
Cinta sama dengan sastra: membutuhkan apresiasi, kreasi dan ekspresi.
”
”
Helvy Tiana Rosa
“
Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.
”
”
Tere Liye (Negeri Di Ujung Tanduk)
“
Sama juga kalau untuk contoh lelaki. Kalau baca Al-Qur'an hari-hari, tapi main bola nampak kepala lutut, tak cukup baik lagi. Atau kalau solat lima waktu sehari semalam tapi pegang tangan anak dara orang bukan mahram sesuka hati, tu belum cukup baik lagi.
”
”
Hlovate (Versus)
“
Ya memang cinta, tapi gue mau cinta dalam bentuk lainnya. Suatu bentuk cinta yang selama ini ada di kamus gue, tapi dengan definisi yang salah. Gue pikir gue cinta sama seorang laki-laki selama lima belas tahun tapi sekarang gue sadar gue nggak cinta sama dia. Separo hidup gue sudah habis hanya untuk menunggu cinta orang itu. Gue sudah salah perhitungan.
”
”
AliaZalea (Miss Pesimis)
“
Nyaman adalah berbagi waktu tanpa perlu merasa canggung. Nyaman adalah menikmati keberadaan masing-masing, walau yang dapat kami berikan kepada satu sama lain hanyalah kehadiran itu sendiri. Nyaman berarti tidak perlu meminta maaf saat lengan kami bersenggolan secara tak sengaja, merokok dalam mobil dan bebas mengutak-atik stereo tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Nyaman adalah meneleponnya tanpa alasan, hanya karena ingin mengobrol, atau karena ada film baru yang ingin kutonton tapi tidak punya teman untuk diajak. Rasa ini tidak perlu dilabeli, diartikan, atau dianalisa.
”
”
Winna Efendi (Melbourne: Rewind)
“
Kalau kamu gak bisa tertawa berulang-ulang untuk hal yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang-ulang untuk masalah yang sama?
”
”
Nina Ardianti
“
Tolong! Berhentilah bersikap baik sama semua orang. Beberapa orang bisa salah arti sama kebaikanmu itu… dan, berhenti deh, mengumbar kata ‘suka’ ke sembarang orang. Kamu bisa nyakiti hati seseorang tanpa kamu sadari.
”
”
Windhy Puspitadewi (Let Go)
“
Impian itu seperti sayap. Dia membawamu pergi ke berbagai tempat. Kurasa, mamamu sadar akan hal itu. Dia tahu, kalau dia mencegah mimpimu, itu sama aja dengan memotong sayap burung. Burung tersebut memang nggak akan lari, tapi burung tanpa sayap sudah bukan burung lagi. Dan manusia tanpa mimpi, sudah bukan manusia lagi.
”
”
Windhy Puspitadewi (Let Go)
“
I'll come to save you as much as you want. I'll make you fall for me as much as you wish.
”
”
Usui Takumi
“
Mempelajari pengetahuan itu adalah sama dengan memuji Allah SWT.
Menuntut pengetahuan adalah sama dengan melakukan perang di jalan Allah SWT.
Mengajarkan pengetahuan adalah sama dengan bersedekah, dan dengan mengajarkan pengetahuan kita akan mendapat pahala.
”
”
Abu Hamid al-Ghazali
“
Tapi itu bukan yang gue mau, Mbak... itu semua gue kerjakan hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tapi gue ngerasa kosong, dan gue baru sadar kekosongan itu nggak akan bisa diisi sama segala sesuatu yang sifatnya material. Kekosongan itu harus diisi dengan... cinta.
”
”
AliaZalea (Miss Pesimis)
“
I'm actually a hardcore otaku who likes maids more than having three meals a day. And I only read books related to maids. Also, I only visit maid cafes. Of course, I also collect maid figurines. I play games which feature female maids and it turns me on so much. Then I'll wear the maid uniforms and jump in joy. I'll take my leave now.
”
”
Hiro Fujiwara
“
Everybody's different, and in dealing with differences, egos play a huge part.Kita gak bisa maksain orang supaya sama kayak kita. Trima aj perbedaan itu sebagai perbedaan kepribadian. Asalkan gak melanggar values kita,diterima aj.
”
”
Ika Natassa (Twivortiare)
“
I am Sama Veda among the Vedas; I am Indra among the Devas; I am the mind among the senses; I am the consciousness in living beings.
”
”
Anonymous (The Bhagavad Gita)
“
Bagiku cinta hanyalah bentuk puitis dari obsesi terpendam dan keinginan untuk memiliki satu sama lain
~Lucas
”
”
Santhy Agatha (From The Darkest Side)
“
Walaupun kita hebat di musik, olahraga, seni, ataupun sastra, selama kita nggak menguasai sains, kita tetap nggak akan dianggap pintar. Sebenarnya, apa salahnya hebat dalam suatu bidang yang nggak berhubungan sama angka?... Itu sama saja menganggap Beethoven itu bodoh, Van Gogh itu idiot, Pele itu bego, dan Shakespeare itu tolol.
”
”
Windhy Puspitadewi (Let Go)
“
Kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.
”
”
Tere Liye (Hujan)
“
Kadang-kadang, kata-kata yang kita ucapkan emang nggak sesuai sama mukamu.
”
”
Windhy Puspitadewi (Let Go)
“
Walking along the path that she chose, without being affected by others... in this sense, white is her color.... in another sense, it also makes me want to put more colors on her
”
”
Usui Takumi
“
Fai: *punches Kurogane* That was payback, Kuro-sama!
Kurogane: *grins* You're gonna get punched out, you creep!
”
”
Clamp (ツバサ-RESERVoir CHRoNiCLE- 22)
“
Menulis itu sebenarnya sama dengan berbicara, hanya saja itu kau catat.
”
”
Helvy Tiana Rosa
“
Bagaimana mungkin ada seteru jika tak ada konsep ambisi?
Karena tiada jenjang yang perlu didaki kecuali tangga bambu yang seragam.
Bagaimana bisa ada kompetisi jika semua orang melakukan hal serupa dengan gaji sama rata?
”
”
Dee Lestari (Supernova: Akar)
“
Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik
”
”
Irfan Toni Herlambang
“
Mencintaimu itu seperti hujan. Kadang deras, kadang cuma rintik-rintik, kadang bahkan tidak turun sama sekali. Jadi, hujan seperti apa yang kau inginkan?
”
”
Gin Teguh (Cerita Hujan)
“
Tak ada janji yang terungkap dari mulut mereka. Tapi hati mereka telah berikrar untuk mencintai satu sama lain, dengan sederhana. Mereka tidak saling memberikan harapan tapi mereka akan memperkuat satu sama lain.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar, mengurung orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi wujud yang sama sekali berbeda, yang bisa saja tidak diingat lagi asal-usulnya. Hanya ulat busuk yang tidak ingin menjadi kupu-kupu. (81)
”
”
Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni)
“
Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama
”
”
Dee Lestari (Gelombang)
“
Orang yang okey takkan cakap dia okey lebih daripada dua kali." Beritahu Pacai sambil ketawa. "Sama macam orang yang bersalah, they'll say there're clean most of the times.
