Maut Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Maut. Here they are! All 64 of them:

sesungguhnya hati manusia itu berkarat seperti berkaratnya besi. sahabat bertanya : apakah pengilapnya wahai Rasulullah? Rasulullah menjawap: membaca alQuran dan mengingati maut
Hlovate (Anthem)
Kelak ia sadar, bahwa perasaan takut terhadap maut, berarti berani terhadap hidup.
Remy Sylado (Kembang Jepun)
Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah—jalan ke arah kelestarian.
Pramoedya Ananta Toer (Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3))
Seperti manusia, kelak berakhir sendiri dalam maut yang sangat pribadi. Kesendirian tak pernah menakutkanmu, kau lebih takut pada ketiadaan kata berpisah.
Nukila Amal (Cala Ibi)
Hidup ini begitu indah, hingga maut pun jatuh cinta padanya
Yann Martel
Karena cepat atau lambat, entah maut atau orang lain yang menyebabkan hubungan selanggeng apa pun akan dapat dipisahkan. Maka, yang terbaik adalah mencintai dalam keikhlasan.
Wira Nagara (Distilasi Alkena)
Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan
Pramoedya Ananta Toer
Selama orang masih suka bekerja, dia masih suka hidup dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut.
Pramoedya Ananta Toer (House of Glass (Buru Quartet, #4))
Kematian selalu membuntuti Kehidupan dengan begitu dekat, bukanlah karena keharusan biologis, melainkan karena rasa iri. Kehidupan ini begitu indah, sehingga maut pun jatuh cinta padanya. Cinta yang pencemburu dan posesif, yang menyambar apapun yang bisa diambilnya
Yann Martel (Life of Pi)
Tidak perlu," sahut Febrian tegas. "Karena aku tidak takut mati bersamamu. Kita akan selalu bersama. Bahkan maut tidak bisa memisahkan kita.
Mira W. (Sampai Maut Memisahkan Kita)
Peristiwa itu mengingatkan kembali bahwa maut itu bisa datang kapan saja, di mana saja. Bisa jadi ketika jauh dari orang-orang yang kita cintai. Tanpa berpamitan dulu.
Iwan Setyawan (Ibuk,)
Dia adalah segalanya bagiku. Apa pun yang datang darinya adalah satu satunya sumber kebahagiaanku. Tak ada yang dapat merenggutnya dariku. Bahkan maut sekalipun tak akan mampu memisahkan jiwa kami. - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan
Titon Rahmawan
Enam puluh tahun kami menikah. Dua belas anak. Tentu saja ada banyak pertengkaran. Kadang merajuk diam-diaman satu sama lain. Cemburu. Salah-paham. Tapi kami berhasil melaluinya. Dan inilah puncak perjalanan cinta kami. Aku berjanji padanya saat menikah, besok lusa, kami akan naik haji. Kami memang bukan keluarga kaya dan terpandang. Maka itu, akan kukumpulkan uang, sen demi sen. Tidak peduli berapa puluh tahun, pasti cukup...Pagi ini, kami sudah berada di atas kapal haji. Pendengaranku memang sudah berkurang. Mataku sudah tidak awas lagi. Tapi kami akan naik haji bersama. Menatap Ka'bah bersama. Itu akan kami lakukan sebelum maut menjemput. Bukti cinta kami yang besar.
Tere Liye (Rindu)
Ayahku selalu bilang, jodoh itu seperti sepatu. Sejak awal dibuat, sudah ditentukan pasangannya. Itulah jodoh sejati. Jodoh yang hanya akan dipisahkan oleh maut.
Dahlian (Casablanca: Forget Me Not)
Saya percaya bahwa orang bukannya takut mati. Mereka takut sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih menggelisahkan dan lebih tragis daripada maut itu sendiri. Kita takut tidak pernah hidup, menjelang akhir hayat kita dengan perasaan bahwa kita tidak pernah benar-benar hidup. Bahwa kita tidak pernah memahami, untuk apa kehidupan kita itu.
Harold S. Kushner
Persamaan Maut dengan Cinta lebih banyak daripada yang mungkin kalian bayangkan.
Rick Riordan (The Son of Neptune (The Heroes of Olympus, #2))
Thanatos sering kali salah dikira sebagai Dewa Cinta. Persamaan Maut dengan Cinta lebih banyak daripada yang mungkin kalian bayangkan.
Rick Riordan (The Son of Neptune (The Heroes of Olympus, #2))
Maut tak mengenal keadilan.
