Jam Dinding Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Jam Dinding. Here they are! All 9 of them:

Saat jarum jam dinding berputar ke kiri, orang akan menganggapnya rusak dan membuangnya. Manusia pun tidak boleh menengok ke belakang, terus maju dan maju, melangkah ke depan!
Yoshichi Shimada (Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga)
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi, Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi. Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa. Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa. Kami cuma tulang-tulang berserakan. Tapi kami adalah kepunyaanmu. Kaulah lagi ada yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan. Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa, Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata. Kaulah sekarang yang berkata. Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi. Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak. Kenang, kenanglah kami. Teruskan, teruskan jiwa kami. Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir. Kami sekarang mayat. Berikan kami arti. Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian. Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu. Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi.
Chairil Anwar
Seperti dinding kamar yang retak dan mulai berlumut, pagar besi yang merapuh oleh noda karat dan daun daun mangga yang luruh di pekarangan rumah, demikianlah kita membaca kehidupan. Begitu banyak kata yang seringkali susah untuk ditafsir seperti "nasib", "kebahagiaan" dan "kesempurnaan". Entah mengapa, Bunda masih berasa gamang saat berjalan di atas tangga batu yang menuju ke ruang tamu di rumah barumu. Serasa mendengar dering suara alarm yang bergelayut di dalam mimpi. Menyibak kabut dan pagi juga. Bukankah kadang kadang kita merasa larut dalam kesunyian, meski riuh jalan raya bersicepat melawan waktu? Meninggalkan jejak langkah dalam segala ketergesaannya. Memaksa kita memungut semua peristiwa yang berhamburan di atas trotoar. Memaksa semua orang menitikkan air mata. Mengapa dalam momen momen serupa itu, kebersamaan dengan orang yang kita cintai justru berasa semakin berarti? Mengapa justru di tengah keramaian, kita bisa merasa begitu kesepian? Begitulah, jarum jam berputar di sepanjang perjalanan berusaha keras mengabadikan semua peristiwa. Mentautkan satu angle dengan angle yang lain, memotret semua kejadian dari mata seekor jengkerik. Menatap tak berkedip gedung gedung megah yang angkuh berdiri, serupa monster monster yang siap merengkuh apa saja; Lautan manusia berjejal keluar dari bandara, kerumunan lalat di atas tumpukan sampah di pasar, kelejat pikiran yang berlari lari mengejar matahari, kebimbangan yang tergugu di pojok terminal, harapan yang terkantuk kantuk di dalam bus kota dan seringai kerinduan akan masa depan yang belum pernah mereka lihat. Apa yang mereka cari? Apa yang mereka kejar, Nak? Sementara ada ribuan etalase dan pintu pintu mall yang terbuka dan tertutup setiap kali. Serupa mulut lapar menganga yang rakus mengunyah dan menelan semua kecemasan dan kegalauan yang bersliweran di balik pendar neon papan reklame. Bagaimanakah mereka -orang orang tanpa identitas ini- bisa menafsirkan takdir, relativitas waktu, dan mungkin juga mimpi?
Titon Rahmawan
Pada Minggu sore yang tenang itu, aku menikahi Dinda. Aku berpakaian Melayu lengkap persis seperti waktu aku melamarnya dahulu. Dinda berpakaian muslimah Melayu serbahijau. Bajunya berwarna hijau lumut, jilbabnya hijau daun. Dia memang pencinta lingkungan. Itulah hari terindah dalam hidupku. Jadilah aku seorang suami dan jika ada kejuaraan istri paling lambat di dunia ini, pasti Dinda juaranya. Dia bangkit dari tempat duduk dengan pelan, lalu berjalan menuju kursi rotan dengan kecepatan 2 kilometer per jam. Kalau aku berkisah lucu dan jarum detik baru hinggap di angka 7, aku harus menunggu jarum detik paling tidak memukul angka 9 baru dia mengerti. Dari titik dia mengerti sampai dia tersipu, aku harus menunggu jarum detik mendarat di angka 10. Ada kalanya sampai jarum detik hinggap di angka 5, dia masih belum paham bahwa ceritaku itu lucu. Jika dia akhirnya tersipu, lalu menjadi tawa adalah keberuntunganku yang langka. Kini dia membaca buku Kisah Seekor Ulat. Tidak tebal buku itu kira-kira 40 halaman. Kuduga sampai ulat itu menjadi kupu-kupu, atau kembali menjadi ulat lagi, dia masih belum selesai membacanya. Semua yang bersangkut paut dengan Dinda berada dalam mode slow motion. Bahkan, kucing yang lewat di depannya tak berani cepat-cepat. Cecak-cecak di dinding berinjit-injit. Tokek tutup mulut. Selalu kutunggu apa yang mau diucapkannya. Aku senang jika dia berhasil mengucapkannya. Setelah menemuinya, aku pulang ke rumahku sendiri dan tak sabar ingin menemuinya lagi. Aku gembira menjadi suami dari istri yang paling lambat di dunia ini. Aku rela menunggu dalam diam dan harapan yang timbul tenggelam bahwa dia akan bicara, bahwa dia akan menyapaku, suaminya ini, dan aku takut kalau-kalau suatu hari aku datang, dia tak lagi mengenaliku.