”
”
Syud (Tentang... Dhiya)
“
Memiliki hati nurani tidak sama dengan menggunakannya
”
”
Jostein Gaarder (Sophie’s World)
“
Ah, tapi itulah kehidupan. Tidak akan pernah sempurna, dan kita akan selalu membuat kesalahan di sini dan di sana, tapi kita harus mampu belajar dari semua kesalahan itu agar tidak membuat kesalahan yang sama di kemudian hari.
”
”
AliaZalea (The Devil in Black Jeans)
“
Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?
Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.
Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.
”
”
Tasaro G.K.
“
I love you Kaname-sama. You are the beginning of of my world, and everything in that world...So even if I couldn't remember my past...I wasn't scared
”
”
Matsuri Hino (Vampire Knight, Vol. 1 (Vampire Knight, #1))
“
Djeca ne smiju biti sama jer je samoća nešto odraslo; rastemo da bismo jednoga dana mogli ostati sasvim sami i da se zbog toga više nitko ne mora brinuti.
”
”
Miljenko Jergović (Mama Leone plus)
“
Mengetahui rahasia orang lain, sama saja dengan memegang amanat suci. Bila berhasil menjaganya, maka engkau telah menunaikan suatu ibadah
”
”
Erwin Arnada (Rumah di Seribu Ombak)
“
Tiho, o tiho govori mi jesen;
Šuštanjem lišća i šapatom kiše.
Al zima srcu govori još tiše.
I kada sniježi, a spušta se tama,
U pahuljama tišina je sama.
”
”
Dobriša Cesarić
“
Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?
”
”
Tere Liye
“
Seni sama pentingnya dengan matematika. Seni memanusiakan manusia. Seni menciptakan rasa empati
”
”
Wahyu Aditya (Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati)
“
Kamu percaya sama konsep takdir, nggak?"
"I do," jawabnya lugas. "Orang-orang bertemu karena memang ditakdirkan untuk bertemu, berpisah karena memang ditakdirkan untuk berpisah. Kehidupan setiap orang diorkestrasikan sedemikian rupa sehingga setiap momen memiliki sebab dan akibat. Benang merah, takdir, nasib, whatever you call it.
”
”
Winna Efendi (Melbourne: Rewind)
“
Manusia Indonesia tidak jera ditangkap sebagai koruptor, tetapi berpikir besok harus lebih matang strategi korupsinya. Mereka melakukan hal-hal melebihi saran setan dan ajaran iblis, pada saat yang sama bersikap melebihi Tuhan dan Nabi
”
”
Emha Ainun Nadjib
“
Manusia bisa berda di tempat yang sama dalam waktu yang berbeda, tetapi tak bisa berada di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama, semua itu karena pencipta manusia mau agar manusia setia.
”
”
Andrea Hirata (Ayah)
“
Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetapi kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.
”
”
Tere Liye (Rindu)
“
Sebenarnya, kita tidak kemana-mana. Hanya berdiri di tempat yang sama. Kita berhenti berusaha. Kita sama-sama tidak percaya pada apa yang kita punya.
”
”
Sefryana Khairil (Coba Tunjuk Satu Bintang)
“
Nah... Kamu mau gak hidup susah sama aku. Kita, hidup berdua...," lanjutnya terbata-bata.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Ilmu itu tumpang menumpang, murid menumpang ilmu guru, guru juga turut menumpang kebijaksanaan muridnya. Itulah dia 'taawun' iaitu saling mengambil manfaat antara satu sama lain.
”
”
Nik Abdul Aziz Nik Mat
“
Umat manusia sejatinya sama seperti virus. Mereka berkembang biak cepat menyedot sumber daya hingga habis, kemudian tidak ada lagi yang tersisa. Mereka rakus sekali.
”
”
Tere Liye (Hujan)
“
Prawdziwie elegancka dama dłubie w nosie tylko gdy jest całkiem sama.
”
”
Astrid Lindgren (Pippi Goes on Board)
“
Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.
”
”
Adhitya Mulya (Sabtu Bersama Bapak)
“
Helping each other is humanity's greatest invention. Use it with pride.
”
”
Aka Akasaka (かぐや様は告らせたい ~天才たちの恋愛頭脳戦~ 19 (Kaguya-sama: Love Is War, #19))
“
Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.
Saya pilih kamu. Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.
Percayakan hidup kamu sama saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan bathin.
Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu, baktimu sekarang pada saya.
Banyak laki-laki yang saat menikah tidak tahu bahwa mereka meminta ini, banyak juga laki-laki yang bahkan kemudian hari, mencederai tiga hal ini.
”
”
Adhitya Mulya (Sabtu Bersama Bapak)
“
Hal lain yang menghalangi produktivitas ialah pujian kritisi. Pujian itu bagai menantang saya, agar saya menulis yang nilainya sama dengan apa yang terbaik telah saya tulis selama ini.
”
”
A.A. Navis (Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#2))
“
Yah, begitulah orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Saya rasa, mereka rasa, berpikir itu kerjaannya setan! Padahal kita kan disuruh sering-sering berpikir, benar tidak?
”
”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Semua Ikan di Langit)
“
Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….
Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.
Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.
Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.
Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi….
”
”
Seno Gumira Ajidarma (Jazz, Parfum, dan Insiden)
“
Berfikir sama pentingnya dengan berdzikir Mengapa orang sering dianjurkan untuk berdzikir sedang yang berfikir sering dianggap kafir.
”
”
A. Mustofa Bisri
“
Tapi kan ada yang lebih penting dari sekadar selera..yang penting kan kita bareng-bareng terus berlima..menghargai pendapat semuanya, selera semuanya, ketawa buat semuanya, sedih buat semuanya. Lagian kita jangan pernah saklek bilang nggak suka sama sesuatu karena nggak ada yang saklek dan pasti di dunia ini, semuanya berubah.
”
”
Donny Dhirgantoro
“
Bukankah cinta tak pernah berdiri sendiri? Selalu ada dua orang yang tinggal di dalamnya. Sama-sama mencintai, mencintai dan membenci, atau saling membenci. Semuanya adalah bentuk perasaan yang mewakili cinta dua orang.
”
”
Robin Wijaya (Before Us)
“
Dan mungkin juga pada hari itu, sebelah pintu hatinya seolah-olah sudah tertutup. Hinggakan hari ini, dia masih lagi berusaha keras menahan sebelah lagi pintu itu daripada ikut sama tertutup.
”
”
Syud
“
Ona je moja suprotnost. Ja nisam jednostavan, delujem uznemirujuće, sve je u meni nesigurno, nemam oslonca, tražim nemoguće i onda sam vrlo neugodan, pa mučim sebe i druge.
Neću da joj kažem, žao mi je, boli me, želio sam da me prizna kao jedinu svoju mogućnost. Ne iz sujete, već iz potrebe, koja za mene znači sve, da budem bezuslovno prihvaćen na ovom prelasku u život koji se još ne pokazuje, u kojem ću biti potvrdjen ili odbačen. Kažem: odbačen, a ne verujem u to. Zato sam želio da stane uza me, hvatao sam se za nju, gurao je da pobijedi oklijevanje, činila mi se dovoljno sigurna da me podrži. Ali, bilo je važno da to učini sama, od svoje volje.
”
”
Meša Selimović (Tišine)
“
Abah bicara isi kitab suci! Kamu bicara tulisan orang yang sudah gila!"
"Setidaknya yang gila itu usaha sendiri. Bukan seperti Abah, bisanya cuma menadah sejarah. Cuma karena ada jutaan orang lain lagi yang punya kepercayaan sama seperti Abah, bukan berarti Abah jadi yang paling benar, kan?