Rick Riordan (The Son of Neptune (The Heroes of Olympus, #2))
Maut tak perlu digoda sedemikian intim
Yusi Avianto Pareanom (Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi)
Peluru, kamu panas, dan kamu membawa kematian, tetapi bukankah kamu abdiku yang setia? Tanah hitam, kamu akan menyelimutiku, tetapi bukankah aku menginjakmu dengan kudaku? Kamu, maut, kamu dingin, tetapi akulah tuanmu.Tanah akan mengambil tubuhku, langit akan mengambil jiwaku.
Leo Tolstoy (Hadji Murád)
suatu hari jika aku tak lagi ada maka ikutilah iring-iringan angin yang mengantar kepergianku, Azzahra padanya telah kutitip alamat kepulangan sebuah perjalanan tanpa muara juga suara lengking pilu jiwa yang mendendam diburu maut dibelakang sudut kamar sepi, suatu hari
firman nofeki
Maut lebih suka kepada kaum lelaki justeru, lelaki lebih banyak menghadapi kemusnahan
Suhaimi Haji Muhammad (Menterjemah Bintang)
jika aku tak lagi ada, kekasih maka tenangkanlah isak hujan yang menangisi kepergianku biar tak terbentang sebuah lautan diatas tanah pusara walau beribu bahkan berjuta samudera air garam tak akan sanggup mengasinkan pahit kepedihan perahu umur yang berlayar jauh pun telah tertambat jangkar maut sa'at menepi di satu hari
firman nofeki
kesakitan bagai ikan dalam arus. tak seorang sedar maut mera- yap di luar kamar dan tertiarap di antara gelas-gelas air. lalu bertanya anak: berapa hari lagi aku harus begini? (suatu dinihari di sebuah hospital)
T. Alias Taib (Seberkas Kunci)
Duhai Pemilik waktu dari arusMu usiaku terlahir dan mengalir pada muara mautMu aku berakhir dan menyerah'' Engkaulah dermaga tempat ikrar perjalananku melunasi batas rantau pulang kala jiwa tersesat di pintu dunia Engkaulah samudera tempat senjaku membenamkan usia melarungkan maut yang membadai di pantai jiwa Tuhan.... jagalah hati dan jiwa ini seperti telah Engkau jaga planet-planet yang beredar pada tiap galaksi menurut keteraturannya biar tiada berbenturan akhiratku dengan dunia sebelum akhir masa nyaris menyelesaikan lahat sebelum aku dan waktu menyeduh pamit dari secangkir hayat di perahu sepi kuamini gelombang maghfirahMu Di kedalaman sujudku kuselami putihnya do'a menghanyutkan dosa yang mnghitami muara ruhku di rimba raka'atku, ada rindu yang merimbun sebagai Kamu Engkau geriap hujan di kemarau tubuhku akulah kegersangan angin yang memanjati tebing-tebing grimisMu Tuhan... di hujan ampunan tak henti kuburu gemuruhMu kupaku telinga di pintuMu moga kudengar Kau mengetuk bertamu ke bilik sepi sunyiku
firman nofeki
Rah chalta hun toh yeh manzilein kho jati hain, Har mod par bas tu nazar aati hai; Kya hai zindgi tere bna, ek pal sochta hu, Agle he pal yeh zindgi bhi maut nazar aati hai.
Anuj Tiwari
Apa ertinya hidup kalau bukan bersabung dengan sengsara dan maut.
Rahimidin Zahari (Rawana: Selected Poems/Sajak-sajak Terpilih)
dan pada bait yang di tunggangi agitasi ini, sesungguhnya rindu sudah berujung pada maut, dalam arena adu mata seorang pemuda yang masih sendiri
andra dobing
Di sekeliling kami, langit yang sudah semakin gelap. Di celah-celahnya, tersembunyi maut yang sedang menyeringai taring, berkuku panjang tajam. (Arah Yang Tidak Pernah Ada)
Rosli K. Matari (Tidakkah Kita Berada Di Sana?)
Ciumlah bau maut setiap detik dan masa, kerana ia adalah sedekat-dekat perkara ghaib yang ditunggu. Sediakanlah dirimu untuk menemuinya, kerana dalam banyak hal maut itu akan datang menyambarmu.
الحبيب عبد الله بن علوي الحداد الحضرمي الشافعي (Penuntun Hidup Bahagia)
Segala sesuatu yang dibatasi oleh mati, bukanlah sukses. Sukses adalah suatu pencapaian yang melampaui maut,yang abadi melintasi kematian, mengalir hingga titik simpul di mana awal dan akhir menyatu.
