Etika Quotes

We've searched our database for all the quotes and captions related to Etika. Here they are! All 24 of them:

Apa guna jadi Jawa kalau hanya untuk dilanggar hak-haknya? Tak mengerti kau kiranya, catatan begini sangat pribadi sifatnya? Tak pernah gurumu mengajarkan etika dan hak-hak perseorangan?
Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1))
Dunia lambang tidak harus mengikuti logika dan etika tersendiri, bahkan boleh disebut juga suatu supralogika yang melayang bagaikan awan-awan di atas gunung dan lembah, namun yang mengandung uap air mati-hidup bagi segala yang di bawahnya.
Y.B. Mangunwijaya (Burung-Burung Rantau)
Orang tua punya tanggung jawab membentuk kepribadian anak, termasuk nilai, etika, dan perilakunya.
Susilo Bambang Yudhoyono
Negara akan hancur sekiranya kita mempunyai orang yang berliterasi tetapi tidak terdidik (literate uneducated) yang mempunyai keahlian dan kemahiran yang tinggi dalam ilmu sains Barat tetapi tidak mempunyai nilai adab, akhlak dan etika yang murni. Kita memerlukan manusia yang mempunyai gabungan dan kesepaduan antara dua akal seperti yang diajukan oleh Islam untuk membangunkan diri, masyarakat, negara dan dunia ini keseluruhannya.
Mohd Yusof Hj. Othman (Pembangunan Sains dan Teknologi Dari Perspektif Islam)
Snad to bylo i tím, co všechno jsem slyšel od pana profesora, který se překonával v nadávání, žádný kočí nedovedl tak nadávat ani koním, ani lidem tak, jako pan profesor francouzské literatury a estetiky..., a přitom nám vykládal o všem, co zajímalo i jej, vykládal každý večer, ještě jsem otvíral dveře, a on než usnul, než jsme usnuli, tak do poslední chvíle vykládal taky, co je estetika a co je etika a o filozofii a filozofech, vždycky o těch filozofech vykládal tak, Krista Pána nevyjímaje, že to je banda raubířů a syčáků a vrahounů a darebáků, že kdyby nebyli, bylo by lidstvu líp, ale lidstvo že je potomstvo zlé a blbé a zločinné, a tak snad ten profesor mě utvrdil v tom, že je třeba být sám, že večer jsou vidět hvězdy a v poledne jen hluboké studny...
Bohumil Hrabal (I Served the King of England)
Insan berpelajaran mungkin menguasai pelbagai pengetahuan tetapi tidak merasa bersalah memanipulasikan pengetahuan untuk kepentingan diri, meski mengakibatkan kesengsaraan kepada insan lain dan kehidupan alam; sementara insan berpendidikan adalah insan berilmu yang dilengkapi komponen roh, lalu menyedari akan etika dan batas yang wajib dihormati.
Sultan Nazrin Shah
----- susmak da konuşmak da insanın elinde olsaydı bu dünya sahiden çok daha mutlu bir dünya olurdu. Ama yaşam bize defalarca göstermiştir ki, insan dilinden başka her şeye daha çok hakim ve başka her şeyi yapabiliyor da bir tek arzularına gem vuramıyor. ------ Gıpta, başkalarının da arzuladığını hayal ettiğimiz bir şeye karşı içimizde uyanan arzudur. Başkalarının kaçtığını gördüğünde kaçan, başkalarının korktuğunu gördüğünde korkan, hatta başkasının elinin yandığını gördüğünde kendi elini çekip bedenini sanki kendi eli yanmış gibi oynatan insana başkasının hareketlerini taklit ediyor deriz, başkasına gıpta ediyor demeyiz; gıpta etmenin ve taklit etmenin nedenlerinin farklı olduğunu bilmemizden değil tabii, sadece bize soylu, yararlı ya da hoş gelen bir şeyi taklit eden insana gıpta ediyor demek adet olmuştur da ondan. ----- sadece yoksunluk açısından uyuşan şeyler, yani sahip olmadıklan özellikler açısından uyuşan şeyler gerçekte hiçbir açıdan uyuşmazlar. ----- Hırslı adam hiçbir konuda ölçülü olmayacaktır, yeter ki yakalanmayacağına dair umudu olsun; hele ayyaşların ve şehvet düşkünlerinin arasında yaşayıp gidiyorsa, zaten kendisi de hırslı olduğundan, onların kusurlarına daha fazla meyledecektir. ... Yoksul insan bir de hırslıysa artık hiç susmadan sürekli paranın kötüye kullanımından, zenginlerin ahlaksızlıklarından konuşup durur. Ama böyle yaparak sadece kendisine işkence çektirir ve sadece kendi yoksulluğuna değil başkalarının zenginliğine de nasıl tahammül gösteremediğini açığa vurur. Sevgilisi tarafından beklediği ilgiyi göremeyenler de böyle yapar, kadınların kararsızlıklarından, yalancılıklarından ve bunun gibi dile pelesenk olan başka kusurlarından başka hiçbir şey düşünemez olur, ama sevgilisi tarafından yeniden kabul gördüklerinde de bütün bu düşündüklerini bir anda unutuverir. ----- acı da iyi bir duygudur, çünkü incinen kısmın henüz çürümemiş olduğunu gösterir. -----
Baruch Spinoza (Etika)
No Bitch Niggas No Snitch Niggas
Etika,
Meilė – daugiau intuicija nei logika, estetika nei etika, poezija nei proza.