”
”
Dee Lestari (Partikel)
“
Hidup itu lucu ya,
Yang dicari, hilang.
Yang dikejar, lari.
Yang ditunggu, pergi.
Sampai hari kita lelah dan berserah, saat itu semesta bekerja.
Beberapa hadir dalam rupa yang sama, beberapa jauh lebih baik dari rencana.
Sang Pencipta baik sekali ya.
”
”
Marchella FP
“
Menulis buku itu sama saja omong kosong kalau tujuannya agar terkenal, atau agar sombong karena sudah menulis buku, sama saja dengan omong kosong kalau yang dicari hanyalah uang.
Menulis kemudian mempublikasikannya secara massal, harus dengan sebuah idealisme. Bahwa tulisan itu membawa banyak perubahan bagi hidup orang lain. Harus ada kebaikan di dalamnya. Bukan hanya sekedar menjual kertas, tinta, dan lem, kemudian merasa bangga hanya karenanya.
”
”
Nadia Aghnia Fadhillah
“
Hanya karena seseorang pandai berargumen, tidak berarti orang itu orang baik. Sama halnya seseorang yang dikalahkan dalam argumen adalah orang jahat.
”
”
Natsume Sōseki (Botchan)
“
In reality, diperlukan alasan untuk menyukai sesuatu. Tanpa alasan, perasaan suka itu berarti hanya sesuatu yang semu, dangkal, dan...sama sekali tidak menarik.
”
”
Orihara Ran (Bokutachi no Unmei (Takdir Kita))
“
Di bawah bendera merah putih ini yang telah kita bela dengan darah dan nyawa ini, kita punya hak yang sama dengan Soekarno
”
”
Alex Evert Kawilarang
“
I'll tell you if you kiss me.
”
”
Usui Takumi
“
Suatu bangsa tanpa pahlawan sama dengan kulkas tanpa isi, sepeser pun tiada arti
”
”
Mahbub Djunaidi
“
Kita semua memiliki kesedihan kita sendiri, dan walaupun kontur, bobot, serta dimensinya berbeda-beda bagi setiap orang, warna kesedihan adalah sama bagi kita semua.
”
”
Diane Setterfield
“
honey i was born a gaslighter
”
”
sama 2025
“
Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Quran, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang berbahagia.
”
”
Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara)
“
Negeri Matahari Terbit, negeri Kaisar Meiji itu berseru pada para perantaunya, menganjurkan: Belajar berdiri sendiri! Jangan hanya jual tenaga pada siapa pun! Ubah kedudukan kuli jadi pengusaha, biar kecil seperti apa pun; tak ada modal? berserikat, bentuk modal! belajar kerja sama! bertekun dalam pekerjaan!
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations (Buru Quartet, #2))
“
..kehidupan ini dalam situasi tertentu hanya tentang pilihan. Ketika dua pilihan sama baiknya tiba, maka sesungguhnya lebih mudah lagi memutuskan. Saat dua pilihan baik bertemu, apapun yang kita pilih maka hasilnya sama baiknya.
”
”
Tere Liye (Amelia)
“
Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakatyang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali" - Tan Malaka
”
”
Tan Malaka (Madilog)
“
Kita berteman, bukankah seharusnya kita saling jujur kepada satu sama lain, apa pun yang terjadi? Dengan begitu, tidak akan ada yang merasa menyesal, tidak ada yang saling menyalahkan, dan tidak ada yang merasa bersalah." - Chiyo.
”
”
Winna Efendi (Tomodachi (SCHOOL, #2))
“
Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, pada saat itulah ia memulai suatu perjalanan yang panjang, asing dan penuh tantangan. Dan kita harus sangat yakin bahwa kawan perjalanan kita itu adalah orang yang tepat dan bisa bekerja sama ketika meniti...
”
”
Leila S. Chudori (Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen)
“
Suku penguasa angin terlalu bijak untuk melawan kekerasan dengan kekerasan. Membalas penghinaan dengan penghinaan. Apa bedanya kau dengan penjajah, jika sama-sama menzhalimi,saling merendahkan?
”
”
Tere Liye (Ayahku (Bukan) Pembohong)
“
quote
Quotable Quote
“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
Keep our dreams alive, and we will survive..
”
”
Donny Dhirgantoro (5 cm)
“
Siapa yang melakukan ma'siat bererti ia menghitamkan hatinya dan siapa yang menyusuli kejahatan dengan kebaikan tidak menggelapkan hatinya tetapi mengkaburkan cahayanya sama seperti cermin yang dihembuskan dengan nafas kemudian dilap, dihembuskan nafas dan dilap, maka ia tidak lagi sejernih seperti asal.
”
”
Abu Hamid al-Ghazali (Penyakit-penyakit Hati)
“
We are defined by what we believe in. Identity is shaped by what we believe is right. Culture is cultured, pun intended; by what we believe is right.'
Kita diertikan dengan apa yang kita percaya sebagai benda betul. Dan budaya serta nilai itu sendiri, memang dibentuk dengan benda yang sama juga, apa yang kita percaya sebagai benda yang betul baik. Cuma yang membezakan antara manusia tu ialah apa yang difahami sebagai benda yang betul dan benda yang baik.
Contoh, 'Westerners' percaya minum wain merah baik untuk kesihatan jantung. Tapi kalau untuk orang Islam, sah la benda tu haram.
Contoh lain, 'Englishmen are all about tea, and Americans are all about coffee.
”
”
Hlovate (Anthem)
“
Nisam osećao da diram u tuđe ni kada te prvi put videh i poželeh. Oduvek si bila moja više nego što sam ja svoj, i više nego si i sama svoja.
”
”
Mika Antić
“
Karena gue pengen punya istri yang mau tidur sama gue di karpet, sampe bisa beli spring bed, dan tetep setia meski suatu saat terpaksa balik lagi ke karpet.
”
”
Alitt Susanto
“
Mencipta perubahan bermula daripada kata-kata. Sama ada kata-kata yang menyentak ataupun menusuk kalbu.
”
”
Irma Hasmie (SMILE: Skill, Motivasi, Inspirasi, Luar Biasa, Elegan)
“
Love sama dengan 0. Ditumpuk sebanyak apapun hanya akan menghasilkan kekalahan yang menyedihkan
”
”
Gosho Aoyama
“
Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan kita dengan sejarah. Tapi pada saat yang sama, selalu ada yang membuat masa lalu berharga justru dalam kerapuhan manusia.
”
”
Goenawan Mohamad (Catatan Pinggir 5)
“
Pengalaman-pengalaman yang lembut dan santai mungkin tidak tercatat dalam garis-garis kehidupan secara nyata. Namun pengalaman-pengalaman yang keras dan getir tentu akan tergores dalam-dalam pada jiwa, pada sikap dan perlakuan, dan tak mustahil akan mengubah sama sekali keperibadian seseorang.