Emha Ainun Nadjib (Anak Asuh Bernama Indonesia)
Mereka membela apa yang mereka anggap menjadi haknya tanpa mengindahkan maut. Semua orang, sampai pun kanak-kanak! Mereka kalah, tapi tetap melawan. Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1))
Karena sudah demikian mestinya hidup itu, habis kesulitan yang satu akan menimpa pula kesulitan yang lain. Kita hanya beristirahat buat sementara guna mengumpulkan kekuatan untuk menempuh perjuangan yang baru dan mengatasinya. Sebab itulah maka tak usah kita menangis diwaktu mendaki, sebab di bau pucak perhentian pendakian itu telah menunggu daerah yang menurun. Hanya satu yang akan kita jaga di sana, yaitu kuatkan kaki, supaya jangan tergelincir. Dan tak usah kita tertawa di waktu menurun, karena kelak kita akan menempuh pendakian pula, yang biasanya lebih tinggi dan menggoyahkan lutut dari pada pendakian yang dahulu. Dan barulah kelak di akhir sekali, akan berhenti pendakian dan penurunan itu, di satu sawang luas terbentang, bernama maut. Di sana akan bertemu alam datar, tak berpendakian, tak berpenurunan lagi.
Hamka (Merantau ke Deli)
Revolusi, dia adalah guru. Dia adalah penderitaan. Tetapi dia pun adalah harapan. Jangan khianati revolusi! Kembali ia pandangi dua orang tua itu, yang mungkin beberapa tahun lagi tewas digulung maut. Namun mereka meletakkan harapannya pada revolusi. Betapa mereka mengagumi lembaran uang, perwujudan revolusi.
Pramoedya Ananta Toer (Larasati)
Aku selalu ingat juga pada daun kering, hidup ini tidak panjang bagai sependek ranting, dan aku akan mati. (Tiada Suatu Yang Kecil)
Rosli K. Matari (Tidakkah Kita Berada Di Sana?)
usia cepat pergi, hilang seperti bayang meninggalkan kenangan, sayup-sayup di belakang. (Tangga dan Keladi)
Rosli K. Matari (Anak Dusun)
Sekian lama, aku sering lupa pada jalan yang tidak akan berkelok, tidak akan bersimpang lagi, Terus lurus ke kubur, di sanalah aku akan berhenti. (Ke Mana Aku Akan Pergi)
Rosli K. Matari (Matahari Itu Jauh)
Mereka membela apa yang menjadi haknya tanpa mengindahkan maut.
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1))
Orang baru dewasa bila sudah mengalami salah seorang yang dicintainya direnggut maut, begitu kala itu kakek menghiburku.
Y.B. Mangunwijaya
Alangkah anehnya perasaan kita! Kita merasa begitu mencintai hidup pada saat-saat kita terancam bahaya maut!
Mary Wollstonecraft Shelley (Frankenstein)
Kawan-kawan semua, dimasa yang akan datang tidak boleh lagi ada kegelapan, tidak juga desingan peluru. tidak ada lagi kebodohan yang begitu keji atau pertimpahan darah. Karena tak ada lagi setan, maka tak akan ada lagi malaikat. Di masa depan tidak boleh ada lagi manusia membantai sesamanya, bumi akan menjadi terang, umat manusia akan saling mencinta. akan tiba suatu hari ketika semuanya terasa damai, harmonis, terang benderang, menggembirakan dan begitu hidup. Hari itu akan datang dan itulah sebabnya mengapa kita akan menyongsong maut.
Victor Hugo (Les Misérables)
sekali-sekali ibu dilambung bimbang, menatap anaknya bagai ranting kering. ia sedar kini maut menyelinap ke dalam kamar dan menetap di antara gelas- gelas air. lalu berkata ibu: tak lama lagi kau duduk di sini.
T. Alias Taib (Seberkas Kunci)
Ya, mengapa kita ini harus mati seorang diri? Lahir seirang diri pula? Dan mengapa kita ini harus hidup di satu dunia yang banyak manusianya? Dan kalau kita sudah manusia, dan orang itu pun mencintai kita. Seperti mendiang kawan kita itu misalnya–mengapa kemudian kita harus bercerai-cerai dalam maut. Seorang. Seorang. Seorang. Dan seorang lagi lahir. Seorang lagi. Seorang lagi. Mengapa orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti Pasarmalam.