Andrea Hirata (Sirkus Pohon)
Pada keadaan apa kita tahu yang kita boleh percaya kepada sesuatu? Seperti jam yang tergantung di dinding, kita letakkan kepercayaan kita kepadanya untuk membuat penentuan dalam hidup kita. Kita tidak perlu pandang keluar tingkap untuk tahu siang atau malamnya langit, kita juga tidak perlu risau akan mula atau akhirnya masa pada waktu peperiksaan. Selagi kita lihat jarum saatnya berdetak, pada keadaan itu kita percaya kepada jam. Lalu pada keadaan apa yang membuat kita percaya kepada manusia?
Auni Zainal (Mawaddah Ilmi Ingin Pulang)
CIRI CIRI AMBEIEN KUMAT - Untuk Pemesanan Obat Ambeien hubungi kami HP/WA 0888 0660 1757. Kalau anda mempunyai wasir pasti tahu betapa memalukan dan menyakitkan. Meskipun bukan merupakan penyakit yang serius dan mengancam jiwa tetapi cukup mengganggu. Allium sativum atau lebih di kenal dengan sebutan bawang putih biasanya digunakan sebagai bumbu masakan akan tetapi ternyata salah satu bumbu masak ini juga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti mengurangi peradangan, sebagai antibiotik alami, menurunkan kolesterol, anti pembekuan darah dan meningkatkan antioksidan alami dan insyaAllah bisa juga membantu untuk mengobvati penyakit wasir. Akan tetapi jika hanya menggunakan bawang putih saja tentu akan kurang efektif, dan dianjurkan untuk konsumsi obat herbal yang lain juga. Denature Indonesia hadir dengan kapsul herbal ambejoss dan salep salwa yang insha Allah bisa membantu mengobati dan menghilangkan benjolan wasir atau ambeien yang sedang anda derita. Wasir atau Ambeien Wasir adalah pembuluh darah yang membengkak di bagian paling bawah rektum dan anus. Terkadang dinding pembuluh darah ini membesar yang menyebabkan terasa jengkel saat BAB. Bengkak wasir juga disebut dengan ambeien dimana anus akan mengalami perubahan atau muncul semacam benjolan. Wasir adalah salah satu penyebab pendarahan rektum yang paling sering terjadi, memang untuk stadium awal penyakit ini belum begitu berbahaya akan tetapi melakukan pengobatan sebaiknya sudah mulai dilakukan agar tidak semakin parah. Wasir Internal dan Eksternal Wasir internal cukup jauh di dalam rektum sehingga Anda biasanya tidak dapat melihat atau merasakannya. Wasir internal umumnya tidak menimbulkan luka tetapi akan terasa sakit di sekitar anus seperti muncul pendarahan sebagai salah satu gejala awalnya. Wasir eksternal berada di bawah kulit di sekitar anus, di mana ada lebih banyak rasa sakit, sehingga cenderung sakit dan berdarah. Terkadang wasir akan menimbulkan benjolan yang akan semakin sehingga anus akan kelihatan merah dan tentunya akan semakun sakit atau sulit saat buang air besar (BAB) Penyebab Wasir Beberapa orang mungkin lebih mungkin untuk mendapatkan wasir jika salah satu anggota keluarga lainnya, seperti orang tua juga memiliki riwayat penyakit wasir. Penumpukan tekanan di rektum bawah Anda dapat mempengaruhi aliran darah dan membuat pembuluh darah di sana membengkak. Penyebab penyakit wasir biasanya dapat di mulai : - Mengejan terlalu kuat saat BAB - Mengangkat sesuatu yang terlalu berat - Terlalu banyak duduk. - Anda mungkin mendapatkannya saat mengalami sembelit atau diare yang tidak jelas. Batuk, bersin, dan muntah bisa membuat mereka memburuk Cara Mencegah Wasir - Makan serat. Cara yang baik untuk mendapatkannya adalah dari makanan nabati – sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kacang polong. - Minum air. Ini akan