”
”
Ahmad Tohari (Ronggeng Dukuh Paruk)
“
Neću da joj pomognem, neka se otkrije sama, to je i smisao ove igre u kojoj se uspostavlja naš odnos. Pomalo sam nadmoćan, jer vidim da se ne brani, ali osjećam da nije slučajno stala na moj put : nešto će se desiti među nama. Čini mi se da to znamo i ona i ja, tražimo se i čekamo. I uvijek sve odgađamo, kao u strahu od rješenja. Ovako je mogućnost, cvjetanje, prostranstvo želje. Sve je tu moguće, sve je pred nama. A kad pređemo tu granicu, naći ćemo se na čvrstom tlu tačno određenog odnosa i obaveza kojih se bojim. Samo ona i ja, u uskom kavezu moguće ali nedovoljne nježnosti, omeđeni sobom i osjećanjima koja bi se mogla zaviti, ili koja bismo pokazivali da ne bude sasvim mučno. Samo ona i ja, bez svjetla, bez neomeđenih širina, koje nas draže kao mogućnost ... I ne znam šta je jače, šta je važnije, i zato se ispitujemo i čekamo. Bez ikakve logike, dirnut sam što osjećam da sam joj potreban i što me gleda drukčije nego ikoga drugog, a baš toga se bojim. Žao bi mi bilo da joj nanesem bol, a sigurno bi tako bilo. Ili vrlo vjerovatno. Užasavaju me obaveze, mogle bi da budu mučne, a privlači me što ih ona nudi. To rađa nadmoćnost, koja može da bude surova, ali i velikodušna : čuvam se i jednog i drugog ...
”
”
Meša Selimović
“
Jika fantasi sama dengan kebohongan, para penulis mestilah merupakan pembohong yang paling antusias. Mereka hidup dari situ dan orang-orang dengan sukarela membeli cerita hasil kebohongan mereka. Beberapa orang senang berbohong sedangkan yang lain senang dibohongi.
”
”
Jostein Gaarder (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken)
“
Jatuh cinta diam-diam. Saling merasakan, tapi belum ada yang mau mengungkapkan. Meski keduanya saling tahu bahwa bagi satu sama yang lain, keduanya bukan sekedar teman.
Tak ada ucapan dan panggilan sayang. Mereka hanya bertahan pada tindakan nyata.
”
”
Dwitasari (Jatuh Cinta Diam-Diam)
“
Kurang hati-hati sama juga tidak jujur.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Gadis Pantai)
“
Cintanya melahirkan tekad untuk kehidupan yang lebih baik, untuk anak-anaknya. Agar anak-anaknya tidak melalui jalan hidup yang sama dengan jalan hidup yang telah ia lalui dahulu.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Apakah kau berani melepaskannya Darren? Kau bahkan tidak tahan jauh-jauh darinya, aku ragu kau berani membuatnya jauh dariku, karena itu sama saja menjauhkannya darimu."
~Lucas
”
”
Santhy Agatha (From The Darkest Side)
“
Berharap hidup memperlakukanmu dengan baik karena kamu orang baik, itu sama konyolnya seperti berharap banteng takkan menandukmu karena kamu vegetarian
”
”
Roseanne Barr
“
Hidup itu bukan perjuangan tapi perjalanan. melangkahlah kemanapun kau mau tapi ingat cepat atau lambat kita semua akan bertemu ditempat yang sama.
”
”
#IjalQuote
“
Jadilah pohon dan jangan jadi rumput. Rumput itu tampaknya sama, sering diinjak-injak dan susah dikenali. Kalau pohon, meskipun kecil, tetapi akan tampak, mudah dikenali, dan bisa dijadikan sebagai tetenger atau patokan. Apalagi bila pohon itu besar, bisa menjadi peneduh orang di waktu panas. Bahkan bila sudah demikian besarnya, bisa jadi peneduh di kala hujan. Tambahan lagi, sebuah pohon yang besar selain memiliki daun yang rindang juga akan mempunyai batang yang kokoh dan akar yang kuat mencengkeram, susah dirobohkan sekalipun diterpa angin kencang. Jadilah pemimpin yang mengakar, seperti pohon. Untuk menjadi pohon yang baik seseorang harus terus memperkaya diri dengan ilmu dan kekayaan batin. -Sarwo Edhie Wibowo
”
”
Alberthiene Endah (Ani Yudhoyono Kepak Sayap Putri Prajurit)
“
Enam puluh tahun kami menikah. Dua belas anak. Tentu saja ada banyak pertengkaran. Kadang merajuk diam-diaman satu sama lain. Cemburu. Salah-paham. Tapi kami berhasil melaluinya. Dan inilah puncak perjalanan cinta kami. Aku berjanji padanya saat menikah, besok lusa, kami akan naik haji. Kami memang bukan keluarga kaya dan terpandang. Maka itu, akan kukumpulkan uang, sen demi sen. Tidak peduli berapa puluh tahun, pasti cukup...Pagi ini, kami sudah berada di atas kapal haji. Pendengaranku memang sudah berkurang. Mataku sudah tidak awas lagi. Tapi kami akan naik haji bersama. Menatap Ka'bah bersama. Itu akan kami lakukan sebelum maut menjemput. Bukti cinta kami yang besar.
”
”
Tere Liye (Rindu)
“
Jika Anda benar-benar mencintai seseorang dan ingin membangun hubungan yang sukses dengannya, bersikaplah terbuka satu sama lain, jujurlah satu sama lain, dan berikan banyak ruang, waktu terpisah, dan kebebasan satu sama lain.
”
”
Mouloud Benzadi
“
Apa yang dikatakan persatuan (oleh Soekarno) sebenarnya tak lain dari per-sate-an. Daging kerbau, daging sapi, dan daging kambing disate jadi satu. Persatuan segala golongan ini sama artinya dengan mengorbankan asas masing-masing.
”
”
Mohammad Hatta
“
Manusia berbagi 63% kesamaan gen dengan protozoa, 66% kesamaan gen dengan jagung, 75% dengan cacing. Dengan sesama kera-kera besar, perbedaan kita tidak lebih dari tiga persen. Kita berbagi 97% gen yang sama dengan orang utan. Namun, sisa tiga persen itu telah menjadikan pemusnah spesiesnya. Manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir saja gen berbeda.
”
”
Dee Lestari (Partikel)
“
semua orang pada setiap masa, mencari sesuatu yang hilang dalam hidup mereka. tidak kira sama ada sesuatu yang hilang itu adalah orang yang mereka sayang atau hati yang telah kosong dan dipenuhi kegelisahan...mereka akan terus mencarinya. mencari supaya mereka dapat jadi gembira semula. dapat merasa bahagia semula
-Ashraf
”
”
John Norafizan (Garis-garis Deja Vu)
“
Mengapa orang-orang harus berubah jika mereka masih bisa tetap sama?
”
”
Alvi Syahrin (Swiss: Little Snow in Zürich)
“
Cinta masih sama, tetapi keadaan memaksa untuk bersikap berbeda
”
”
Ayuwidya (The Mint Heart)
“
...Sedetik dapat terasa seperti selamanya, dan selamanya bisa menjadi sedetik atau bahkan tidak ada sama sekali.
”
”
Prisca Primasari (Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa)
“
Čovek nikada ne može biti dovoljno radikalan.Odnosno, čovek mora biti radikalan koliko i sama stvarnost.
”
”
Vladimir Lenin
“
Jangan bekerja sama dengan kejahatan,
sebab kewajiban kita adalah bekerja sama dengan kebaikan.
”
”
Mahatma Gandhi
“
Lain kali, jangan terlalu takut sama orang. Just remember, prinsip kehidupan itu sama seperti ketika berpapasan dengan ular: yang satu sama takutnya dengan yang lain.