Kęstutis Navakas (Dar penkios minutės nakties. Lietuvių meilės lyrika)
Simpanse beroperasi menurut hukum rimba dan ia melakukannya dengan dorongan serta naluri yang kuat. Manusia beroperasi menurut hukum masyarakat dan ia melakukannya dengan dorongan etika serta moral yang kuat, dan khasnya disertai hati nurani.
Susi Purwoko (The Chimp Paradox: How Our Impulses and Emotions Can Determine Success and Happiness and How We Can Control Them)
Cantik–cantik kalau tidak punya etika, sama saja dengan nol puthul. Kosong! (Samuel)
Dian Nafi (Just in Love (Mayasmara, #5))
Ljudi se uglavnom vezuju za ono što doživljavaju kao lijepo, upravljani estetikom određenog vremena koje diktira estetiku tog i takvog vremena i socijalnog okruženja. Meni je bilo lijepo ono što nikome nije. Ono u čemu drugi često vide ružno i nakaradno. Etika i estetika. Ima li na svijetu išta goreg od ta dva giganta među pojmovima? Etika suvremenog življenja u stopu je pratila estetiku razaranja. I obratno.
Olja Runjić (Auf Wiedersehen, Mustafa)
[K]ung saan ang puwersa ng pamimilit ay tahimik, ang biktima ay hindi madaling maghinala. Ang mga tao ay nagigising sa katotohanang pagbabanta ng pagsabog ng bulkan kapag naririnig na ang pag-ugong nito. Ang katahimikan ng bulkan ay nagdudulot sa kanila ng kahinahunan.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Wala siyang karapatang maningil kung kusang loob niyang ibinigay ang kanyang tulong. Ang pagpili ng paraan sa pagbabayad ng utang na loob ay isang personal na desisyon din ng nagkakautang. Nasa kanya ang pagkilala ng pagkakataon na makapagbayad. Nasa kanya ang pagpili ng angkop na paraan.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Ang dapat nating hanapin ay ang antas na hindi nagkukulang at hindi rin lumalabis.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Ang katapangan ay hindi lámang kabaligtaran ng karuwagan. Sa halip, ito ay isang katangian na napapagitnaan ng karuwagan at kapusukan. Ang pagmamalasakit ay nása pagitan ng pagwawalang-bahala at ng pagiging pakialamero. Ang pagpapakumbaba ay masasabing nása pagitan ng pagyayabang at pagiging labis na mahiyain.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Etika dasar jurnalisme investigatif, bersikaplah adil juga kepada pihak yang kau curigai. Awas dan kritis, tapi jangan cepat memvonis.
Goenawan Mohamad (Percikan: Kumpulan Twitter @gm_gm Goenawan Mohamad)
Kalau Tuhan saja dikorup, apakah etika masih laku?
Udo Z. Karzi, 2016, Ke Negarabatin Mamak Kenut Kembali
Etika je poznanie rozdielu medzi tým, čo máte právo (alebo moc) urobiť a tým, čo je správne urobiť.