membantu Anda menghindari kotoran keras dan sembelit, sehingga Anda mengalami regangan lebih sedikit saat buang air besar. Buah dan sayuran, yang memiliki serat, juga memiliki air di dalamnya. - Olahraga. Aktivitas fisik, seperti berjalan setengah jam setiap hari, adalah cara lain untuk menjaga darah dan perut Anda tetap bergerak. - Jangan menunggu untuk pergi Gunakan toilet segera setelah Anda merasakan dorongannya Gejala Penyakit Wasir Wasir sering tidak selalu menimbulkan gejala, jadi Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda memiliki penyakit wasir. Jika muncul gejala biasanya dapat berupa: - Rasakan tidaknyamanan, gatal, atau nyeri di sekitar anus Anda - Keluar darah dari anus, biasanya saat BAB - Keluar benjolan lembab dan merah muda di sekitar tepi atau keluar dari anus Anda (Ini mungkin terlihat ungu atau biru juga.) Untuk Pemesanan Obat Ambeien hubungi kami HP/WA 0888 0660 1757
ciri ciri ambeien kumat
CIRI CIRI AMBEIEN DAN GAMBAR - Untuk Pemesanan Obat Ambeien hubungi kami HP/WA 0888 0660 1757. Kalau anda mempunyai wasir pasti tahu betapa memalukan dan menyakitkan. Meskipun bukan merupakan penyakit yang serius dan mengancam jiwa tetapi cukup mengganggu. Allium sativum atau lebih di kenal dengan sebutan bawang putih biasanya digunakan sebagai bumbu masakan akan tetapi ternyata salah satu bumbu masak ini juga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti mengurangi peradangan, sebagai antibiotik alami, menurunkan kolesterol, anti pembekuan darah dan meningkatkan antioksidan alami dan insyaAllah bisa juga membantu untuk mengobvati penyakit wasir. Akan tetapi jika hanya menggunakan bawang putih saja tentu akan kurang efektif, dan dianjurkan untuk konsumsi obat herbal yang lain juga. Denature Indonesia hadir dengan kapsul herbal ambejoss dan salep salwa yang insha Allah bisa membantu mengobati dan menghilangkan benjolan wasir atau ambeien yang sedang anda derita. Wasir atau Ambeien Wasir adalah pembuluh darah yang membengkak di bagian paling bawah rektum dan anus. Terkadang dinding pembuluh darah ini membesar yang menyebabkan terasa jengkel saat BAB. Bengkak wasir juga disebut dengan ambeien dimana anus akan mengalami perubahan atau muncul semacam benjolan. Wasir adalah salah satu penyebab pendarahan rektum yang paling sering terjadi, memang untuk stadium awal penyakit ini belum begitu berbahaya akan tetapi melakukan pengobatan sebaiknya sudah mulai dilakukan agar tidak semakin parah. Wasir Internal dan Eksternal Wasir internal cukup jauh di dalam rektum sehingga Anda biasanya tidak dapat melihat atau merasakannya. Wasir internal umumnya tidak menimbulkan luka tetapi akan terasa sakit di sekitar anus seperti muncul pendarahan sebagai salah satu gejala awalnya. Wasir eksternal berada di bawah kulit di sekitar anus, di mana ada lebih banyak rasa sakit, sehingga cenderung sakit dan berdarah. Terkadang wasir akan menimbulkan benjolan yang akan semakin sehingga anus akan kelihatan merah dan tentunya akan semakun sakit atau sulit saat buang air besar (BAB) Penyebab Wasir Beberapa orang mungkin lebih mungkin untuk mendapatkan wasir jika salah satu anggota keluarga lainnya, seperti orang tua juga memiliki riwayat penyakit wasir. Penumpukan tekanan di rektum bawah Anda dapat mempengaruhi aliran darah dan membuat pembuluh darah di sana membengkak. Penyebab penyakit wasir biasanya dapat di mulai : - Mengejan terlalu kuat saat BAB - Mengangkat