”
”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Jakarta Sebelum Pagi)
“
Aku pernah mendengar kalau... dua orang bisa bersatu ketika semua partikel di jagad raya mendukung mereka. Ketika mereka berpisah, terasa ada yang mengganjal. Ganjil dan aneh. Yang satu tak bisa melupakan yang lainnya, sekalipun sangat menginginkannya. Keduanya melakukan apa pun agar bisa bertemu lagi, atau tanpa sadar melakukan sesuatu untuk mencegah satu sama lain hilang dari benak mereka.
”
”
Prisca Primasari (Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa)
“
Jika engkau besar, jangan sekali-kali kau jadi pegawai negeri. Jadi pamong praja! Mengerti?
Sebab sebagai pegawai negeri orang harus banyak menjalankan pekerjaan yang sama sekali tak disetujuinya. Bahkan yang bertentangan dengan jiwanya. Untuk kepentingan orang yang berkuasa, maka sering pula yang haram menjadi halal, dan sebaliknya.
”
”
Mochtar Lubis (Kuli Kontrak)
“
Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja.
”
”
Tere Liye (Pulang)
“
DPRD atau DPR selama ini adalah septic tanc, tempat penampungan belaka. Negara ini sama sekali tidak mengenal empat pilar. Kami hanya mengenal satu pilar kokoh yang berkuasa: presiden.
”
”
Leila S. Chudori (Laut Bercerita)
“
Malam itu kau kehabisan banyak darah, dan Tuan Mikail yang kebetulan golongan darahnya sama denganmu, memaksa kami mengambil darahnya untukmu. Sebenarnya kami tidak boleh melakukannya, Tuan Mikail juga baru selamat dari kecelakaan yang sama, tetapi dia memaksa, dan mengancam, dan benar apa kata orang, tidak akan ada seorangpun yang berani melawan apa yang dikatakan oleh Mikail Raveno. Lagipula dia adalah pemilik rumah sakit ini, perintahnya harus kami laksanakan.
”
”
Santhy Agatha (Sleep with the Devil)
“
Ponekad čovek preživljuje takve stvari, da sama činjenica da ih je preživeo znači ne samo pobedu i izbavljenje nego i čudo; jedno ponovno, radosno rođenje po naročitoj milosti viših sila.
”
”
Ivo Andrić (Znakovi pored puta)
“
Habis ini, lalu apa? Kamu sendirian. Aku sendirian. Kenapa kita tidak berdua lagi saja? Apa artinya cinta yang tidak lagi sama? Memang cinta itu ada berapa macam?"
Aku tidak tau cinta ada berapa macam varian. Kau harus bertanya pada hatiku, karena dialah yang satu hari menutup dan mengucap, "cukup". Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati pengap. Kendati kusayang kamu lebih dari siapa pun yang kutahu.
"Enam tahun. Kita akan buang enam tahun itu begitu saja?"
Otakku merekam dan menyimpan kamu, kita, dan enam tahun ini. Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya.
"Kamu akan menyesal..."
Mungkin. Kini kita tak mungkin tahu.
”
”
Dee Lestari
“
Mahoni : “Bagaimana kalau ketika itu semua sudah berubah? Antara kita.”
Simon : “Memangnya, menurutmu siapa di antara kita yang akan berubah?”
Mahoni : “Entahlah. Kita berdua sama2 bisa berubah. Bagaimana kalau perasaanku tidak sama lagi saat kau pulang?”
Simon : “Tidak masalah, aku akan membuatmu tergila-gila kepadaku lagi”
Mahoni : “Oke lucu, bagaimana kalau kau yang berubah?”
Simon : “Berarti kau yang harus mengejarku”
Mahoni : “Lalu, apa yang harus kulakukan kalau kita berdua tidak saling menginginkan lagi?
”
”
Windry Ramadhina (Memori)
“
Ketika Ibuk menikah, ia dan Bapak hanya berbekal keberanian untuk menjalani hidup bersama. Mereka tidak memiliki perencanaan bagaimana membesarkan anak, di mana mereka akan tidur kelak, apalagi tentang gizi atau pendidikan. Sama sekali tidak terbersit di benak mereka.
”
”
Iwan Setyawan (Ibuk,)
“
Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu,
apa yg kamu mau kejar…
Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…
dia…
menggantung…
mengambang…
5 centimeter…
di depan kening kamu…
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
”
”
Donny Dhirgantoro
“
…Bintang itu bintang sama saja dengan yang dilihat orang biasa. Tetapi bagi mereka yang mengerti, bintang itu bukan bintang sembarangan yang bisa diremehkan. Yang membedakan bukan pada bintangnya, melainkan pada kepala orang yang melihatnya…
”
”
Akmal Nasery Basral (Anak Sejuta Bintang: Perjalanan Panjang Penuh Cahaya)
“
Kegagalan adalah perasaan yang selalu membayangi langkah seorang pecundang, dan kegagalan yang sama itu pulalah yang dipakai oleh orang-orang sukses sebagai batu pijakan untuk meraih apa yang mereka impikan.
”
”
Titon Rahmawan
“
Tapi sebetulnya, kita mampu hidup seperti amuba, membelah diri tanpa kehilangan secuil pun dari apa yang kita punyai. Cobalah menatap lagi dirimu di cermin ketika kamu melepaskan pasanganmu. Kamu tetap perempuan yang sama, dengan diri yang sedikit lebih berbeda, tapi tetap cantik.
”
”
Clara Ng
“
Begitulah, tapi kalau manusia sama sekali tidak pernah merasa putus asa, kita tidak akan tahu bagian mana dari diri kita yang tidak sanggup kita singkirkan. Lalu kita akan tumbuh dewasa tanpa benar-benar mengerti apa saja yang bisa membuat kita gembira. Aku bahagia karena bisa menderita
”
”
Banana Yoshimoto (Kitchen)
“
GAGAL ITU BIASA. Yang penting itu adalah bagaimana kita menghadapi kegagalan itu. Nggak diterima, ditolak atau dianggap remeh sama orang itu biasa, jangan dibawa kesel. Perlu kita tau, orang yang menganggap remeh kita adalah guru kita, kenapa? Karena dia membuat kita kesel dan berapi-api untuk membuktikan kepada dia kali kita nggak seperti yang dia bayangkan.
”
”
Benazio Putra (Benabook)
“
Kayaknya bukan seperti Syiana yang gue kenal....”
“Kayaknya kita nggak bicara dalam frekuensi yang sama, deh. Emangnya sejak kapan lo mengenal gue?”
“Belum kenal. Tapi kapan gue bakalan mengenal lo kalau lo tetap berdiri di sana dan nggak bergerak sama sekali?
”
”
Nina Ardianti (Restart)
“
Perempuan dan lelaki memiliki batas yang tak sama. Perempuan bisa bertahan dalam waktu yang lama dalam penantian hanya dengan meyakini nuraninya saja. Sebentuk rasa bisa membuatnya tegar dan tangguh menanti penjemputan rasa.