Jan Kosturiak
Masamâ kung táyo ay ay lumabis o kumulang.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Nagkakaroon táyo ng iba’t ibang pagtingin sa iisang kilos sa iba’t ibang sitwasyon dahil sa ang partikular na kilos ay nakikilala natin bílang sulyap sa pagkatao ng kumikilos . . . [A]ng pagiging mapagbigay, ang pagkamapagwaldas, at ang karamutan ay mga katangian ng pagkatao at hindi ng mga partikular na kilos lámang. Hindi makikita sa iisang kilos lámang ang mga katangiang ito.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
Ang kahalagahan ng kabutihang loob ay hindi nagmumula sa maaari o hindi maaaring kahinatnan nito. . . Ang kabutihan ay nasa mismong loobin ng kumikilos.
Leonardo D. de Castro (Etika at Pilosopiya Sa Kontekstong Pilipino)
SUARA-SUARA YANG DIREDUKSI SEBAGAI ANCAMAN (Poetic Essay) PANGGUNG IV — OHOLA & OHOLIBA (Metafora yang Dijadikan Senjata Politik) (suara dua perempuan yang bergema dalam satu rongga hampa) kami bukan perempuan. kami adalah dua kota yang dipersonifikasikan agar penguasa bisa memberi kuliah moral tentang kesetiaan politik. nama kami diabadikan sebagai pelacur agar mereka bisa menegur bangsa lain tanpa menyebut nama-nama raja dan imam yang korup. kami tubuh-tubuh imajiner yang diciptakan agar kerakusan politik bisa disematkan pada payudara dan paha metaforis bukan pada para lelaki yang memperdagangkan rakyatnya sendiri. mengapa tubuh perempuan? karena tubuh perempuan selalu siap dijadikan metafora untuk pengkhianatan, dosa, dan penyimpangan moral— bahkan ketika perempuan itu tidak pernah ada. kami bukan pelacur yang sebenarnya kami hanyalah alegori yang dipakai oleh penguasa untuk menghindar dari tanggung jawab. PANGGUNG V — MESSALINA (Sang Empress yang Dijadikan Ikon Napsu Kekuasaan) (suara dingin seperti lorong marmer di tengah malam buta) aku istri kaisar. apakah itu dosa? aku hidup di istana yang dipenuhi intrik, pembunuhan, konsul yang mabuk kuasa. tetapi sejarah memilih mengingatku sebagai perempuan yang tak pernah puas— seolah seluruh kehancuran kekaisaran Romawi lahir dari rahimku. betapa mudahnya bagi laki-laki menyamarkan kekerasan politik dengan menyebut seorang perempuan bernafsu terlalu banyak. mereka butuh kambing hitam. dan kambing itu harus feminin agar publik bisa merasa moralitas mereka tetap utuh. mengapa tubuh perempuan? karena tubuh perempuan bisa dilipat menjadi argumen: “lihat, kejatuhan bangsa ini disebabkan oleh perempuan bejat.” padahal kejatuhan selalu dibuat oleh tangan penguasa yang tak becus mengurus negara. KORUS NIHILISTIK — DALAM SATU PERTANYAAN KUNCI: (suara-suara mereka menyatu, seperti retakan yang tak tertutup) mengapa harus tubuh perempuan? karena tubuh perempuan adalah layar paling terbuka: tempat bangsa menulis kecemasan mereka, tempat agama menempelkan dogma moral dan etika, tempat negara menggantungkan ancaman, tempat sejarah menumpahkan darah yang mereka sembunyikan. bagi mereka tubuh perempuan— adalah sumber dosa, sebuah kanvas ketakutan kolektif yang dipakai untuk menyamarkan kegagalan para lelaki. dan sekarang, kami bicara bukan untuk membela diri, tetapi untuk membongkar panggung menjijikkan itu: ancaman terbesar tidak datang dari perempuan yang menolak tunduk, melainkan sistem yang membutuhkan tubuh perempuan sebagai satu-satunya alibi. Desember 2025
Titon Rahmawan
Pada gilirannya, ketika menjadi objek bagi orang lain, dia tidak lebih dari seorang individu dalam kolektivitas di mana dia bergantung
Simone de Beauvoir