sesuatu yang terlalu berat - Terlalu banyak duduk. - Anda mungkin mendapatkannya saat mengalami sembelit atau diare yang tidak jelas. Batuk, bersin, dan muntah bisa membuat mereka memburuk Cara Mencegah Wasir - Makan serat. Cara yang baik untuk mendapatkannya adalah dari makanan nabati – sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan kacang polong. - Minum air. Ini akan membantu Anda menghindari kotoran keras dan sembelit, sehingga Anda mengalami regangan lebih sedikit saat buang air besar. Buah dan sayuran, yang memiliki serat, juga memiliki air di dalamnya. - Olahraga. Aktivitas fisik, seperti berjalan setengah jam setiap hari, adalah cara lain untuk menjaga darah dan perut Anda tetap bergerak. - Jangan menunggu untuk pergi Gunakan toilet segera setelah Anda merasakan dorongannya Gejala Penyakit Wasir Wasir sering tidak selalu menimbulkan gejala, jadi Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda memiliki penyakit wasir. Jika muncul gejala biasanya dapat berupa: - Rasakan tidaknyamanan, gatal, atau nyeri di sekitar anus Anda - Keluar darah dari anus, biasanya saat BAB - Keluar benjolan lembab dan merah muda di sekitar tepi atau keluar dari anus Anda (Ini mungkin terlihat ungu atau biru juga.) Untuk Pemesanan Obat Ambeien hubungi kami HP/WA 0888 0660 1757
ciri ciri ambeien dan gambar
Di Ujung Kanvas, Para Malaikat Jatuh seperti Cermin Retak Pada hari ketika langit meniru sapuan kuas Dali, aku melihat tiga angsa menari di telaga yang tidak pernah ada. Tapi bayangan mereka menjelma jadi sekawanan gajah— yang memikul menara-menara mimpi yang kaki-kakinya memanjang seperti doa yang tak sampai. Di sana, waktu tidak berjalan. Ia tergantung seperti jam yang mencair, mengalir dari dinding kesadaranku menuju lubang kelam tempat malaikat dan iblis berdesakan mempertengkarkan siapa yang lebih dahulu menciptakan cahaya. Serafim mencabut bulunya sendiri dan bulu itu berubah menjadi ular yang menyebut dirinya dengan seribu nama: Ashmedai, Azazel, Ashtaroth— nama-nama yang dahulu kupelajari dengan rasa takut, namun kini bayangan itu datang kepadaku seperti bisikan seorang kawan lama yang ingin dipanggil pulang. Aku bertanya padanya: “Apakah kita sedang bermimpi, atau kita hanyalah mimpi yang sedang diingatkan kembali kepada dirinya sendiri?” Bayanganku menjawab dengan suara yang bukan suaraku: “Di sinilah eros dan tanathos menari. Di sinilah kelahiran selalu meminjam wajah kematian.” Dalam jeda itu, seekor harimau melompat keluar dari rahim buah delima yang meletus seperti planet kecil penuh kutukan. Dari balik taringnya, aku melihat wajahku sendiri— wajah yang telah lama ditinggalkan oleh logika. Dan ketika seekor badak berkaki laba-laba melintas di atas kepalaku, aku menyadari bahwa tuhan mungkin sedang tertidur, dan iblis sedang melukis-nya kembali dengan warna-warna yang terlalu jujur untuk kita mengerti. Malaikat-malaikat yang jatuh itu menabrak permukaan telaga, menjadi riak yang memanggil masa laluku keluar dari persembunyian. Aku mencoba menyentuhnya, namun jari-jari tangan ini berlubang seperti relik yang kehilangan alasan untuk diselamatkan. “Apa yang kau cari?” tanya seekor gajah yang muncul di tengah mimpi dengan mata penuh kesedihan purba. Aku tidak menjawab. Sebab seluruh jawabanku terbakar dalam pusat matahari yang ternyata bukan matahari, melainkan luka yang sedang berevolusi. Dan ketika akhirnya cahaya itu meledak, aku melihat diriku sendiri —telanjang, kehilangan nama— dilahirkan dari pertempuran yang tak pernah kuceritakan kepada siapa pun. Aku bukan lagi penyair. Aku bukan lagi kilasan mimpi. Aku hanyalah kesadaran yang menetas dari absurditas yang membunuh egoku berulang kali agar aku bisa melihat dengan mata yang tidak lagi meminta untuk dimengerti. November 2025