”
”
Dian Nafi (Lelaki: Kutunggu Lelakumu (Mayasmara, #2))
“
Tuhanku Yang Maha Kaya
dan Maha Pemurah,
Aku mohon pagi ini
Engkau membesarkan hatiku,
...agar mudah kutampung harapanku
bagi terjadinya keajaiban yang
meneroboskan hidupku,
untuk keluar dari kerata-rataan hidup,
menuju hubungan yang indah
dengan sesamaku,
yang penuh kegembiraan
dalam pekerjaan jujur
yang saling menyejahterakan
satu sama lain.
Hari ini, ya Tuhanku,
mudahkanlah tangan kami
menyentuh rezeki.
”
”
Mario Teguh
“
Vrijeme je da se penje, da se napreduje za stepenicu više, iako ni prethodna stepenica nije još potpuno osvojena ni utvrđena kako treba. Govoriti malo, ne govoriti zlo, glupo, površno ni uzaludno, ili čak ne govoriti uopšte. Sve su to stepenice na putu ličnog napretka i usavršavanja koje u toku života, kao teren u ratu, osvajamo, gubimo i ponovo osvajamo. S godinama, tačnije rečeno sa starošću, koja nastupa polako i tiho kao sumrak na zemlju, krv hladni, nagoni odumiru, savlađujemo se i obuzdavamo lakše, tako da i bez svoje velike zasluge govorimo manje,možda razumnije i čovječnije. Ali to nije dovoljno. Vrijeme je da se pređe na postizavanje višeg stepena, a to je: unutarnje ćutanje. Šta vrijedi što mudro držimo jezik za zubima, ako u nama još sve vri od oštrih sudova i brzopletih replika koje ne pokreću naš jezik i ne prelaze preko usana, ali potresaju i paraju našu unutrašnjost? Često mogu da se vide takvi starci koji smireno i prepodobno ćute, ali im se u pogledu i podrhtavanju usnica javlja ponekad odraz unutarnjih kivnih i zloćudnih monologa i dijaloga. Bilo je vrijeme da već naučimo da u sebi ćutimo. Sve nas poziva na to. Priroda sama nam pomaže u tome. Vrijeme je, jer inače će nam se desiti da do kraja zlo živimo i, na kraju, ružno umremo. A to je strašno.
”
”
Ivo Andrić (Znakovi pored puta)
“
Mereka bagaikan mata-mata pena yang menari di atas lemabaran kertas yang sama, lembaran kertas hitam. Dan hanya keberuntungan yang bisa membuat kertas itu menjadi abu-abu, karena tidak mungkin membuatnya menjadi putih bersih. Jejak hitam itu tetap ada di jalan hidup mereka. Bagi anak-anak seperti mereka, hidup benar-benar seperti mata dadu di meja judi.
”
”
Lan Fang (Perempuan Kembang Jepun)
“
Bagi sel-sel ini, manusia layaknya alam semesta yang tak terjangkau, yang tak teraih, tak terlihat, tak dapat dipahami. Namun mereka dengan setia menjadi bagian dari kita, dan bekerja sama dengan seluruh milyaran sel lain demi hidup kita.
”
”
Soe Tjen Marching (Mati, Bertahun yang Lalu)
“
Kad su svi mostovi bili spaljeni, pitao sam se: što si time postigao? Usamio si se, ogolio do kosti, stvorio oko sebe pojas pustoši. Lišio si se svega, pa najzad i sebe sama - osakaćena i nepotpuna bez svega onoga što te integrira i objašnjava. Drugi imaju bar svoje lance, ti nemaš ni to.
”
”
Vladan Desnica (Proljeća Ivana Galeba)
“
Love is sublime, truly, a precious gift. But also, alas, one of God's little pranks. It's naive of you to confuse love with happiness, as if they were somehow the samae thing. In fact love, once found, is more akin to gravity: too strong, too close, and it will crush you. Unless you're careful, always.
”
”
Wil McCarthy
“
Kereta seindah apa pun tidaklah berguna bila tidak mempunyai kuda yang menariknya.Lama-lama akan terbengkalai dan terpendam salju. Sama halnya dengan manusia, yang tidak akan bertahan lama bila tidak ada yang mendukung atau mendampinginya; betapapun hebatnya, mereka pasti akan terlupakan.
”
”
Prisca Primasari (Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa)
“
Ali nocu, tek nocu, kad ozive i planu nebesa, otvara se, beskrajnost i silna snaga toga sveta u kom se ziv covek gubi i ne moze da se priseti ni sama sebe ni kuda je posao ni sta hoce ni sta treba da radi. Tu se samo zivi, istinski, vedro i dugo; tu nema reci koje tesko obavezuju za ceo zivot, ni smrtonosnih obecanja ni bezizlaznih polozaja, sa kratkim rokom koji neumoljivo tece i istice, a sa smrcu ili sramotom kao jedinim izlazom na kraju. Da, tu nije kao u dnevnom zivotu, gde ono sto je jednom receno ostaje neporecivo, a obecano neizbezno. Tu je sve slobodno, beskrajno, bezimeno i nemo.
”
”
Ivo Andrić (The Bridge on the Drina (Bosnian Trilogy, #1))
“
Kenapa kau selalu memanggilku Clark? Kau bisa memanggilku dengan nama depan, kau tahu, sama seperti yang lainnya." | "Karena sudah terbiasa. Lagi pula, aku suka menjadi satu-satunya orang yang memanggilmu Clark. Kurasa satu-satunya hal yang bisa membuatku memanggil nama depanmu adalah kalau kau menikah denganku. Kalau itu terjadi, berarti kau akan menjadi Mia Hirano. Dan saat itu aku tidak mungkin memanggilmu dengan nama belakang, bukan?
”
”
Ilana Tan
“
I do not believe that God has given us this trial to not purpose. I know that the day will come when we will clearly understand why this persecution with all it's sufferings has been bestowed upon us -- for everything that Our Lord does is for our good. And yet, even as I write these words I feel the oppressive weight in my heart of those last stammering words of Kichijiro in the morning of his departure: "Why has Deus Sama imposed this suffering on us?" and then the resentment in those eyes that he turned upon me. "Father", he had said "what evil have we done?"
I suppose I should simply cast from my mind these meaningless words of the coward; yet why does his plaintive voice pierce my breast with tall the pain of a sharp needle? Why has Our Lord imposed this torture and this persecution on poor Japanese peasants? No, Kichijiro was trying to express something different, something even more sickening. The silence of God. Already twenty years have passed since the persecution broke out; the black soil of Japan has been filled with the lament of so many Christians; the red blood of priests has flowed profusely; the walls of churches have fallen down; and in the face of this terrible and merciless sacrifice offered up to Him, God has remained silent.
”
”
Shūsaku Endō (Silence)
“
Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?
”
”
Dee Lestari
“
Pluralisme dan kebhinnekaan sudah kita pahami bersama bahwa engkau dan aku berbeda dia dan saya tidak sama mereka dan kita tidak serupa. Itu sudah selesai. Semua orang sudah tahu. Yang belum selesai itu adalah bagaimana engkau dan aku yang tidak sama itu dia dan kita yang tidak serupa itu kamu dan kami yang tidak sebangun itu mempunyai hak yang sama peluang yang sama kedudukan yang sama harkat yang sama marwah yang sama dalam kehidupan bernegara” - Mukhlis PaEni
”
”
Mukhlis Paeni
“
Tahukah kau, tubuhmu memiliki sensor penerima sinyal gemosi dari luar? Sensor yang sama yang menghubungkan emosi sepasang anak kembar yang terpisah ratusan kilometer! Hei, benar-benar sensor yang hebat, bukan?! Ketika pertama kali sepasang insan terpikat satu sama lain, masing-masing sensornya menangkap sinyal gemosi cinta. Kontak mata, sentuhan punggung tangan, ucapan-ucapan cinta dan rayuan-rayuan yang membuat hatimu cenat-cenut akan mempercepat penyamanan frekuensi cinta dengan dentingan seindah harpa yang paling merdu sejagat raya. Selanjutnya, semakin selaras frekuensi itu, perasaan nyaman akan tumbuh beriringan. Kemudian rasa rindu hebat akan menyertainya saat dua gemosi berinterferensi saling menguatkan.
