β
SEMENTRA KITA SALING BERBISIK
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
(1966)
β
β
Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni)
β
Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai.
["Fenomena PRD dll,"].
β
β
Y.B. Mangunwijaya (Politik hati nurani)
β
Aku merindukanmu...
Seperti tanah kering menanti hujan datang.
Aku merindukanmu...
Seperti pasir mendamba buih ombak tuk menyapu.
Aku merindukanmu...
Seperti ujung ranting pepohanan tak sabar menyambut
terbitnya fajar.
Aku merindukanmu...
Seperti biji mati yang merindu musim semi.
Aku merindukanmu...
Seperti virus mengkristal yang menunggu masa yang
tepat tuk kembali hidup.
Aku merindukanmu...
Seperti....
Seperti....
Seperti...
Aku merindukanmu...
Kupikir itu sudah lebih dari cukup.
Kupikir kamu sudah lebih dari cukup.
Kuharap aku sudah lebih dari cukup.
β
β
Devania Annesya (Elipsis)
β
Layaknya fajar dan petang; saling tahu, tak pernah bertemu.
β
β
Wafda Saifan Lubis
β
Pemimpin yang lahir dari serangan fajar, kelak, kursinya hanya akan jadi pasar.
β
β
Ilham Gunawan
β
REMBULAN ITU MALU
Di suatu waktu
ketika sejumlah insan masih terjaga,
menanti fajar melepas rindunya
kepada penghuni kolong langit.
aku melihat sosok rembulan
bersolek tak seperti biasanya.
ada yang berbeda,
ia tampak kemerahan;
mungkin karena dirinya
sedang tersipu malu.
bagaimana tidak,
adalah sebuah keindahan
saat matahari berjumpa dengan sang rembulan
pada jarak yang sangat dekat;
seperti halnya setiap orang
yang telah lama jauh
menemui kekasihnya kembali.
"tapi...", kata bunga rumput;
"hal penting seringkali tak terlihat dari mata", lanjutnya.
β
β
Epaphras Ericson Thomas
β
Kita kembali kepada-Nya bukan karena urusan kita selesai, tapi justru untuk menyelesaikan urusan kita, untuk kemudian diberi balasan yang setimpal atas apa yang telah kita perbuat.
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
tak perlu tanda tanya
kerana kita adalah buku rahsia yang telah lama terbuka
sejak kata pertama jatuh mencari makna,β bisik benih kepada tanah
yang menumbuh dan menyuburkannya
(siapa di antara sela rerumputan)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
Penemuan teori terpadu lengkap boleh jadi tak membantu kelestarian spesies kita. Bahkan mungkin tak memengaruhi gaya hidup kita. Tapi sejak fajar peradaban, manusia tak pernah puas melihat peristiwa-peristiwa yang tak saling terhubung dan tak terjelaskan. Mereka menginginkan pemahaman atas keteraturan yang mendasari dunia. Hari ini kita masih ingin tahu mengapa kita ada di sini dan dari mana kita datang. Hasrat terdalam umat manusia untuk mencari pengetahuan adalah alasan kuat untuk melanjutkan pencarian. Dan tujuan kita adalah penjelasan lengkap atas alam semesta yang kita diami.
β
β
Stephen Hawking (A Brief History of Time)
β
Sering kali saya mendengar dan membaca bahwa seorang mahasiswaβyang juga pemudaβadalah agen perubahan (agent of change). Namun yang menjadi pertanyaan buat saya adalah, bagaimana mungkin mereka bisa menjadi agen perubahan sedangkan diri mereka sendiri saja telah dirubah-rubah oleh media dan lingkungan.
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
sikap kita di dunia ini hendaknya seperti seorang pengembara. Atau mungkin juga seperti seorang perantau yang pergi dari kampung halamannya untuk mencari rizki yang telah ditetapkan untuknya. Dalam perantauan di negeri orang itu, ia harus rajin dan semangat bekerja. Karena jika tidak, maka ia akan pulang kampung dengan tangan hampa. Atau mungkin juga membawa bekal, tapi cuma sedikit.