Pramoedya Ananta Toer (Bukan Pasar Malam)
Lady Harris's Fool is a cornucopia of sacred images, many of which reveal themselves only after long meditation (and the aid of a magnifying glass). He bursts into midair of existence from behind three swirling rings that issue from and return to his heart. These are the three veils of negativity (Ain, Ain Soph, and Ain Soph Aur)23 that Qabalists teach gave birth to the singularity of creation. His satchel is filled with the entire universe in the form of planetary and zodiacal coins. The Fool is the Holy Spirit itself. The dove, symbol of the Holy Spirit; the butterfly, symbol of transformation; winged globe, symbol of Mercurial air; and the Egyptian vulture-goddess Mauf24 pour from the Holy Grail in the Fool's right hand. Like the Virgin Mary, Maut became impregnated by the spirit (breath) of the wind. “The whole picture,” Crowley tells us, “is a glyph of the creative light.
Lon Milo DuQuette (Understanding Aleister Crowley's Thoth Tarot)
Call me Azrael. Também podem chamar-me outros nomes, como Malak-al-maut ou simplesmente Anjo da Morte, tanto me faz, vai bem com flores e para complicado já basta a minha atividade extremamente especializada e técnica, que consiste em retirar a alma do corpo, exercício que faço a todo o instante e em todos os lugares de todos os universos, mas cuja dificuldade, ó imensuráveis mortais, além da carga emocional envolvida, do nervosismo que não consigo evitar e do equilíbrio/absurdamente/ moralmente/esteticamente desequilibrado do universo, a dificuldade, dizia, reside na delicadeza necessária para separar algo que não pode ser separado, separar uma gota da água que a compõe, separar uma folha verde da sua cor, separar uma vela da sua luz, separar. Ó doces efémeros, pergunto-vos, como é que se retira a alma do corpo, sem qualquer contaminação, ela que está aninhada como um gatinho no colo de uma velha? É que separá-los é como separar o dia da noite. Onde é que está a linha divisória entre ambos, a linha precisa?Para que compreendam a natureza deste milagre, porque é disso que se trata, de um milagre, este consiste, atentai, em separar as palavras do seu significado. O que eu levo de mãos dadas para o lugar para onde vão os guarda-chuvas ( como eu chamo à casa de todos nós, à definitiva, desde que ouvi uma senhora a nomeá-la assim) é isso mesmo, significados. O mecanismo é atroz ao mesmo tempo que é admirável: primeiro a diérese, que é o corte dos tecidos que possibilita o acesso à região a ser operada, neste caso específico, a alma; depois, a exérese, que é o retirar da alma; e, por fim, a síntese, que é fechar os tecidos e deixar o corpo tal como o encontramos, sem qualquer trauma evidente, pois o meu trabalho é imaculado.
Afonso Cruz (Para Onde Vão Os Guarda-Chuvas)
Maut aur tatti kabhi bhi aa sakti hai,’ said Javed, my guide on the Kolahoi glacier trek in Kashmir, as he quickly ran behind a rock.
Rujuta Diwekar (Don't Lose Out, Work Out!)
Maut tu garib ke ghar to jaldi aaya kar Kafan ke paise bhi khatam ho jate hai dawai kharidate kharidate
Pankaj Dubey
Dia termenung mengingat untungnya, yang hanya mengecap lazat cinta laksana bayang-bayang dalam mimpi. Tetapi cinta suci bersedia menempuh kurban, bersedia hilang, kalau hilang itu untuk kemaslahatan kecintaan, bersedia menempuh maut pun, kalau maut itu perlu. Karena bagi cinta yang murni, tertinggal jauh di belakang pertemuan jasmani dengan jasmani, terlupa pergabungan badan dan badan, hanyalah keikhlasan dan kesucian jiwa yang diharapnya.
Hamka (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)
Sambil berbalik, ia menitikkan setetes air mata bagi provinsinya, lalu tiba-tiba memacu kudanya. "Maut! Aku takkan mencemarkan nama Yang Mulia Shingen!" Suaranya tenggelam dalam lautan musuh. (Jendral Baba Nobufusa)
Eiji Yoshikawa
Menguraikan misteri ibarat mencari sebuah ruang dalam gedung kuno yang mahabesar. Gedung kuno yang sisa-sisa kemegahannya masih tampak, tanpa pemilik, dan ada sebuah ruang di dalamnya yang konon digunakan untuk menyimpan berbagai jejak kehidupan yang dijemput maut: pedang, pistol, tali tambang untuk gantung diri, tengkorak dan tulang-belulang, juga bau anyir darah. Begitu banyak ruang di gedung itu, tapi kunci-kuncinya berhamburan, bahkan ada yang hilang. Ia tak tahu ruang mana yang harus dibuka, bahkan tak tahu di mana akan menemukan kunci untuk membuka ruang yang tepat.