”
”
Yohanes Surya (Tofi: Perburuan Bintang Sirius)
“
Kawanku yang Muslim itu menerangkan ajaran Muhammad terkait dengan hal ini. Dia mengatakan, hubungan Islam dan Kristen seharusnya didasarkan pada dua unsur penting: ketulusan dan kerendahan hati. Sementara interaksi Muslim dengan berbagai tradisi spiritual lain termasuk Kristiani didasarkan pada tiga syarat: berusaha mengenal satu sama lain, tetap bersikap tulus dan jujur selama bertemu dan berdebat, dan berusaha rendah hati menyangkut klaim kebenaran masing-masing. Aku belum tahu sejauh mana praktiknya. Hanya, seperti itulah ajaran moral nabi dari Arab itu yang kutahu.
”
”
Tasaro G.K. (Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan)
“
Seseorang yang menafikan dunia seharusnya seorang yang membiarkan dunia dalam cacatnya. Bumi, "dunia ini", telah diabaikan. Maka ganjil bila orang itu pada saat yang sama juga ingin meluluhlantahkan apa yang buruk sekarang, seakan yakin bahwa dunia layak diperbaiki. Ganjil pula bila ia percaya kepada Tuhan yang mengatakan bahwa membunuh seseorang sama artinya dengan membinasakan seluruh umat manusia, sebab Tuhan itu adalah Tuhan yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri.
”
”
Goenawan Mohamad (Catatan Pinggir 6)
“
Mencintai perempuan itu artinya juga mesti mencintai gudignya, batuknya, bau apeknya, ilernya, boroknya, dan setiap kekurangannya. Jika mencintai hanya pada bagian yang secara kasat nampak indah, itu cintanya perlu direkonstruksi ulang.
Sama halnya mencintai Indonesia, itu artinya juga mesti mencintai semua penghuninya, termasuk mereka yang koruptor, begenggek, bajingan, jahat dan siapapun yang sebenarnya patut dibenci.
Dengan kata lain, cinta bisa dinamakan cinta jika itu berlangsung dalam skala yang total.
”
”
Usman Arrumy
“
The sudden and total disappearance of Mawlana aroused resentment among his disciples and students, some of them becoming highly critical of Hazrat Shams, even threatening him. They believed Hazrat Shams had ruined their spiritual circle and prevented them from listening to Mawlana's sermons. In March of 1246 he left Konya and went to Syria without warning. After he left, Mawlana was grief stricken, secluding himself even more rather than engaging with his disciples and students. He was without a doubt furious with them. Realising the error of their ways, they repeatedly repented before Mawlana. Some months later, news arrived that Hazrat Shams had been seen in Damascus and a letter was sent to him with apologising for the behaviour of these disciples. Hazrat Sultan Walad and a search party were sent to Damascus to invite him back and in April 1247, he made his return. During the return journey, he invited Hazrat Sultan Walad to ride on horseback although he declined, choosing instead to walk alongside him, explaining that as a servant, he could not ride in the presence of such a king. Hazrat Shams was received back with joyous celebration with sama ceremonies being held for several days, and all those that had shown him resentment tearfully asked for his forgiveness. He reserved special praise for Hazrat Sultan Walad for his selflessness, which greatly pleased Mawlana. As he originally had no intention to return to Konya, he most likely would not have returned if Hazrat Sultan Walad had not himself gone to Damascus in search of him. After his return, he and Mawlana Rumi returned to their intense discussions. Referring to the disciples, Hazrat Shams narrates that their new found love for him was motivated only by desperation: “ They felt jealous because they supposed, "If he were not here, Mowlana would be happy with us." Now [that I am back] he belongs to all. They gave it a try and things got worse, and they got no consolation from Mowlana. They lost even what they had, so that even the enmity (hava, against Shams) that had swirled in their heads disappeared. And now they are happy and they show me honor and pray for me. (Maqalat 72) ” Referring to his absence, he explains that he left for the sake of Mawlana Rumi's development: “ I'd go away fifty times for your betterment. My going away is all for the sake of your development. Otherwise it makes no difference to me whether I'm in Anatolia or Syria, at the Kaaba or in Istanbul, except, of course, that separation matures and refines you. (Maqalat 164) ” After a while, by the end of 1247, he was married to Kimia, a young woman who’d grown up in Mawlana Rumi's household. Sadly, Kimia did not live long after the marriage and passed away upon falling ill after a stroll in the garden
”
”
Shams Tabrizi
“
Apakah arti relasi dengan orang terdekat atau teman hidup? Sebagian orang mengartikannya sebagai pendamping hidup dalam melewati suka dan duka, membina satu hubungan rumahtangga yang harmonis, bersama-sama meraih kesejahteraan keluarga. Aku pun demikian. Namun lebih jauh lagi, teman hidup bagiku adalah partner perjuangan. Sebuah relasi bisa saling memberi ruang bagi semangat positif masing-masing. Sejak berpacaran dengan Alva, dan memiliki niat serius untuk masuk ke jenjang pernikahan, aku tahu permulaan apa yang harus kami buat. Yang harus kami bina adalah melatih diri kami untuk menjadi "pembentuk" sukses satu sama lain. Dan pada akhirnya, menjadi sukses bersama. Relasi kami jangan saling mengubur potensi masing-masing, atau lebih parah lagi melumpuhkan hasrat untuk berkembang.
”
”
Alberthiene Endah (Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar)
“
- Ti mislis da si sigurna ovdje medu ljudima – rece on – Medu svojom bracom. Ali koliko bi mi bilo tesko odvesti te odavde? Ti samo naslucujes moje snage, ali ono sto naslucujes nije jace od odjeka. Moja snaga je velika. Zapamti to.
Zurno odmahnem glavom.
- Niti se sigurno osjecam, niti se u koga pouzdajem. Nitko mi ne bi priskocio u pomoc, svjesna sam toga. Situacija je ista kao da sam sama s tobom o tebi sve ovisi. To mi se ne svida, ali to je istina. No, po nekom cudnom poretku stvari, ja tebi vjerujem vise nego njima, "svojoj braci". Jer nemam iluzija o tome sto si. Ti si lazac. Prevarant. Demon u tom liku koji zavodi. Obris varljivog prikaza. Ne vjerujem ti. I zato sam sigurna od tebe. Ali oni... oni su maske izvinute na nalicja. Oni glume od rodenj i uce ih od rodenja vjestini glume. "Ne pokazi sto jesi." U njima je dobro i zlo relativno. Oni su moja braca, ali ja ih kao takve ne osjetim. Oni bi trebali biti dobro, "djeca Bozja". Ali oni to nisu. Oni su djeca Izdajstva.