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
Kami antarsaudara terpaksa saling bunuh hanya karena kekuasaan. Itulah yang nyaris terjadi di setiap negara. Demokrasi yang sekarang menggejala, apakah benar akan mengantarkan manusia pada kesadaran untuk berhenti saling membunuh? Tidak juga. Di negeri seberang, di mana kudengar demokrasi diberikan begitu leluasa, malah kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan terhadap perempuan, saling fitnah, saling rebut kekuasaan hampir terjadi setiap hari.
β
β
Putu Fajar Arcana (Gandamayu)
β
jangan bicara di sini
diam atau tidur saja
kerana suara adalah kaca
yang hanya mencipta luka demi luka
β semata luka
(kerana suara adalah kaca)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
jadilah kau burung β jadilah.
biarlah aku menjadi pohon
β dengan ranting dan dahan
sedemikian musim
setia menampung sarang.β
(jadilah kau burung)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
(tak perlu berkisah tentang bunga dan taman
jika di tanganmu tersimpan sebilah belati
yang pernah mengimpikan darah -- lebih daripada bunga)
(bunga dan taman)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
kerana kita tak pernah pun diasuh untuk mendustakan
sebuah kebenaran daripada sekalian banyak kesalahan
(benar atau salah adalah kita)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
Barangkali senja adalah sebuah firman visual bahwa tak ada sesuatu yang tak berakhir, ketika esok harinya fajar rekah, itu artinya tak ada sesuatu yang tak bisa dimulai kembali.
β
β
Joko Pinurbo (Srimenanti)
β
menulis indah temaram senja
di ujung garis pantai ketika burungburung pulang
dengan perut kenyang
menulis lindap subuh yang jauh
dengan selintas garis putih fajar
ketika kelelawar malam berhambur untuk tidur
atau
kau ingin aku menulis
keabadian pada sebutir pasir
dan surga pada sekuntum bunga liar
semua telah kutulis
untukmu
β
β
Nailal Fahmi (Mencari Jalan Pulang)
β
Pemuda lah asset yang paling berharga bagi negeri ini, karena pemuda lah yang nantinya akan meneruskan kelangsungan negeri ini. Pemuda hari ini lah yang akan memimpin negeri ini di hari esok.
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
Betapa banyak pemuda saat ini yang yang tidak menyadari akan ke-muda-annya. Atau mungkin juga sadar, hanya saja tidak mau menggerakkan potensi besarnya itu untuk membangun umat.
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
Pemuda itu sedemikian hebat. Bahwa pemuda itu jika kemudaannya dimanfaatkan dengan baik dan benar akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
β
β
Sirot Fajar
β
Ketika mulai memasuki masa dewasa, sudah saatnya kita mulai bisa membuat keputusan sendiri terhadap masalah-masalah yang kita hadapi. Ini menuntut kita untuk berfikir lebih dewasa
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
Ketika memasuki masa muda, sudah seharusnya seorang pemuda itu mulai terlibat secara sosial. Ini bukan masalah pergaulannya yang semakin luas. Tidak! Tapi ini lebih pada kesadaran dalam dirinya bahwa ia adalah bagian dari lingkungan sosialnya.
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
hidup di dunia ini hanya mampir minum saja. Kita masih harus melewati dua alam yang mungkin lebih lama dari pada usia kita: alam barzakh dan alam akhirat.
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
Kesadaran bahwa kita sebagai seorang musyafir merupakan sesuatu yang harus kita miliki. Sebab, kesadaran bahwa kita ini βorang akhiratβ akan menjadikan kita senantiasa ingat dengan hakikat kehidupan ini. Kesadaran itu akan mendorong kita untuk giat dan semangat beramal; bersegera melakukan amal shalih dan melakukan ketaatan; dan bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu kehidupan ini..
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
Hidup di dunia ini hanyalah permainan..