Titon Rahmawan
PERTAPA — Versi Anatta, Klesa-Vināśa, Saṃnyāsa & Viśuddhi (Di mana Kesadaran Meleleh dan Aku Runtuh seperti Komet yang Kehilangan Intinya) Ketika ambisi terakhir patah, ia merasakannya seperti gugurnya inti komet yang selama ini ia kira adalah “dirinya”. Batu, es, debu—semuanya luruh dan tak tersisa apa pun yang bisa disebut aku. Di titik itu ia memahami: yang runtuh bukan mimpinya, melainkan ilusi bahwa yang bermimpi itu ada. Ia berhenti bertanya mengapa kata-katanya tak lagi memiliki gema. Sebab gema memerlukan dinding, sedangkan seluruh dinding dalam batinnya telah retak dan ambruk seperti stupa kuno yang akhirnya menyerah pada hujan musim keempat belas. Ia memasuki wilayah anatta— kesadaran tanpa pusat, kesadaran yang tak memiliki pemilik, kesadaran yang hanya terjadi seperti cuaca. Hening datang bukan sebagai berkah, melainkan sebagai klesa-vināśa yang membakar, yang mencabut seluruh akar ego seperti badai kosmik mencabut orbit planet. Dalam viśuddhi telinganya menjadi tuli karena ia tak lagi mendengar dunia, melainkan mendengar runtuhnya diri sendiri— sepenuhnya tanpa suara. Mata menjadi buta karena segala bentuk telah nir wujud; yang tersisa hanya gerimis, cahaya tak kasat mata. Inilah awal nāmarūpa-nirodha: ambruknya gagasan “siapa aku”, seperti tubuh bayangan yang kehilangan mataharinya. Dalam gelap gua itu ia menyaksikan semua identitas meluruh seperti serpih es yang dikembalikan ke bentuk asalnya: air, lalu uap, lalu lenyap. Ia merasa dirinya seperti nebula yang terbakar perlahan, membiarkan amarah, dendam, nafsu, dan memori lama menguap satu per satu seperti partikel materi yang gagal bertahan di tepi lubang hitam batin. Di situlah saṃnyāsa membuka pintunya— pencerahan gelap, bukan terang: kesadaran yang lahir dari kehancuran total, bukan dari kejernihan. Ia melihat kebenaran yang tak ingin dilihat siapa pun: bahwa “aku” hanyalah getaran singkat di permukaan vakum yang tak berhingga, bahwa segala penderitaan berakar pada keinginan mempertahankan sesuatu yang tak pernah eksis. Butir air yang ia minum adalah doa pertama. Tetesan batu adalah doa kedua. Sunyi adalah doa ketiga— dan ketiganya tidak ia tujukan kepada siapa pun, sebab tak ada subjek, tak ada objek, tak ada pemohon. Hanya kesunyian yang berdoa kepada dirinya sendiri. Waktu runtuh menjadi debu; ia tak lagi tahu apakah ia meditasi satu jam, atau seribu tahun. Jam pasir batinnya pecah, membiarkan butiran waktu tersebar tanpa arah. Dalam kehampaan itu ia menjadi monolit yang sadar: tak bergerak, tak bereaksi, tak menolak, tak menginginkan. Ia tidak lagi menjadi manusia. Ia tidak menjadi dewa. Ia tidak menjadi apa pun. Ia menjadi kekosongan yang menyaksikan dirinya sendiri, tanpa saksi, tanpa penonton, tanpa pemeran. Ia memasuki keadaan di mana kelahiran dan kematian tidak lagi bermusuhan, melainkan dua sisi dari pintu yang sama— pintu yang kini ia lewati tanpa meninggalkan jejak bayangan. Diam. Ajek. Tak terlahirkan. Tak terpikirkan. Tak memiliki inti. Tak memiliki akhir. Ia menjadi kesunyian purba tempat segala ilusi berakhir. (November 2025)
Titon Rahmawan