- A sto sam ja kada njih zoves takvim imenom?
Osmjehnem se, dignem casu koja je bila prazna i kao da nazdravljam rekoh mu:
- Ti si Izdajstvo samo.
”
”
Viktoria Faust (U anđeoskom liku zvijeri)
“
Demokrasi sungguh suatu sistem yang indah. Engkau boleh memilih pekerjaan yang engkau sukai. Engkau mempunyai hak sama dengan orang-orang lainnya. Dan demokrasi itu membuat aku tak perlu menyembahdan menundukkan kepala pada presiden atau menteri atau paduka-paduka lainnya. Sungguh, ini pun suatu kemenangan demokrasi. Dan engkau boleh berbuat sekehendak hatimu bila saja masih berada dalam lingkungan batas hukum. Tapi kalau engkau tak punya uang, engkau akan lumpuh tak bisa bergerak. Di negara demokrasi engkau boleh membeli barang apapun yang engkau sukai. Tapi kalau engkau tak punya uang engkau hanya boleh menonton barang yang engkau inginkan itu. Ini juga semacam kemenangan demokrasi.
”
”
Pramoedya Ananta Toer (Bukan Pasar Malam)
“
Anggap saja pertemuan di awal huruf dalam doaku adalah sapaan manja untukmu
Aku akan mengajakmu menyusuri barisan puisi
Kubangun sebuah pohon rindang agar kita bisa berteduh dari jauhnya jarak pandang
Setiap waktu hatiku meredamkan gelisah langkahnya
Ada gurat rasa yang masih merunduk malu-malu untuk kumengerti
Disetiap alur jalan yang Allah hadiahkan
Kita masih berpapasan, menatap jawaban,
Sebab mata masih enggan bersinggungan
Diantara poros takdir, kuingin engkaulah rotasiku
Tempat barisan ingatan berputar pada titik yang sama,
Terjebak dalam lingkaran bahagia yang tak berjeda
Kisah yang belum runtun ini biarkan Allah menata
Karena kita telah menitipkannya, maka percayakan ia pada penciptaNya
”
”
firman nofeki
“
Ada begitu banyak kemalangan, namun dari semua itu kebodohanlah yang tinggal menetap. Orang-orang bodoh melihat, mendengar dan merasakan seperti orang-orang lain, akan tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pemahaman atas diri sendiri dan keadaan di sekelilingnya.
Berusaha memahami si bodoh adalah suatu tindakan yang sia-sia, pada akhirnya tanggapan mereka hanya akan membangkitkan amarah dan kejengkelan.
Kebodohan serupa botol yang memiliki lubang di dasarnya, Seberapa pun banyaknya kebaikan dan pengetahuan yang kita tuang ke dalamnya ia akan berlalu dengan sia-sia.
Mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang bebal adalah mereka yang menukar sahabatnya dengan uang, dan menggantikan saudaranya dengan kilau emas dan permata.
Hati orang bodoh ada dalam lidahnya dan dengan hal itu ia menggembar-gemborkan kelebihannya yang tak lain adalah sebuah omong-kosong. Sebaliknya, lidah orang bijak ada adalam hatinya dan ia memeliharanya dengan sangat hati-hati agar tidak mengucapkan hal-hal yang tidak perlu.
Dan bahkan, hidup orang bebal jauh lebih buruk dari kematian. Orang-orang bebal dan dungu hanya akan menjadi beban bagi kehidupan, karena seumur hidup mereka tak pernah mau belajar.
Kebodohan adalah batu pejal yang dibuang orang ke dalam sungai karena menghalangi orang yang akan lewat.
Kebodohan punya banyak nama dan mereka menunjukkan wajahnya dalam berbagai wujud. Aku dapat menyebutkan sejumlah di antaranya, yaitu: egoisme dan keras-kepala, bebal dan degil, sikap anarkhi yang membabi buta, sikap acuh-tak acuh dan ketidak-pedulian, pembenaran diri sendiri, tak mau mendengar nasehat, dan kecerobahan yang tak terobati.
”
”
Titon Rahmawan
“
Aku tidak suka ide tentang perang. Ketidaksukaanku itu sudah melewati batas benci. Aku pikir, dengan ikut perang artinya secara tidak langsung aku menyetujui ide itu sekalipun tujuannya hanya untuk membela diri.' Kek Su kelihatan bersungguh-sungguh dengan ucapannya. 'Waktu itu aku masih muda. Perang benar-benar menyebalkan, tidak ada yang menyenangkan ketika kau melihat orang tertembak di kepala, atau melihat tumpukan mayat berserakan seperti bangkai tikus. Sama sekali tidak menyenangkan. Aku memilih tidak peduli, aku tidak peduli siapa menang siapa kalah, tidak peduli pada akhirnya siapa menjajah siapa, aku bahkan tidak peduli ada atau tidak adanya negara. Selama aku merasa tidak dijajah siapa pun, maka aku bebas. Bagiku yang penting saat itu adalah perang segera berakhir. Kira-kira seperti itu. Wangi nyawa manusia tercium di setiap sudut kota, dan ketololan itu nampaknya tidak akan lekas berakhir. Aku benar-benar merasa sendirian.
”
”
Sabda Armandio (Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya)
“
Semua sifat-sifat ini terhimpun di dalam hati, seolah-olah di dalam diri manusia itu ada binatang babi, anjing, syaitan dan pendita. Maksud babi ialah nafsu syahwat, sebab babi itu dikeji bukan kerana warna dan rupanya tetapi kerana kegelojohan, nafsu syahwat dan kerakusannya. Maksud anjing ialah nafsu marah kerana anjing itu bersifat garang dan bermusuh. Babi sentiasa mengajak supaya bersikap gelojoh melakukan keburukan dan kemungkaran, dan anjing pula mengajak supaya bersikap marah dengan melakukan kekejaman dan penganiyaan. Sementara syaitan pula sentiasa menyemarakkan nafsu syahwat babi dan nafsu marah anjing itu serta menggalakkan keduanya menyaingi satu sama lain. Maksud pendita ialah akal yang diperintahkan supaya mematahkan godaan syaitan dengan mendedahkan tipu helahnya melalui cahaya yang terang-benderang, melumpuhkan kerakusan dan syahwat babi itu dengan mengarahkan anjing supaya mengawalnya, kerana nafsu syahwat dapat dilumpuhkan dengan nafsu marah, dan mengawal kegarangan anjing dengan mengarahkan babi kepadanya, serta menjadikan anjing itu tunduk kepada perintahnya (akal). Jika akal dapat berbuat demikian nescaya segala-gala akan berjalan dengan lurus dan baik di dalam kerajaan jasmani. Jika gagal menundukkan nafsu syahwat dan nafsu marah, maka akal akan menajdi hamba kepada kedua-duanya, sebagaimana yang terdapat di kalangan kebanyakan orang yang menumpukan minat ke arah nafsu perut dan nafsu seks dan kepada usaha-usaha menyaingi hebat orang lain. Ini bererti akal tunduk di bawah telunjuk syaitan kerana syaitanlah yang mendorong nafsu syahwat dan nafsu marah supaya berkhidmat kepadanya. Dengan kata lain akal ketika itu adalah menyembah dan ber'abdi kepada syaitan.
”
”
Abu Hamid al-Ghazali (Penyakit-penyakit Hati)