Namun kita hidup di dunia ini bukan untuk main-main...
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
Agar hidup kita ini senantiasa bernilai ibadah maka kita harus menjadikan ibadah sebagai totalitas hidup ini, baik itu ekonomi, politik, sosial, budaya, maupun yang lainnya. Bukan itu saja, bahkan amalan-amalan mubah, seperti makan dan minum, harus kita ubah agar bernilai ibadah
β
β
Sirot Fajar (30 Renungan Agar Sukses Menjalani Hidup)
β
books is my friend
β
β
fajar (Engineering Hydrology (Oxford Higher Education))
β
senja sering berwarna merah merona, itulah sebuah peralihan dalam dekap sang penyair yang melintas dari fajar hari hingga suara jangkring berbunyi dan embun pagi, puisi yang bersiut
β
β
Sonny H. Sayangbati
β
Bahwa kita adalah Abdullah. Hamba Allah. Maka, keberadaan kita ini adalah mempertemukan kehendak diri dengan kehendak Allah sebagai pencipta kita
β
β
Sirot Fajar (Psikologi Pemuda)
β
Setelah malam yang kelam, fajar pagipun datang. Alam terang benderang. Embun-embun bening berkilauan. Angin segar membuai bunga-bunga ditaman. Burung-burung bercicit riang. Malam dan siang, kelam dan terang, kesulitan dan kemudahan diciptakan berpasang-pasangan
β
β
Irja Nasrullah
β
Seperti senja yang tak pernah melipat fajar, ada waktunya untuk pribadi hebat bersinar. Sukses mulia tak bisa dikejar dgn menunggang kuda liar, tapi dirancang dan dibangun dengan sadar, oleh pribadi yang tak henti belajar.
β
β
Zulfikar Fuad
β
Kami diperintahkan untuk bertobat dalam istigfar sebanyak tujuh puluh kali dalam setiap waktu fajar.β -Anas dari Rasulullah.
β
β
Sibel Eraslan (Maryam: Bunda Suci Sang Nabi)
β
Bagi Maryam, bermunajat di waktu menjelang fajar ibarat surga dari kehidupan dunia, yang dirinya telah berpaling darinya.
β
β
Sibel Eraslan (Maryam: Bunda Suci Sang Nabi)
β
(sudah! jangan digali
nanti yang kaujumpai adalah kerandamu sendiri)
(sebatas lembayung βiiβ)
β
β
Zaen Kasturi (Fajar Lingkung Lembayung)
β
Ketika kamu mencintai manusia sejatuh-jatuhnya, maka bersiaplah kecewa sedalam-dalamnya.
β
β
Fajar Sulaiman (Ikhlas Paling Serius)
β
Gelap telah mengetuk pintu. Aku berbaring dengan topangan kaki yang telah letih. Tetapi semangatku tetap kokoh sekokoh konsistensi mentari pagi yang akan menggantikan malam di ufuk Timur. Tiba nanti, fajar turun, letihku sirna lenyap bersama gelap malam dan kubekerja kembali. Thanks God untuk malam yang menidurkanku dan esok pagi terjaga dalam kesegaran.
β
β
Antoni Ludfi Arifin
β
Di sela-sela gemuruh fajar, dan suara bising serangga
Belenggu itu hancur
Hilang sudah duri dalam sepatu, kutukan paling merepotkan
βMenunggu
β
β
Dimas Aditya
β
Dari βDi Hadapan Babylonβ pun kita belajar bahwa maut tak selalu datang dengan sabit berkilat dan jubah hitam yang kerap menyembunyikan muka. Maut bisa saja datang dengan berondongan timah panas, tendangan sepatu lars, pucuk bayonet, pisau belati, atau anggaran subsidi beras miskin yang mesti dipangkas demi pembelanjaan Alutsista yang lebih mutakhir.
β
β
Fajar Nugraha (C-45 Demi Masa, Kapsul Waktu, dan Nostalgia Radikal)