Sidik Nugroho
Daripada sawang, terbiar aku belajar mengerti hidup ini berakhir di hujung sepi. (Tiada Suatu Yang Kecil)
Rosli K. Matari (Tidakkah Kita Berada Di Sana?)
Aduh maut. Kenapa kamu disebut kebengisan, kamu yang membebaskan manusia dari hidup yang kejam. Ni akan mengikuti dengan penuh rasa terimakasih dan kegembiraan.
Sulastin Sutrisno (Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya)
Zindagi aur maut uparwale ke haath hai, jahanpanah. Hum sab toh rangmanch ki kathputliyan hain jinki dor uparwale ki ungliyon main bandhi hai. Kab kaun kaise uthega yeh koi nahin bata sakta.
Anupama Chopra (100 Films to See before You Die)
Muhabbat jissey baksh de zindagani, Nahi maut per khatam uski kahaani.
Quadri & Kamal (Anwar: the movie)
maut se kyuu.n itnii vahshat jaan kyuu.n itnii aziiz maut aane ke liye hai jaan jaane ke liye (The poet wonders at why man has a fear of death and why he holds life so dear. The plain truth is that death will definitely come and life will definitely go.)
Random Quote Sunil K
Maut tak perlu ditantang, bila waktunya datang ia pasti menang.
Yusi Avianto Pareanom (Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi)
अखबार
सुरेन्द्र मोहन पाठक (Maut Ka Farmaan (Vimal Book 7) (Hindi Edition))
इससे ज्यादा गर्म ड्रिंक्स के शौकीन हो” - वह शरारतभरे स्वर में बोली - “तो तुम्हें शेखावत साहब के आने तक इन्तजार करना पड़ेगा ।” “जी नहीं ।” - मैं बोला - “इस वक्त यही ठीक है । मुझे इतनी ज्यादा गर्म चीजों का शौक नहीं कि मुंह ही जल जाये और” - मैं एक क्षण ठिठका और बोला - “कलेजा भी ।” वह हंसी । मैंने कॉफी का कप उठाया और बड़े अर्थपूर्ण ढंग से उसे देखता हुआ बोला -
सुरेन्द्र मोहन पाठक (Maut Ka Farmaan (Vimal Book 7) (Hindi Edition))
Dari “Di Hadapan Babylon” pun kita belajar bahwa maut tak selalu datang dengan sabit berkilat dan jubah hitam yang kerap menyembunyikan muka. Maut bisa saja datang dengan berondongan timah panas, tendangan sepatu lars, pucuk bayonet, pisau belati, atau anggaran subsidi beras miskin yang mesti dipangkas demi pembelanjaan Alutsista yang lebih mutakhir.
Fajar Nugraha (C-45 Demi Masa, Kapsul Waktu, dan Nostalgia Radikal)
Dibuka pintu langit cukup luas rahmat Dia. Dibuka pintu tanah sekadar muat jasad engkau.
Darma Mohammad (Langit Membuka Lipatan)
SAD SHAYARI taras aata hai mujhe masoon si palkho par jab bheeg kar kahti hai ke ab aur roya nahi jata aye hawa unse kahde kabhar meri maut ki aur son kahena ki kafan ki khuwaish mein meri laash unke aanchal ka intezaar kar rahi hai SAD SHAYRI Yeh Tuɱ Se keh Diya kis Ne, ke Baazi Haar Baithay Huɱ! Abhi Tuɱ Pay Lutanay ko Humari Jaan Baqi Hai. SAD SHAYARI Usse yeh weham hai ke ɱai usse chor na paaungi Huɱe ye khauf hai ke r๏yega azɱa ke mujhe !! Jise Tum Sacche Dil Se Pyar Karo Use Kabhi Mat Aazmana…! Kyo Ki Agar Woh Gunehgar Bhi Hua Toh Dil Tumhara Hi Tutega
Hinsmeer.blogspot.com
Dengan pindah rumah dapat dimisalkan dari alam sempit, kandungan ibu, menangis ketika lahir. Padahal lama di dunia, kita pun betah tinggal di sini. Demikian pula pindah dari dunia ke akhirat, melalui maut. Yang gulut hanyalah di hari kita pindah itu. Dan hari pindah itu tidaklah lama.
Hamka (Tasauf Modern)
Maut adalah akhir dari hidup. Maut adalah akhir perjuangan mencari kebebasan - kebebasan yang membawa kebahagiaan. Sekalipun kebebasan itu kebebasan yang getir.
Gerson Poyk (Perempuan dan Anak-anaknya)
Sang malaikat maut adalah juga sang pengampun.
Mike Carey (The Steel Seraglio)