Ctrl Alt Del Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Ctrl Alt Del. Here they are! All 7 of them:

And when I am in a new place, because I see everything, it is like when a computer is doing too many things at the same time and the central processor unit is blocked up and there isn't any space left to think about other things. And when I am in a new place and there are lots of people there it is even harder because people are not like cows and flowers and grass and they can talk to you and do things that you don't expect, so you have to notice everything that is in the place, and also you have to notice things that might happen as well. And sometimes when I am in a new place and there are lots of people there it is like a computer crashing and I have to close my eyes and put my hands over my ears and groan, which is like pressing CTRL + ALT + DEL and shutting down programs and turning the computer off and rebooting so that I can remember what I am doing and where I am meant to be going.
Mark Haddon (The Curious Incident of the Dog in the Night-Time)
There are little wisps of jelly in a living brain. Deagle knows this well: neurons, transmitting signals - and the soul, so to speak, is somewhere in those flashes. He heard once on a science program that the spindle cell - present in humans, whales, some apes, elephants - may be at the heart of what we call our "selves." What we recognize in the mirror - that thread we follow through time that we call "me"? It's just a diatom, a paramecium, a bit of ganglia that branches and shudders assertively. A brief brain orgasm, like lightning. In short, it's all chemicals. You can regiment it easily enough: fluoxetine, sertraline, paroxetine, escitalopram, citalopram - the brain can be washed clean, and you can reset yourself, Ctrl+Alt+Del. You don't have to be a prisoner of your memories and emotions.
Dan Chaon (Stay Awake)
Ctrl-Alt-Del key
Brandon Q. Morris (Return to Enceladus (Ice Moon, #4))
Worst of all was the flight software that handled data on board the rover, writing to and reading from the "flash" memory that was our equivalent of a computer's hard drive. The read and write commands too often just didn't work. The command we seemed to use the most was the one the Flight Software team called "SHUTDOWN_DAMMIT", which was like hitting CTRL-ALT-DEL on a personal computer, killing everything off and starting over.
Steve Squyres (Roving Mars : Spirit, Opportunity, and the Exploration of the Red Planet)
Ctrl Alt Del for humans would mean, ‘Take Control, Opt Alternatives, and Delete Fears.
Vikrmn: CA Vikram Verma (You By You)
Aperte CTRL+ALT+DEL e selecione o gerenciador de tarefas, nele você pode fechar imediatamente o processo do programa que está travando o computador.
Gobah! Soluções em T.I
Sketsa Cinta dari Sebuah Botol Kosong dan Sepotong Sosis (Digital Dark Cosmology) Di ruang konsultasi yang berbau kreolin, ozon dan arsip tubuh, aku menemukan Freud duduk seperti batu bisu yang tiba-tiba belajar bernafas lewat sinyal sekarat cahaya patah mesin EKG yang kedap-kedip. Katanya ini panggung opera. Tapi yang kulihat hanyalah labirin piksel berebut makna, suara manusia dipaksa menjadi protokol sunyi, dan primadona yang ia maksud— hanyalah hologram cacat dari perempuan yang dulu pernah dipanggil sebagai jiwa. Ia menunjuk tirai merah. Yang tersingkap bukan kenangan, melainkan fragmen tubuh dari seseorang yang tak selesai menjadi manusia: sisa napas, sedikit dendam, dan kode mati pada seberkas cahaya yang mencoba meniru bentuk air mata. Lacan datang terlambat seperti node sunyi yang gagal mengirim paket data. Ia mengajakku menoleh ke belakang— ke mana? Ke memori terbakar yang sudah lama kehilangan inderanya? Ke gerbang tanpa nama yang menolak mengakui siapa yang pertama kali merusak apa atau siapa? Ia bilang luka harus ditatap, dicerna, dihitung seperti kemurungan laporan statistik. Tapi yang kudengar hanya kalkulator batin yang macet, mengulang error yang sama: tidak ada makna, hanya logika tubuh yang menolak bicara. Ia memaksaku menyentuh masa kanak-kanak— yang sebetulnya hanya arsip kosong di folder bernama asal-usul, yang password-nya sudah hilang bersama kilas pertama ekor nebula. Ia menodongkan foto mayat pucat, jari kelingking patah, celana dalam berenda, dan bayang kelamin seekor kuda— seluruh katalog absurditas yang oleh psikoanalisis selalu dipuja sebagai makna yang belum dipahami. Padahal aku hanya ingin diam, menghentikan semua ini dengan menekan Ctrl+Alt+Del melakukan reboot paksa pada server yang mulai berhalusinasi. Tetapi Lacan menahan tanganku dengan senyum logam: “Telanjangi dirimu, biar teori belajar padamu.” Aku tertawa. Bagaimana mungkin teori yang lahir dari denyar palsu, nadi imitasi, dan luka digital mengerti apa itu haus, apa itu manusia, apa itu malam tanpa algoritma? Inilah topeng Marquis yang mereka pakai untuk menutupi ketakutan sendiri: mereka memuja kekacauan karena tak sanggup berdamai dengan planet retak di dada mereka. Mereka ingin memecah jemariku hanya untuk mencicipi anggur darah yang tak pernah kujanjikan. Mereka ingin menyusun cinta dari sisa-sisa eksperimen yang bahkan Tuhan pun malu melihatnya. Maka kutanya sekali lagi— bukan untuk Freud, bukan untuk Lacan, bukan untuk siapa pun yang mencintai suara teori lebih dari suara manusia: "Bagaimana kau ingin menciptakan cinta, dari botol kosong yang tak punya gema, dan sepotong sosis yang bahkan tak mampu mengingat bentuk asalnya?" Jika cinta adalah mesin, biarkan ia padam. Jika cinta adalah tubuh, biarkan ia kembali menjadi serabut mimpi yang tak pernah selesai dirakit kembali. Jika cinta adalah mitos, biarkan ia runtuh seperti aksara patah di buku yang tak pernah berhasil kau tafsir. (2011 — 2025)
Titon Rahmawan